Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Characterization of Protein-Based Edible film: A Study on Thickness, Gelation Time, and Microstructure with the Addition of Polyethylene Glycol Fahrullah; Febryanti, Farah; Anita, Cis; Basriani; Fitri; Noersidiq, Azhary; Maslami, vebera
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i2.213

Abstract

Edible film berbasis protein memiliki potensi untuk menjadi alternatif yang ramah lingkungan untuk plastik konvensional dalam kemasan makanan. Edible film ini dapat memperpanjang umur simpan produk makanan melalui cara alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi edible film berbasis protein dengan penambahan polietilen glikol sebagai pemlastis, dengan fokus pada tiga aspek utama: yaitu ketebalan, waktu gelasi dan struktur mikro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari penggunaan berbagai konsentrasi polietilen glikol, yang ditetapkan sebagai P1 (35%), P2 (40%), dan P3 (45%). Tidak ada perbedaan yang signifikan (P>0,05) yang diamati antara perlakuan dalam hal nilai ketebalan dan waktu gelasi. Edible film berbasis protein menunjukkan nilai ketebalan yang berkisar antara 0,075 hingga 0,124 mm, yang menunjukkan kepatuhan terhadap Standar Industri Jepang (JIS). Waktu gelasi yang diperlukan untuk film berkisar antara 13,67 hingga 16,33 menit. Struktur mikro dari edible film whey-gelatin dengan konsentrasi polietilen glikol yang tinggi menunjukkan ketidakteraturan pada permukaan film, yang ditandai dengan adanya area berpori dan retakan kecil. Ketidakteraturan ini mengakibatkan melemahnya ikatan antar molekul protein, yang menyebabkan struktur mikro yang lebih longgar dan kurang padat selama proses pengeringan, yang pada gilirannya menyebabkan pembentukan pori-pori dan retakan. Perlakuan yang optimal, seperti yang ditentukan oleh penelitian ini, adalah penggunaan polietilen glikol pada konsentrasi 35% dengan nilai ketebalan 0,075 mm, waktu gelasi 13,67 menit, dan menghasilkan struktur mikro yang lebih seragam dan halus.
Effect of Lignin Reduction in Ammoniated Corn Stover on In-Vitro Digestibility of Dry Matter and Organic Matter Noersidiq, Azhary; Fahrullah; Maslami, Vebera; Putra, Ryan Aryadin; Oscar Yanuarianto; Arjuna Anggara Putra Susanto
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i2.215

Abstract

Jerami jagung merupakan limbah pertanian yang memiliki potensi sebagai pakan ternak ruminansia, namun pemanfaatannya sering terbatas oleh kandungan serat kasar, terutama lignin, yang menghambat kecernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek dari penurunan kandungan lignin jerami jagung dari pengaruh proses amoniasi dengan penambahan urea terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat dosis urea (0%, 2%, 4%, 6%) dan empat ulangan, serta dilakukan analisis in-vitro untuk mengukur nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik. Analisis data menggunakan aplikasi SAS (Statistical Analysis System). Hasil penelitian menunjukkan bahwa amoniasi efektif dalam menurunkan kadar lignin dari 8,61% pada kontrol (T1) menjadi 3,31% pada perlakuan dengan dosis urea tertinggi (T4). Kecernaan bahan kering dan bahan organik juga meningkat, dengan nilai tertinggi diperoleh pada perlakuan 4% urea (T3), yaitu KcBK sebesar 60,26% dan KcBO sebesar 65,47%. Penurunan lignin yang signifikan memfasilitasi peningkatan kecernaan karena ikatan lignoselulosa yang lebih longgar, memungkinkan mikroba rumen mencerna serat lebih efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Efek kandungan lignin yang semakin menurun akibat dari penambahan urea dengan level berbeda (0-6%) dalam proses amoniasi jerami jagung dari kadar lignin 8,61% menjadi 3,31%, hal tersebut berpengaruh terhadap peningkatan kecernaan bahan kering dan bahan organik masing-masing (KcBK: 45,87% - 60,26% dan KcBO: 52,53% - 65,47%). Kandungan lignin 3,58% akibat perlakuan amoniasi 4% memberikan hasil kecernaan terbaik dan tertinggi yaitu KcBK: 60,26% dan KcBO: 65,47%). Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampaknya terhadap karakteristik fermentasi dalam rumen akibat perlakuan ini.
Pengaruh Dosis Inokulum dan Lama Fermentasi Eceng Gondok dengan Neurospora Crassa Sebagai Bahan Pakan Sumber Energi Maslami, Vebera; Purnamasari, Dwi Kusuma; Wiryawan, K. G.; Erwan, Erwan; Syamsuhaidi, Syamsuhaidi; Noersidiq, Azhary; Fahrullah, Fahrullah; Hidayah, Hidayatul
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 26, No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.26.3.138-146.2024

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah tanaman air yang melimpah namun sering dianggap sebagai gulma dan potensi sebagai pakan alternatif untuk unggas karena kandungan nutrisinya yang baik.Namun, tingginya kandungan serat kasar menjadi kendala utama dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis inokulum dan lama inkubasi terhadap kandungan energi, bahan organik (BO) dan pH eceng gondok yang difermentasi menggunakan Neurospora crassa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan variasi dosis inokulum (1%, 2%, 3%) dan lama inkubasi (5 dan 7 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi eceng gondok pada dosis 1% dan lama fermentasi 7 hari  dapat menurunkan kandungan serat kasar. Kesimpulan dari penelitan ini adalah dosis inokulum 1% dengan lama fermentasi 5 hari dapat menurunkan kandungan  serat kasar 23,57%, dengan kandungan energi 3753,38 Kkal/kg, kandungan bahan organik 89,77% dan pH 7,47.
Efek kondisi pH asam dan basa terhadap sifat mekanis film berbasis whey-konnyaku Fahrullah Fahrullah; Azhary Noersidiq; Hasma Hasma; Vebera Maslami
AGROINTEK Vol 18, No 3 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i3.17729

Abstract

Edible film has considerable potential as a food coating material for enhancing freshness, safety, and storage of different food products. Its advantages make it a suitable replacement for synthetic plastic packaging and a possible alternative for biodegradable materials. The research aims to observe the effect of acidic and alkaline pH on the mechanical properties of the whey-konjac film. The mechanical properties of the whey-konjac film were investigated using an experimental method. The research was conducted in a acompletely randomized design with three treatments, The treatment used different pH (P1: Control; P2: acidic condition/pH4 and P3: alkaline condition/pH 10). The values of thickness and water vapor transmission rate did not give a significant value (P0,05), value of elongation and tensile strength gave a significant value (P0,05). The mechanical properties of whey-konjac film showed that thickness was at 0,0343-0,0357 mm; the elongation was at 47,88-62,68%; the tensile strength was at 6,86-11,16 N; the water vapor transmission rate was at 6,99-7,47 g/mm-2.day-1. Films in acidic conditions can improve an excellent  cross-sectional structure of the film (flat surface and homogeneous), and films in alkaline conditions can improve thickness, elongation, and reasonable water vapor transmission rates.
Upaya Perbaikan Pendapatan Peternak Sapi Pembibitan di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, NTB Hermansyah; Fachry, Anwar; Nugroho, M. Prasetyo; Yanuarianto, Oscar; Noersidiq, Azhary; Taqiuddin, Moh.; Dilaga, Syamsul Hidayat
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i2.9743

Abstract

This community service activity aims to increase farmers' income as feed for breeding cattle and is intended as a step to save the environment from the effects of erosion due to massive land clearing that has occurred in recent years, including in Moyo Utara District, Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Province. In addition to providing material through short training on seedling selection procedures, breeding patterns, harvesting and utilization techniques of Lamtoro taramba, farmers are also encouraged to calculate the economic value of cattle breeding by utilizing lamtoro taramba compared to using other feed crops such as grass and agricultural waste. The results of the service showed that the application of lamtoro taramba on a limited scale showed better growth of breeding cattle and that the plant is beneficial in cattle breeding efforts. In turn, lamtoro taramba is no longer perceived as a land-destroying pest. Lamtoro taramba opens up opportunities for the Sumbawa Regency Government to provide holistic livestock development that leads to an increase in farmers' income
PENYULUHAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN TERNAK SAPI KELOMPOK TERNAK IYE GATI DI DESA SUKADANA, KECAMATAN PUJUT, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Aminurrahman, Aminurrahman; Depamede, Sulaiman Ngongu; Suhardiani, Roro Agustien; Purnamasari, Dwi Kusuma; Noersidiq, Azhary; Amalyadi, Rezki; Karni, Ine; Septian, I Gede Nano; Musanip, Musanip; Fahrullah, Fahrullah; Muhsinin, Muhammad; Maslami, Vebera; Gifari, Zaid Al
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.6720

Abstract

Penyuluhan manajemen ternak sapi diberikan kepada kelompok ternak Iye Gati diDesa Sukadana Kecamatan Pujut Lombok Tengah untuk meningkatkan keterampilan dalampemeliharaan, perkandangan, kesehatan, dan reproduksi sapi potong. Keberhasilanpeternakan bergantung pada pembibitan, pakan, dan manajemen pemeliharaan, denganfaktor non-genetik berkontribusi besar terhadap efisiensi reproduksi. Pengabdian inibertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan manajemen pemeliharaan ternak sapiyang dilakukan di Kelompok Ternak Iye Gati di Desa Sukadana Kecamatan PujutKabupaten Lombok Tengah. Kurangnya pengetahuan peternak dalam pemeliharaanmenjadi tantangan utama. Penyuluhan dan pelatihan berperan penting dalam meningkatkanwawasan peternak serta mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan (SDGspoin 2). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui survei, wawancara,observasi, pemaparan materi, dan diskusi untuk meningkatkan produktivitas peternakan diDesa Sukadana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan yang diberikan berhasilmeningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam aspek manajemenpemeliharaan. Peternak yang mengikuti penyuluhan secara aktif menunjukkan peningkatansignifikan dalam praktik beternak yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, hasilevaluasi juga mengungkapkan bahwa penyuluhan membantu mengatasi beberapa masalahyang dihadapi peternak, seperti kekurangan pakan dan penyakit ternak. Kesimpulannya,penyuluhan manajemen pemeliharaan ternak sapi di Kelompok Ternak Desa Sukadana telahmemberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraanpeternak. Rekomendasi untuk penyuluhan selanjutnya adalah peningkatan frekuensi danvariasi materi penyuluhan, serta pengembangan program pelatihan yang lebih komprehensifuntuk menjawab kebutuhan spesifik peternak di wilayah tersebut.
Nutritional Content of Mixed Silage Pennisetum purpureum and Sesbania grandiflora With Different Additive Fermentations Yanuarianto, Oscar; Dilaga, Syamsul Hidayat; Amin, Muhamad; Dahlanuddin, Dahlanuddin; Noersidiq, Azhary; Almatini, Soviliana
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.9303

Abstract

Forage consisting of grass and legumes is an important aspect of ruminant but availability is often dependent on the rainy season so preservation technology is needed, namely silage. This study aimed to determine the nutritional content of silage made from a mixture of Pennisetum purpureum and Sesbania grandiflora with different doses of fermentation additives. A Completely Randomized Design (CRD) was used, consisting of four treatments with five replications. They were P0: (75% Pennisetum purpureum + 25% Sesbania grandiflora), P1: (75% Pennisetum purpureum + 25% Sesbania grandiflora + 0.1% additive), P2: (75% Pennisetum purpureum + 25% Sesbania grandiflora + 0.2% additive), P3: (75% Pennisetum purpureum + 25% Sesbania grandiflora + 0.3% additive). Each treatment was added 2% molasses and incubated for 21 days. The results showed that the addition of fermentation additives had no significant effect (P>0.05) on DM and OM content but had a highly significant effect (P<0.01) on increasing CP, EE, and TDN content and reducing CF content. The highest average DM and OM values were observed in P0 (21.02% and 89.27%, respectively), while the highest average increases in CP, EE, and TDN were found in P3 (15.31%, 2.85%, and 50.32%, respectively), and the greatest reduction in CF was also recorded in P3 (27.89%).
Pemberdayaan Peternak Cerdas Iklim Melalui Teknologi Pakan Silase Berbasis Pakan Lokal di CV. Muda Bakti Barokah Farm Sebagai Upaya Peningkatan Produksi Susu Kambing Noersidiq, Azhary; Fahrullah, Fahrullah; Dewi Mandalika, Eka Nurminda
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12888

Abstract

The concept of a climate-smart farmer refers to farmers who can adapt and innovate in response to climate change by applying appropriate technology, managing feed efficiently, and utilizing local resources sustainably. In line with this concept, this community service activity was carried out at CV. Muda Bakti Barokah (MBB) Farm, Lelong Village, Central Lombok, West Nusa Tenggara, which is a center for dairy goat farming and a pioneer in the use of local feed resources. The program aimed to address feed availability issues and low milk production caused by dependence on seasonal fresh forage. Activities included training and hands-on practice in producing silage using local ingredients such as corn stover, leucaena leaves, odot grass, rice bran, molasses, mineral mix, and SBP (Saus Burger Pakan) fermentor, formulated to contain 12% crude protein and 60% total digestible nutrients (TDN). The results showed an increase in farmers’ understanding up to 95% regarding the benefits of silage as well as their technical skills in preparing and providing fermented feed. The silage produced had a fresh acidic aroma, yellowish-green color, and soft texture, indicating optimal fermentation and making it suitable as basal feed for dairy goats. The application of this silage technology is expected to ensure year-round feed availability, improve nutrient digestibility, and sustainably enhance goat milk production, while fostering climate-smart farmers who are adaptive to seasonal changes.
Pengaruh Dosis Inokulum dan Lama Fermentasi Eceng Gondok dengan Neurospora Crassa Sebagai Bahan Pakan Sumber Energi Maslami, Vebera; Purnamasari, Dwi Kusuma; Wiryawan, K. G.; Erwan, Erwan; Syamsuhaidi, Syamsuhaidi; Noersidiq, Azhary; Fahrullah, Fahrullah; Hidayah, Hidayatul
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.26.3.138-146.2024

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah tanaman air yang melimpah namun sering dianggap sebagai gulma dan potensi sebagai pakan alternatif untuk unggas karena kandungan nutrisinya yang baik.Namun, tingginya kandungan serat kasar menjadi kendala utama dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis inokulum dan lama inkubasi terhadap kandungan energi, bahan organik (BO) dan pH eceng gondok yang difermentasi menggunakan Neurospora crassa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan variasi dosis inokulum (1%, 2%, 3%) dan lama inkubasi (5 dan 7 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi eceng gondok pada dosis 1% dan lama fermentasi 7 hari  dapat menurunkan kandungan serat kasar. Kesimpulan dari penelitan ini adalah dosis inokulum 1% dengan lama fermentasi 5 hari dapat menurunkan kandungan  serat kasar 23,57%, dengan kandungan energi 3753,38 Kkal/kg, kandungan bahan organik 89,77% dan pH 7,47.
The Nutrient Composition of Fermented Maize Stover with Different Fermentors Yanuarianto, Oscar; Noersidiq, Azhary; Amin, Muhamad; Dilaga, Syamsul Hidayat; Dahlanuddin, Dahlanuddin; Imran, Tya
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1.6466

Abstract

In tropical areas like Indonesia, the presence of forage feed is significantly impacted by seasonal changes, resulting in abundance during the wet season and scarcity during the dry season. Agricultural waste is a solution as an alternative animal feed, one of which is corn stover. Research aimed at determining the nutritional composition of corn stover fermented with different fermentor was conducted at the Nutrition and Animal Feed Laboratory, Faculty of Animal Science, University of Mataram. This research was organized based on a completely randomized design with four treatments and five replications. They were T0: 1 kg corn stover (CS) without treatment, T1: 1 kg CS + 40 g Saccharomyces cerevisiae (SC); T2: 1 kg CS + 40 ml MA-11; T3: 1 kg CS + 20 gr SC + 20 ml MA-11. The variables observed were physical properties such as colour, texture and aroma and nutritional content (Dry matter (DM), Organic matter (OM), Crude Protein (CP), Crude Fibre (CF) and Crude Fat (CFa). The results showed that the addition of SC and MA-11 not give a significant effect (P>0.05) on CFa. However, the addition of them had a significant effect (P<0.05) on the decrease of DM, BO and SK content and the increase of PK content. The highest average BK and OM contents were obtained in T0 (control) at 81.44%, and 82.20%, the highest average CP and CFa contents were obtained in T2 (MA-11) at 9.36%, and 1.90%. The lowest average CF content was obtained in T2 (MA-11) at 26.40%.