Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Tinjauan Literatur: Hubungan Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Obat Tradisional Dalam Mendukung Pelayanan Kesehatan Manuppak Irianto Tampubolon; Devina Chandra; Syukur Berkat Waruwu; Febriana Rianti Siagian; Fanny Asdian; Muhammad Ridha Taftanzani; Sefin Simanihuruk
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Pelayanan kesehatan di berbagai negara masih menghadapi masalah seperti akses yang sulit, biaya mahal, dan layanan yang tidak merata, terutama di negara berkembang. Obat tradisional sudah digunakan masyarakat sejak lama sebagai cara mencegah dan mengobati penyakit. Walaupun banyak masyarakat yang menggunakan obat tradisional, belum banyak penelitian yang membahas mengapa masyarakat terus memilih obat tradisional. Kepercayaan masyarakat diduga menjadi alasan utama, tetapi masih sedikit kajian yang meneliti hubungan antara kepercayaan dengan penggunaan obat tradisional dalam sistem pelayanan kesehatan. Tujuan: Meninjau tingkat kepercayaan masyarakat terhadap obat tradisional sebagai pendukung pelayanan kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis dengan panduan PRISMA. Pencarian artikel dilakukan di Google Scholar dan PubMed dari Januari 2020 sampai Juli 2025. Dari 2.850 artikel yang ditemukan, setelah menghapus duplikat dan melakukan skrining, didapatkan 10 artikel yang sesuai untuk dianalisis. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap obat tradisional cukup tinggi, yaitu berkisar antara 60%-94,3%. Masyarakat percaya karena pengalaman keluarga yang turun-temurun, dianggap aman dan efektif, mudah didapat, serta harganya terjangkau. Sebagian besar pengguna obat tradisional (60%-94,3%) tidak mengalami efek samping. Ada hubungan yang jelas antara kepercayaan dengan penggunaan obat tradisional, dan pengetahuan tentang obat tradisional menjadi faktor terkuat yang membuat orang lebih percaya dan menggunakannya. Kesimpulan: Kepercayaan masyarakat adalah faktor penting yang membuat penggunaan obat tradisional terus berlanjut dalam pelayanan kesehatan. Obat tradisional dipilih karena harganya murah, mudah didapat, dan sesuai dengan budaya masyarakat. Untuk meningkatkan pemanfaatan obat tradisional yang aman, perlu dilakukan edukasi berdasarkan penelitian ilmiah, standarisasi produk dan praktik pengobatan tradisional, serta penggabungan sistem pengobatan tradisional dan modern dalam kebijakan kesehatan
Aktivitas Probiotik Dan Mikroba Yang Baik Pada Makanan Sekolah Dasar Swasta Amal Luhur Kel. Dwi Kora, Kec. Medan Helvetia Manuppak Irianto Tampubolon; Devina Chandra; Syukur Berkat Waruwu; Agus Hardianssah Tafonao; Anisa Hutagalung; Lidya Revangelina; Nayla Artika Wulandari; Risa Setiani; Evi Astiani Lase
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup, terutama dari kelompok Lactobacillus dan Bifidobacterium, yang apabila dikonsumsi dalam jumlah cukup dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Salah satu upaya dalam mendukung kesehatan masyarakat telah dilakukan melalui pemanfaatan probiotik atau mikroba baik yang terdapat dalam makanan. Aktivitas probiotik dalam makanan berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, meningkatkan metabolisme, membantu penyerapan zat gizi, serta memperkuat sistem imun. Probiotik juga diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol, membantu mengendalikan tekanan darah, serta menghasilkan senyawa bioaktif seperti asam lemak rantai pendek (Short-Chain Fatty Acids/SCFA) yang bersifat antiinflamasi. Pada konteks pangan fungsional, probiotik ditemukan pada produk olahan susu fermentasi seperti yoghurt dan kefir, minuman probiotik, serta makanan tradisional hasil fermentasi seperti tempe. Konsumsi makanan yang mengandung mikroba baik terbukti mendukung kesehatan saluran pencernaan, menurunkan risiko penyakit metabolik, serta berkontribusi dalam pencegahan penyakit kardiovaskular. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pemberian edukasi mengenai probiotik melalui makanan sehari-hari merupakan strategi yang sederhana dan efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini difokuskan pada edukasi dan pemanfaatan aktivitas probiotik dalam makanan sebagai upaya promotif dan preventif untuk menunjang kesehatan secara menyeluruh
Snack Bar Fortification with Catfish, Green Beans, and Pumpkin as a Self-Enterprise Innovation for Pregnant Women in the KEK program under the Stunting Prevention Movement in Tualang Village Serdang Bedagai Regency Fadli, Ahmad; Novirsari, Emma; Eka Mustika, Suryani; Vivi Asfianti; Denny Satria; Alfi Sapitri; Syukur Berkat Waruwu
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v7i1.6367

Abstract

Abstract: The high number of cases of Chronic Energy Deficiency (CED) is linked to several causes, such as low-income levels and unstable employment (poverty), which result in families' inability to meet the nutritional needs of pregnant women. Low education levels affect the thinking and understanding of pregnant women regarding the importance of nutrition during pregnancy, as well as the limited access to quality healthcare services, including antenatal care facilities, which can lead to delays in the early detection and treatment of CED. This condition needs immediate intervention to anticipate the long-term impacts that can result in risks for both the mother and the newborn who do not receive adequate nutrition. To address this issue, it is necessary to implement a Stunting Prevention Movement program, which includes the provision of supplementary feeding (PMT), education on stunting and balanced nutrition, assistance with entrepreneurship training, and business simulations with a relevant theme.