Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kreatifitas Peserta Didik di Pesantren dan non Pesantren: Analisis dengan Wallach-Kogan Creativity Test Alfiyah, Hanik Yuni; Kusaeri; Fahmi , Muhammad; Tamin, Zaini; Amin , M.
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3074

Abstract

Kreatifitas merupakan kompetensi yang mutlak dibutuhkan di abad 21. Disisi lain, pesantren merupakan budaya yang mendominasi pendidikan Islam di Indonesia. Oleh karenanya, penting dilakukan kajian tentang kreatifitas anak di pesantren sebagai salah satu upaya pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kreativitas siswa Madrasah Tsanawiyah di pesantren dan non pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi. Sampel terdiri dari 35 siswa Madrasah Tsanawiyah di pesantren dan 31 siswa Madrasah Tsanawiyah Non Pesantren. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Wallach-Kogan Creativity Test. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif statistik. Hasil menunjukkan bahwa kreatifitas siswa pesantren dalam aspek fluency dan flexibility lebih baik dari pada kreatifitas siswa non pesantren. Sedangkan dalam aspek uniques, kreatifitas siswa non pesantren lebih baik dari pada kreatifitas siswa pesantren. Dalam aspek unsusallness tingkat kreatifitas siswa pesantren dan non pesantren berada dalam kategori sama. Keterampilan siswa dalam aspek fluency dan flexibility jauh lebih baik dari pada aspek uniques dan unusualness. Perlu dicarikan variasi solusi untuk meningkatkan aspek uniques dan unusualness siswa mengingat hakikat dari kreatifitas adalah novel.
Strengthening The Psychological Capital of The Former Shiite Community Alfiyah, Hanik Yuni; Fahmi, Muhammad; Mas’ud, Ali; Syaifuddin, Syaifuddin
Communautaire: Journal of Community Service Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/communautaire.v4i3.1714

Abstract

This community engagement project aims to strengthening of psychological capital in supporting the psychosocial readiness of former Shia residents of Jemundo prior to their return to Sampang Regency in a post-religious conflict context. Psychological capital—comprising hope, optimism, self-efficacy, and resilience—is understood as an integrated construct that plays a crucial role in enabling individuals to navigate social transitions characterized by uncertainty. The program was implemented through a participatory approach that positioned community members as active subjects in the psychosocial accompaniment process. The findings indicate that the four dimensions of psychological capital mutually reinforce one another and contribute to participants’ capacity to reconstruct the meaning of return in a more adaptive manner. Nevertheless, the development of psychological capital cannot be detached from the structural conditions shaping post-conflict experiences, including state policies and local social relations. Therefore, strengthening psychological capital should be framed as complementary to, rather than a substitute for, the state’s responsibility to ensure the fulfillment of citizens’ basic rights. This study recommends the integration of psychosocial interventions and responsive structural policies to support sustainable social reintegration.