Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Community Education Engagement Journal

Bedah Buku dan Pelatihan Menulis Fiksi Bagi Generasi Z di SMA IT Imam Syafii 2 Pekanbaru Kumalasari, Cyintia; Wulandari, Fitri; Idrus, Syed Abdullah Al; Andriyani, Dian; Fauziah, Nurul
Community Education Engagement Journal Vol. 7 No. 1 (2025): October
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v7i1.24907

Abstract

Budaya literasi merupakan suatu budaya yang dapat menjadi acuan sebagai kualitas sumber daya manusia di sebuah negara. Budaya membaca Masyarakat Indonesia masih sangat rendah, meski Indonesia seringkali menjadi role model bagi negara-negara di Kawasan Asia Tenggara. Permasalahan ini dapat diatasi dengan membangun koneksi yang baik dengan generasi Z melalui bedah buku.  Kisah-kisah inspiratif dari novel kontemporer dapat membantu meningkatkan motivasi siswa dalam membaca maupun menulis. Melalui pendekatan expressivist writing, penulis mengajak generasi Z untuk mencintai membaca dan menulis fiksi melalui kisah pengalaman hidup. Setelah itu, penulis mengajak peserta didik menulis fiksi atau narrative text sebagai pemantik agar siswa memiliki motivasi menulis. Hasil yang didapat ialah sudah Sebagian besar siswi memahami teknik menulis yang baik dan benar sesuai dengan petunjuk yang disampaikan.
Bedah Buku dan Pelatihan Menulis Fiksi Bagi Generasi Z di SMA IT Imam Syafii 2 Pekanbaru Kumalasari, Cyintia; Wulandari, Fitri; Idrus, Syed Abdullah Al; Andriyani, Dian; Fauziah, Nurul
Community Education Engagement Journal Vol. 7 No. 1 (2025): October
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v7i1.24907

Abstract

Budaya literasi merupakan suatu budaya yang dapat menjadi acuan sebagai kualitas sumber daya manusia di sebuah negara. Budaya membaca Masyarakat Indonesia masih sangat rendah, meski Indonesia seringkali menjadi role model bagi negara-negara di Kawasan Asia Tenggara. Permasalahan ini dapat diatasi dengan membangun koneksi yang baik dengan generasi Z melalui bedah buku.  Kisah-kisah inspiratif dari novel kontemporer dapat membantu meningkatkan motivasi siswa dalam membaca maupun menulis. Melalui pendekatan expressivist writing, penulis mengajak generasi Z untuk mencintai membaca dan menulis fiksi melalui kisah pengalaman hidup. Setelah itu, penulis mengajak peserta didik menulis fiksi atau narrative text sebagai pemantik agar siswa memiliki motivasi menulis. Hasil yang didapat ialah sudah Sebagian besar siswi memahami teknik menulis yang baik dan benar sesuai dengan petunjuk yang disampaikan.
Edukasi Konservasi Berbasis Proyek Atlas Mini Hewan Vertebrata Endemik Riau pada Siswa Fauziah, Nurul; Kurniati, Fatia; Yeyendra, Yeyendra; Putri, Iffa Ichwani; Kumalasari, Cyintia; Yustika, Ayu Trisna; Halifa, Qiara Nur
Community Education Engagement Journal Vol. 8 No. 1 (2026): October (Articles in Progress)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v8i1.26813

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran konservasi di tingkat sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan rendahnya literasi lingkungan serta terbatasnya pemahaman siswa terhadap fauna lokal. Kondisi ini menunjukkan perlunya edukasi konservasi yang kontekstual dan berbasis potensi lokal. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran konservasi siswa melalui edukasi konservasi berbasis proyek dengan menggunakan atlas mini hewan vertebrata endemik Riau. Kegiatan dilaksanakan di SMP YLPI Perhentian Marpoyan dengan melibatkan siswa kelas IX. Metode: Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, edukasi interaktif, diskusi, serta pembelajaran berbasis proyek melalui penyusunan atlas mini secara berkelompok, dengan evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi siswa dan hasil proyek. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan siswa, pemahaman konsep klasifikasi hewan vertebrata, serta pengenalan terhadap fauna lokal. Atlas mini yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual di sekolah. Kesimpulan: Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi sains dan kesadaran konservasi siswa serta berpotensi dikembangkan sebagai sumber belajar berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.