Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Sosialisasi Gangguan Belajar Spesifik (Disleksia) kepada Guru-Guru Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Jerowaru: Awareness Program on Specific Learning Disorders (Dyslexia) for Junior High School Teachers in Jerowaru Indonesia Saharudin, Saharudin; Musaddat, Syaiful; Susanti, Pipit Aprilia; Agusman, Agusman; Ramdhani, Marlinda; Hidayat, Wahyu
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6961

Abstract

Pengabdian ini dilatari oleh masih banyak guru yang tidak memahami jenis dan karakteristik gangguan belajar spesifik (disleksia) pada peserta didik sehingga mereka cenderung melabeli peserta didiknya dengan label “bodoh” atau semisalnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi kepada para guru mengenai gangguan belajar spesifik di kalangan peserta didik dengan melibatkan profesional psikolog sehingga para guru juga bisa mengambil langkah-langkah dalam menangani kasus gangguan belajar yang dialami peserta didiknya. Selain berbicara persoalan gangguan belajar, juga dibicarakan perihal pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik: pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran yang tanggap budaya. Berdasarkan hasil post-test, hasil sosialisasi menunjukkan bahwa para guru telah bisa mengetahui, memahami, dan menjelaskan jenis-jenis gangguan belajar pada peserta didik, ciri-ciri peserta didik yang mengalami gangguan belajar, dan asbab terjadinya gangguan belajar pada peserta didik. Adanya pengetahuan dan pemahaman tentang gangguan belajar (yang dialami peserta didik) berimplikasi pada kesadaran para guru SMPN 1 Jerowaru untuk melakukan pembelajaran yang berpihak pada peserta didiknya mulai dari penyususan perangkat pembelajaran hingga evaluasinya. Disarankan agar penyuluhan psikoedukasi kesehatan mental untuk para guru dan peserta didik semacam ini rutin dilakukan sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik dan pembaharuan informasi terkait ragam kerangka strategi dalam pembelajaran, serta perlu melibatkan orang tua dan profesional untuk membantu guru dalam menghadapi peserta didik yang mengalami gangguan belajar spesifik disleksia ini.
Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital pada Kegiatan Menulis Puisi bagi Guru Bahasa Indonesia di Tingkat SMK : Training on Utilizing Digital Instructional Media for Poetry Writing Activities by Indonesian Language Teachers in Vocational High Schools Mahyudi, Johan; Wahyuni, Wika; Ramdhani, Marlinda; Susanti, Pipit Aprilia
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7139

Abstract

Materi penulisan puisi yang disampaikan secara monoton di lingkungan sekolah sering kali menimbulkan kejenuhan bagi siswa. Penyajian yang bersifat konvensional, tanpa dukungan media pembelajaran yang menarik, membuat siswa kurang termotivasi untuk mengembangkan kemampuan kreatif mereka dalam menulis puisi. Dalam konteks ini, pemanfaatan media digital menjadi salah satu alternatif strategis untuk mengatasi kebosanan dalam proses pembelajaran sastra, khususnya pada materi penulisan puisi. Media pembelajaran digital merupakan inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Melalui media ini, guru dan siswa dapat berinteraksi dengan materi pembelajaran secara lebih menarik, kreatif, dan interaktif, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Berdasarkan hal tersebut, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMK Kabupaten Lombok Tengah dalam merancang media pembelajaran yang menarik untuk materi penulisan puisi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah metode ceramah, diskusi, dan penugasan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 1 Batukliang yang dihadiri oleh guru-guru Bahasa Indonesia sebanyak 25 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan ini adalah para guru 1) memahami konsep puisi digital, 2) mampu merancang tugas proyek untuk pembuatan media digital pada materi penulisan puisi, dan 3) mengetahui cara membuat puisi digital dengan menggunakan beberapa aplikasi yang telah diajarkan. Untuk selanjutnya, disarankan pembelajaran penulisan puisi tidak lagi monoton dan membosankan bagi para peserta didik.
PELATIHAN PENULISAN BERITA FEATURE UNTUK CALON INSAN PERS DI KOTA MATARAM Ramdhani, Marlinda; Sapiin, Sapiin; Wahyuni, Wika; Agusman, Agusman
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5861

Abstract

Portal berita daring maupun cetak di kota Mataram biasanya banyak menampilkan berita straigh (cepat) yang kurang menarik untuk dibaca, khususnya dalam jangka panjang. Maraknya penulisan berita straight tersebut salah satunya ditengarai oleh kurangnya kemampuan para wartawan dalam menulis jenis berita yang lain. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan diadakannya pelatihan penulisan berita feature untuk para calon insan pers di kota Mataram. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan dan membimbing para calon wartawan agar mampu menulis berita feature yang relatif tidak cepat basi. Kegiatan ini melibatkan lebih dari lima puluh calon insan pers yang ada di Kota Mataram. Metode kegiatan ini dimulai dari persiapan pelatihan, pemberian materi, dan bedah tulisan feature beberapa peserta pelatihan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peserta sudah mampu mendapatkan isu tulisan yang menarik, tetapi masih terdapat kekurangan dari segi penyampaian dan gaya bahasa berita feature yang ditulis.
Anatomi Humor Drama Tradisional Rudat di Lombok Qodri, Muh. Syahrui; Khairussibyan, Muh.; Jafar, Syamsinas; Ramdhani, Marlinda
SULUK : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/suluk.2024.6.2.112-127

Abstract

This research focuses on humor in the Rudat Temu Karya performance in southern East Lombok. Most previous studies only studied the story and value aspects of traditional Lombok drama performances, but failed to examine the aspect that is the main attraction for audiences, namely the humor aspect. Based on Berger's humor theory which divides humor techniques into four categories, namely language, logic, identity and action, this research examines the anatomical aspects of traditional Lombok drama humor which relate to the socio-cultural context of Lombok society. The data in this research was collected using interview and documentary methods. The results of this research show that the variations of techniques that are widely used are various humor techniques which include humor in language categories such as ridicule, theme and variations, insults, and puns (play on words). The most dominant technique used is the slapstick technique (rough jokes/jokes) which is included in the action category. Research on this aspect of humor shows that socio-cultural aspects influence the success of humor in rudat Temu Karya performances.
Kemampuan Literasi Membaca Siswa Program Gerakan Literasi Sekolah: Sebuah Perbandingan Ramdhani, Marlinda
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 6 No. 2 (2024): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v6i2.5326

Abstract

The School Literacy Movement (GLS) program has been implemented since 2016, but an overview of this program's real impact and evaluation has never been conducted. This study compares reading literacy skills between grade X students in GLS referral and non-referral schools. This research was conducted using a qualitative approach with a multiple site study research type, namely GLS referral and non-referral schools. This research data was the result of a reading literacy test based on seven aspects of reading literacy assessment according to the standard of the Program for International Student Assessment (PISA). The research was conducted in three stages: directing students in each school to answer the reading literacy test instrument, analyzing the results of students' reading literacy test, and comparing the results of students' reading literacy test. The results showed that the reading literacy skills of referral schools were better than those of non-referral schools, as seen from the reading literacy scores between the two schools.
Sosialisasi Penguasaan Kaidah Kebahasaan Mahasiswa Sebagai Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Jenjang Pendidikan Menengah Hidayat, Rahmad; Asyhar, Mochammad; Wahyuni, Wika; Ramdhani, Marlinda; Febriani, Elya
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v3i1.3008

Abstract

Penguasaan kaidah kebahasaan merupakan bagian integral dari pembelajaran Bahasa Indonesia yang berbasis teks. Pemberlakuan pembelajaran berbasis teks di jenjang pendidikan menengah yang juga selaras dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi tentu saja harus menghasilkan peserta didik yang mampu memahami dan menerapkan kaidah kebahasaan dengan baik. Namun, berdasarkan hasil penelitian, tingkat penguasaan kaidah kebahasaan mahasiswa di perguruan tinggi belum signifikan mencerminkan kemantapan pembelajaran berbasis teks khususnya kaidah kebahasaan di jenjang pendidikan menengah. Dengan demikian, diperlukan sosialisasi hasil penelitian sekaligus diskusi kelompok terpumpun untuk mengidentifikasi bagaimana gambaran pembelajaran kaidah kebahasaan dilakukan di jenjang pendidikan menengah. Gambaran yang dimaksud kemudian menjadi bahan evaluasi untuk dapat mengoptimalkan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk diskusi kelompok terpumpun bersama para guru Bahasa Indonesia SMA yang telah menerapkan pembelajaran berbasis teks di sekolah. Pada akhirnya, kegiatan pengabdian ini merumuskan beberapa catatan dan rekomendasi sebagai berikut: (1) tingkat penguasaan kaidah kebahasaan rendah disebabkan oleh ketidakoptimalan guru di jenjang pendidikan menengah dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa, (2) ketidakoptimalan itu disebabkan oleh ketidakseimbangan beban tugas pokok dan fungsi guru dengan waktu guru melaksanakan tugas pokok dan fungsi, (3) sangat diperlukan strategi dan metode sederhana dalam penyampaian materi kaidah kebahasaan yang diakui kompleksitas kesulitannya.
Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar dan Media Pembelajaran Sastra Anak Berbasis Kearifan Lokal Sasambo bagi Guru Sekolah Dasar: Training on Developing Teaching Materials and Learning Media for Children Literature Based on Sasambo Local Wisdom for Elementary School Teachers Intiana, Siti Rohana Hariana; Sudika, I Nyoman; Susanti, Pipit Aprilia; Pratama, Januari Rizki; Ramdhani, Marlinda; Haris, Ismi Diana
DARMADIKSANI Vol 5 No 3 (2025): Edisi November (Special Edition)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i3.8982

Abstract

Dunia pendidkan masih kekurangan sumber daya manusia yang kreatif mengembangkan bahan ajar dan media pembelajaran digital berbasis kearifan. Dalam hal ini, guru sebagai pelaku pendidikan perlu ditingkatkan kreativitasnya. Universitas Mataram sebagai lembaga pendidikan berperan memberikan kontribusi, salah satunya dengan mengadakan workshop dan pelatihan pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran berbasis kearifan lokal Sasambo (Sasak, Samawa, Mbojo) bagi guru-guru, termasuk guru SDN 24 Mataram. Pengabdian berupa pelatihan ini memberikan keterampilan baru bagi guru dalam mendesain bahan ajar dan media pembelajaran berbasis kearifan lokal Sasambo dengan desain digital Canva berupa komik cerita anak. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi, yakni, sesi pertama penyajian materi terkait sastra anak, kearifan lokal Sasambo, bahan ajar dan media pembelaaran serta teori pengembangan aplikasi Canva; sesi kedua pemberian contoh menyusun bahan ajar dan media komik sastra anak Sasambo dengan Canva; sesi ketiga demonstrasi langsung pengaplikasian Canva untuk membuat komik cerita anak Sasambo; dan terakhir sesi refleksi dan diskusi. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan pengetahuan dan keterampilan menyusun dan mengembangkan bahan ajar dan media pembelajaran sastra anak Sasambo dengan aplikasi Canva (digital) di SDN 24 Mataram.  
Ekspresi Kearifan Nusantara dalam Istilah Kemendikbudristek Agusman Agusman; Marlinda Ramdhani
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i2.33198

Abstract

Kemendikbudristek memiliki berbagai istilah yang digunakan untuk menamai subbidang, program dan aplikasi seperti Arjuna, Sinta, Rama, Tri Darma dan seterusnya. Istilah-istilah tersebut ketika diperdengarkan akan memberikan korelasi terhadap berbagai istilah dalam wacana kebudayaan. Dengan demikian, tujuan penelitian ini ialah untuk menjelaskan ekspresi kearifan lokal yang terdapat pada istilah-istilah Kemendikbudristek tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik mencatat istilah-istilah dalam Kemendikbud Ristek sebagai sumber data berupa kata (akronim) dan frasa sebagai wujud datanya. Teknik analisis data ialah menjelaskan konsep nilai-nilai atau ekspresi kearifan lokal pada istilah dengan menghubungkannya kepada kearifan budaya nusantara. Penelitian ini menunjukkan bahwa istilah-istilah Kemendikbudristek mengambil bentuk akronim dan beberapa frasa dari nama penokohan dalam wacana budaya, bahasa Sansekerta (suku kata yang memiliki aspek eufonik Sansekerta) dan frasa bahasa Indonesia. Istilah penokohan tersebut mengambil nama tokoh pewayangan seperti  Arjuna, Sinta, Rama dan bahasa Sansekerta seperti Siaga, Sapto, Tri Darma serta bahasa Indonesia seperti Kurikulum Merdeka, Sigap dan seterusnya yang masing-masing memiliki nilai kearifan lokal.  Ekspresi keariafan lokal yang terdapat pada istilah Kemendikbudristek tersebut menunjukkan lansdcape nilai-nilai kearifan lokal untuk dijadikan sebagai identitas nasional dan bisa dijadikan sebagai panduan dalam mengangkat kearifan lokal sebagai basis kehidupan berbangsa dan bernegara.   The Ministry of Education and Culture has various terms used to name subfields, programs and applications such as Arjuna, Sinta, Rama, Tri Darma and so on. When these terms are heard, they will provide a correlation to various terms in cultural discourse. Thus, the aim of this research is to explain the expression of local wisdom contained in the terms of the Ministry of Education and Culture. The research method used is qualitative with data collection techniques in the form of recording terms in the Ministry of Education and Culture as a data source in the form of words (acronyms) and phrases as a form of data. The data analysis technique is to explain the concept of values or expressions of local wisdom in terms by connecting them to the cultural wisdom of the archipelago. This research shows that the terms of the Ministry of Education and Culture take the form of acronyms and several phrases from characterization names in cultural discourse, Sanskrit (syllables that have a euphonic Sanskrit aspect) and Indonesian language phrases. The characterization terms take the names of wayang characters such as Arjuna, Sinta, Rama and Sanskrit such as Siaga, Sapto, Tri Darma as well as Indonesian such as Curriculum Merdeka, Sigap and so on, each of which has local wisdom values. The expression of local wisdom contained in the term Kemendikbudristek shows the landscape of local wisdom values to be used as a national identity and can be used as a guide in promoting local wisdom as the basis of national and state life.
MASALAH SOSIAL DALAM CERPEN KARYA PENULIS PEREMPUAN DI SITUS BACAPETRA.CO Marlinda Ramdhani
MABASAN Vol. 18 No. 1 (2024): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v18i1.794

Abstract

Penulis perempuan memiliki kecenderungan tersendiri ketika menggambarkan masalah sosial, khususnya dalam cerpen yang ditulis. Kecenderungan tersebut menarik untuk dikaji untuk mengetahui gambaran masalah sosial yang banyak diperhatikan oleh penulis perempuan sekarang ini. Apalagi di era kemajuan teknologi, karya sastra berbentuk cerpen dapat diakses dengan mudah melalui situs-situs sastra yang dikelola oleh komunitas atau lembaga tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah-masalah sosial dalam cerpen yang diangkat oleh penulis perempuan. Data penelitian ini adalah kalimat, paragraf, dan dialog yang menunjukkan masalah-masalah sosial dalam cerpen karya penulis perempuan. Sumber data penelitian diperoleh dari kolom cerpen di laman sastra Bacapetra.co. Menggunakan pendekatan deskriptif, penelitian ini dianalisis dengan tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat lima jenis masalah sosial yang ditemukan dalam cerpen-cerpen karya penulis perempuan di situs Bacapetra.co, yaitu masalah (1) disorganisasi keluarga, (2) kemiskinan, (3) generasi muda, (4) pelanggaran norma, dan (5) kejahatan. 
Pelatihan Read Aloud dan Perpustakaan Digital pada Guru dan Orangtua Wali TK Al-Ikhlas untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa pada Anak: Training Program on Read Aloud Technique and Digital Libraries for Teachers and Parents of TK Al-Ikhlas Kindergarten to Improve Children's Language Skills Pipit Aprilia Susanti; Wika Wahyuni; Marlinda Ramdhani; Aliurridha Aliurridha; Isna Dia'ul Adha; Nanang Satrio Rinjani
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.8114

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di TK Al-Ikhlas Mesanggok, Gerung, Lombok Barat dengan tujuan meningkatkan kesadaran serta keterampilan guru dan orangtua dalam membacakan nyaring (read aloud) serta memaksimalkan pemanfaatan perpustakaan digital. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya minat baca anak, keterbatasan pemahaman guru dan orangtuaorangtua mengenai literasi yang sering diartikan sebatas membaca-menulis, serta keterbatasan koleksi buku yang sesuai dengan usia anak. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan pemodelan teknik read aloud yang dilanjutkan dengan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dan orangtua mengenai manfaat teknik read aloud dalam mengembangkan kosa kata bahasa anak. Selain itu, pengenalan perpustakaan digital memberikan solusi atas keterbatasan koleksi cetak dan membuka akses pada bacaan yang lebih luas, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Disarankan agar guru dan orang tua secara konsisten menerapkan teknik read aloud serta memanfaatkan perpustakaan digital secara berkelanjutan dengan dukungan fasilitas dan pendampingan yang memadai guna meningkatkan kualitas literasi anak.