Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERANAN POJOK BACA DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI SISWA DI SMPN SATAP LENGGO Lutfin, Nursakinah Annisa; Sartika, Dewi; Nur Aisyah Humairah; Rasydah Nur Tuada; Nurlina; Aulia Rahmadhani; Sartika Arifin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v2i4.828

Abstract

Hasil penelitian dari beberapa sumber menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari evaluasi yang dilakukan oleh Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) pada tahun 2011 mengenai kompetensi literasi siswa menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-42 dari 45 negara. Berdasarkan anjuran pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti luhur kepada peserta didik dengan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Salah satu upaya pada GLS ini adalah dengan penerapan pojok baca di kelas guna menumbuhkan budaya literasi siswa. Penerapan pojok baca untuk menumbuhkan budaya literasi ini dilakukan di SMPN SATAP Lenggo melalui tiga tahapan utama yaitu, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Berdasarkan diskusi dengan kepala sekolah dan guru di SMPN Satap Lenggo diketahui bahwa penerapan pojok baca di ruang kelas membuat siswa lebih termotivasi untuk datang ke sekolah dan telah meningkatkan minat membaca siswa. Meningkatnya minat baca siswa ditunjukkan dari antusiasmi tinggi siswa dengan hadirnya pojok baca, frekuensi membaca siswa meningkat, siswa senang saat mambaca, dan kesadaran siswa akan manfaat penting dari membaca. Selain itu, beberapa indikator literasi telah terlaksana dengan penerapan pojok baca di SMPN Satap Lenggo. Hal ini terlihat dari jumlah dan variasi buku bacaan yang telah meningkat lewat pemeliharaan buku yang sebelumnya tidak terawat, frekuensi siswa membaca di pojok baca meningkat, terlaksananya berbagai aktivitas untuk meningkatkan budaya literasi, dukungan sekolah dan masyarakat dalam pembuatan pojok baca, dan digunakannnya hasil karya kreatif siswa untuk menghias ruangan kelas. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan pojok baca telah mampu menumbuhkan budaya literasi di SMPN Satap Lenggo.
PROFIL SIKAP MAHASISWA CALON GURU IPA SD TERHADAP SAINS Rahmadhani, Aulia; Sulfasyah, Sulfasyah; Rahmah, Nur
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol 8, No 1: APRIL (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v8i1.18643

Abstract

Pengembangan sikap positif terhadap sains pada calon guru IPA SD merupakan fondasi krusial bagi kualitas pendidikan sains di masa depan, mengingat peran guru dalam membentuk minat dan literasi ilmiah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil sikap mahasiswa calon guru IPA SD terhadap sains. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 72mahasiswa calon guru IPA SD (36 dari Sulawesi Barat dan 36 dari Sulawesi Selatan) yang telah memprogramkan mata kuliah Konsep Dasar IPA SD pada tahun akademik 2024/2025. Data dikumpulkan melalui Kuesioner Sikap Terhadap Sains (Attitude Towards Science Questionnaire) dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif (rata-rata, standar deviasi, dan persentase kategori). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa mahasiswa calon guru IPA SD di kedua wilayah secara keseluruhan memiliki profil sikap yang dominan positif terhadap sains, ditunjukkan oleh rata-rata skor yang identik (2.95) dan tidak ditemukannya sikap negatif atau sangat negatif. Sikap positif ini tercermin dalam dimensi afektif (kesenangan, kepercayaan diri, dan rendahnya kecemasan/kesulitan) serta dimensi kognitif (apresiasi tinggi terhadap nilai sains). Temuan ini mengindikasikan bahwa kurikulum dan metode pembelajaran saat  ini efektif menumbuhkan sikap positif, namun perlu pengembangan strategi yang lebih inklusif untuk  konsistensi partisipasi. Hasil penelitian ini menjadi dasar bagi program pengembangan profesional guru  dan harapan bagi peningkatan minat sains siswa. Sebagai studi deskriptif, penelitian ini membuka jalan  bagi studi lanjutan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang membentuk variasi sikap.
Validation of Pre-Service Science Teacher Artificial Intelligence Competence Self-Efficacy (AICS): Rasch Model Analysis Adam, Wahyuni; Qudratuddarsi, Hilman; Ningthias, Dyah Puspitasari; Rahmadhani, Aulia; Noviana, Evy
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3662

Abstract

Artificial Intelligence (AI) is transforming science education through virtual labs, intelligent tutoring, and adaptive assessments. However, pre-service teachers often lack formal training in AI integration. This study aims to validated the Artificial Intelligence Competence Self-Efficacy (AICS) instrument using Rasch model, covering AI knowledge (AIK), AI Pedagogy (AIP), AI Assessment (AIA), AI Ethics (AIE), Human-Centred Education (HCE), and Professional Engagement (PEN). This study used a quantitative survey with 338 third-year pre-service science teachers selected through convenience sampling. Data were collected via Google Forms where ethical considerations and back-translation ensured data integrity. Data were analyzed through reliability, separation, item fit statistics, unidimensionality and Differential Item Functioning (DIF). The findings indicate that the AICS instrument is psychometrically sound, with high reliability (person reliability = 0.94, item reliability = 0.95) and excellent separation indices. The Wright Map showed that item difficulty was well-aligned with participant ability, effectively capturing various levels of AI self-efficacy. Item fit statistics confirmed all items functioned within acceptable ranges, and unidimensionality analysis supported the measurement of a single, coherent construct. DIF analysis showed minimal gender bias, though one item (AIP1) favored males. Overall, the instrument is valid and reliable for being used to assess AI competence self-efficacy among pre-service science teachers.
Analisis Kualitas Hasil Proyek Mahasiswa melalui Implementasi Model Project Based Learning pada Mata Kuliah Eksperimen Fisika A, Fauziah; Lutfin, Nursakinah Annisa; Rahmadhani, Aulia
SAINTIFIK Vol 11 No 2 (2025): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v11i2.605

Abstract

Analisis efektivitas model pembelajaran Project-based Learning (PjBL) pada mata kuliah Eksperimen Fisika dilakukan melalui studi komparatif terhadap dua laporan proyek mahasiswa. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dua laporan proyek dari kelompok mahasiswa yang menerapkan PjBL dievaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen dengan rubrik penilaian yang mencakup lima aspek: kreativitas, ketepatan konsep fisika, metodologi eksperimen, keakuratan data, dan kualitas laporan tertulis. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun kedua kelompok berhasil menyelesaikan proyek, terdapat variasi signifikan dalam aspek kreativitas proyek dan keakuratan data, mengindikasikan perbedaan fokus dalam penguasaan kompetensi. Temuan ini menyimpulkan bahwa efektivitas PjBL dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti topik proyek dan dinamika kelompok. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan (scaffolding) yang lebih terfokus untuk menjamin pencapaian kompetensi yang komprehensif.
Fisika Dekat Kita: Permainan Tradisional Mamasa sebagai Media Edukasi Interaktif Lutfin, Nursakinah Annisa; Sartika, Dewi; Rahmadhani, Aulia; Farhanuddin, Farhanuddin
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5585

Abstract

Fisika sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan bagi siswa, terutama karena pendekatan pembelajaran yang cenderung teoritis dan minimnya keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menjadi tantangan serius untuk menumbuhkan minat belajar fisika. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengatasi stigma negatif tersebut pada siswa SMAN 1 Mamasa melalui pendekatan yang memadukan kearifan lokal dan teknologi. Kegiatan PkM ini menerapkan media pembelajaran interaktif berbasis Scratch dengan simulasi permainan tradisional Mamasa untuk menjembatani kesenjangan antara konsep fisika yang abstrak dan realitas budaya. Keberhasilan program dievaluasi melalui angket kepuasan peserta dan analisis N-Gain untuk mengukur perubahan sikap siswa. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi pada aspek materi, partisipasi, dan pelayanan, dengan mayoritas siswa menyatakan puas. Selain itu, analisis N-Gain menunjukkan adanya peningkatan sikap positif siswa terhadap fisika, yang membuktikan bahwa program ini efektif. Temuan ini membuktikan bahwa pembelajaran fisika tidak harus terbatas pada ruang kelas, melainkan dapat menjadi lebih relevan dan menyenangkan melalui model yang kontekstual dan berbasis budaya. Pendekatan ini memiliki potensi besar untuk direplikasi dan berkontribusi pada pelestarian budaya lokal.
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep pada Materi Getaran, Gelombang, Bunyi dan Sistem Pendengaran Nur Rahmah; Nor Indriyanti; Jumriani, Jumriani; Aulia Rahmadhani; Besse Mutmainnah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i2.2799

Abstract

Pemahaman konsep merupakan aspek penting dalam pembelajaran IPA, terutama pada materi getaran, gelombang, bunyi, dan sistem pendengaran yang bersifat abstrak dan sulit dipahami siswa. Dalam memastikan agar siswa mampu menguasai konsep yang diajarkan, seorang guru diharuskan mempertimbangkan secara cermat model pembelajaran yang akan digunakan dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan penguasaan konsep siswa setelah penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Metode yang digunakan adalah pre-experimental design dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 22 siswa kelas VIII di salah satu SMP di Kabupaten Wajo yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda beralasan dan dianalisis menggunakan uji n-gain dan uji paired-samples t-test. Hasil menunjukkan nilai gain sebesar 0,67 berada pada kategori sedang dan uji t menghasilkan signifikansi 0,00 < 0,05 yang berarti terdapat peningkatan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa model inkuiri terbimbing efektif dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa pada materi yang diteliti.
Identifikasi Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Fase D pada Materi Cahaya Aulia Rahmadhani; Annisa Novianti Taufik
Saqbe: Jurnal Sains dan Pembelajarannya Vol 1 No 1 (2024): Saqbe : Sains dan Pembelalajarannya (Maret 2024)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan pemecahan masalah siswa fase D pada materi cahaya. Penelitian ini melibatkan 20 siswa pada fase D (kelas 8) yang telah mempelajari materi cahaya pada mata pelajaran IPA. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan pemecahan masalah berupa soal uraian yang terdiri dari 7 butir. Data hasil penelitian dikelompokkan dalam kriteria efektif (effective), cukup (marginal), dan kurang (poor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa fase D pada aspek representasi masalah (representation of problem), dengan sub indikator yaitu merumuskan kembali masalah; merencanakan solusi (planning of solution), dengan sub indikator yaitu mengusulkan hipotesis berada pada kualitas efektif (effective). Sementara aspek lainnya yaitu melaksanakan solusi (execution of solution), dengan sub indikator yaitu membuktikan kebenaran berada pada kualitas cukup (marginal) dan aspek mengevaluasi solusi (evaluation of solution), dengan sub indikator yaitu memeriksa hasil dengan implikasi dari solusi berada pada kualitas kurang (poor).
Electronic worksheet on global warming with ethno-socioscientific issues integration to promote deep learning Rizal, Haryanti Putri; Rahmadhani, Aulia; Aira, Cinta Dian; Tambing, Afriani Aris
Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol. 8 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijsme.v8i3.28659

Abstract

The growing challenge of global warming underscores the need for innovative learning resources that connect scientific concepts to real-world issues, as existing materials often lack contextualization. This study aimed to develop and evaluate an electronic worksheet (e-worksheet) on global warming, integrating Ethno-Socioscientific Issues (E-SSI) with the Problem-Based Learning (PBL) model for junior high school students. The research utilized the Design and Development Research (DDR) approach. The e-worksheet integrated global warming as a socioscientific issue (SSI), drawing on Mandar's local wisdom for mitigation within the PBL framework. Validation by six experts using Aiken's V, along with limited trials involving 18 teachers and 10 students, assessed its validity and practicality. Results showed a high validity index (V = 0.89) and very practical ratings from teachers (92.96%) and students (83.59%). These findings imply that the developed e-worksheet is valid and practical in promoting meaningful, mindful, and joyful learning, and it offers an innovative resource that bridges global scientific concepts with local cultural practices, supporting deep learning in science education. This approach has implications for STEM education by integrating scientific understanding, problem-solving, and technological skills within the context of relevant SSI and culture.
TRANSFORMASI DIGITAL DAN EFISIENSI PENGELOLAAN PIUTANG MELALUI SISTEM AKUNTANSI BERBASIS TEKNOLOGI DI PAM TIRTA KARAJAE KOTA PAREPARE Aulia Rahmadhani; Muhammad Hatta; Sariana Damis
Journal AK-99 Vol. 5 No. 2 (2025): Journal AK-99
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/ak99.v5i2.4152

Abstract

Era digital telah membawa transformasi signifikan dalam sektor pelayanan publik, salah satunya adalah perubahan pada sistem pengelolaan piutang lembaga penyedia air minum daerah. Penelitian ini berfokus pada analisis perbandingan pengelolaan piutang sebelum dan sesudah penerapan sistem akuntansi berbasis teknologi di PAM Tirta Karajae Kota Parepare, dengan mengeksplorasi tantangan, peluang, serta dampak teknologi terhadap efisiensi dan efektivitas pencatatan, pelaporan, serta penagihan piutang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi, sehingga didapatkan gambaran menyeluruh mengenai perubahan proses serta hasil yang dicapai. Penelitian ini membuktikan bahwa implementasi aplikasi SiPDAM Pintar yang terintegrasi dengan modul akuntansi, loket, dan manajemen, mampu mempercepat pencatatan dan pelaporan keuangan secara real-time, serta memudahkan pelanggan melakukan pembayaran secara online. Sistem ini memberikan dampak positif terhadap efektivitas pengelolaan piutang dan kinerja keuangan PAM Tirta Karajae, sebagaimana tercermin dari peningkatan transparansi dan efisiensi proses penagihan. Dengan demikian, transformasi digital melalui integrasi sistem berbasis teknologi tidak hanya memperbaiki pengelolaan piutang, tetapi juga menguatkan fondasi pengembangan keuangan daerah untuk peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan, sesuai dengan visi PAM Tirta Karajae.
Analisis Motivasi dan Kemandirian Belajar Calon Guru Fisika dalam Eksperimen Fisika Dasar Berbasis Laboratorium Virtual Nurlina Nurlina; Aulia Rahmadhani; Irsan Rahman; Arie Arma Arsyad; Ummu Kalsum
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.11117

Abstract

Virtual laboratories have emerged as innovative solutions in education, particularly in overcoming the limitations of physical laboratory infrastructure. In prospective physics teacher education, understanding how virtual laboratories influence motivation and self-regulated learning is crucial. This study aims to describe the motivation and self-regulated learning among prospective physics teachers participating in virtual laboratory-based fundamental physics experiments. A descriptive quantitative approach was employed, involving 27 prospective physics teachers at the Universitas Sulawesi Barat. Data were collected using a questionnaire adapted from the Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ).  Results show that all items scored within the high category, with mean values ranging from 3.65 to 4.34 on a 5-point Likert scale, indicating generally high levels of motivation and self-regulated learning. However, one item (A5) indicated a relatively lower mean score, suggesting that some participants may be more extrinsically than intrinsically motivated. Additionally, most respondents perceived the virtual laboratory as moderately to highly helpful in understanding physics concepts. This study contributes to the development of technology-based learning strategies and emphasizes the importance of designing learning experiences that strengthen prospective teachers’ self-belief.  Further research should employ qualitative methods to explore the deeper learning experience of prospective physics teachers in virtual laboratories