Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Modul Ajar Berbasis Project Based Learning (PjBL) bagi Guru SMPIT Anak Soleh Mataram Rusman, Januari Rizki Pratama; Chaer, Hasanudin; Ramdhani, Marlinda; Wahyuni, Wika
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v4i2.492

Abstract

Training on making teaching modules based on Project Based Learning (PjBL) is an effort to improve teacher competence in compiling innovative learning tools that are relevant to the needs of 21st century students. This study aims to evaluate the implementation of the training at SMPIT Anak Soleh Mataram. The research method used is qualitative with a descriptive approach, involving 15 teachers as participants. Data collection was carried out through questionnaires and interviews to measure the level of participant satisfaction and the effectiveness of the training. The results showed that this training received a very positive response from the participants. Based on the questionnaire, the majority of teachers expressed high satisfaction with the quality of the material, delivery methods, and facilitator performance. In addition, all participants succeeded in compiling teaching modules based on PjBL well after participating in the training. In-depth interviews revealed that the training helped teachers understand the principles and steps of implementing PjBL, although some participants identified challenges in implementing the modules in the classroom, such as time management and student involvement. Overall, this training was effective in improving teacher competence in compiling teaching modules based on PjBL. This study recommends further training and implementation assistance to ensure the sustainability of its impact in the learning environment.
TINDAK KEJAHATAN DALAM FILM MENHUNT UNABOMBER SEBUAH KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK Ismawati, Ismawati; Agustina, Hani; Ramdhani, Marlinda
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 2 (2023): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v6i2.21307

Abstract

Lingusitik forensik merupakan ilmu baru termutakhir yang digunakan untuk membantu memecahkan kasus kejahatan yang mempunyai bukti-bukti kebahasaan. baik lisan maupun tulisan. Salah satu yang menarik untuk diteliti adalah kejahatan yang meninggalkan jejak bukti kebahasaan adalah kasus pengeboman berantai yang terjadi di Amerika yang telah difilmkan dengan judul Menthunt: Unabomber. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan profil pelaku yang digambarkan dalam film Manhunt:Unabomber episode satu sampai dengan delapan. Penelitian ini dikerjakan dengan pendekatan kualitatif dengan kajian linguistik forensik. Teknik pemerolehan data pada penelitian ini menggunakan teknik simak dengan metode catat. Proses menyimak dilakukan pada saat menonton film Menthunt:Unabomber, dan proses mencatat dilakukan saat menemukan data kebahasaan yang berpotensi menjadi data penelitian. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan triangulasi teori, yaitu analisis wacana, semantik, dan pragmatik.  Hasil penelitian menunjukan jenis kejahatan yang dilakukan adalah crimes against person. Profil pelaku dalam film tersebut berupa umur pelaku, latar belakang pendidikan pelaku, dan kepribadian pelaku. Cara kejahatan dilakukan adalah dengan mengirim bom melalui surat kabar atau wesel pos.Kata kunci: linguistik forensik, kejahatan, pengeboman berantai
Sosialisasi Penguasaan Kaidah Kebahasaan Mahasiswa Sebagai Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Jenjang Pendidikan Menengah Hidayat, Rahmad; Asyhar, Mochammad; Wahyuni, Wika; Ramdhani, Marlinda; Febriani, Elya
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v3i1.3008

Abstract

Penguasaan kaidah kebahasaan merupakan bagian integral dari pembelajaran Bahasa Indonesia yang berbasis teks. Pemberlakuan pembelajaran berbasis teks di jenjang pendidikan menengah yang juga selaras dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi tentu saja harus menghasilkan peserta didik yang mampu memahami dan menerapkan kaidah kebahasaan dengan baik. Namun, berdasarkan hasil penelitian, tingkat penguasaan kaidah kebahasaan mahasiswa di perguruan tinggi belum signifikan mencerminkan kemantapan pembelajaran berbasis teks khususnya kaidah kebahasaan di jenjang pendidikan menengah. Dengan demikian, diperlukan sosialisasi hasil penelitian sekaligus diskusi kelompok terpumpun untuk mengidentifikasi bagaimana gambaran pembelajaran kaidah kebahasaan dilakukan di jenjang pendidikan menengah. Gambaran yang dimaksud kemudian menjadi bahan evaluasi untuk dapat mengoptimalkan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk diskusi kelompok terpumpun bersama para guru Bahasa Indonesia SMA yang telah menerapkan pembelajaran berbasis teks di sekolah. Pada akhirnya, kegiatan pengabdian ini merumuskan beberapa catatan dan rekomendasi sebagai berikut: (1) tingkat penguasaan kaidah kebahasaan rendah disebabkan oleh ketidakoptimalan guru di jenjang pendidikan menengah dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa, (2) ketidakoptimalan itu disebabkan oleh ketidakseimbangan beban tugas pokok dan fungsi guru dengan waktu guru melaksanakan tugas pokok dan fungsi, (3) sangat diperlukan strategi dan metode sederhana dalam penyampaian materi kaidah kebahasaan yang diakui kompleksitas kesulitannya.
Kemampuan Literasi Membaca Siswa Program Gerakan Literasi Sekolah: Sebuah Perbandingan Marlinda Ramdhani
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 6 No. 2 (2024): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v6i2.5326

Abstract

The School Literacy Movement (GLS) program has been implemented since 2016, but an overview of this program's real impact and evaluation has never been conducted. This study compares reading literacy skills between grade X students in GLS referral and non-referral schools. This research was conducted using a qualitative approach with a multiple site study research type, namely GLS referral and non-referral schools. This research data was the result of a reading literacy test based on seven aspects of reading literacy assessment according to the standard of the Program for International Student Assessment (PISA). The research was conducted in three stages: directing students in each school to answer the reading literacy test instrument, analyzing the results of students' reading literacy test, and comparing the results of students' reading literacy test. The results showed that the reading literacy skills of referral schools were better than those of non-referral schools, as seen from the reading literacy scores between the two schools.
Exploring the Meaning of the Secret Book of Bainal Haq as a Literature Learning: A Study of Ludwig Wittgenstein's Philosophy of Language Chaer, Hasanuddin; Rasyad, Abdul; R., Januari Rizki Pratama; Setiawan, Irma; Hidayat, Rahmad; Ramdhani, Marlinda
Muslim Education Review Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : UIII Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56529/mer.v4i1.448

Abstract

This article delineates the stylistic similarities between Hölderlin's poetry and Sufi poetry within the manuscript of the 'Secret Book of Bainal Haq'. Accordingly, this research aims to highlight the shared stylistic features found in both types of poetry within the context of understanding the existence of God. The expressions of Sufi poetry contained therein reflect universal spiritual symbols capable of transcending cultural and historical boundaries. The Sufi literary discourse in the 'Secret Book of Bainal Haq' is connected to past literary traditions and anticipates the future direction of literature, as reflected in the poetry and metaphors used in the manuscript. This research approach adopts a qualitative descriptive content analysis method, employing Wittgenstein's 'Philosophical Investigations' approach. The research findings demonstrate that this approach effectively traces the relationship between transcendental existence (God) and religious aspects through Sufi literature in the 'Secret Book of Bainal Haq'. Within the framework of this research, the philosophy of language is considered an effective tool for understanding transcendental existence through literary discourse.
Family Disorganization in Short Stories by Female Writers on the WebsiteBasabasi.co Ramdhani, Marlinda; Wahyuni, Wika
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 10, No 2 (2025): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v10i2.8797

Abstract

Social problems that are often raised by female writers in literary works tend to be diverse. However, one of the social problems that often appears in literary works by female writers is the problem of family disorganization. This study aims to describe the problem of family disorganization in short stories by female writers on the Basabasi.co site. This study is classified as a descriptive qualitative research type with a sociology of literature approach. The data for this study are sentences or paragraphs that contain the problem of family disorganization in short stories. The data sources for this study were eight short stories by female writers that raised the problem of family disorganization and were published throughout 2024 on the Basabasi.co site. The method of collecting research data used literature studies. The results of the study showed that there were 10 indicators of family disorganization found, namely unclear roles in the family, poor communication, conflict between family members, lack of emotional attachment, inability to make joint decisions, violence in the family, disharmony in parent-child relationships, deviant behavior in the family, and unstable economic conditions.  
Sosialisasi Gangguan Belajar Spesifik (Disleksia) kepada Guru-Guru Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Jerowaru: Awareness Program on Specific Learning Disorders (Dyslexia) for Junior High School Teachers in Jerowaru Indonesia Saharudin, Saharudin; Musaddat, Syaiful; Susanti, Pipit Aprilia; Agusman, Agusman; Ramdhani, Marlinda; Hidayat, Wahyu
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6961

Abstract

Pengabdian ini dilatari oleh masih banyak guru yang tidak memahami jenis dan karakteristik gangguan belajar spesifik (disleksia) pada peserta didik sehingga mereka cenderung melabeli peserta didiknya dengan label “bodoh” atau semisalnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi kepada para guru mengenai gangguan belajar spesifik di kalangan peserta didik dengan melibatkan profesional psikolog sehingga para guru juga bisa mengambil langkah-langkah dalam menangani kasus gangguan belajar yang dialami peserta didiknya. Selain berbicara persoalan gangguan belajar, juga dibicarakan perihal pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik: pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran yang tanggap budaya. Berdasarkan hasil post-test, hasil sosialisasi menunjukkan bahwa para guru telah bisa mengetahui, memahami, dan menjelaskan jenis-jenis gangguan belajar pada peserta didik, ciri-ciri peserta didik yang mengalami gangguan belajar, dan asbab terjadinya gangguan belajar pada peserta didik. Adanya pengetahuan dan pemahaman tentang gangguan belajar (yang dialami peserta didik) berimplikasi pada kesadaran para guru SMPN 1 Jerowaru untuk melakukan pembelajaran yang berpihak pada peserta didiknya mulai dari penyususan perangkat pembelajaran hingga evaluasinya. Disarankan agar penyuluhan psikoedukasi kesehatan mental untuk para guru dan peserta didik semacam ini rutin dilakukan sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik dan pembaharuan informasi terkait ragam kerangka strategi dalam pembelajaran, serta perlu melibatkan orang tua dan profesional untuk membantu guru dalam menghadapi peserta didik yang mengalami gangguan belajar spesifik disleksia ini.
Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital pada Kegiatan Menulis Puisi bagi Guru Bahasa Indonesia di Tingkat SMK : Training on Utilizing Digital Instructional Media for Poetry Writing Activities by Indonesian Language Teachers in Vocational High Schools Mahyudi, Johan; Wahyuni, Wika; Ramdhani, Marlinda; Susanti, Pipit Aprilia
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7139

Abstract

Materi penulisan puisi yang disampaikan secara monoton di lingkungan sekolah sering kali menimbulkan kejenuhan bagi siswa. Penyajian yang bersifat konvensional, tanpa dukungan media pembelajaran yang menarik, membuat siswa kurang termotivasi untuk mengembangkan kemampuan kreatif mereka dalam menulis puisi. Dalam konteks ini, pemanfaatan media digital menjadi salah satu alternatif strategis untuk mengatasi kebosanan dalam proses pembelajaran sastra, khususnya pada materi penulisan puisi. Media pembelajaran digital merupakan inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Melalui media ini, guru dan siswa dapat berinteraksi dengan materi pembelajaran secara lebih menarik, kreatif, dan interaktif, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Berdasarkan hal tersebut, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMK Kabupaten Lombok Tengah dalam merancang media pembelajaran yang menarik untuk materi penulisan puisi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah metode ceramah, diskusi, dan penugasan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 1 Batukliang yang dihadiri oleh guru-guru Bahasa Indonesia sebanyak 25 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan ini adalah para guru 1) memahami konsep puisi digital, 2) mampu merancang tugas proyek untuk pembuatan media digital pada materi penulisan puisi, dan 3) mengetahui cara membuat puisi digital dengan menggunakan beberapa aplikasi yang telah diajarkan. Untuk selanjutnya, disarankan pembelajaran penulisan puisi tidak lagi monoton dan membosankan bagi para peserta didik.
REPRESENTASI GENDER DALAM TINDAK TUTUR ILOKUSI SELEBGRAM LOMBOK DI INSTAGRAM: KAJIAN PRAGMATIK DIGITAL Wahyuni, Wika; Ramdhani, Marlinda; Susanti, Pipit Aprilia; Pratama, Januari Rizki
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 8 No 2 (2025): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v8i2.30492

Abstract

This research is motivated by the growing popularity of Instagram influencers (selebgram) in Indonesia, including in Lombok, who have now become role models and promotional media for various business sectors. The aim of this study is to analyze illocutionary speech acts, gender dominance, and the interests of the Lombok community as reflected in their engagement with selebgram content. Data were collected through observation and documentation, then analyzed using content analysis methods. The study reveals three main findings. First, selebgram in Lombok are predominantly female, with popular content focusing on fesyen, culinary arts, tourism, and entertainment. Second, female selebgram tend to use more commissive and expressive speech acts, while male selebgram are more inclined to use assertive and expressive forms. Third, Instagram audiences in Lombok show greater interest in following female selebgram and favor entertainment-related content. This study indicates that the popularity of selebgram in Lombok shapes communication patterns that reflect gender differences and, pragmatically, influence audience interests in the digital sphere. These findings highlight the importance of linguistic studies in understanding the role of selebgram as representations of popular culture and constructions of gender identity on social media.
Pelatihan Penyusunan Instrumen Digital Literasi Membaca Berbasis PISA dengan Kearifan Lokal Pulau Lombok: Training Program on Designing Digital Literacy Instrument for PISA-based Reading Incorporating Lombok's Local Wisdom Ramdhani, Marlinda; Susanti, Pipit Aprilia; Pratama, Januari Rizki; Umar, Ahmad Zaldi; Wahida, Cholisatun
DARMADIKSANI Vol 5 No 2 (2025): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/qy5tsf02

Abstract

Penguatan literasi membaca menjadi salah satu fokus penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan asesmen internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA). Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia SMP di kota Mataram dalam menyusun instrumen digital literasi membaca berbasis PISA yang diintegrasikan dengan kearifan lokal pulau Lombok. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi hasil karya guru. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan 55 guru yang ditugaskan oleh MGMP Bahasa Indonesia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terkait konsep literasi membaca PISA, kemampuan merancang instrumen digital menggunakan aplikasi Wayground dan Google Forms, serta kreativitas dalam mengaitkan konten instrumen dengan teks-teks kearifan lokal Lombok. Selain itu, guru peserta mampu menghasilkan produk berupa draf instrumen literasi membaca yang siap digunakan untuk pembelajaran maupun asesmen. Luaran kegiatan meliputi peningkatan kapasitas guru, publikasi artikel, serta rencana pengembangan bank soal digital berbasis PISA dengan muatan lokal. Dengan demikian, Pengabdian ini berkontribusi pada penguatan literasi membaca siswa SMP sekaligus pelestarian nilai budaya lokal.