Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Masyarakat Melalui Sosialisasi Bentuk dan Upaya Pencegahan Maladministrasi dalam Pelayanan Publik di Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang Jempai, Walburga; Yunita Selfina Wadu Dari; Marianus Kleden; Yohanes Kornelius Ethelbert; Stephanie Perdana Ayu Lawalu
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4069

Abstract

Abstrak Maladministrasi dalam pelayanan publik di tingkat kelurahan menjadi tantangan serius bagi terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan. Pengabdian ini berfokus pada upaya pencegahan maladministrasi di Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan aparatur kelurahan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman tentang bentuk-bentuk maladministrasi serta strategi pencegahannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya praktik maladministrasi seperti keterlambatan pelayanan, kurangnya transparansi, dan penyalahgunaan wewenang. Sosialisasi berlangsung lancar dan mendapatkan respon positif dari warga dan aparat kelurahan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang berkelanjutan serta partisipasi aktif masyarakat dan pengawasan internal sangat penting untuk mendorong perbaikan pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Sosialisasi Strategi Menentukan Jenis Usaha untuk Mendukung Kemajuan Bumdes di Desa Paubokol, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata Niron, Fransiskus Xaverius Doni; Meo, Mancerius; Sius, Karolus Tatu; Welin, Elisabeth Date Masan; Lamawuran, Yosep Dionisius; Ethelbert, Yohanes Kornelius
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i2.1889

Abstract

Salah satu alat kunci untuk pengembangan ekonomi desa adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang dirancang untuk meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat. Namun, tidak sedikit BUMDes yang tidak berjalan efektif karena kurangnya strategi yang tepat dalam menentukan jenis usaha yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal. Pengabdian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penentuan jenis usaha yang tepat bagi BUMDes Desa Paubokol guna mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode partisipatif dan sosialisasi interaktif yang melibatkan pemerintah desa, pengurus BPD, pengelola BUMDes, dan masyarakat setempat. Hasil menunjukkan bahwa strategi efektif dalam menentukan usaha BUMDes meliputi pemetaan menyeluruh terhadap potensi desa seperti sumber daya alam, manusia, dan kebutuhan masyarakat; identifikasi peluang pasar lokal; serta partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan usaha. Jenis usaha yang direkomendasikan meliputi jasa simpan pinjam, perdagangan hasil pertanian, penyediaan air bersih, hingga pengembangan pariwisata lokal. Oleh karena itu, pelatihan dan peningkatan kapasitas sangat diperlukan agar BUMDes mampu berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika ekonomi. Strategi yang dirumuskan diharapkan mampu memperkuat posisi BUMDes sebagai motor penggerak perekonomian desa yang berdaya saing dan berkelanjutan.
SOSIALISASI OPTIMASI PERAN BADAN USAHA DESA (BUMDES) DI DESA LIWULAGANG, KECAMATAN NAGAWUTUNG, KABUPATEN LEMBATA Jelamu, Maria Gratia Wildiyani; Lamadoken, Desriana Meme Ema; H. Molan, Kristianus Simon; Kelen, Veronika B.; Lamawuran, Yosef Dionisius; Ethelbert, Yohanes Kornelius; Sius, Karolus Tatu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 4 No 04 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v4i04.1617

Abstract

Village-Owned Enterprises (BUMDes) are village economic institutions that are formed based on the needs and potential of the village to increase community awareness and encourage independent local economic development. The presence of BUMDes is one of the important instruments in order to support participatory, sustainable, and local potential-based village development programs. This Community Service aims to examine in depth the role of BUMDes in village development and its contribution to improving community welfare. The community service is conducted with a descriptive qualitative approach through literature studies, documentation, and data collection from various relevant sources. The results of the study show that BUMDes play a strategic role in village economic development through opening employment opportunities, increasing community income, productive management of natural resources, and creating new businesses that are in accordance with local characteristics. BUMDes also strengthens the village's institutional capacity through strengthening organizational structure, business planning, and transparent and accountable financial governance. Furthermore, BUMDes serves as a bridge between the village government and the community in the development process,
Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Danau Rana Tonjong Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur Britanye , Wilbertus Grinyon; Ethelbert, Yohanes Kornelius; Kleden , Marianus
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1327

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi destinasi wisata Danau Rana Tonjong di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Salah satu distinasi wisata danau yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Danau Rana Tonjong merupakan sala satu jenis wisata danau yang memiliki keunikan tersendiri yaitu keindahan Bunga Teratai Raksasa (Lotuss) yang menutupi semua permukaan danau. Namun secara eksistensi sebagai Kebun Raya Mangrove Wonorejo kurang dapat menarik pengunjung karena beberapa fasilitas pengembangan ekowisata yang kurang memadai. Sehingga diperlukan strategi yang dengan potensi daya tarik wisata, aksesibilitas, amenitas, dan fasilitas pendukung dalam mengembangkan destinasi wisata Danau Rana Tonjong. dokumentasi penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi pengembangan destinasi wisata danau rana tonjong dan mengetahui fakto-faktor penghambat dalam proses pengembangan destinasi wisata danau rana tonjong di Desa Nanga Mbaling, Kabupaten Manggrai Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Destinasi Wisata Danau Rana Tonjong perlu adanya Pembangunan infrastruktur jalan, pengembangan transportasi umum, dan fasilitas pendukung lainnya perlu dipertimbangkan agar wisatawan dapat dengan mudah mengunjungi danau, pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur, penambahan fasilitas-fasilitas wisata, promosi wisata melalui media sosial, kemitraan dengan pihak swasta, pelatihan dan pengembangan SDM,Pengembangan program budaya dan keberlanjutan lingkungan.
Peduli Lingkungan Melalui Program Sosialisasi Hidup Bersih Di Sekolah Dasar SDN SONRAEN,AMARASI SELATAN NIRON, MARIA; Sudiri, Aprianus Setiadi; Ethelbert, Yohanes Kornelius; Sius, Karolus Tatu; Indriyati; Kaha, Hendrikus Likusina
Asawika : Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol 10 No 02 (2025): September: Asawika
Publisher : LPPM Unika Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/asawika.v10i02.315

Abstract

Hidup bersih merupakan pola hidup yang menekankan pentingnya kebersihan dan kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Pembentukan karakter peduli lingkungan sejak usia dini menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Program sosialisasi hidup bersih ini dirancang sebagai respons terhadap rendahnya kesadaran kebersihan di lingkungan sekolah dasar, khususnya di SDN Sonraen, Amarasi Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebersihan, tanggung jawab terhadap lingkungan, dan pola hidup sehat melalui pendekatan partisipatif yang menyenangkan dan edukatif. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran siswa/siswi terhadap pentingnya menjaga kebersihan, yang tercermin dari menurunnya volume sampah berserakan dan meningkatnya partisipasi siswa dalam menjaga lingkungan sekolah. Selain itu, siswa/siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam berdiskusi serta menerapkan kebiasaan hidup bersih dalam aktivitas sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Melalui program ini, diharapkan karakter peduli lingkungan dapat tertanam secara kuat dan berkelanjutan dalam diri siswa sedari dini. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan di masa depan. Pendekatan ini juga dapat menjadi model yang direplikasi di sekolah lain untuk memperkuat pendidikan karakter lingkungan sejak dini.
TRADISI NONO, UME DAN UF ATOIN METO DI TIMOR DAN RELEVANSINYA TERHADAP BUDAYA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK Ethelbert, Yohanes Kornelius; Pratama, Muhammad Rizki; Dhosa, Didimus Dedi
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.635 KB) | DOI: 10.38043/jids.v6i2.3591

Abstract

Artikel ini bertujuan mengeksplorasi kearifan lokal Atoin Meto dan relevansinya terhadap budaya organisasi sektor publik lokal. Tujuan ini sejalan dengan spirit paradigma indegenious Public Administration dalam mengembangkan sistem penyelenggaraan administrasi publik berbasis kearifan lokal. Semangat ini berangkat dari gagalnya paradigma western public administration di Indonesia dalam merespon tuntutan budaya lokal yang sangat partikular. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil studi kepustakaan, penulis menemukan terdapat nilai-nilai lokal Atoin Meto yang dapat digunakan dalam mengembangkan budaya organisasi sektor publik. Nilai-nilai lokal tersebut antara lain, nono, ume dan uf. Ketiga konsep ini umumnya dipakai Atoin Meto untuk menjelaskan sistem kekerabatan dalam sebuah kelompok sosial. Dalam konsep nono, ume dan uf terdapat nilai, norma dan aturan yang mengikat Atoin Meto dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Nono berarti marga, pelindung, pengikat, meluruskan perbuatan salah dan kewajiban mematuhi larangan. Ume berarti tempat tinggal dan simbol kehormatan suku. Uf berati pemimpin yang mengayomi. Artikel ini berpendapat bahwa konsep nono, ume dan uf menghadirkan ruang bagi organisasi sektor publik di Nusa Tenggara Timur untuk mengembangkan nilai dan norma budaya organisasi berbasis kearifan lokal.
Sosialisasi Pentingnya SOP dalam Mewujudkan Efisiensi, Transparansi, dan Akuntabilitas di Desa Pasir Putih: Peran Papan Informasi dalam Pengelolaan Dana Desa Irmania Rambu Nggiri; Kristina Trisnawati Lusi; Yohanes Alesanro Mario; Mariano Yoseph Sanga Blikololong; Margareta Novianti Ya; Yohanes Kornelius Ethelbert
Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Desember : Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karyanyata.v1i4.744

Abstract

This community service project aims to socialize the importance of implementing Standard Operating Procedures (SOP) to enhance efficiency, transparency, and accountability in the management of Village Funds in Pasir Putih Village, Nagawutung District. Using an information board as a communication medium, village officials, the Village Consultative Body (BPD), and the community were involved participatively in the planning and implementation of the socialization process. As a result, the activity successfully increased public understanding and awareness of the importance of information transparency in the management of Village Funds, while also encouraging transparent behavior from village officials. The participatory approach proved effective in fostering more transparent and accountable village governance.
Rekonstruksi Model the Strategic Triangle: Perspektif Tradisi Bau Lolon Ethelbert, Yohanes Kornelius; Indriyati, Indriyati; Molan, Kristianus
Journal of Education on Social Science (JESS) Vol 8 No 1 (2024): APRIL 2024 EDITION
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jess.v8i1.531

Abstract

Moore developed the strategic triangle to aid public managers in designing policies that align with public needs. The strategic triangle is a way for governments to create policies based on the values desired by citizens. This strategy includes three important elements, including public value outcomes, authorizing environment and operational capacity. Nonetheless, certain experts deem this concept to have critical limitations that require conceptual resolution. Regrettably, none of their criticisms provide a solution towards the concept's improvement. Using qualitative research with an ethnographic approach, this study aims to construct and critique a new model of the strategic triangle concept, utilizing the local wisdom of the bau lolon ritual as an alternative solution. The central focus of this research examines the relevance of moral values within the bau lolon ritual as a possible alternative means of mitigating the weaknesses of the strategic triangle concept. Bau lolon ritual is usually performed by the Lamaholot people who inhabit the eastern part of the island of Flores in the province of East Nusa Tenggara, Indonesia.The findings indicate that the implementation of bau lolon rituals can surpass the constraints of the previous model by incorporating principles of fairness, integrity, and camaraderie in the decision-making process.
Optimalisasi Pangan Lokal dan Kandungan Nutrisi untuk Percepatan Penurunan Stunting pada Ibu Hamil Ibu Menyusui dan Anak-Anak di Desa Pasir Putih Soares, Maria Fresela; Sine, Wahyuni; Welin, Elisabeth Date Masan; Ethelbert, Yohanes Kornelius; Kleden, Marianus
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i3.537

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that affects the physical, mental, cognitive, and intellectual growth of children, and has the potential to reduce the quality of future generations. The socialization activity carried out by service team aims to increase public understanding and awareness of the importance of nutritious local food consumption as an effort to accelerate stunting reduction. The method used was socialization and interactive discussions with the main participants of pregnant women, nursing mothers, and parents of toddlers. The materials provided included the nutritional content of local foods such as corn, sweet potatoes, moringa, beans, green vegetables, and fresh fish, as well as simple processing methods that still maintain nutritional value. The results of the activity showed an increase in knowledge and motivation of the community in utilizing local food to meet family nutritional needs. Collaboration between students, health workers, and village government proved effective in building awareness and changing family food consumption behavior. Optimizing local food not only contributes to reducing stunting rates, but also improves food security and the community's economy. With continuous education, it is expected that the stunting rate in Pasir Putih Village can be significantly reduced.
Pendidikan Kesehatan Pentingnya Membangun Karakter Kepemimpinan Digital Melalui Public Speaking Pada Kelompok Remaja Hawa, Maria; Aderengke Waang Seik; Yohanes Kornelius Ethelbert; Marianus Kleden; Indriyanti; Veronika Boleng Kelen
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i3.538

Abstract

Introduction: The development of information and communication technology has driven changes in aspects of human life, including in education and the formation of leadership character. OSIS as an official organization in schools has a fundamental role in facilitating the development of student leadership potential, in line with the National Education System Law No. 20 of 2003, Perkemendikbud No. 39 of 2008 and No. 62 of 2014. Leadership in the digital era demands communication skills in public, including OSIS members at SMAN 1 Amarasi Selatan, showing low self-confidence and public speaking skills. Objective: This community service aims to improve the understanding and abilities of OSIS members of SMAN 1 Amarasi Selatan regarding the importance of building leadership character in the digital era through public speaking, as well as preparing them to face the challenges of modern leadership. This activity was carried out on May 10, 2025 at SMAN 1 Amarasi Selatan involving 50 OSIS members. Method: The methods used include observation, lectures, simulations of meeting leadership practices, as well as evaluation and feedback. Result: The results show an increase in the knowledge of OSIS members regarding communication leadership in the digital era. Participants demonstrated high enthusiasm and gained strong motivation to develop themselves. Conclusion: In conclusion, this activity successfully built a leadership foundation for the Student Council of SMAN 1 Amarasi Selatan and is expected to serve as a model for other schools in integrating leadership character development and public speaking in the digital era.
Co-Authors Aderengke Waang Seik Alfry Aristo Jansen Sinlae Ayu Lawalu, Stephanie Perdana Bara, Adventina Pranata Bernardus Donggo Raga Boni Saputra Bria, Agnes Theresia Prahara Britanye , Wilbertus Grinyon Didimus Dedi Dhosa Dilen, Silifosto Sili Frans Bapa Tokan Frans Nyong H. Molan, Kristianus Simon Hawa, Maria Hendrikus Likusina Kaha Hendrikus Likusina Kaha Hurek, Urbanus Ola Indriyanti Indriyati Indriyati Indriyati Indriyati Indriyati Indriyati Indriyati Irmania Rambu Nggiri Jelamu, Maria Gratia Wildiyani Jempai, Walburga Kaha, Hendrikus Likusina Kaha, Hendrikus Lukusina Karmelita Monis Yempormiasse Karolus Tatu Sius Karolus Tatu Sius Kelen, Veronika B. Kleden , Marianus Kodo, Yohanes Kristianus Simon Hale Molan Kristina Trisnawati Lusi Lamadoken, Desriana Meme Ema Lamawuran, Yosef Dion Lamawuran, Yosep Dionisius Margareta Novianti Ya Maria F Vinsensia D P Kewa Niron Mariano Yoseph Sanga Blikololong Marianus Kleden Marianus Kleden Maya Agnesia Medho, Yohana Fransiska Meo, Mancerius Molan, Kristianus Niron, Fransiskus Xaverius Doni Paulus Adrianus K. L. Ratumakin Peten, Yasinta Palan pratama, muhammad rizki Pratama, Muhammad Rizki Priscilla Maria Assis Hornay Sine, Wahyuni Sius, Karolus Sius, Karolus Tatu Soares, Maria Fresela Stephanie Perdana A. Lawalu Stephanie Perdana Ayu Lawalu Subando Agus Margono Sudiri, Aprianus Setiadi Veronika Boleng Kelen Veronika Ina Assan Boro Welin, Elisabeth Date Masan Yasinta Palan Peten Yasinta Palan Peten Yohana Fransiska Medho Yohanes Alesanro Mario Yosef Dionisius Lamawuran Yunita Selfina Wadu Dari