Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Masalah Kesehatan Lingkungan pada Matakuliah Praktikum Pengendalian Vektor dan Rodent dengan Memanfaatkan Sistem Pengelolaan Pembelajaran (SIPEJAR) Muhammad Al-Irsyad; Mika Vernicia Humairo; Aditya Yudha Pratama; Erica Ardhana Fathimah Azzahra; Naufal Faizul Rafi; Febrianty Quratul Aini; Hani Constantia; Rosiana Fadilatul Aini
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 13 No. 4 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i4.1264

Abstract

Keterbatasan bahan ajar yang diintegrasikan dengan SIPEJAR sebagai Learning Management System (LMS) pada matakuliah Praktikum Pengendalian Vektor dan Rodent di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas, Universitas Negeri Malang dinilai masih kurang menunjang perkuliahan praktikum selama ini yang hanya digunakan sebagai pengumpulan laporan praktikum dan pelaksanaan ujian. Keterbatasan tersebut dinilai belum secara optimal menunjang proses pembelajaran mahasiswa dan kurang mempresentasikan digitalisasi serta kemajuan teknologi informasi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital yang berbasis pada masalah kesehatan lingkungan dengan memanfaatkan SIPEJAR berupa e-modul, video penjelasan, motion grafis, infografis, audio, assessment tools serta slide presentasi. Penelitian ini diharapkan menghasilkan bahan ajar digital yang diintegrasikan di SIPEJAR untuk memudahkan dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Praktikum Pengendalian Vektor dan Rodent. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian (Research and Development). Teknik analisis data menggunakan presentase kelayakan bahan ajar dilihat dari validitas yang dilakukan oleh ahli media dan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar dikategorikan “sangat layak dan baik” berdasarkan presentase penilaian ahli media sebesar 80,3% (layak dan baik) dan penilaian ahli pembelajaran sebesar 82,1% (sangat layak dan baik).
Food Chemical Quality Assessment : Food and Beverages Products Case Study in Malang City Mika Vernicia Humairo; Alfian Ihza Mahendra; Caroline Renee Lesmana P; Jihan Alfin Salsabilla; Nadya Nurhikmah; Yudha Eka Pratama
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i2.2708

Abstract

Food safety is the urgency behind testing preservatives, colorants, and sweeteners in snacks and measuring heavy metal levels in marine animals in maintaining public health and ensuring the quality of food consumed. The purpose of conducting food quality testing practicum is to determine the presence or absence of harmful additives that have an impact on health. This research is a descriptive study using a qualitative method using a reagent test kit for the substances to be tested. The results obtained were 5 food samples containing formalin and 1 beverage sample containing cyclamate. In addition to the hazardous food additives test, heavy metal content tests were also conducted on marine animals. The results showed that 6 samples contained lead and 2 food samples contained mercury. All ingredients or substances tested in this study, namely Borax, Formalin, Arsenic (As), Rodhamin B, Methyl Yellow, Saccharin, Cyclamate, Aspartame, Lead (Pb), and Mercury (Hg) are substances that are harmful to health especially if consumed in excessive amounts. Findings from the study indicate that there are still food producers who use hazardous food additives such as preservatives, dyes, and sweeteners in snacks. In addition to food additives, food safety can also be affected by the environment, such as the heavy metal content in seafood
Pengembangan biodegradable packing foam dari limbah tongkol jagung dan pelepah pisang sebagai alternatif kemasan berkelanjutan Novitasari, Zahra Rizki; Maulidya, Nalaina Izzaty; Humairo, Mika Vernicia
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9 (edisi khusus konference)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1951

Abstract

Background: Indonesia's waste continues to grow and will reach 70 million tons by 2023. The e-commerce sector is a major contributor to plastic waste, with 96% of its packaging made from plastic, such as foam. Corncob and banana stem waste have the potential to be environmentally friendly alternatives for foam packaging due to their high cellulose content of 26.81% and 83.3%, respectively. Purpose: To develop biodegradable foam packaging made from corncob and banana stem waste as an environmentally friendly packaging alternative. Method: The study used a Research and Development (R&D) model using the 4D approach (define, design, develop, and disseminate). Results: Expert validation demonstrated product feasibility with an average score of 4.5 for durability, elasticity, and density, and a score of 5.0 for physical structure. Secondary packaging validation also demonstrated excellent results, with scores for attractiveness of 4.5; color contrast of 5.0; product protection of 5.0; and sturdiness of 4.5. These results indicate that biodegradable packing foam has the potential to replace conventional foam, offering characteristics that support product protection and are more environmentally friendly. In addition to its functional potential, this product also offers broad market opportunities through strategic partnerships. Conclusion: The use of biodegradable packing foam is expected to reduce plastic waste, support sustainable waste management efforts, and contribute to achieving SDG 12 on responsible consumption and production.   Keywords: Banana Stems; Biodegradable Packing Foam; Corn Cobs; Sustainable Packaging; Waste.   Background: Tumpukan sampah di Indonesia terus meningkat dan mencapai 70 juta ton pada 2023. Sektor e-commerce menjadi penyumbang besar sampah plastik, dengan 96% kemasannya berbahan plastik seperti foam. Limbah tongkol jagung dan pelepah pisang berpotensi menjadi alternatif packing foam ramah lingkungan karena kandungan selulosanya yang tinggi masing-masing 26,81% dan 83,3%. Tujuan: Untuk mengembangkan biodegradable packing foam berbahan dasar limbah tongkol jagung dan pelepah pisang sebagai alternatif kemasan yang ramah lingkungan. Metode: Penelitian dengan model Research and Development (R&D) menggunakan pendekatan 4D (define, design, develop, dan disseminate). Hasil: Validasi ahli menunjukkan kelayakan produk dengan rata-rata skor 4.5 pada aspek daya tahan, elastisitas, dan kepadatan serta skor 5.0 pada struktur fisik. Validasi kemasan sekunder juga menunjukkan hasil sangat baik dengan nilai daya tarik 4.5; kontras warna 5.0; kemampuan melindungi produk 5.0; dan kekokohan 4.5. Hasil ini menunjukkan bahwa biodegradable packing foam berpotensi menggantikan foam konvensional dengan karakteristik yang mendukung perlindungan barang dan lebih ramah lingkungan. Selain potensi fungsionalnya, produk ini juga memiliki peluang pasar yang luas melalui kemitraan strategis. Simpulan: Penerapan penggunaan biodegradable packing foam diharapkan dapat mengurangi sampah plastik, mendukung upaya pengelolaan sampah berkelanjutan, dan berkontribusi terhadap pencapaian SDGs poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.   Kata Kunci: Biodegradable Packing Foam; Kemasan Berkelanjutan; Limbah; Pelepah Pisang; Tongkol Jagung.
Inovasi biofon sebagai upaya pemanfaatan limbah lindi tempat pembuangan akhir (TPA) dan molase menjadi rehabilitator tanah Humairo, Mika Vernicia; Nizar, Qonita Qotrunnada; Novitasari, Zahra Rizki; Safira, Revina
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9 (edisi khusus konference)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1986

Abstract

Background: The problem of organic waste in landfills, particularly in Malang City, remains a serious challenge in maintaining environmental quality and public health. The volume of waste in Malang City reaches 778.38 tons per day, and it remains unprocessed. The decomposing organic waste produces leachate, which contains hazardous pollutants but also has the potential to be a source of nutrients. Purpose: To develop biophones as an effort to utilize landfill leachate and molasses as a soil rehabilitator. Method: A laboratory experiment was conducted by mixing leachate, molasses, and EM4, which were fermented for 21 days. The resulting fermentation was then tested for nutrient content in the laboratory. Results: The organic carbon (0.89%), nitrogen (0.02%), potassium (0.10%), and pH (5.1) content did not meet the minimum standards for liquid organic fertilizer (POC), but they had considerable potential as soil amendments. The content of microelements, such as manganese (24 ppm), showed a contribution to soil quality. Conclusion: Biofon has the potential to improve soil chemical properties, particularly pH. Further development is recommended, including the addition of carbon-, nitrogen-, and phosphorus-rich materials, as well as application testing on various soil types to ensure its effectiveness and safety.   Keywords: Biofon; Final Disposal Site; Leachate; Molasses; Soil Rehabilitation.   Pendahuluan: Permasalahan sampah organik di Tempat Pembuangan Sampah (TPS), khususnya di Kota Malang masih menjadi tantangan serius dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Jumlah sampah di Kota Malang mencapai 778.38 ton per hari dan tidak terolah setiap harinya. Sampah organik yang membusuk menghasilkan cairan lindi (leachate) yang mengandung bahan pencemar berbahaya, namun juga memiliki potensi sebagai sumber unsur hara.  Tujuan: Untuk mengembangkan biofon sebagai upaya pemanfaatan limbah lindi tempat pembuangan akhir (TPA) dan molase menjadi rehabilitator tanah. Metode: Penelitian eksperimen laboratorium dengan mencampurkan lindi, molase, dan EM4, difermentasi selama 21 hari. Hasil fermentasi kemudian diuji kandungan unsur haranya di laboratorium.  Hasil: Kandungan C-organik (0.89%), nitrogen (0.02%), kalium (0.10%), dan pH (5.1) belum memenuhi standar minimal pupuk organik cair (POC), namun cukup potensial sebagai pembenah tanah. Kandungan unsur mikro seperti mangan (24 ppm) menunjukkan kontribusi terhadap kualitas tanah. Simpulan: Biofon berpotensi memperbaiki sifat kimia tanah, khususnya pH. Pengembangan lanjutan disarankan dengan penambahan bahan kaya karbon, nitrogen, dan fosfor, serta uji aplikatif pada berbagai jenis tanah untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.   Kata Kunci: Biofon; Limbah Lindi; Molase; Rehabilitator Tanah; Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Anthropometry Measurement Video Improve Knowledge of Cadres in Nganjuk City: A Single Group Pre-Post Test Design Study Farah Paramita; Mika Vernicia Humairo; Septa Katmawanti; Nohan Arum Romadlona; Selsa Tri Septiani; Aqila Pakerti Nastiti; Putri Nurika Dewi; Ardi Bastian; Dian Mustikawangi
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v10i12025p1-6

Abstract

High quality anthropometric measurements are important for nutritional assessment in children. In Indonesia, anthropometric measurement of children performed by caders in child center called posyandu as a child growth monitoring. However error measurements are found, especially on length or height measurement of children affecting presision and accuracy of data. This will lead to misinterpretation of child nutrition status. Education and training for cadres using media are important to improve their knowledge and skill related to anthropometric measurements. This study aimed to assess the effect of anthropometry measurement training using videos on Cadre’s knowledge. This study used one group pre-post test design with twenty cadres from Jekek and Mabung Village, Nganjuk City were recruited to this study. Intervention given to cadres was training using video anthropometry measurement. Knowledge score are measured before and after intervention. Statistical test was performed using paired t-test. The result of the study showed that there were significant different (p less than 0.05) of cadres’s knowledge score before (74.25 more or less than 7.48) and after training (78.75 more or less than 7.75). Anthropometric measurement training using video has effective in improving cadres knowledge of anthropometric measurement. Further study also needs to investigate skill improvement of anthropometric measurement for cadres.
Exploring Job Preferences among Final-Year Undergraduate Public Health Students in Indonesia Dian Mawarni; Nurhasmadiar Nandini; Anindya Hapsari; Tika Dwi Tama; Mika Vernicia Humairo
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v10i12025p79-88

Abstract

Although the number of public health graduates has rapidly increased, public health workforce scarcity remains challenging in Indonesia. Understanding job preferences among students majoring in health is essential for health workers in the future. The purpose of this study is to investigate undergraduate public health students’ stated preferences when choosing a workplace and occupations after graduation and to explore factors that are related to choices of employment. An online survey was carried out in June 2023. Respondents were asked questions that collected sociodemographic and academic characteristics and information related to their preferred workplace and occupation. Descriptive statistics were measured using frequencies and proportions, and analytic statistics were performed using the Chi-Square test. An alpha level of 0.05 was employed to determine significance. A total of 275 undergraduate public health students completed the questionnaire. Over fifty percent preferred government health agency as workplaces and public health professionals as occupations. Significant factors related to job preferences were categorized into individual characteristics and academic background. These findings predict the public health workforce shortages due to public health graduates experiencing difficulties finding jobs and entering work in government settings, so some decide to work outside the government.
Kolaborasi Edukasi Audiovisual dalam Pembentukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Peserta Didik TK Aisyiyah Busthanul Athfal 24 Laksana, Dian Puspitaningtyas; Humairo, Mika Vernicia; Al-Irsyad, Moh; Hidayah, Layla Shoinatul; Ulfa, Dinia Fahriza; Zahiro, Aisyah Althof Nur
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21430

Abstract

Pendahuluan: Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak usia dini merupakan langkah penting dalam membentuk karakter dan kemandirian anak. Anak TK berada pada tahap perkembangan di mana pembelajaran yang menyenangkan dan visual menjadi kunci untuk memahami nilai-nilai kesehatan. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan komprehensif PHBS pada peserta didik TK Aisyiyah Bustanul Athfal melalui media audiovisual. Metode: Partisipatif dan edukasi. Hasil: Peserta mampu mempraktikkan perilaku bersih dan sehat secara mandiri, sehingga mampu menjadi kebiasaan nyata dalam membentuk perilaku adaptif. Kesimpulan: Kolaborasi ini membuktikan bahwa edukasi yang dikemas secara kreatif dan sesuai usia mampu meningkatkan pemahaman peserta didik tentang PHBS dan memberikan inspirasi bagi guru dalam mengembangkan media pembelajaran kesehatan berbasis audiovisual yang mendukung pembiasaan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.
Co-Authors Adelia Marsha Zarreta Aditya Yudha Pratama Aditya Yudha Pratama Afni, Laura Fadilla Agung Kurniawan Agustina, Sevia Ahmadinda, Maura Ailsa Sahda Septi Cahyarani, Ailsa Sahda Septi Cahyarani Aisah, Hana Nur Aisyah, Putri Farah Al-Irsyad , Muhammad Al-Irsyad, Moh Alfian Ihza Mahendra Alhamid, Naziha Nazlah Ali , Annisa' Luthfiah Amanda, Dian Anatasya Eka Purwitasari, Anatasya Eka Purwitasari Anggraeni, Selvy Dwi Anindya Hapsari Anjelita, Bunga Destiana Aqila Pakerti Nastiti Ardi Bastian Ariani, Sherly Dewinta Augist, Rahma Nuril Aulia Rizqia Az Zahra Auliamanda, Nabila Luthfi Azizah, Elisa Lutfiyah Caroline Renee Lesmana P Dea Aflah Samah Dewi , Nur Azizah Puspita Dian Mawarni Dian Mustikawangi Dian Puspitaningtyas Dian Puspitaningtyas Laksana Dinarsih Rahayu Dini, Puspasari Meisya Diyana, Umay DZ, Fariza Anaqoh Erica Ardhana Fathimah Azzahra Erica Ardhana Fathimah Azzahra Eriskha Ayu Wardani Eriskha Ayu Wardani Etha Oktavia Puspita Dewi Fadila, Fairuz Zahra Nur Fauziah, Laili Indah Febiana, Viona Riska Febrianty Quratul Aini Febrianty Quratul Aini Febriyanti, Amanda Lintang Fikri, Insan Ahmad Gimida Nisahika Gita, Visia Luh Hani Constantia Hani Constantia Hanung Nurany Hera Aviyuni Hera Aviyuni Hidayah, Iftita Nurul Hidayah, Layla Shoinatul Ikhwanul Ihsan Armalid Ilham Budi Prasojo Jihan Alfin Salsabilla KARIMAH, AKHLAQUL Kriscahyanti, Sila Kurniawati, Kharisma Ayu Lintang Pakerti Esa Wahyu Aji Lorenza Arinda Saputri Lumitasari, herly Dia Maharsi, Hera Ratna Dwi Maulidia, Nalaina Izzaty Maulidya, Nalaina Izzaty Michael Kevin Widianto, Michael Kevin Widianto Muhammad Al-Irsyad Muhammad Ali Sodik Muhammad Rizkian Elsaputra Musyaffa, Hanif ahmad Nabila, Ananda Shafa Nadya Nurhikmah Nastiti, Jihan Pratika Naufal Faizul Rafi Naufal Faizul Rafi Naufalsyah Falah Muhammad Nida An-Khofiyya Nimas Dewi Aninatus Zahro Nita Sari Nizar, Qonita Qotrunnada Nohan Arum Romadlona Novianty, Della Novitasari, Zahra Rizki Nuraziizah, Nida'a Astie Nurhasmadiar Nandini Nurnaningsih Herya Ulfah, Nurnaningsih Herya Oktavia Sri Wahyuni Paramita, Farah Paramytha Magdalena Sukarno Putri Purwanti , Yuniar Setia Puspitaningtyas, Dian Putri Nurika Dewi Putri, Rizka Syawalena Wahyu Rahma Sarita, Fitria Nur Ramadani, Nataya Schartaofikea Ramadhan, Alfaka Ramadhani, Felissia Shandra Ramadhani, Nanda Ayu Ratih Anggraeni Ratih, Suci Puspita Ratysca, Evelyn Reny Mareta Sari Revalia Nafisa Zahra, Revalia Nafisa Zahra Reza Pahlevi Ristiawanda, Novita Rizal Hermawan, Muhammad Riansyah Rohaniah, Dina Rosiana Fadilatul Aini Rosiana Fadilatul Aini Russalam, Grevilla Deva Salsabela Sabrina, Alifah Tesha Nur Safira, Revina Safitri, Siti Salsabilla Salsabila, Jihan Alfin Saputri, Lorenza Arinda Sarto Selsa Tri Septiani Septa Katmawanti, Septa Soedjajadi Keman Tika Dwi Tama Ukik Agustina Ulfa, Dinia Fahriza Vivi Novianti Wiranto Wiranto Yudha Eka Pratama Yudhana, Affiandra Yunus, Ibad Maulana Zahiro, Aisyah Althof Nur Zariroh, Zirroh Alin ‘Aini, Melati Saharatu