Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KINERJA PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) PADA KANTOR KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Budiarti , Rina; Arsyad, M.; Fahmi, Yusran
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.307

Abstract

Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah hasil atau output dari tugas dan tanggung jawab yang dilakukan oleh pegawai negeri sipil dalam menjalankan fungsi pelayanan publik, administrasi pemerintah, serta pembangunan nasional. Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada pada Kantor Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong masih memiliki beberapa permasalahan, antara lain kurangnya kecakapan sumber daya manusia nya, kurang disiplin pegawai terhadap jam kerja, serta sarana prasarana yang kurang memadai untuk menunjang kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pada Kantor Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong kurang optimal, dilihat dari masih kurang nya pemahaman pegawai terhadap tugas yang diberikan dan tingkat disiplin yang masih rendah, (2) faktor penghambat antara lain kurangnya kualitas sumber daya manusia dalamhal menyelesaikan pekerjaan, kurang disiplin nya pegawai terhadap jam kerja, dan sarana prasarana yang kurang memadai untuk menunjak kinerja pegawai. (3) faktor pendorong antara lain gajih atau tunjangan dan jaringan internet yang lancar. Untuk meningkatkan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pada Kantor Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong, Kepala Kantor Kecamatan Banua Lawas agar melengkapi danmemperbaharui sarana prasarana dan fasilitas yang ada, kepada pegawai agarmeningkatkan kedisiplinan dalam hal kehadiran sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, dan kepada masyarakat agar lebih teliti dalam hal perlengkapan persyaratan ketika berurusan
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR KECAMATAN SUNGAI TABUKAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Apriliyani, Apriliyani; Arsyad, M.; Arpandi, Arpandi
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan publik pada pada kantor Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriftif kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik pada kantor Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara sudah cukup baik. Penampilan pegawai cukup baik sudah rapi dan seragam, kenyamanan tempat kurang baik masih ada fasilitas yang kurang, kemudahan proses pelayanan cukup baik sudah memeberikan informasi yang jelas, kedisiplinan pegawai kurang baik tidak menggunakan atribut lengkap. Kecermatan pegawai cukup baik sudah, SOP cukup baik sudah sesuai prosedur, kemampuan pegawai kurang baik masih ada yang tidak mahir, keahlian petugas menggunakan alat bantu kurang baik pegawai masih ada yang belum mahir. Merespon pelanggan cukup baik selalu merespon keperluan, pelayanan cepat dan tepat cukup baik melayani secara tepat dan teliti, merespon keluhan pelanggan cukup baik segala keluhan di evaluasi. Jaminan ketepatan waktu kurang baik tidak sesuai ketentuan, jaminan kepastian biaya cukup baik karena semua pelayanan gratis. Mendahulukan kepentingan pelanggan sangat baik tidak mementingkan urusan pribadi, keramahan dan sopan santun cukup baik sudah ramah dan murah senyum, tidak diskriminatif cukup baik tidak membeda-bedakan masyarakat. Faktor penghambat seperti terbatasnya anggaran dana dalam peningkatan sarana dan prasarana, dan kemampuan menggunakan alat bantu yang tidak merata. Upaya meningkatkan kualitas pelayanan seperti menambah fasilitas yang masih kurang, dan meningkatkan keterampilan yaitu kemahiran menggunakan alat bantu pelayanan. Disarankan kepada Bapak Camat agar menambah fasilitas dan pegawai agar meningkatkan keterampilan dan memperhatikan prosedur pelayanan.
Effect of the number of practicum courses programmed on the scientific attitude of biology education students in South Kalimantan Arsyad, M.; Annisa, Ayu Rizki
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i3.19694

Abstract

Practical activities are one of the activities that can improve science process skills and influence scientific attitudes. A scientific attitude is important for biology education students to have as pre-service biology teachers. This research aims to analyze differences in scientific attitudes between groups of students with differences in the number of practicum courses that have been programmed and to analyze the effect of the number of practical courses that have been taken on the scientific attitudes of Biology Education students in South Kalimantan Province, Indonesia. The type of this research is quantitative. The research subjects were 245 Biology Education students in South Kalimantan from Lambung Mangkurat University, Antasari Islamic State University Banjarmasin, and PGRI University Kalimantan. Data were collected using a scientific questionnaire.  Analysis of differences in scientific attitudes in each group of students was carried out using the Kruskal-Wallis test and continued with the Mann-Whitney test. Effect analysis was carried out using a linear regression test. The research results show that there are differences between student groups with differences in the number of practical courses that have been programmed. The results of the analysis also show that there is an effect of the number of practicum courses on the scientific attitudes of biology education students in South Kalimantan. The results of this study can be used as a consideration in curriculum development and the provision of infrastructure in the Biology Education Study Program.Abstrak. Kegiatan praktikum merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan berpengaruh terhadap sikap ilmiah. Sikap ilmiah penting untuk dimiliki mahasiswa Pendidikan biologi sebagai calon guru biologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sikap ilmiah antar kelompok mahasiswa dengan perbedaan pada jumlah mata kuliah berpraktikum yang telah diprogram, dan untuk menganalisis pengaruh jumlah mata kuliah berpraktikum yang telah ditempuh terhadap sikap ilmiah mahasiswa Pendidikan Biologi di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian merupakan mahasiswa Pendidikan Biologi di Kalimantan Selatan dari Universitas Lambung Mangkurat, UIN Antasari Banjarmasin, dan Universitas PGRI Kalimantan berjumlah 245 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Analisis perbedaan sikap ilmiah pada masing-masing kelompok mahasiswa dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Analisis pengaruh dilakukan dengan uji regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antar kelompok mahasiswa dengan perbedaan pada jumlah mata kuliah berpraktikum yang telah deprogram. Hasil analisis juga menunjukkan adanya pengaruh jumlah mata kuliah berpraktikum terhadap sikap ilmiah mahasiswa Pendidikan biologi di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan kurikulum dan pemenuhan sarana prasaran pada Program Studi Pendidikan Biologi.
IMPLEMENTASI PENGADUAN DAN PERMINTAAN MASYARAKAT TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA DINAS PERTANAHAN DAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BALANGAN Nor, Hazizah; Raudah, Siti; Arsyad, M.
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.930

Abstract

Permasalahan yang ada adalah Penurunan lingkungan hidup pada Kabupaten Balangan, Kurangnya Pengawasan yang dilakukan Dinas Pertanahan Dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan dan Kurangnya sarana dan prasarana dalam pengendalian pencemaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini. Pertama, koordinasi sudah baik,. Kedua, sosialisasi sudah baik. Ketiga, kerjasama sudah baik. Keempat, jumlah petugas belum baik. Kelima, sumberdaya finansial kurang baik. Keenam, fasilitas belum baik, wewenang sudah baik. Kedelapan, target kurang baik. Kesembilan, jadwal pelaksanaan sudah baik. Kesepuluh, SOP sudah baik. Kesebelas, tanggung jawab sudah baik. Faktor penghambat adalah kurangnya jumlah petugas menangani pengaduan, kurangnya anggaran dalam pengaduan dan capaian kinerja yang kurang. Sedangkan faktor pendukung adalah adanya penerimaan pengaduan offline dan online, adanya peningkatan pemahaman masyarakat dalam sosialisasi, adanya bukti pengaduan masyarakat, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, pengaduan yang sesuai dengan hari kerja dan pengaduan yang sesuai dengan tahapan. Kepala Dinas agar menambahkan petugas atau pegawai pada lingkungan hidup sehingga dalam pengaduan dilakukan secepat mungkin dengan cara merekrut pegawai yang sesuai dengan keahlian dan bidangnya tersebut. Kepada pegawai agar dalam meningkatkan kinerja yang dilakukan terkait dalam pengaduan masyarakat dan lebih respon cepat dalam penanggulangan pengaduan tersebut dan Masyarakat agar diharapkan semua masyarakat ikut serta dalam mengatasi masalah sehingga teratasi dengan mudah
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM WAJIB BELAJAR 9 TAHUN KECAMATAN SUNGAI PANDAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Arsyad, M.
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 2 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.2.1210

Abstract

Program Wajib Belajar 9 Tahun adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh Warga Negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah dengan tujuan agar layanan pendidikan dasar berjalan dengan baik, meningkatkan prestasi siswa secara bertahap. Partisipasi Masayarakat Dalam Program Wajib Belajar 9 Tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki permasalahan seperti rendahnya minat atau kemauan anak untuk sekolah, kurangnya kemampuan masyarakat untuk dapat menyelesaikan pendidikan sampai akhir, kurangnya kemampuan dalam mendorong diri sendiri untuk melawan rasa malas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi/pengamatan, studi kepustakaan dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui informan dengan cara snowball sampling yang berjumlah 13 orang. Setelah data terkumpul dianalisis dengan teknik pengumpulan data mentah, transkrip data, membuat koding, kategorisasi data, penyimpulan sementara, triangulasi, penyimpulan akhir. Untuk pengujian kredibilitas data menggunakan teknik triangulasi dan mengadakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara kurang baik hal tersebut dilihat dari Pertama, aspek kesempatan untuk berpartisipasi dalam hal ini sudah baik akan tetapi masih terdapat masyarakat yang kurang mengetahui mengenai program wajib belajar 9 tahun. Kedua, kemauan untuk berpartisipasi bahwa tidak semua masyarakat dikatakan baik dan mau untuk berpartisipasi. Ketiga, kemampuan untuk berpartisipasi bahwa tidak semua masyarakat dikatakan baik dan mampu untuk berpartisipasi. Adapun faktor yang mempengaruhi terbagi dua yaitu faktor pendukung terdiri dari dorongan dan motivasi dari orang tua dan sosialisasi langsung mengenai program. Sedangkan, faktor penghambatnya yaitu rasa malas, tingkat ekonomi, tidak adanya kemauan. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara disarankan kepada Pemerintah Pusat agar dapat memperhatikan penyaluran bantuan beasiswa apakah sudah tepat sasaran atas belum. Serta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar lebih melakukan pendekatan kepada anak-anak dengan sosialisasi atau penyebaran brosur mengenai pencegahan anak putus sekolah. Orang tua diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap anak-anaknya dan anak-anak diharapkan dapat terus belajar, selalu memotivasi diri, menjaga lingkungan petemanan dan tidak mudah putus asa.
EVALUASI IMPLEMENTASI KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PROPINSI JAMBI Arsyad, M.; Pramudho, Kodrat; Zaharudin, Zaharudin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46079

Abstract

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan salah satu kebijakan strategis yang bertujuan melindungi masyarakat dari bahaya paparan asap rokok. Namun, implementasi kebijakan KTR di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya kesadaran masyarakat, lemahnya pengawasan, dan rendahnya kepatuhan terhadap peraturan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi kebijakan KTR di daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2024, dengan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kepala sekolah, dan masyarakat setempat sebagai sampel yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah wawancara mendalam dan kuesioner semi-terstruktur untuk menggali informasi terkait kesadaran, kepatuhan, dan efektivitas implementasi KTR. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan metode analisis tematik, sementara data kuantitatif dianalisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan KTR memberikan dampak positif, seperti penurunan perilaku merokok di area yang terpantau. Namun, pengawasan yang tidak merata dan lemahnya penegakan hukum masih menjadi kendala utama. Dukungan stakeholder seperti Satpol PP dan pemerintah kecamatan terbatas, sementara partisipasi masyarakat dan pengelola fasilitas umum masih rendah. Koordinasi antar sektor perlu ditingkatkan. Temuan ini menyarankan peningkatan sosialisasi, pengawasan yang lebih ketat, dan penegakan hukum yang konsisten untuk meningkatkan efektivitas kebijakan KTR di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Validity and practicality of integrated interactive digital timeline infographic learning media for mathematical thinking on the concept of metamorphosis Arsyad, M.; Wardani, Ika
Practice of The Science of Teaching Journal: Jurnal Praktisi Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): May
Publisher : HAFECS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58362/hafecspost.v4i1.119

Abstract

The concept of metamorphosis can be taught through interactive digital timeline infographics that integrate mathematical thinking to practice numeracy literacy and technology skills, but existing media are generally not interactive and do not include these aspects. This study aims to test the validity and practicality of interactive digital infographic media integrated with mathematical thinking in material metamorphosis. This type of research is descriptive quantitative research as part of development research. The validation test and practicality test stages are part of the post-development stage in the Lee & Owens development model. The indicators of mathematical thinking integrated into the media include indicators of interpretation, representation, calculation, analysis, assumptions, and communication. The subjects for validation were three experts consisting of material experts, media experts, and language experts. The subjects for the practicality test were fourteen students who had taken embryology courses. The validation instrument and practicality test were developed by referring to the article published by Muliani in 2021. The data were in the form of quantitative data from validity scores and practicality tests, and qualitative data in the form of input to the validation process.  The data were analyzed descriptively by calculating validity and practicality scores and matching them to validity criteria and practicality criteria. The results of the menu research. The results of the validity test of the interactive digital timeline infographic media on the metamorphosis of material were valid. The content validity aspect is included in the very valid category. The media and language construct validity aspects are included in the valid category. The results of the practicality test on the four aspects, namely the aspects of ease, time efficiency, benefits, and attractiveness, show that all aspects are included in the practical category. Abstrak. Konsep metamorfosis dapat diajarkan melalui infografis garis waktu digital interaktif yang mengintegrasikan berpikir matematis untuk melatih literasi numerasi dan keterampilan teknologi, tetapi media yang ada umumnya belum bersifat interakitf dan belum memuat aspek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan kepraktisan media infografis digital interaktif terintegrasi berpikir matematis pada materi metamorfosis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif sebagai bagian dari penelitian pengembangan. Prosedur penelitian mengambil tahapan desain dan pengembangan pada model pengembangan Lee & Owens. Tahap uji validasi dan uji kepraktisan merupakan bagian dari tahap pasca pengembangan. Indikator berpikir matematis yang diintegrasikan pada media meliputi indikator interpretasi, representasi, kalkulasi, analisis, asumsi, dan komunikasi. Subjek untuk validasi adalah tiga orang ahli yang terdiri dari ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Subjek uji kepraktisan adalah empat belas orang mahasiswa yang telah menempuah mata kuliah embriologi. Instrumen validasi dan uji kepraktisan dikembangkan dengan merujuk pada artikel yang dipublikasikan Muliani tahun 2021. Data berupa data kuantitatif dari skor validitas dan uji kepraktisan serta data kualitatif berupa masukan pada proses validasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung skor validitas dan kepraktisan dan mencocokkan pada kriteria validitas dan kriteria kepraktisan. Hasil uji validitas media infografis garis waktu digital interaktif pada materi metamorfosis telah valid. Aspek validitas isi termasuk kategori sangat valid. Aspek validitas konsturk media dan bahasa termasuk kategori valid. Hasil uji kepraktisan terhadap keempat aspek yaitu aspek kemudahan, efisiensi waktu, keuntungan, dan daya tarik menunjukkan bahwa seluruh aspek termasuk kategori praktis.
Edukasi Pemulasaraan Jenazah ODHA sebagai Aksi Sosial Mengikis Stigma melalui Pelibatan Komunitas ODHA dan Non-ODHA Maharsi, Eri Dian; Trisiswati, Maya; Basbeth, Feryal; Arsyad, M.
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.380

Abstract

Latar belakang: Stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih kuat di masyarakat, bahkan setelah kematian. Salah satu bentuk stigma yang persisten adalah ketakutan berlebihan terhadap penularan HIV dari jenazah ODHA, yang berdampak pada perlakuan diskriminatif dalam proses pemulasaraan. Padahal, secara ilmiah HIV tidak dapat bertahan lama setelah kematian dan tidak menular melalui sentuhan biasa. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta, khususnya ODHA, mengenai prosedur pemulasaraan jenazah yang aman, serta mengurangi stigma melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk edukasi interaktif pada 29 peserta (18 ODHA dan 11 non-ODHA) menggunakan media audiovisual dan praktik langsung. Efektivitas kegiatan dievaluasi melalui pre-test dan post-test pada kelompok ODHA, dan dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil: Terdapat peningkatan skor pengetahuan secara signifikan dari pre-test (mean = 4,44) ke post-test (mean = 5,22) dengan hasil uji t(17) = 4,08; p = 0,00078. Motivasi peserta beragam, didominasi oleh solidaritas, keingintahuan, dan dorongan religius. Partisipasi aktif menunjukkan efektivitas pendekatan yang digunakan. Kesimpulan: Edukasi pemulasaraan jenazah ODHA terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan mengurangi stigma berbasis miskonsepsi. Program ini relevan untuk direplikasi secara lebih luas dalam rangka membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berbasis empati terhadap ODHA.
Pengaruh Penyakit Hipertensi dan Jantung Terhadap Derajat Keparahan Pasien Covid 19 Di RSUP Persahabatan Periode April - September 2021 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Ega N. P. Y, Syachrah; Riliani M.Biomed, Marisa; Arsyad, M.; Syafiq, Muhammad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 12 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i12.492

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dari famili Coronaviridae. Penyakit ini sudah mendunia dan dinyatakan sebagai pandemi yang telah menyebabkan keresahan di lebih dari 200 negara dengan kasus yang meningkat setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komorbid hipertensi dan penyakit jantung dengan derajat keparahan pasien COVID-19 di RSUP Persahabatan periode April – September 2021 dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif analitik. Penelitian dilakukan dengan mengambil data dari rekam medis dari RSUP Persahabatan. Sampel ditetapkan dengan cara purposive sampling yang kemudian dihitung dengan rumus slovin. Pada penelitian didapatkan bahwa pasien COVID-19 paling banyak (58%) berjenis kelamin pria. Sebanyak 41 pasien (41%) berusia 51 – 60 tahun. Pasien dengan komorbid hipertensi dan/atau penyakit jantung paling banyak (46%). Terdapat hubungan antara pasien dengan komorbid hipertensi dan/atau penyakit jantung terhadap derajat keparahan COVID-19 yang dialaminya. Manusia harus bersabar karena musibah adalah cara Allah meningkatkan derajatnya
Pengaruh Penyakit Penyerta Asma dan PPOK Terhadap Derajat Keparahan Pasien Covid-19 Di Rsup Persahabatan Periode April 2021 - Agustus 2021 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Kirana Anggarani, Sekar; Riliani, Marisa; Arsyad, M.; Antariksa, Budhi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 12 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i12.493

Abstract

Virus corona pada manusia atau sindrom pernafasan akut parah coronavirus 2 (SARS-CoV-2), pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Sejak saat itu, virus corona menyebar ke seluruh dunia. SARS-CoV-2 telah menginfeksi manusia dari semua kelompok masyarakat dan menyebar luas dalam tingkat yang mengkhawatirkan. Faktor risiko tepapar COVID-19 meliputi kondisi kesehatan atau komorbiditas yang menyertainya yang akan mengakibatkan perkembangan penyakit yang semakin cepat dan parah, seringkali bahkan menyebabkan kematian. Salah satu penyakit penyerta COVID-19 yang ditemukan di beberapa orang adalah asma dan PPOK. Dalam islam sudah diajarkan bagaimana caranya mencegah tertular dan mencegah menularkannya ke orang sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui pengaruh antara penyakit penyerta asma dan PPOK dengan derajat keparahan pasien COVID-19 di RSUP Persahabatan periode April 2021-Agustus 2021 dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian dilakukan dengan cara mengambil data dari rekam medis dari RSUP Persahabatan. Sampel ditetapkan dengan cara saturation sampling yang kemudian ditetapkan besar sampel yang diambil dengan total quota sampling. Data dianalisis menggunakan lima tahapan, yaitu editing, coding, entry, cleaning, saving dan penarikan kesimpulan menggunakan uji chi square. Pada penelitian didapatkan bahwa pasien COVID-19 paling banyak (64,7%) berjenis kelamin wanita. Sebanyak 12 pasien (70,5%) berusia > 50 tahun. Pasien dengan penyakit penyerta asma paling banyak mengidap COVID-19 dengan derajat keparahan berat, terdapat 6 pasien (35,3%) dan hanya 1 pasien yang meninggal (5,9%). Sedangkan pasien dengan penyakit penyerta PPOK paling banyak mengidap COVID-19 dengan derajat keparahan berat, terdapat 3 pasien (17,6%).