Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Usaha Donat Singkong di Kampung Cahaya Setiabudi, Jakarta Selatan Maksum, Asep; Arsyad, Aisyah; Amarasuli, Diaz; Permana, Adli Faritz Muzakki
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 6, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v6i1.2696

Abstract

Ibu-ibu di Kampung Cahaya, Jakarta merupakan kaum marginal yang tidak mempunyai penghasilan tetap dan rentan terhadap kemiskinan. Lokasi Kampung Cahaya berada di sekitar perkantoran Kasablanka dengan banyak karyawan yang membutuhkan makanan untuk jajanan atau cemilan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Ibu-Ibu Kampung Cahaya dengan melatih pembuatan, pemasaran dan analisis usaha donat singkong. Inovasi dalam bahan baku pembuatan produk donat telah banyak dilakukan oleh masyarakat. Singkong adalah jenis tumbuhan umbi-umbian yang banyak dijual di pasar daerah Jakarta. Pengolahan donat dari singkong merupakan inovasi produk sebagai bahan pengganti tepung terigu yang mengandung gluten. Usaha donat berbahan singkong masih jarang dilakukan oleh para usaha sejenis dalam makanan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melalui sosialisasi produk donat singkong dan potensi usahanya. Selain itu dilakukan pelatihan pembuatan produk, dan teknik pemasaran melalui Whatsapp, serta pendampingan dalam usaha donat. Hasil yang didapatkan kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat bagi Ibu-Ibu untuk membuat usaha donat singkong secara berkelanjutan dengan sistem pre-order dari warga sekitar.Kata kunci: Donat Singkong, Teknik Pengolahan Singkong, Analisis Usaha. 
TAFSIR SUNNI: SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA Khumaidi Ali, Muh.; Arsyad, Aisyah
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 6, No 2 (2021): AL-MUADDIB : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL DAN KEISLAMAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v6i2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  definisi tafsir mazhab, untuk mengetahui sejarah perkembangan tafsir mazhab Sunni, Untuk Mengetahui ontoh penafsiran tafsir mazhab Sunni. Hasil Penelitian Menunjukkan Tafsir mazhab Sunni adalah produk tafsir Al-Qur’an yang dihasilkan oleh kelompok yang disebut dengan ahl al-sunnah wa al-jama’ah  yang tergabung dalam pola teologis dan fiqhi yakni Asy’ari-Maturidi dan Hanafi-Maliki-Syafi’i-Hanbali.  Metode dan corak tafsir Sunni yang berkembang di masa lalu (dimulai pada abad kedua Hijriah) selalu mewarnai tafsir yang lahir kemudian (modern / abad keempat belas hingga hari ini), di samping kemungkinan-kemungkinan yang mengiringi untuk melahirkan dan menambahkan corak baru. Contoh tafsir yang ada memperlihatkan bahwa tafsir Sunni senantiasa berusaha menghindari mengalihkan khat}ib mukhat}ab suatu ayat. Khusus mengenai perbandingannya dengan faham Mu’tazilah, tafsir Sunni berpegang pada faham Asy’ariah yang menyerahkan urusan hidayah kepada Allah swt.
Unifikasi Bacaan Al-Qur’an: Analisis Historis terhadap Kebijakan Mushaf Usmani dan Implikasinya bagi Pluralitas Qira’at Ruddin, Nurul Istianah; Basri, Halimah; Arsyad, Aisyah
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18234026

Abstract

This study historically analyzes the policy of unifying the recitation of the Qur'an through the Mushaf Usmani, which became the global standard in the Islamic world. Focusing on the historical context of the era of Caliph Uthman bin Affan, this study explores how this policy aimed to maintain the unity of Muslims, but had implications for the standardization of qira'at authority. Through historical analysis and literature review, this article finds that this unification, while effective in preventing division, marginalized other qira'at, such as those known as qira'ah sab'ah. The implications include contemporary debates on the diversity of readings and efforts to revitalize plurality in Islamic education. The results of this study show that the policy of unifying the Usmani mushaf aimed to maintain the unity of the ummah by limiting the authority of Qur'anic readings, so that the recognized plurality of readings no longer included all early variations, but only qira'at that met certain legitimacy criteria.