Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN EKONOMI DESA MELALUI OPTIMALISASI PENGELOLAAN BUMDES BUDIDAYA LELE DI DESA PATEAN KECAMATAN BATUAN Ita Rahmania Kusumawati; Mohammad Hidayaturrahman; Rovi Dani
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v1i2.87

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi pengelolaan BUMDes budidaya lele Al-Barokah di desa Patean Kecamatan Batuan kabupaten Sumenep. Target khusus yang diharapkan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan mengelola BUMDes bagi para pengelola BUMDes Al-Barokah, pemuda karang taruna, dan ibu-ibu PKK. Kegiatan ini dilakukan selama dua bulan, yang terdiri atas kegiatan sosialisasi, FGD, dan pendampingan dalam menyusun laporan keuangan melalui Microsoft Excel. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah terbentuknya peluang bisnis aneka kuliner olahan lele pada kelompok PKK, terwujudnya laporan keuangan BUMDES budi daya lele secara digital (computerized), dan inovasi pengelolaan BUMDes budidaya lele yang meningkat secara perlahan namun signifikan, sehinggamembantu akses ekonomi masyakarat.
Pengabaian Hak Dan Kewajiban Pasangan Menikah Perspektif UU Perkawinan Dan KHI di Desa Semarong Kalimantan Abko, Huzeinil Aziz; Kusumawati, Ita Rahmania
JOURNAL OF INDONESIAN COMPARATIVE OF SYARIAH LAW Vol 6 No 2 (2023): Ilmu Syariah Dan Ilmu Hukum
Publisher : Journal of Indonesian Comparative of SyariÆah Law

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jicl.v6i2.10446

Abstract

Abstrak Perkawinan adalah institusi yang kompleks yang melibatkan hak dan kewajiban yang saling terkait antara suami dan istri. Namun, dalam konteks perkawinan di Desa Semarong, terdapat kemungkinan terjadinya pengabaian hak dan kewajiban yang dapat membahayakan stabilitas dan keberlanjutan hubungan perkawinan. Peneliti ingin mengetahui bagaimana terjadinya pengabaian hak dan kewajiban pasangan menikah apa saja fator pengabaian hak dan kewajiban pasangan menikah antara orang Malaysia dan Indonesia di Desa Samarong Kecamatan Sungai Kunyit. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif lapangan (field research) yang menitikberatkan pada hasil pengumpulan data dari informan. Peneliti untuk terjun langsung ke lapangan guna untuk melakukan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi dalam melakukan pengumpulan data mengenai pengabaian hak dan kewajiban pasangan menikah perspektif Undang-Undang Perkawinan dan KHI di Desa Semarong Kecamatan Sungai Kunyit Kalimantan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada 4 keluarga di desa Samarong, Kecamatan Sungai kunyit yang suaminya mengabaikan hak dan kewajibannya terhadap istrinya, bahwa keempat keluarga ini memiliki suami yang tidak menjalankan kewajibannya sebagai kepala di dalam sebuah keluarga terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan keluarga setiap harinya sebagaimana yang telah ditetapkan di dalam UU Perkawinan dan KHI. Faktor-faktor suami yang tidak menjalankan hak dan kewajibannya tersebut antara lain faktor penghasilan istri, pemahaman terhadap hukum dan pendidikan suami. Kata Kunci: Pengabaian Hak dan Kewajiban Suami Istri, UU Perkawinan, KHI
PEMENUHAN HAK ANAK OLEH PANTI ASUHAN DI KABUPATEN JOMBANG Abdalloh, Feri; Kusumawati, Ita Rahmania
JOURNAL OF INDONESIAN COMPARATIVE OF SYARIAH LAW Vol 7 No 1 (2024): Ilmu Syari'ah dan Ilmu Hukum
Publisher : Journal of Indonesian Comparative of SyariÆah Law

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jicl.v7i1.11354

Abstract

Ada banyak panti asuhan di Kabupaten Jombang yang mengurusi anak yang kurang beruntung tidak memiliki orang tua. Muncul keingintahuan peneliti untuk mengetahui bagaimana Panti Asuhan di Kabupaten Jombang memenuhi hak-hak anak asuh, apa hambatan dan solusi pemenuhan hak anak oleh Panti Asuhan di Kabupaten Jombang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach) yang digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam mengkaji tentang pemenuhan hak anak oleh panti asuhan di Kabupaten Jombang lalu dianalisis dengan kacamata maqashid syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa panti asuhan di Kabupaten Jombang menerapkan strategi pemenuhan hak anak, termasuk kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan keadilan. Kendala yang dihadapi melibatkan konflik antar anak, kekurangan tenaga pengasuh, latar belakang yang beragam, dan keterbatasan finansial. Upaya penanganan mencakup mediasi, pembinaan, koordinasi dengan dinas sosial, dukungan psikologis, dan kerjasama dengan instansi sejenis. Strategi pemenuhan hak anak di panti asuhan Kabupaten Jombang, perspektif Maqasid Syariah, bertujuan memperkuat tanpa bertentangan dengan hukum Islam. Pendekatan holistik diterapkan untuk memenuhi kebutuhan fisik, spiritual, emosional, intelektual, dan sosial anak-anak di panti asuhan.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI DAN ETIKA BERUMAH TANGGA DALAM KITAB AL-ADABU FIĪ AL-DIĪN KARYA IMAM GHAZALI (450-505 H) DALAM UPAYA MEREVITALISASI SPIRIT KELUARGA SAKINAH Challimatus Sa'diyah; Ita Rahmania Kusumawati
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 8 No. 1 (2025): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/almaqashidi.v8i1.4995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai dan etika berumah tangga dalam kitab Al-Adabu fiī al-Dīn karya Imam al-Ghazali (450–505 H) sebagai dasar normatif dalam upaya merevitalisasi spirit keluarga sakinah di era modern. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya angka perceraian yang mencerminkan krisis etika dan melemahnya nilai spiritual dalam institusi keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi lapangan, serta penguatan data melalui wawancara tokoh agama dan observasi pada masyarakat santri dan non-santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai etika dalam Al-Adabu fiī al-Dīn seperti mu’āsyarah bil ma‘rūf, komunikasi santun, kelembutan sikap ,akhlak mulia, tanggung jawab, kesalingan, dan pengendalian diri, sangat relevan untuk menjawab problematika keluarga masa kini. Masyarakat santri mengimplementasikan nilai-nilai ini berlangsung secara terstruktur melalui lingkungan pesantren dan budaya religius yang kuat. Sebaliknya, implementasinya dalam masyarakat non-santri belum didukung oleh pemahaman keagamaan yang memadai akibat terbatasnya akses pendidikan agama dan lemahnya peran institusi keagamaan. Revitalisasi nilai adab pada pada masyarakat santri dapat diperkuat melalui optimalisasi lembaga keagamaan, sedangkan masyarakat non-santri memerlukan pendekatan adaptif dan edukatif yang dialogis. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi spirit keluarga sakinah dapat dilakukan dengan menggali kembali nilai-nilai etika Islam klasik dan mengadaptasikannya secara kontekstual dalam kehidupan keluarga modern.
The Law and Tradition of Weton Calculation in the Javanese Community of Jombang East Java (Study in Balong Besuk Village, Diwek Jombang) Ma'ruf, M; Kusumawati, Ita Rahmania
Jurnal Mahkamah : Kajian Ilmu Hukum dan Hukum Islam Vol. 8 No. 2 December (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jm.v8i2.4136

Abstract

This study aims to determine the paradigm of weton calculation in marriage in Balong Besuk Village, Diwek District, Jombang Regency. In addition, it is also to find out what factors cause the calculation of weton in the community. This research includes field research using qualitative methods. The data collection uses interview, observation, and documentation methods. The data sources consist of Primary Data: Primbon Jawa Books, interviews with local community leaders, and the people involved, as well as Secondary Data sourced from books and scientific works. The conclusion from the conclusion is that the weton calculation that occurred in Balong Besuk Village, Diwek District, Jombang Regency is still being carried out. The factors that influence one of the most prominent is to maintain the legacy of the ancestors or ancestors. From the phenomena that occur. Giving rise to pros and cons, more or less there are people who practice and some do not. From the results of the research above, the researcher concluded that the calculation of weton in marriage from an Islamic law perspective is permissible if it does not conflict with the Qur'an and Sunnah and prioritizes the benefit of the community as well as tolerance in behavior.
Building Islamic Legal Awareness in Young Santri: The Dynamics of Taklif Understanding and Application in Islamic Boarding School Taufikin, Taufikin; Hadi, Solikhul; Kusumawati, Ita Rahmania
FENOMENA Vol 17 No 1 (2025): FENOMENA VOL 17, NO. 1, 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v17i1.10315

Abstract

Applying taklif to children's students is part of learning religious traditions (Islamic law), which aims to shape Islamic character from an early age. In implementing taklif, there are challenges, especially related to children's cognitive limitations in understanding abstract sharia laws such as mubah and makruh. In addition, traditional implementation methods are often ineffective in conveying the concept of taklif to children. This study aims to analyze the application of taklif to child santri by learning about religious traditions, identifying factors that influence their understanding, and evaluating the effectiveness of taklif learning methods applied in pesantren. Through a case study approach, this research collects data through observation, in-depth interviews, and documentation to thoroughly understand the process of learning taklif as Sharia law in pesantren. The results showed that children more easily understand the obligatory and sunnah laws because they are concrete and often practiced in everyday life. In contrast, the laws of mubah and makruh are challenging to understand because they are more abstract. The pesantren environment, parental involvement, and learning methods such as short lectures, hands-on practice, and educational games are important in improving Santri's understanding. This research provides recommendations for pesantren to develop more adaptive and innovative learning methods for learning Taklif in children and additional insights for parents about the importance of traditionalizing an understanding of Islamic law early on in children.
NAGA DINA, NAGA SASI, NAGA TAHUN SEBUAH IDENTITAS, PETUNGAN DAN PANTANGAN DALAM KEARIFAN LOKAL KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA DI TENGAH GLOBALISASI Asri Sundar; Asrumi; Ita Rahmania Kusumawati
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2022): Desember : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v3i1.7810

Abstract

Penelitian ini menitikberatkan pada suatu bentuk petungan yang disebut Naga dina, Naga sasi, Naga tahun dan telah menjadi petungan dan pantangan masyarakat Jawa dalam melaksanakan ritual hajatan. Kepercayaan dalam petungan ini suatu identitas masyarakat Jawa dan merupakan ciri khas, gambaran perilaku nilai-nilai simbol-simbol budaya yang sangat berfungsi dalam suatu ritual seperti ritual perkawinan, ritual mendirikan rumah,yang mana bentuk ritual tersebut harus memperhatikan petungan yakni Naga Dina (perhitungan hari), Naga Sasi (perhitungan bulan), Naga Tahun (perhitungan tahun). Bentuk tersebut dari masa ke masa sangat komunikatif dan sangat dipercaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan subyek penelitian ditentukan secara purposive. Peneliti menetapkan sumber informasi kunci (Key Informan) yakni para masyarakat tradisional dan sumber informasi penunjang (supportive informan) yang terdiri para masyarakat modern. Penelitian ini dilakukan karena pada kenyataan di lapangan, masyarakat tetap memegang teguh petungan dalam melaksanakan hajatan dan suatu pantangan yang harus dihindari, walaupun mereka banyak beralih ke teknologi modernisasi. Pada kenyataannya dalam era globalisasi ini masyarakat Jawa tetap mempertahankannya oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meninjau kembali dan menginfentarisasi dan selanjutnya untuk melestarikan agar bentuk kearifan lokal tersebut tetap berkembang.Penelitian ini menitikberatkan pada suatu bentuk petungan yang disebut Naga dina, Naga sasi, Naga tahun dan telah menjadi petungan dan pantangan masyarakat Jawa dalam melaksanakan ritual hajatan. Kepercayaan dalam petungan ini suatu identitas masyarakat Jawa dan merupakan ciri khas, gambaran perilaku nilai-nilai simbol-simbol budaya yang sangat berfungsi dalam suatu ritual seperti ritual perkawinan, ritual mendirikan rumah,yang mana bentuk ritual tersebut harus memperhatikan petungan yakni Naga Dina (perhitungan hari), Naga Sasi (perhitungan bulan), Naga Tahun (perhitungan tahun). Bentuk tersebut dari masa ke masa sangat komunikatif dan sangat dipercaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan subyek penelitian ditentukan secara purposive. Peneliti menetapkan sumber informasi kunci (Key Informan) yakni para masyarakat tradisional dan sumber informasi penunjang (supportive informan) yang terdiri para masyarakat modern. Penelitian ini dilakukan karena pada kenyataan di lapangan, masyarakat tetap memegang teguh petungan dalam melaksanakan hajatan dan suatu pantangan yang harus dihindari, walaupun mereka banyak beralih ke teknologi modernisasi. Pada kenyataannya dalam era globalisasi ini masyarakat Jawa tetap mempertahankannya oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meninjau kembali dan menginfentarisasi dan selanjutnya untuk melestarikan agar bentuk kearifan lokal tersebut tetap berkembang.
RELIGION AND CULTURE BASED ARTS SUSTAINABILITY MODEL IN THE “AMONG” SYSTEM: EMPIRICAL STUDY IN BUTUH, THE WAYANG HAMLET Kusumawati, Ita Rahmania
ARTISTIC : International Journal of Creation and Innovation Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/artistic.v5i2.6437

Abstract

It is scarce to find a village where most of its citizens are engaged in traditional wayang crafts, especially if the most residents are Muslims. Moreover, the number of puppets needed to fulfill shadow puppet shows is limited throughout the world. However, the fact shows that Butuh Hamlet has a majority of residents who work as wayang artisans and still exist today, a model for the continuation of traditional arts in facing tough challenges and is an example of the sustainability of traditional arts in facing tough challenges, both externally and internally. This sustainability can be seen in the number of residents who still pursuing the crafting profession, which craft are still the main source of income for residents. Butuh Hamlet has received the title of Kampung Berseri (a beautiful and clean village). Apart from that, they also continue to work on strengthening the wayang craft with the Among System: caring for, fostering, and sharpening each other in developing the wayang craft. The sustainability of wayang as a means of livelihood and a medium for preaching (da'wah) has made the lives of artisans better.
BASMALAH AS A PROTECTION FOR BALA`: THE TRADITION OF WRITING BASMALAH EVERY 1 MUHARRAM AT ISLAMIC BOARDING SCHOOLS AL-MAHRUSIYAH LIRBOYO KEDIRI Umayah, Rina Dewi; Zainal Abidin, Ahmad; Kusumawati, Ita Rahmania
Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur'an dan Tafsir Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 No. 2 December 2022
Publisher : The Department of the Qur'anic Studies, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at-tibyan.v7i2.3314

Abstract

This paper discusses one of the unique phenomena of the living Quran, which is the tradition of writing Basmalah every 1 Muharram at the Al-Mahrusiyah Islamic Boarding School Lirboyo Kediri, which is done 113 times on a piece of paper, individually, without being known to others, and without speaking. This study explains how the santri (students) of Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah practice the Basmalah tradition, the basis of the practice, and how the tradition is understood. Using a descriptive phenomenological method, this paper finds: first, this practice is carried out in a series of events, such as the reading of the end and the beginning of the year prayers followed by the giving of ijazah, then the santri (students) practice this tradition individually. Second, the basis used by the santri (students) refers to the Kanzūl an-najāḥ wa surūr and Khazīnatu al-Asrār and Ḥasiyah Tafsīr al-Baiḍāwi books. Third, based on the reading of Frazer's theory, it can be found that: 1) from the aspect of the Law of nature: the tradition of writing basmalah is prayer and hope or an effort to protect one's self to God, 2) from the principle aspect: santri write basmalah on a paper by writing which is attributed to certain phenomena, 3) from the practice side: using a series of prayers, and consists of several taboos that must be avoided, such as not being allowed to speak while writing basmalah. Overall, the above phenomenon shows the function of the Qur'anic verse as lidaf'i-l-al-bala` (repelling reinforcements), tahsīn (fortress or protection), and jalbīl manāfi' (getting benefit).
Implementasi hak dan kewajiban suami dalam mewujudkan keluarga harmonis perspektif masyarakat Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk Cholili, Ahmad Shofiyyulloh; Kusumawati, Ita Rahmania
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 3 No. 1 (2024): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cessie.v3i1.1063

Abstract

Berdasarkan observasi di Desa Babadan, ditemukan bahwa mayoritas masyarakat kurang memahami hak dan kewajiban dalam ikatan pernikahan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi hak dan kewajiban suami dalam menciptakan keluarga harmonis, dengan fokus pada perspektif masyarakat Desa Babadan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum Islam dan masyarakat Desa Babadan, hak dan kewajiban suami terkait erat dengan ketaatan istri terhadap perintah suami, izin saat istri keluar rumah, dan pelayanan dalam rumah tangga. Kewajiban suami melibatkan nafkah lahir batin, memberikan rumah, perlindungan, dan pendidikan agama sesuai syariat Islam. Keharmonisan keluarga di Desa Babadan diperkuat oleh prioritas agama, sikap saling cinta, tolong-menolong, musyawarah, kesabaran, pengampunan, saling menghargai, memahami, dan memenuhi hak dan kewajiban masing-masing. Perubahan persepsi dan tradisi juga memainkan peran penting dalam mendukung implementasi hak dan kewajiban suami.