p-Index From 2021 - 2026
7.671
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Jurnal Sendratasik Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Grenek: Jurnal Seni Musik Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Etika Demokrasi Jurnal Basicedu Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia JURNAL PENA EDUKASI Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Academy of Education Journal Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Jurnal Pendidikan dan Konseling Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Jurnal Peduli Masyarakat Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Madani : Indonesian Journal of Civil Society Jurnal Scientia Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara KIDDO: Jurnal pendidikan Islam Anak Usia Dini Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Jurnal Pendidikan PKn LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Journal of Education Research Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Jurnal Mebang Journal Of Human And Education (JAHE) Cinematology Journal Anthology of Film and Television Studies Indonesian Journal Of Educational Research and Review Jurnal Basicedu Innovative: Journal Of Social Science Research Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education TACET Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN PEMBUATAN RUMAH PRODUKSI SILOTUANG BERBASIS VIRTUAL STUDIO TECHNOLOGY DI BENGKAYANG Putra, Zakarias Aria Widyatama; Aditya, Mega Cantik Putri; Romadoni, Muhammad; Finsen, Finsen; Trisnawati, Trisnawati; Dewantara, Jagad Aditya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35192

Abstract

Abstrak: Sanggar Gawia Sowa’ merupakan sanggar yang bergerak di bidang seni pertunjukan tradisional khususnya Silotuang. Permasalahan pihak mitra adalah pada aspek manajemen yakni belum memahami tata kelola rumah produksi Silotuang berbasis Virtual Studio Technology dan aspek sosial kemasyarakatan yakni belum memahami manajemen kelompok seni yang mandiri, efektif dan efisien. Oleh karena itu, pihak tim menawarkan solusi dengan materi rumah produksi alat musik tradisoinal Silotuang berbasis Virtual Studio Technology. Tujuannya adalah melakukan pemberdayaan langsung kepada pihak sanggar dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk membuat rumah produksi Silotuang secara mandiri, efektif, dan berbasis teknologi. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi. Peserta dari anggota sanggar adalah 10 orang dengan evaluasi berupa pengisian post dan pre test, pembuatan iringan musik dan pembuatan Silotuang. Hasilnya adalah 10 peserta sanggar mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan secara langsung yakni memahami pembuatan rumah produski Silotuang berbasis Virtual Studio Technology dibuktikan dengan peningkatan nilai keterpahaman dari 80 ke 90, 5 iringan musik Silotuang, dan 3 alat musik Silotuang.Abstract: Sanggar Gawia Sowa' is an art studio engaged in traditional performing arts, particularly Silotuang. The partner's problems lie in the areas of management, namely a lack of understanding of Silotuang production house management based on Virtual Studio Technology, and social aspects, namely a lack of understanding of independent, effective, and efficient arts group management. Therefore, the team offers a solution in the form of a Silotuang traditional musical instrument production house based on Virtual Studio Technology. The aim is to directly empower the studio in improving their knowledge and skills to create a Silotuang production house independently, effectively, and based on technology. The methods used are socialization, training, and technology application. There were 10 participants from the studio, and the evaluation consisted of pre- and post-tests, the creation of musical accompaniments, and the creation of Silotuang instruments. The results showed that the 10 studio participants experienced a direct increase in knowledge and skills, namely an understanding of how to create a Silotuang production house based on Virtual Studio Technology, as evidenced by an increase in comprehension scores from 80 to 90, 5 Silotuang musical accompaniments, and 3 Silotuang musical instruments.
Pelatihan Aransemen Musik Bagi Siswa SMA di Kota Pontianak untuk Meningkatkan Kompetensi Seni Ghozali, Imam; Djau, Nurmilasari; Sagala, Mastri Dihita; Grandena, Egi Putri; Widyatama Putra, Zakarias Aria; Muniir, Asfar; Silaban, Chiristianly Yery
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7706

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kreativitas aransemen musik peserta didik SMA sederajat di Kota Pontianak dan sekitarnya. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari fenomena maraknya festival musik antar pelajar di Pontianak yang menuntut peserta didik untuk menampilkan karya musik dengan aransemen yang orisinal dan menarik, namun materi pembelajaran aransemen musik di sekolah masih terbatas pada teori dasar dan waktu praktik yang singkat. Berdasarkan kondisi tersebut, tim pelaksana melaksanakan kegiatan pelatihan aransemen musik bagi peserta didik SMA sebagai upaya pemberdayaan keterampilan seni dan pengembangan kreativitas musikal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi teori dasar aransemen, demonstrasi teknik aransemen sederhana, serta praktik langsung pembuatan aransemen dengan bimbingan instruktur. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta dari beberapa SMA di Kota Pontianak dan sekitarnya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan mereka dalam mengolah elemen-elemen musik seperti melodi, harmoni, ritme, dan progresi akor menjadi karya aransemen sederhana. Selain menghasilkan karya musik, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran seni budaya di sekolah serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan kreativitas generasi muda di bidang seni musik.
Music practice assessment by cultural arts teachers in Bengkayang junior high schools: A qualitative study Ghozali, Imam; Putra, Zakarias Aria Widyatama; Silaban, Chiristianly Yery; Dewi, Vivi Ervina
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 6 No. 4 (2026): February 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v6i4.5518

Abstract

There is a notable research gap regarding effective strategies for music practice learning among cultural arts teachers in junior high schools, particularly in Bengkayang. This study addresses the urgent need to enhance the quality of arts education by investigating innovative approaches in music practice instruction. Employing a qualitative research design, the population comprised all cultural arts teachers at junior high schools throughout Bengkayang Regency. Purposive sampling was used to select participants actively engaged in music practice teaching. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, utilizing interview guides, observation sheets, and supporting documents as research instruments. The findings reveal that teachers face significant challenges, such as limited facilities and time constraints, yet demonstrate novelty in their adaptive strategies that leverage local wisdom—an aspect seldom explored in prior studies. It is explicitly recommended that schools and local authorities improve infrastructure, provide regular professional development, and formulate supportive policies to optimize music practice learning. These results are expected to inform both local and national policy development for contextual arts education.