Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI DAN ETIKA BERUMAH TANGGA DALAM KITAB AL-ADABU FIĪ AL-DIĪN KARYA IMAM GHAZALI (450-505 H) DALAM UPAYA MEREVITALISASI SPIRIT KELUARGA SAKINAH Challimatus Sa'diyah; Ita Rahmania Kusumawati
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 8 No. 1 (2025): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/almaqashidi.v8i1.4995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai dan etika berumah tangga dalam kitab Al-Adabu fiī al-Dīn karya Imam al-Ghazali (450–505 H) sebagai dasar normatif dalam upaya merevitalisasi spirit keluarga sakinah di era modern. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya angka perceraian yang mencerminkan krisis etika dan melemahnya nilai spiritual dalam institusi keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi lapangan, serta penguatan data melalui wawancara tokoh agama dan observasi pada masyarakat santri dan non-santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai etika dalam Al-Adabu fiī al-Dīn seperti mu’āsyarah bil ma‘rūf, komunikasi santun, kelembutan sikap ,akhlak mulia, tanggung jawab, kesalingan, dan pengendalian diri, sangat relevan untuk menjawab problematika keluarga masa kini. Masyarakat santri mengimplementasikan nilai-nilai ini berlangsung secara terstruktur melalui lingkungan pesantren dan budaya religius yang kuat. Sebaliknya, implementasinya dalam masyarakat non-santri belum didukung oleh pemahaman keagamaan yang memadai akibat terbatasnya akses pendidikan agama dan lemahnya peran institusi keagamaan. Revitalisasi nilai adab pada pada masyarakat santri dapat diperkuat melalui optimalisasi lembaga keagamaan, sedangkan masyarakat non-santri memerlukan pendekatan adaptif dan edukatif yang dialogis. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi spirit keluarga sakinah dapat dilakukan dengan menggali kembali nilai-nilai etika Islam klasik dan mengadaptasikannya secara kontekstual dalam kehidupan keluarga modern.
The Law and Tradition of Weton Calculation in the Javanese Community of Jombang East Java (Study in Balong Besuk Village, Diwek Jombang) Ma'ruf, M; Kusumawati, Ita Rahmania
Jurnal Mahkamah : Kajian Ilmu Hukum dan Hukum Islam Vol. 8 No. 2 December (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jm.v8i2.4136

Abstract

This study aims to determine the paradigm of weton calculation in marriage in Balong Besuk Village, Diwek District, Jombang Regency. In addition, it is also to find out what factors cause the calculation of weton in the community. This research includes field research using qualitative methods. The data collection uses interview, observation, and documentation methods. The data sources consist of Primary Data: Primbon Jawa Books, interviews with local community leaders, and the people involved, as well as Secondary Data sourced from books and scientific works. The conclusion from the conclusion is that the weton calculation that occurred in Balong Besuk Village, Diwek District, Jombang Regency is still being carried out. The factors that influence one of the most prominent is to maintain the legacy of the ancestors or ancestors. From the phenomena that occur. Giving rise to pros and cons, more or less there are people who practice and some do not. From the results of the research above, the researcher concluded that the calculation of weton in marriage from an Islamic law perspective is permissible if it does not conflict with the Qur'an and Sunnah and prioritizes the benefit of the community as well as tolerance in behavior.
Building Islamic Legal Awareness in Young Santri: The Dynamics of Taklif Understanding and Application in Islamic Boarding School Taufikin, Taufikin; Hadi, Solikhul; Kusumawati, Ita Rahmania
FENOMENA Vol 17 No 1 (2025): FENOMENA VOL 17, NO. 1, 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v17i1.10315

Abstract

Applying taklif to children's students is part of learning religious traditions (Islamic law), which aims to shape Islamic character from an early age. In implementing taklif, there are challenges, especially related to children's cognitive limitations in understanding abstract sharia laws such as mubah and makruh. In addition, traditional implementation methods are often ineffective in conveying the concept of taklif to children. This study aims to analyze the application of taklif to child santri by learning about religious traditions, identifying factors that influence their understanding, and evaluating the effectiveness of taklif learning methods applied in pesantren. Through a case study approach, this research collects data through observation, in-depth interviews, and documentation to thoroughly understand the process of learning taklif as Sharia law in pesantren. The results showed that children more easily understand the obligatory and sunnah laws because they are concrete and often practiced in everyday life. In contrast, the laws of mubah and makruh are challenging to understand because they are more abstract. The pesantren environment, parental involvement, and learning methods such as short lectures, hands-on practice, and educational games are important in improving Santri's understanding. This research provides recommendations for pesantren to develop more adaptive and innovative learning methods for learning Taklif in children and additional insights for parents about the importance of traditionalizing an understanding of Islamic law early on in children.
NAGA DINA, NAGA SASI, NAGA TAHUN SEBUAH IDENTITAS, PETUNGAN DAN PANTANGAN DALAM KEARIFAN LOKAL KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA DI TENGAH GLOBALISASI Asri Sundar; Asrumi; Ita Rahmania Kusumawati
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2022): Desember : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v3i1.7810

Abstract

Penelitian ini menitikberatkan pada suatu bentuk petungan yang disebut Naga dina, Naga sasi, Naga tahun dan telah menjadi petungan dan pantangan masyarakat Jawa dalam melaksanakan ritual hajatan. Kepercayaan dalam petungan ini suatu identitas masyarakat Jawa dan merupakan ciri khas, gambaran perilaku nilai-nilai simbol-simbol budaya yang sangat berfungsi dalam suatu ritual seperti ritual perkawinan, ritual mendirikan rumah,yang mana bentuk ritual tersebut harus memperhatikan petungan yakni Naga Dina (perhitungan hari), Naga Sasi (perhitungan bulan), Naga Tahun (perhitungan tahun). Bentuk tersebut dari masa ke masa sangat komunikatif dan sangat dipercaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan subyek penelitian ditentukan secara purposive. Peneliti menetapkan sumber informasi kunci (Key Informan) yakni para masyarakat tradisional dan sumber informasi penunjang (supportive informan) yang terdiri para masyarakat modern. Penelitian ini dilakukan karena pada kenyataan di lapangan, masyarakat tetap memegang teguh petungan dalam melaksanakan hajatan dan suatu pantangan yang harus dihindari, walaupun mereka banyak beralih ke teknologi modernisasi. Pada kenyataannya dalam era globalisasi ini masyarakat Jawa tetap mempertahankannya oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meninjau kembali dan menginfentarisasi dan selanjutnya untuk melestarikan agar bentuk kearifan lokal tersebut tetap berkembang.Penelitian ini menitikberatkan pada suatu bentuk petungan yang disebut Naga dina, Naga sasi, Naga tahun dan telah menjadi petungan dan pantangan masyarakat Jawa dalam melaksanakan ritual hajatan. Kepercayaan dalam petungan ini suatu identitas masyarakat Jawa dan merupakan ciri khas, gambaran perilaku nilai-nilai simbol-simbol budaya yang sangat berfungsi dalam suatu ritual seperti ritual perkawinan, ritual mendirikan rumah,yang mana bentuk ritual tersebut harus memperhatikan petungan yakni Naga Dina (perhitungan hari), Naga Sasi (perhitungan bulan), Naga Tahun (perhitungan tahun). Bentuk tersebut dari masa ke masa sangat komunikatif dan sangat dipercaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan subyek penelitian ditentukan secara purposive. Peneliti menetapkan sumber informasi kunci (Key Informan) yakni para masyarakat tradisional dan sumber informasi penunjang (supportive informan) yang terdiri para masyarakat modern. Penelitian ini dilakukan karena pada kenyataan di lapangan, masyarakat tetap memegang teguh petungan dalam melaksanakan hajatan dan suatu pantangan yang harus dihindari, walaupun mereka banyak beralih ke teknologi modernisasi. Pada kenyataannya dalam era globalisasi ini masyarakat Jawa tetap mempertahankannya oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meninjau kembali dan menginfentarisasi dan selanjutnya untuk melestarikan agar bentuk kearifan lokal tersebut tetap berkembang.
RELIGION AND CULTURE BASED ARTS SUSTAINABILITY MODEL IN THE “AMONG” SYSTEM: EMPIRICAL STUDY IN BUTUH, THE WAYANG HAMLET Kusumawati, Ita Rahmania
ARTISTIC : International Journal of Creation and Innovation Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/artistic.v5i2.6437

Abstract

It is scarce to find a village where most of its citizens are engaged in traditional wayang crafts, especially if the most residents are Muslims. Moreover, the number of puppets needed to fulfill shadow puppet shows is limited throughout the world. However, the fact shows that Butuh Hamlet has a majority of residents who work as wayang artisans and still exist today, a model for the continuation of traditional arts in facing tough challenges and is an example of the sustainability of traditional arts in facing tough challenges, both externally and internally. This sustainability can be seen in the number of residents who still pursuing the crafting profession, which craft are still the main source of income for residents. Butuh Hamlet has received the title of Kampung Berseri (a beautiful and clean village). Apart from that, they also continue to work on strengthening the wayang craft with the Among System: caring for, fostering, and sharpening each other in developing the wayang craft. The sustainability of wayang as a means of livelihood and a medium for preaching (da'wah) has made the lives of artisans better.
BASMALAH AS A PROTECTION FOR BALA`: THE TRADITION OF WRITING BASMALAH EVERY 1 MUHARRAM AT ISLAMIC BOARDING SCHOOLS AL-MAHRUSIYAH LIRBOYO KEDIRI Umayah, Rina Dewi; Zainal Abidin, Ahmad; Kusumawati, Ita Rahmania
Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur'an dan Tafsir Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 No. 2 December 2022
Publisher : The Department of the Qur'anic Studies, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at-tibyan.v7i2.3314

Abstract

This paper discusses one of the unique phenomena of the living Quran, which is the tradition of writing Basmalah every 1 Muharram at the Al-Mahrusiyah Islamic Boarding School Lirboyo Kediri, which is done 113 times on a piece of paper, individually, without being known to others, and without speaking. This study explains how the santri (students) of Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah practice the Basmalah tradition, the basis of the practice, and how the tradition is understood. Using a descriptive phenomenological method, this paper finds: first, this practice is carried out in a series of events, such as the reading of the end and the beginning of the year prayers followed by the giving of ijazah, then the santri (students) practice this tradition individually. Second, the basis used by the santri (students) refers to the Kanzūl an-najāḥ wa surūr and Khazīnatu al-Asrār and Ḥasiyah Tafsīr al-Baiḍāwi books. Third, based on the reading of Frazer's theory, it can be found that: 1) from the aspect of the Law of nature: the tradition of writing basmalah is prayer and hope or an effort to protect one's self to God, 2) from the principle aspect: santri write basmalah on a paper by writing which is attributed to certain phenomena, 3) from the practice side: using a series of prayers, and consists of several taboos that must be avoided, such as not being allowed to speak while writing basmalah. Overall, the above phenomenon shows the function of the Qur'anic verse as lidaf'i-l-al-bala` (repelling reinforcements), tahsīn (fortress or protection), and jalbīl manāfi' (getting benefit).
Implementasi hak dan kewajiban suami dalam mewujudkan keluarga harmonis perspektif masyarakat Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk Cholili, Ahmad Shofiyyulloh; Kusumawati, Ita Rahmania
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 3 No. 1 (2024): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cessie.v3i1.1063

Abstract

Berdasarkan observasi di Desa Babadan, ditemukan bahwa mayoritas masyarakat kurang memahami hak dan kewajiban dalam ikatan pernikahan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi hak dan kewajiban suami dalam menciptakan keluarga harmonis, dengan fokus pada perspektif masyarakat Desa Babadan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum Islam dan masyarakat Desa Babadan, hak dan kewajiban suami terkait erat dengan ketaatan istri terhadap perintah suami, izin saat istri keluar rumah, dan pelayanan dalam rumah tangga. Kewajiban suami melibatkan nafkah lahir batin, memberikan rumah, perlindungan, dan pendidikan agama sesuai syariat Islam. Keharmonisan keluarga di Desa Babadan diperkuat oleh prioritas agama, sikap saling cinta, tolong-menolong, musyawarah, kesabaran, pengampunan, saling menghargai, memahami, dan memenuhi hak dan kewajiban masing-masing. Perubahan persepsi dan tradisi juga memainkan peran penting dalam mendukung implementasi hak dan kewajiban suami.
Practice of Itsbat Marriage Application in Cidokom Village, Rumpin Subdistrict, Bogor Regency Septiani, Rina; Fauzi, Akhmad; Kusumawati, Ita Rahmania; Rizal, Muhammad; Sarnidasari
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 1 No. 3 (2022): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.936 KB) | DOI: 10.70110/ijcsc.v1i3.21

Abstract

Registration of marriages is important for the creation of orderly administration, especially in the case of marriage certificates, other functions as well as one of the prerequisites for obtaining civil rights so as to avoid prejudice and misperceptions that can lead to legal records. One of the absolute competencies of the Religious Courts is itsbat marriages (nikah itsbat) which has the purpose of requesting marriage legalization so that it has legal force for couples who are married according to religion and do not yet have proof of a marriage certificate. This study has the aim of examining the submission of itsbat marriage in Cidokom Village, Rumpin District, Bogor. This community service uses the PAR method by planning observing then carrying out activities. Based on the results of the first research, Itsbat marriage is an application for marriage legalization that is submitted to the court to declare the marriage valid and has legal force based on Article 7 compilation of Islamic law. In accordance with the provisions above, itsbat marriage can only be filed through the Religious Courts, in the area where the applicant lives, not through the Office of Religious Affairs (KUA). Second, the legal consequences of holding foreign marriage constituencies are not much different from the legal consequences arising from marriages in Indonesia, namely the emergence of rights and obligations of husband and wife, rights and obligations of parents and their powers, guardianship rights and legal consequences that arise. others caused by marriage. This legal consequence arises when the registration of marriages on religious marriages is legal in the eyes of Indonesian law, namely by issuing a marriage certificate court decision in the form of a Marriage Certificate for marriages between husband and wife that have been carried out according to religion.
Utilization of gonad sea urchin for cookies product as a potential local resources in preventing stuting in Linsowu Village North Buton Regency Rosdarni, Rosdarni; Muslimin, La Ode; Kartini, Sapril; Muslimin, Yuliana; Siharis, Fatma Sari; Kusumawati, Ita Rahmania
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 3 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/ijcsc.v3i1.58

Abstract

Stunting is a child's growth and development disorder caused by a lack of nutritional intake, infection, or inadequate stimulation. The impact of stunting includes decreased intelligence, vulnerability to disease, hampered economic growth and work productivity, and exacerbated inequality. The aim of this service is to provide information, knowledge, and education about the processing of sea urchins into cookies as a local resource with the potential to prevent stunting. This community service aims to educate through outreach and counseling using a food diversification approach for participants. The service was carried out in one of the houses of Linsowu Village residents, involving 47 participants in the socialization session and 27 participants in the counseling session. The target children, who were given cookies, included 11 children suffering from stunting. The PKM activities were conducted over 2 days, starting with the socialization stage on the first day and counseling on the following day, which focused on live demonstration activities related to the procedures for making sea urchin gonad-based cookies. The result of this activity is a cookie product made from sea urchin gonads, ready to be consumed by children suffering from stunting, made from Soroaki and Taeo gonads. Based on taste and preferences, cookies with a mixture of pineapple jam and Soroaki gonads were the most popular with both participants and stunted children.
Manfaat Program Inklusi di Sekolah Terhadap Keterampilan Sosial Siswa Dengan Disabilitas di SLBN Jombang Sa’adah, Iswatus; Kusumawati, Ita Rahmania; Dzikrullah H. Noho, Muhammad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manfaat program inklusi bagi siswa penyandang disabilitas di SLB Negeri Jombang. Program inklusi merupakan pendekatan pendidikan yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa, termasuk mereka yang memiliki disabilitas, sehingga penting untuk memahami kontribusinya terhadap perkembangan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana subjek penelitian terdiri dari siswa kelas 1 hingga 6 di SLB Negeri Jombang yang dipilih secara purposive karena terlibat langsung dalam program inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman, yang mencakup pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program inklusi berkontribusi pada perkembangan siswa penyandang disabilitas dengan menanamkan nilai-nilai karakter, seperti pengenalan dan penghargaan terhadap perbedaan, tanggung jawab, rasa percaya diri, serta keterampilan sosial yang baik. Kesimpulannya, program inklusi di SLB Negeri Jombang efektif dalam merangsang perkembangan karakter siswa penyandang disabilitas. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan program pendidikan inklusi yang lebih baik dan menekankan pentingnya dukungan dari pihak sekolah serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi siswa penyandang disabilitas.