p-Index From 2021 - 2026
7.885
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Jurnal Sendratasik Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Grenek: Jurnal Seni Musik Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Etika Demokrasi Jurnal Basicedu Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia JURNAL PENA EDUKASI Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Academy of Education Journal Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Jurnal Pendidikan dan Konseling Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Jurnal Peduli Masyarakat Madani : Indonesian Journal of Civil Society Jurnal Scientia Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara KIDDO: Jurnal pendidikan Islam Anak Usia Dini Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Jurnal Pendidikan PKn LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Journal of Education Research Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Jurnal Mebang Journal Of Human And Education (JAHE) Cinematology Journal Anthology of Film and Television Studies Indonesian Journal Of Educational Research and Review Jurnal Basicedu Innovative: Journal Of Social Science Research Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education TACET Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Seni Musik Berbasis Game Online (Kajian Fenomenologis Pendidikan Common Ground) Zakarias Aria Widyatama Putra; Yudhistira Oscar Olendo
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 11 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v11i1.1430

Abstract

Abstract: Music learning in the 21st century combines the concepts of music theory and practice in the frame of creativity, critical thinking, collaboration, and communication, which are integrated in the digitalization era. It is necessary to investigate more deeply the learning of music in the digitalization era, especially online games, in terms of phenomena and literacy studies so that it can dismiss the negative stigma of the presence of online games on students. Various theories and research, such as literacy studies obtained as well as analyzing the phenomenon of learning music and online games, have an understanding that the construction of online games can be adapted into music teaching materials. It is hoped that the results of this phenomenon, that the music materials designed in online games can be adjusted at the education level (elementary, junior high, and high school) so that they can be remembered and increase the memory of music learning materials (common ground).  Keywords: common ground; music learning; online games  Abstrak: Pembelajaran seni musik di abad 21 menggabungkan konsep teori musik dan prak-tinya dalam bingkai kreativitas, berpikiri kritis, kolaborasi, dan komunikasi yang mana hal tersebut terintegrasi dalam era digitalisasi. Perlu diselediki lebih mendalam akan pembelajaran seni musik di era digitalisasi khususnya game online secara fenomena dan kajian literasinya, sehingga dapat menepis stigma negatif kehadiran game online pada peserta didik. Berbagai teori dan penelitian sebagai kajian literasi yang didapat serta analisis fenomena pembelajaran seni musik dan game online mendapatkan kesepahaman bahwa konstruksi game online dapat diadaptasi dalam materi ajar seni musik. Menjadi harapan akan hasil fenomena ini, bahwasanya materi-materi seni musik yang didesain dalam game online dapat disesuaikan pada jenjang pendidikan (SD, SMP, dan SMA) sehingga dapat dikenang dan meningkatkan daya ingat akan materi pembelajaran seni musik (common ground). Kata kunci: common ground; game online; pembelajaran seni musik
PELATIHAN KETERAMPILAN PENCIPTAAN TARI KREASI UNTUK SISWA SMA DI KOTA PONTIANAK Aline rizky Satrianingsih; Regaria Tindarika; Mega cantik Putri Aditya; Ismunandar; Dwi Oktariani; Imma Fretisari; Nurmila Sari Djau; Imam Ghozali; Zakarias Aria Widyatama Putra; Mastri Dihita Sagala; Egi Putri Grandena; Asfar Muniir; Chiristianly Yerry Silaban; Yudhistira Oscar Olendo
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 06 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pelatihan penciptaan tari ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keterampilan kreatif peserta didik SMA di Kota Pontianak dalam mencipta karya tari kreasi yang berakar pada budaya lokal. Kegiatan dirancang dengan pendekatan partisipatif berbasis praktik kreatif, yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan program dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu persiapan dan koordinasi dengan sekolah mitra, pelatihan dan eksplorasi gerak, penggarapan karya secara kolaboratif, serta pementasan dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 30 siswa dan 2 guru serta mahasiswa sebagai pendamping proses penciptaan para peserta didik dari SMA di Kota Pontianak dan sekitarnya. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan eksplorasi gerak siswa, dari kondisi awal sekitar 30% menjadi 85% setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, seluruh peserta menunjukkan peningkatan keberanian tampil yang ditandai dengan partisipasi aktif dalam pementasan akhir, serta 90% peserta menyatakan pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai budaya lokal sebagai sumber inspirasi penciptaan tari. Luaran kegiatan berupa lima karya tari kreasi tematik, modul pelatihan singkat, dan dokumentasi audiovisual dimanfaatkan oleh guru sebagai bahan ajar pendukung pembelajaran seni tari. Program ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah serta berpotensi dikembangkan sebagai model pembelajaran seni berbasis budaya lokal di tingkat sekolah menengah.
Music practice assessment by cultural arts teachers in Bengkayang junior high schools: A qualitative study Imam Ghozali; Zakarias Aria Widyatama Putra; Chiristianly Yery Silaban; Vivi Ervina Dewi
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 6 No. 4 (2026): February 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v6i4.5518

Abstract

There is a notable research gap regarding effective strategies for music practice learning among cultural arts teachers in junior high schools, particularly in Bengkayang. This study addresses the urgent need to enhance the quality of arts education by investigating innovative approaches in music practice instruction. Employing a qualitative research design, the population comprised all cultural arts teachers at junior high schools throughout Bengkayang Regency. Purposive sampling was used to select participants actively engaged in music practice teaching. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, utilizing interview guides, observation sheets, and supporting documents as research instruments. The findings reveal that teachers face significant challenges, such as limited facilities and time constraints, yet demonstrate novelty in their adaptive strategies that leverage local wisdom—an aspect seldom explored in prior studies. It is explicitly recommended that schools and local authorities improve infrastructure, provide regular professional development, and formulate supportive policies to optimize music practice learning. These results are expected to inform both local and national policy development for contextual arts education.
PEMBERDAYAAN PEMBUATAN RUMAH PRODUKSI SILOTUANG BERBASIS VIRTUAL STUDIO TECHNOLOGY DI BENGKAYANG Zakarias Aria Widyatama Putra; Mega Cantik Putri Aditya; Muhammad Romadoni; Finsen Finsen; Trisnawati Trisnawati; Jagad Aditya Dewantara
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35192

Abstract

Abstrak: Sanggar Gawia Sowa’ merupakan sanggar yang bergerak di bidang seni pertunjukan tradisional khususnya Silotuang. Permasalahan pihak mitra adalah pada aspek manajemen yakni belum memahami tata kelola rumah produksi Silotuang berbasis Virtual Studio Technology dan aspek sosial kemasyarakatan yakni belum memahami manajemen kelompok seni yang mandiri, efektif dan efisien. Oleh karena itu, pihak tim menawarkan solusi dengan materi rumah produksi alat musik tradisoinal Silotuang berbasis Virtual Studio Technology. Tujuannya adalah melakukan pemberdayaan langsung kepada pihak sanggar dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk membuat rumah produksi Silotuang secara mandiri, efektif, dan berbasis teknologi. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi. Peserta dari anggota sanggar adalah 10 orang dengan evaluasi berupa pengisian post dan pre test, pembuatan iringan musik dan pembuatan Silotuang. Hasilnya adalah 10 peserta sanggar mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan secara langsung yakni memahami pembuatan rumah produski Silotuang berbasis Virtual Studio Technology dibuktikan dengan peningkatan nilai keterpahaman dari 80 ke 90, 5 iringan musik Silotuang, dan 3 alat musik Silotuang.Abstract: Sanggar Gawia Sowa' is an art studio engaged in traditional performing arts, particularly Silotuang. The partner's problems lie in the areas of management, namely a lack of understanding of Silotuang production house management based on Virtual Studio Technology, and social aspects, namely a lack of understanding of independent, effective, and efficient arts group management. Therefore, the team offers a solution in the form of a Silotuang traditional musical instrument production house based on Virtual Studio Technology. The aim is to directly empower the studio in improving their knowledge and skills to create a Silotuang production house independently, effectively, and based on technology. The methods used are socialization, training, and technology application. There were 10 participants from the studio, and the evaluation consisted of pre- and post-tests, the creation of musical accompaniments, and the creation of Silotuang instruments. The results showed that the 10 studio participants experienced a direct increase in knowledge and skills, namely an understanding of how to create a Silotuang production house based on Virtual Studio Technology, as evidenced by an increase in comprehension scores from 80 to 90, 5 Silotuang musical accompaniments, and 3 Silotuang musical instruments.