Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR KECAMATAN SUNGAI TABUKAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Apriliyani, Apriliyani; Arsyad, M.; Arpandi, Arpandi
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan publik pada pada kantor Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriftif kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik pada kantor Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara sudah cukup baik. Penampilan pegawai cukup baik sudah rapi dan seragam, kenyamanan tempat kurang baik masih ada fasilitas yang kurang, kemudahan proses pelayanan cukup baik sudah memeberikan informasi yang jelas, kedisiplinan pegawai kurang baik tidak menggunakan atribut lengkap. Kecermatan pegawai cukup baik sudah, SOP cukup baik sudah sesuai prosedur, kemampuan pegawai kurang baik masih ada yang tidak mahir, keahlian petugas menggunakan alat bantu kurang baik pegawai masih ada yang belum mahir. Merespon pelanggan cukup baik selalu merespon keperluan, pelayanan cepat dan tepat cukup baik melayani secara tepat dan teliti, merespon keluhan pelanggan cukup baik segala keluhan di evaluasi. Jaminan ketepatan waktu kurang baik tidak sesuai ketentuan, jaminan kepastian biaya cukup baik karena semua pelayanan gratis. Mendahulukan kepentingan pelanggan sangat baik tidak mementingkan urusan pribadi, keramahan dan sopan santun cukup baik sudah ramah dan murah senyum, tidak diskriminatif cukup baik tidak membeda-bedakan masyarakat. Faktor penghambat seperti terbatasnya anggaran dana dalam peningkatan sarana dan prasarana, dan kemampuan menggunakan alat bantu yang tidak merata. Upaya meningkatkan kualitas pelayanan seperti menambah fasilitas yang masih kurang, dan meningkatkan keterampilan yaitu kemahiran menggunakan alat bantu pelayanan. Disarankan kepada Bapak Camat agar menambah fasilitas dan pegawai agar meningkatkan keterampilan dan memperhatikan prosedur pelayanan.
IMPLEMENTASI PENGADUAN DAN PERMINTAAN MASYARAKAT TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA DINAS PERTANAHAN DAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BALANGAN Nor, Hazizah; Raudah, Siti; Arsyad, M.
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.930

Abstract

Permasalahan yang ada adalah Penurunan lingkungan hidup pada Kabupaten Balangan, Kurangnya Pengawasan yang dilakukan Dinas Pertanahan Dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan dan Kurangnya sarana dan prasarana dalam pengendalian pencemaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini. Pertama, koordinasi sudah baik,. Kedua, sosialisasi sudah baik. Ketiga, kerjasama sudah baik. Keempat, jumlah petugas belum baik. Kelima, sumberdaya finansial kurang baik. Keenam, fasilitas belum baik, wewenang sudah baik. Kedelapan, target kurang baik. Kesembilan, jadwal pelaksanaan sudah baik. Kesepuluh, SOP sudah baik. Kesebelas, tanggung jawab sudah baik. Faktor penghambat adalah kurangnya jumlah petugas menangani pengaduan, kurangnya anggaran dalam pengaduan dan capaian kinerja yang kurang. Sedangkan faktor pendukung adalah adanya penerimaan pengaduan offline dan online, adanya peningkatan pemahaman masyarakat dalam sosialisasi, adanya bukti pengaduan masyarakat, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, pengaduan yang sesuai dengan hari kerja dan pengaduan yang sesuai dengan tahapan. Kepala Dinas agar menambahkan petugas atau pegawai pada lingkungan hidup sehingga dalam pengaduan dilakukan secepat mungkin dengan cara merekrut pegawai yang sesuai dengan keahlian dan bidangnya tersebut. Kepada pegawai agar dalam meningkatkan kinerja yang dilakukan terkait dalam pengaduan masyarakat dan lebih respon cepat dalam penanggulangan pengaduan tersebut dan Masyarakat agar diharapkan semua masyarakat ikut serta dalam mengatasi masalah sehingga teratasi dengan mudah
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM WAJIB BELAJAR 9 TAHUN KECAMATAN SUNGAI PANDAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Arsyad, M.
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 2 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.2.1210

Abstract

Program Wajib Belajar 9 Tahun adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh Warga Negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah dengan tujuan agar layanan pendidikan dasar berjalan dengan baik, meningkatkan prestasi siswa secara bertahap. Partisipasi Masayarakat Dalam Program Wajib Belajar 9 Tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki permasalahan seperti rendahnya minat atau kemauan anak untuk sekolah, kurangnya kemampuan masyarakat untuk dapat menyelesaikan pendidikan sampai akhir, kurangnya kemampuan dalam mendorong diri sendiri untuk melawan rasa malas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi/pengamatan, studi kepustakaan dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui informan dengan cara snowball sampling yang berjumlah 13 orang. Setelah data terkumpul dianalisis dengan teknik pengumpulan data mentah, transkrip data, membuat koding, kategorisasi data, penyimpulan sementara, triangulasi, penyimpulan akhir. Untuk pengujian kredibilitas data menggunakan teknik triangulasi dan mengadakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara kurang baik hal tersebut dilihat dari Pertama, aspek kesempatan untuk berpartisipasi dalam hal ini sudah baik akan tetapi masih terdapat masyarakat yang kurang mengetahui mengenai program wajib belajar 9 tahun. Kedua, kemauan untuk berpartisipasi bahwa tidak semua masyarakat dikatakan baik dan mau untuk berpartisipasi. Ketiga, kemampuan untuk berpartisipasi bahwa tidak semua masyarakat dikatakan baik dan mampu untuk berpartisipasi. Adapun faktor yang mempengaruhi terbagi dua yaitu faktor pendukung terdiri dari dorongan dan motivasi dari orang tua dan sosialisasi langsung mengenai program. Sedangkan, faktor penghambatnya yaitu rasa malas, tingkat ekonomi, tidak adanya kemauan. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara disarankan kepada Pemerintah Pusat agar dapat memperhatikan penyaluran bantuan beasiswa apakah sudah tepat sasaran atas belum. Serta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar lebih melakukan pendekatan kepada anak-anak dengan sosialisasi atau penyebaran brosur mengenai pencegahan anak putus sekolah. Orang tua diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap anak-anaknya dan anak-anak diharapkan dapat terus belajar, selalu memotivasi diri, menjaga lingkungan petemanan dan tidak mudah putus asa.
EVALUASI IMPLEMENTASI KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PROPINSI JAMBI Arsyad, M.; Pramudho, Kodrat; Zaharudin, Zaharudin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46079

Abstract

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan salah satu kebijakan strategis yang bertujuan melindungi masyarakat dari bahaya paparan asap rokok. Namun, implementasi kebijakan KTR di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya kesadaran masyarakat, lemahnya pengawasan, dan rendahnya kepatuhan terhadap peraturan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi kebijakan KTR di daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2024, dengan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kepala sekolah, dan masyarakat setempat sebagai sampel yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah wawancara mendalam dan kuesioner semi-terstruktur untuk menggali informasi terkait kesadaran, kepatuhan, dan efektivitas implementasi KTR. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan metode analisis tematik, sementara data kuantitatif dianalisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan KTR memberikan dampak positif, seperti penurunan perilaku merokok di area yang terpantau. Namun, pengawasan yang tidak merata dan lemahnya penegakan hukum masih menjadi kendala utama. Dukungan stakeholder seperti Satpol PP dan pemerintah kecamatan terbatas, sementara partisipasi masyarakat dan pengelola fasilitas umum masih rendah. Koordinasi antar sektor perlu ditingkatkan. Temuan ini menyarankan peningkatan sosialisasi, pengawasan yang lebih ketat, dan penegakan hukum yang konsisten untuk meningkatkan efektivitas kebijakan KTR di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Edukasi Pemulasaraan Jenazah ODHA sebagai Aksi Sosial Mengikis Stigma melalui Pelibatan Komunitas ODHA dan Non-ODHA Maharsi, Eri Dian; Trisiswati, Maya; Basbeth, Feryal; Arsyad, M.
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.380

Abstract

Latar belakang: Stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih kuat di masyarakat, bahkan setelah kematian. Salah satu bentuk stigma yang persisten adalah ketakutan berlebihan terhadap penularan HIV dari jenazah ODHA, yang berdampak pada perlakuan diskriminatif dalam proses pemulasaraan. Padahal, secara ilmiah HIV tidak dapat bertahan lama setelah kematian dan tidak menular melalui sentuhan biasa. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta, khususnya ODHA, mengenai prosedur pemulasaraan jenazah yang aman, serta mengurangi stigma melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk edukasi interaktif pada 29 peserta (18 ODHA dan 11 non-ODHA) menggunakan media audiovisual dan praktik langsung. Efektivitas kegiatan dievaluasi melalui pre-test dan post-test pada kelompok ODHA, dan dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil: Terdapat peningkatan skor pengetahuan secara signifikan dari pre-test (mean = 4,44) ke post-test (mean = 5,22) dengan hasil uji t(17) = 4,08; p = 0,00078. Motivasi peserta beragam, didominasi oleh solidaritas, keingintahuan, dan dorongan religius. Partisipasi aktif menunjukkan efektivitas pendekatan yang digunakan. Kesimpulan: Edukasi pemulasaraan jenazah ODHA terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan mengurangi stigma berbasis miskonsepsi. Program ini relevan untuk direplikasi secara lebih luas dalam rangka membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berbasis empati terhadap ODHA.
Pengaruh Penyakit Hipertensi dan Jantung Terhadap Derajat Keparahan Pasien Covid 19 Di RSUP Persahabatan Periode April - September 2021 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Ega N. P. Y, Syachrah; Riliani M.Biomed, Marisa; Arsyad, M.; Syafiq, Muhammad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 12 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i12.492

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dari famili Coronaviridae. Penyakit ini sudah mendunia dan dinyatakan sebagai pandemi yang telah menyebabkan keresahan di lebih dari 200 negara dengan kasus yang meningkat setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komorbid hipertensi dan penyakit jantung dengan derajat keparahan pasien COVID-19 di RSUP Persahabatan periode April – September 2021 dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif analitik. Penelitian dilakukan dengan mengambil data dari rekam medis dari RSUP Persahabatan. Sampel ditetapkan dengan cara purposive sampling yang kemudian dihitung dengan rumus slovin. Pada penelitian didapatkan bahwa pasien COVID-19 paling banyak (58%) berjenis kelamin pria. Sebanyak 41 pasien (41%) berusia 51 – 60 tahun. Pasien dengan komorbid hipertensi dan/atau penyakit jantung paling banyak (46%). Terdapat hubungan antara pasien dengan komorbid hipertensi dan/atau penyakit jantung terhadap derajat keparahan COVID-19 yang dialaminya. Manusia harus bersabar karena musibah adalah cara Allah meningkatkan derajatnya
Pengaruh Penyakit Penyerta Asma dan PPOK Terhadap Derajat Keparahan Pasien Covid-19 Di Rsup Persahabatan Periode April 2021 - Agustus 2021 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Kirana Anggarani, Sekar; Riliani, Marisa; Arsyad, M.; Antariksa, Budhi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 12 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i12.493

Abstract

Virus corona pada manusia atau sindrom pernafasan akut parah coronavirus 2 (SARS-CoV-2), pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Sejak saat itu, virus corona menyebar ke seluruh dunia. SARS-CoV-2 telah menginfeksi manusia dari semua kelompok masyarakat dan menyebar luas dalam tingkat yang mengkhawatirkan. Faktor risiko tepapar COVID-19 meliputi kondisi kesehatan atau komorbiditas yang menyertainya yang akan mengakibatkan perkembangan penyakit yang semakin cepat dan parah, seringkali bahkan menyebabkan kematian. Salah satu penyakit penyerta COVID-19 yang ditemukan di beberapa orang adalah asma dan PPOK. Dalam islam sudah diajarkan bagaimana caranya mencegah tertular dan mencegah menularkannya ke orang sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui pengaruh antara penyakit penyerta asma dan PPOK dengan derajat keparahan pasien COVID-19 di RSUP Persahabatan periode April 2021-Agustus 2021 dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian dilakukan dengan cara mengambil data dari rekam medis dari RSUP Persahabatan. Sampel ditetapkan dengan cara saturation sampling yang kemudian ditetapkan besar sampel yang diambil dengan total quota sampling. Data dianalisis menggunakan lima tahapan, yaitu editing, coding, entry, cleaning, saving dan penarikan kesimpulan menggunakan uji chi square. Pada penelitian didapatkan bahwa pasien COVID-19 paling banyak (64,7%) berjenis kelamin wanita. Sebanyak 12 pasien (70,5%) berusia > 50 tahun. Pasien dengan penyakit penyerta asma paling banyak mengidap COVID-19 dengan derajat keparahan berat, terdapat 6 pasien (35,3%) dan hanya 1 pasien yang meninggal (5,9%). Sedangkan pasien dengan penyakit penyerta PPOK paling banyak mengidap COVID-19 dengan derajat keparahan berat, terdapat 3 pasien (17,6%).
Pelatihan Hidroponik sebagai Pendukung Optimalisasi Kemandirian Pangan Keluarga di Lingkungan Lahan Basah Ruwaida, Ulya; Fransisca Aurora, Zevira; Putra, Aminuddin Prahatama; Ajizah, Aulia; Arsyad, M.; Rezeki, Amalia; Amintarti, Sri; Mahrudin, Mahrudin; Riefani, Maulana Khalid; Utami, Nurul Hidayati; Aulia, Nurul
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20014

Abstract

Background: Lingkungan lahan basah memiliki tingkat kemasaman rendah yang menyebabkan sayuran sulit tumbuh. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang budidaya hidroponik sehingga menciptakan efek keberlanjutan yang bermanfaat baik bagi individu maupun keluarga. Tujuan pelatihan ini yaitu optimalisasi kemandirian pangan keluarga, serta mendukung keberlanjutan ekonomi peserta melalui hidroponik. Metode: Kegiatan pelatihan dilakukan melalui metode pendidikan masyarakat dengan pendekatan partisipatif dan edukatif pada mahasiswa Pendidikan Biologi. Selain itu, pelatihan ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi pangan mandiri. Hasil: Produksi berbagai bahan pangan, khususnya sayur dan buah secara mandiri serta pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kebutuhan gizi keluarga sangat diperlukan guna mencegah penyakit. Kegiatan pelatihan hidroponik skala rumah tangga untuk lingkungan lahan basah di Kalimantan Selatan terbukti terlaksana dengan baik. Kesimpulan: Pelatihan terbukti efektif meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan keterampilan mahasiswa terhadap alternatif kemandirian pangan skala rumah tangga.
GrowLab: The effect of augmented reality-based learning on secondary school students’ critical thinking skills in plant structure instruction Lidiastuti, Arinda Eka; Priyanti, Novie Ary; Arsyad, M.; Shobirin, Achmad
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 10 No. 02 (2025): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v10i02.2155

Abstract

Plant growth is fundamental to understanding biological systems, particularly at the secondary school level. Learning about plant structure is a crucial component of biology education; however, many students find this topic challenging because it is often perceived as abstract. Augmented Reality (AR) technology offers an opportunity to enhance learning experiences by enabling interactive three-dimensional visualizations of plant structures. This study investigates the effect of AR-based GrowLab learning on students’ critical thinking skills in the context of plant structure instruction. A quasi-experimental design was employed involving 142 Grade XII secondary school students in Malang. Critical thinking skills were assessed using essay-based test instruments. Data were analyzed using an ANCOVA test with SPSS version 29. The results indicated that AR-based GrowLab learning had a significant effect on students’ critical thinking skills in teaching plant structure (sig < 0.05). The study concludes that AR positively affected learning, particularly in understanding plant growth and structure. Furthermore, the findings suggest that augmented reality should be integrated with pedagogical approaches such as problem-based learning (PBL) to maximize its effectiveness in enhancing students’ critical thinking skills.
Efektivitas Progesteron Dalam Mengembalikan Siklus Menstruasi Pada Penderita Polycystic Ovary Syndrome (Pcos) Serta Tinjauannya Dalam Pandangan Islam Dewi, Latifah Ratna; Maulina, Fita; Arsyad, M.; Sari, Siti Maulidya; Anshar, Muh. Fazlurrahman
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63613

Abstract

Polycystic ovary syndrome (PCOS) can cause menstrual cycle disorders such as oligomenorrhea or amenorrhea, which can be treated with progesterone therapy. The choice of progesterone therapy depends on the patient's clinical condition, the effectiveness of the therapy, and potential side effects. This study aims to assess the effectiveness of progesterone in restoring menstrual cycles in PCOS sufferers. The research method was conducted through a survey using a Google Form distributed to members of the Indonesian PCOS Fighter community. Data included menstrual cycle changes, the type of progesterone used, dosage, duration of consumption, and factors influencing therapy effectiveness. Descriptive and bivariate analyses were used to assess the relationship between variables. The results showed that micronized progesterone was the most commonly used type, but the type of progesterone did not significantly affect therapy effectiveness. Most respondents required 4-6 months for menstrual cycle regularity, and progesterone dosage was not significantly associated with therapy effectiveness. Exercise and a high-protein, low-sugar diet were significantly associated with menstrual cycle regularity, while vitamin D consumption and a history of diabetes or obesity were not significantly associated. The study concluded that the effectiveness of progesterone therapy is more influenced by the patient's metabolic condition, endometrial response, and lifestyle quality. The use of progesterone hormone therapy is considered permissible in Islam as an effort to maintain women's health and fertility.