Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Senyawa Aktif dari Ekstrak Keong Mas Sebagai Pengganti 17 α Metil Testosteron untuk Pembenihan Ikan Nila (Oreochomis Niloticus) Monosex Nuning Mahmudah Noor; Muliawati Handayani
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 1 No 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v1i2.3383

Abstract

Ikan Nila merupakan komoditas budidaya air tawar favorit di kalangan pembudidaya ikan. Selain memiliki kemudahan pemeliharaan dan adaptasi yang baik terhadap faktor eksternal, ikan nila juga mudah melakukan perkawinan liar jika dibudidaya secara heterosex. Hal ini menyebabkan laju pertumbuhan ikan betina lebih lambat karena pemijahan dan merugikan petani. Budidaya monosex menjadi solusi yang tepat untuk meminimalisir hal tersebut, sehingga diperlukan upaya pembalikan kelamin ikan (sex reversal) pada saat ikan masih larva. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan bahan aktif yang terkandung dalam keong mas sebagai bahan dalam sex reversal, mengetahui persentase jantanisasi dan nilai SR perlakuan. Tahapan penelitian terdiri dari ekstraksi keong, maserasi, evaporasi dan pengaplikasian dalam budidaya dengan perlakuan oral 2,7g/kg (ekstrak:pakan) pada 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak keong efektif menaikan persentase jantan 70,78% dari nilai kontrol 65%, namun belum mampu mempertahankan nilai SR lebih dari kontrol. Uji fitokimia menunjukan hasil kualitatif negatif terhadap kandungan steroid, hal ini dimungkinkan karena perbedaan jenis pelarut pada saat maserasi. Sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan hasil yang lebih reliabel.
PEMBUATAN OLAHAN IKAN KAKI NAGA, IBU-IBU GABUNGAN KELOMPOK NELAYAN KELAUTAN PERIKANAN (GAPOKAN) LAMPUNG Dona Setya; Rama Agus Mulyadi; Denta Tirtana; Fauzi Syahputra; Mestiria Harbani Sitepu; Mulkan Nuzapril; Aprilia Syah Putri; Muliawati Handayani; Eulis Marlina
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 7, No 2 (2023): OCTOBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i2.7368

Abstract

Kaki naga ikan merupakan produk pangan yang dapat dijadikan sebagai lauk pauk dan juga sebagai cemilan. Karakteristik khas kaki naga ikan adalah memiliki tekstur yang kering, renyah, dan pada lapisan luar berkerak namun lembut dan basah di bagian dalam produk, sebagaimana produk gorengan. Berbagai jenis ikan dapat dimanfaatkan untuk produk kaki naga, salah satunya adalah ikan cakalang. Tujuan yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan bagi ibu-ibu nelayan GAPOKAN tentang pembuatan olahan ikan kaki naga, memberikan edukasi/kesadaran kepada masyarakat nelayan tentang manfaat konsumsi makanan olahan ikan sebagai pangan yang kaya gizi dan digemari terutama oleh anak-anak. Target pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat pesisir kota Bandar Lampung. Masyarakat ibu-ibu nelayan pesisir yang terdiri dari nelayan, pembudidaya, pengolah dna pemnasar hasil perikanan merupakan masyarakat yang langung bersentuhan dengan laut. Produk-produk perikanan mengandung nilai gizi yang tinggi serta tergolong dalam pangan fungsional yang baik untuk kesehatan. para wanita istri nelayan harus mempunyai pengetahuan tentang bagaimana menangani dan mengolah ikan yang benar disaat hasil tangkapan melimpah, serta memahami pentingnya memberi makanan yang sehat bagi keluarga terutama anak-anak balita.  
Development Strategy of Edutourism Pantai Prestasi of Politeknik Pelayaran Banten Kusharyanto Kusharyanto; Indah Purnaningratri; Muliawati Handayani; Fauzi Syahputra; Denta Tirtana
Berkala Perikanan Terubuk Vol 51, No 3 (2023): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/terubuk.51.1.2093-2106

Abstract

The BLU (Public Service Agency) higher education financial management system provides opportunities for agencies to manage and maximize assets for various activities within the scope of educational substance. The Banten Sailing Polytechnic's Achievement Beach Edutourism has been open since 2020 as an implementation of the SDGs goals to contribute to improving the quality of education, environmental protection and improving the community's economy. The development of edutourism located to the north of the campus area with a 1 km long landscape is expected to be able to support the preservation of the coastal environment and increase participation from the surrounding community. The aim of this research is to examine edutourism development strategies based on SWOT analysis. This research uses a survey and interview method, collection data includes primary data and secondary data. The study was carried out in a qualitative descriptive manner. Observations aspects include; assessing natural tourist objects and attractions, biological attractions, physical attractions, socio-cultural attractions, accessibility, socio-economic environmental conditions of communities around the area, management and services, accommodation, supporting facilities and infrastructure, relationships with tourist attractions in the area. surroundings and safety factors. Based on the SWOT analysis results of Banten Polytechnic Achievement Beach Eduwisata SWOT analysis, the development strategy is in quadrant I position which can be interpreted as meaning that this area has the potential to be developed more optimally. Achievement Beach Eduwisata has strengths and opportunities that can cover existing weaknesses and threats, so the development strategy should prioritize expand opportunities to become a new source of strength.
Analisis kesesuaian dan daya dukung lingkungan untuk pengembangan wisata bahari di Pulau Bawean Kabupaten Gresik Provinsi Jaya Timur Sukandar Sukandar; Citra S. U. Dewi; Muliawati Handayani
Depik Vol 6, No 3 (2017): December 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.3.7024

Abstract

Bawean Island has potency as a ecotourism destination in Gresik District, Province of Jaya timur. This island is one of the popular destination for local tourist, and the visitors are increasing over the years; but there was no study on the suitability and carrying capacity of the island for marine ecotourism activities. The purpose of this study was to analysis the suitability and carrying capacity of Bawean Island for marine tourism. The Results of the analysis showed that the area of marine ocotourism in Bawean is Suitable (S1) for marine ecotourism development with a value for leisure travel 88.33%, snorkeling activity was 84.21%; and diving 81.48%. The total value carrying capacity of region was 398 persons/day.Pulau Bawean memiliki potensi sebagai daerah tujuan wisata bahari di kabupaten Gresikproins Jaya timur. Pulau ini telah menjadi tujuan wisata lokal bagi masyarakat Jaya timur dan jumlah kunjungan wisatawan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Namu belum ada kajian mengenai kesesuaian dan daya dukung lingkungan di Pulau Bawean sebagai kawsan wisata bahari. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian dan daya dukung Pulau Bawean sebagai kawasan wisata bahari. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pulau Bawean sesuai (S1) untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari  dengan nilai untuk wisata rekreasi pantai sebesar 88,33%, wisata snorkeling sebesar 84,21% dan wisata selam sebesar 81,48%. Nilai total daya dukung kawasan sebesar 398 orang/hari.
Epipsammic Diatom Cocconesis sp. as New Bioeroder in Scleractinian Coral Oktiyas Muzaky Luthfi; Adhimas Haryo Priyambodo; Muliawati Handayani; Yenny Risjani; Andrzej Witkowski
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v15i1.37653

Abstract

Highlight Research The endolithic bioeroders were identified. Cocconeis sp. was new for the science of euendolithic bioeroder of Scleractinian coral. SEM revealed Cocconeis sp. etch and bore of coral skeleton. Pennate diatom was present on coral cavities.   Abstract Laminar coral, Montipora, contributes to the coral reef ecosystem. The laminar life form is usually used by juvenile reef biota to shelter and prey. In an intertidal area, such as Pantai Kondang Merak, these corals are susceptible to erosion caused by mechanical and biological forces. Strong current or other anthropogenic activity may break coral colonies into pieces. Also, some grazers from reef fish and bioeroder potentially weaken coral structures. This study aimed to find the effect of biological agents from Bacillariophyceae, such as Cocconeis diatom, on the bioerosion process in laminar coral, e.g., Montipora. Ten montiporid corals from Pantai Kondang Merak were observed to find bio-eroding activities. Each coral colony was divided into 12 parts and photographed to record signs of bio-erosion on coral surface. While observing microborers, a 2x2 cm of the coral surface was observed using Scanning Electron Microscopy (SEM). SEM revealed that a frustule of Cocconeis sp. was found inside aragonite laminar coral from Pantai Kondang Merak. Cocconeis naturally grows on the coasts of tropical oceans as benthic organisms. They are reported as living attached to many substrates' surfaces and within the substrate as euendolith. This study revealed that Cocconeis sp. lived inside the coral skeleton as micro bioeroder by attaching their valve in coral aragonite. Further work needs more observations of another potential euendolith diatom living inside the coral and to build new information on their mechanism of bio-eroding process in more detail.  
Ekosistem Terumbu Karang di Pantai Tawang, Kabupaten Pacitan Handayani, Muliawati; Utama Dewi, Citra Satrya
Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i4.38669

Abstract

Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang rentan terdegredasi. Pemanfaatan wilayah sekitaran Pantai Tawang untuk kegiatan wisata, pelelangan ikan dan pembangunan tambak intensif berpotensi menurunkan tutupan karang hidup dan mengganggu fungsi ekologis terumbu karang.  Hal ini tentu meningkatkan kerentanan ekosistem karang, selain akibat kenaikan suhu perairan dan faktor hidrooseanografi lainnya. Tutupan karang di pantai Tawang yang terus mengalami penurunan menjadinan alasan perlu upaya pengkajian yang presisi terhadap indeks ekologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi ekosistem terumbu karang di Pantai Tawang berdasarkan indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Pengambilan data lifeform, tutupan dan jenis karang dilakukan dengan metode LIT (Intercept Transect). Tutupan rata-rata substrat karang hidup pada tiga lokasi sampling sebesar 33,7% yang berarti bahwa sustrat pada kondisi penilaian yang sedang.  Padahal, nilai tutupan karang tahun 2020 sebesar 41,2%. Nilai indeks keanekaragaman karang (H’) pada titik I, II dan III berada pada kelas kisaran 1-<3,0 yang berarti ekosistem memiliki keragaman jenis yang rendah. Indeks keseragaman (E) ketiga titik mendekati 1, yang berarti bahwa jenis karang di ekosistem tersebut cenderung seragam. Sedangkan indeks dominansi (D) di semua titik berada pada kisaran <0,5 dan cenderung mnedekati 1. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat spesies yang mendominasi pada komunitas karang di Pantai Tawang.Pelestarian sumberdaya karang penting dilakukan untuk menjaga plasma nutfah yang ada di dalam ekosistem tersebut. Coral reef ecosystems are ecosystems that are potentially degraded. Coastal land use around of Tawang Beach for tourism activities, fish auctions and the intensive aquaculture has the potential to reduce live coral cover and disrupt the ecological functions of coral reefs. Certainly, it was increasing the vulnerability of coral ecosystems, apart from the effects of warming water temperatures and other hydro-oceanographic factors. The coral cover on the Tawang coast continues to decline every year, and it is the reason why precise assessment ecological index needed. This study aims to evaluate coral reef ecosystem in Tawang Beach based on diversity index, uniformity index and dominance index. Collecting data of coral lifeform, cover and species was using the LIT (Intercept Transect) method. The average live coral substrate cover at the three sampling locations was 33.7%, which means that the substrate was in moderate assessment conditions. In fact, the value of coral cover in 2020 was 41.2%. Diversity index (H') values at stations I, II and III are in the 1-<3.0 range, which means that the ecosystem has low species diversity. Evenness index (E) of all stations is close to 1, which means that the types of coral in these ecosystems tend to be uniform. Dominance index (D) at all stations is in <0.5 range and tends to be close to 1. This shows that there are no species that dominate the coral community in Tawang Beach. Conservation of coral resources is important to preserve biodiversity in the ecosystem.
VARIASI DAN KELIMPAHAN PLANKTON DI PERAIRAN BRONDONG, KABUPATEN LAMONGAN Handayani, Muliawati; Nuzapril, Mulkan
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 16, No 1 (2024): (APRIL) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.16.1.2024.1-10

Abstract

Keberadaan plankton di suatu perairan digunakan sebagai indikator kuliatas air dan produktivitas primer perairan. Perairan Brondong dikenal sebagai salah satu penghasil ikan dari sektor perikanan tangkap di Pesisir Utara Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi dan kelimpahan plankton serta kualitas air di Perairan Brondong, Lamongan. Sampling dilakukan pada 10 titik yang perairan sejajar dengan garis pantai menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif untuk identifikasi plankton dan parameter fisika kimia perairan serta analisis PCA untuk mengetahui korelasi antar variabel. Ditemukan 32 genus jenis fitoplankton dan 11 genus zooplankton. Ceratium adalah genus yang paling banyak ditemukan pada komunitas fitoplankton. Kelimpahan Ceratium yang tinggi di suatu perairan mengindikasikan kuaitas air yang tercemar. Sedangkan genus zooplankton dengan kelimpahan tertinggi adalah Nauplius. Nauplius merupakan hewan kecil dari yang sedang mengalami perkembangan stadia, biasanya berasal dari golongan Copepoda.  Indeks komunitas fitoplankton berada pada keanekaragaman yang sedang, sedangkan zooplankton tergolong keanekaragaman yang rendah. Indeks keseragaman keduanya tergolong kategori labil dan indeks dominasi tergolong rendah. Faktor utama yang memiliki korelasi erat dengan kelimpahan baik itu fitoplankton maupun zooplankton adalah parameter suhu, DO dan pH. Pemanfaatan pesisir dengan aktivitas yang beragam diduga berpengaruh terhadap kualitas air dan kelimpahan plankton.
ASSESMENT MUTU IKAN TONGKOL DI TEMPAT PELELANGAN IKAN GUDANG LELANG, KOTA BANDAR LAMPUNG Wiraditama, Arif Prayoga; Handayani, Muliawati; Putri, Aprilia Syah
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 2 No 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v2i1.3443

Abstract

Gudang Lelang merupakan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) terbesar di Kota Bandar Lampung. Mutu ikan yang diperjualbelikan semestinya diperhatikan untuk menjaga kualitas produk hasil tangkapan. Assessment mutui kan tongkol di tempat pelelangan ikan perlu dilakukan mengingat komoditas golongan tuna memiliki valuey ang relatif tinggi. Assesment ini disertai dengan pengecekan faktor penyebab penurunan mutu ikan tongkol. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November bertempat di TPI Gudang Lelang. Data terkoleksi melalui observasi lapang merujuk pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-2346-2006, Petunjuk Pengujian Organoleptik dan atau Sensori, dengan objek kajian ikan segar. Observasi dilakukan pada mata, insang, lendir, tekstur, daging dan bau pada 15 sampel ikan per minggu selama selama tiga minggu berturut-turut dengan kisaran penilaian skor terendah1 dan tertinggi 9. Hasil assessment menunjukkan bahwa mata, insang, lendir, daging (warna & kenampakan) dan tekstur ikan berada pada nilai 5.5 – 7.5. Hal ini menunjukkan bahwa mutu ikan tongkol di TPI Gudang lelang telah mengalami penurunan.
A Analisis Kesesuaian Lahan Dan Daya Dukung Wisata Pantai Tawang, Kabupaten Pacitan Handayani, Muliawati
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.13.1.29791

Abstract

Tawang Beach has potency as a tourism destination in Pacitan District, East Java. Unique type of beach and the existence of Fish Auction are tourist attractions available on the beach. JLS and technological developments have contributed to the increase in the number of tourist visits. Studies on the suitability and carrying capacity of the environment in Tawang Beach as beach tourism are important to support development and proper management. Assessment of suitability area uses quantitative assessment instruments, based on parameters of water depth, beach type, beach width, substrat material, current velocity, slope, brightness, coastal land cover, dangerous organism, and availability of fresh water. Analysis of the carrying capacity of the area uses calculations according to the area of Tawang Beach and the range time visitors enjoying the beach. The results of the analysis show that Tawang Beach is suitable (S1) to be developed as a beach tourism area with a value of 80-84.16%. The total carrying capacity of the area is 205 people/day
GERAKAN BERSIH PANTAI DARI SAMPAH PLASTIK DAN PENANAMAN MANGROVE DI PESISIR DERMAGA PRESTASI POLTEKPEL BANTEN Setya, Dona; Mulyadi, Rama Agus; Tirtana, Denta; Syahputra, Fauzi; Sitepu, Mestiria Harbani; Nuzapril, Mulkan; Putri, Aprilia Syah; Handayani, Muliawati; Marlina, Eulis; Uddin, Soleh; Ricardo, Dapid; Nursyamsu; Amirullah; Nawawi, Cholis Imam; Dewi, Astri Kustina; Anggeranika, Vidiana; Muslim, Jusva Agus; Nurfadhlina
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.6207

Abstract

Dermaga Prestasi yang dibuat dan akan difungsikan sebagai wilayah edukasi wisata (Eduwisata) mengalami pencemaran dengan banyaknya sampah plastik yang berserakan di sepanjang pesisir pantai. Sampah plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai dan satu jenis sampah plastik membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun agar sampah plastik tersebut dapat terurai. Sampah plastik merupakan masalah utama yang harus diselesaikan dengan serius karena selain mencemari laut, sampah plastik juga dapat mengganggu kehidupan biota yang ada di laut. Sampah plastik yang memenuhi pesisir pantai dermaga prestasi juga sangat mempengaruhi keindahan pantai. Kondisi sampah plastik di pesisir dermaga prestasi sudah cukup memprihatinkan dan menjadi perhatian pada pengabdian kepada masyarakat (PKM) kali ini. Kegiatan PKM ini difokuskan dengan melakukan bersih-bersih pantai dan penanaman pohon mangrove sebagai upaya melestarikan lingkungan pesisir laut dengan melibatkan taruna-taruni Kementrian Perhubungan. Tujuan dari PKM ini adalah ikut berkontribusi dalam mengatasi sampah plastik dan pelestarian sumberdaya pesisir laut. Kegiatan positif seperti ini diharapkan terus dilakukan, guna membentuk pola pikir masyarakat agar tidak membuang sampah plastik ke laut. The prestasi dock which was created and will function as a tourism education area (Eduwisata) has been polluted by the large amount of plastic waste scattered along the coast. Plastic waste is a type of waste that is difficult to decompose and one type of plastic waste takes approximately 20 years for it to decompose. Plastic waste is a major problem that must be seriously resolved because apart from polluting the ocean, plastic waste can also interfere with marine biota. Plastic waste that fills the coast of the prestasi dock also greatly affects the beauty of the beach. The condition of plastic waste on the coast of the prestasi dock is quite apprehensive and has become a concern for community service (PKM) this time. This PKM activity is focused on cleaning the beach and planting mangrove trees as an effort to preserve the coastal marine environment by involving cadets from the Ministry of Transportation. The aim of this PKM is to contribute to overcome plastic waste and preserving coastal marine resources. It is hoped that positive activities like this will continue to be carried out, in order to shape the mindset of the people so as not to throw plastic waste into the sea.