Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Effectiveness of Massage Gun and Foam Roller Methods on Fatigue Recovery in Football Athletes Reza Pahlevi; Rusdiana , Agus; Haryono, Tono; Ikhwan Hidayat, Iwa; Kurniawan, Tian
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol. 7 No. 2 (2024): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/hon.v7i2.16339

Abstract

An athlete's performance in a match can be influenced by various factors, including physical condition and fatigue. Studies indicate that fatigue leads to decreased physical and technical performance in soccer players. This study aimed to compare the efficacy of using a massage gun versus a foam roller for fatigue recovery in football athletes. Employing an experimental pretest-posttest design, the study assessed the impact of massage guns (MG) and foam rollers (FR) on 8 football athletes. The research utilized a lactic acid level test with Accutrend Lactate. Results revealed a t value of 0.982 with a significance level (2-tailed) of 0.364, indicating no significant difference between the two recovery methods in reducing fatigue levels among football athletes. Furthermore, the paired sample test showed a significance level (2-tailed) of 0.004 for the foam roller group and 0.006 for the massage gun group, both below 0.05. Consequently, the study concludes that foam rollers are more effective than massage guns in alleviating fatigue in football athletes.  
Analisis Kinematik Tendangan T Pencak Silat Melalui Prosedur Kelelahan: Analisis 2D Pratiwi, Hawa Delia; Rusdiana, Agus; Imanudin, Iman; Badruzaman, Badruzaman; Hidayat, Iwa Ikhwan; Hardwis, Syam; Haryono, Tono; Umaran, Unun; Kurniawan, Tian; Ugelta, Surdiniaty
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v5i1.2637

Abstract

Teknik tendangan T Pencak Silat merupakan salah satu teknik serangan yang dijadikan gaya andalan dalam bertarung. oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk menganalisis perubahan parameter kinematica tendangan T sebelum dan sesudah kelelahan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan bentuk deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu 12 atlet pencak silat di SMAN 1 Katapang, Atlet diberikan treatment test bosco yaitu, drop jump, counter movement jump dan squat jump masing-masing selama 60 detik. Pengambilan data menggunakan kamera go-pro, kemudian untuk analisis video menggunakan software kinovea dan skill spector, lalu analisis data menggunakan spss versi 26.0, uji perbandingan menggunakan paired T-Test. Terdapat 4 paramter yang dianalisis yaitu, knee joint degree, hip Joint degree, knee joint angular velocity, hip Joint angular velocity. Dari pengukuran yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa kelelahan akan mempengaruhi sudut tendangan dan kecepatan tendangan, hal tersebut terlihat dari hasil yang didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada fase kuda kuda besar sudut lutut p-0.022, besar sudut lutut pada fase ancang-ancang p-0.033, kemudian pada fase impact sudut hip abduction dominan p-0.021 dan hip abduction non dominan p-0.020, kecepetan sudut lutut pada posisi ancang – ancang p-0.013 dan kecepatan sudut lutut pada fase impact p-0.039. Sedangkan tidak terdapat perbedaan yang siginifikan pada sudut panggul fase kuda-kuda, ancang-ancang , dan kecepatan sudut panggul pada fase ancang-ancang.
Pengaruh Kelelahan Otot Tungkai Terhadap Biomekanika Pendaratan Pada Atlet Bola Voli Finnasih; Rusdiana, Agus; Ikhwan Hidayat, Iwa; Kurniawan, Tian; Haryono, Tono
Jurnal Muara Olahraga Vol 7 No 1 (2024): JURNAL MUARA OLAHRAGA
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jmo.v7i1.2668

Abstract

This study aims to analyze the impact of lower body fatigue on landing biomechanics in volleyball athletes, focusing on knee flexion angle, valgus/varus deviation angle, and the relationship between center of gravity (CG) and ground reaction force (GRF). A quantitative approach with a pretest-posttest design was employed. Thirteen volleyball athletes from the University’s sports club participated as samples. Biomechanical data were collected using cameras, force plates, and motion analysis software. Fatigue was induced through the Bosco test, and lactate levels were measured to confirm fatigue. The results showed that lower body fatigue significantly affected knee flexion angle (p = 0.003), while valgus/varus deviation angle (p = 0.540) and average CG-GRF (p > 0.05) showed no significant differences before and after fatigue. A negative and insignificant correlation was found between CG and GRF both before (r = -0.041, p = 0.893) and after fatigue (r = 0.098, p = 0.751). This study highlights the importance of neuromuscular training and lower body strengthening to reduce knee injury risks in volleyball athletes. Further research with more diverse protocols is needed to better understand these biomechanical mechanisms. 
Perbandingan Kemampuan Fisik (Max Power & Average Power) Antara Track Sprint dan Endurance Sprint Yunika, Gita Widya; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan; Haryono, Tono; Imanudin, Iman; Syahid, Angga M; Kurniawan, Tian
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Special Issue: Management in Education
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan fisik (max power & averange power) antara track sprint dan endurance sprint pada atlet balap sepeda. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Sampel penelitian ini yaitu atlet balap sepeda Indonesia. Instrument yang digunakan yaitu alat Wattbike untuk menghitung Max Power dan Heart Rate Monitor untuk menghitung Heart Rate. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji One Way Anova dan uji Independent Sampel t Tes. Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada vo2max dan max hr dengan p-value 0.063, sedangkan pada peak power terdapat perbedaan antara atlet sprint dan edurance dengan nilai signifikansi p-value 0.043 (6 second), 0.014 (4 menit) dan pada avg power terdapat p-value sebesar 0.000 (6 second) dan 0.032 (4 menit). Dengan demikian atlet sprint memiliki power yang lebih tinggi dibandingkan atlet endurance pada 6 detik peak power test namun pada 4 menit peak power test atlet endurance memiliki power lebih tinggi. Dari hasil penelitian ini diharapkan pelatih mampu membuat program latihan sesuai dengan karakteristik atau kebutuhan kategorinya.
Identifikasi Bakat Atlet Renang Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process Dwi Hidayat, Irman; Rusdiana, Agus; Ikhwan Hidayat, Iwa; M Syahid, Angga; Haryono, Tono; Kurniawan, Tian
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 5 No 2 (2024): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v5i2.2921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakat atlet renang. Data yang dikumpulkan lalu dianalisis menggunakan Analytic Hierarchy Process ( AHP ) melalui aplikasi Expert Choice V.11 untuk mengetahui elemen mana yang memiliki peran penting dalam mengidentifikasi bakat atlet renang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan metode MMR ( mixed-methods research ) ­melalui exploratory sequential design dengan melakukan tinjauan pustaka dan memberikan kuesioner melalui media google form kepada 71 ahli dibidang olahraga renang yang ada di Jawa Barat. Didapatkan 3 aspek sub-kriteria prioritas terpenting dalam mengidentifikasi bakat atlet renang, sub-kriteria tersebut adalah mesomorph pada kriteria somatotype (22%), daya tahan pada kriteria biomotorik (13%) dan tinggi badan pada kriteria antropometri (9%), Klasifikasi sub-kriteria terendah yaitu, koordinasi gerak (8,8%), rentang lengan (8,7%), panjang tungkai (8,1%), ectomorph (7%), kecepatan (6,5%), fleksibilitas (5%), lebar telapak tangan (4%), endomorph (3,6%) dan terendah berat badan (3,5%). Dari hasil data penelitian menggunakan metode AHP, dapat disimpulkan bahwa sub-kriteria mesomorph dari kriteria somatotype merupakan sub-kriteria paling penting dengan persentase (22%) dibanding sub-kriteria lainnya untuk mengidentifikasi bakat atlet renang.
Analisis Kinematika Teknik Awalan Renang Menggunakan Teknik Grab Start Pada Atlet Profesional Dan Atlet Amatir Hidayatullah, Fajri; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan; Imanudin, Iman; Badruzaman, Badruzaman; Hardwis, Syam; Haryono, Tono; Umaran, Unun; Kurniawan, Tian
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 5 No 2 (2024): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v5i2.3058

Abstract

Olahraga renang merupakan salah satu kegiatan air yang memiliki sejarah panjang dan gaya yang beragam, serta merupakan media sosialisasi dan relaksasi sehingga membawa banyak manfaat bagi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja teknik awalan renang menggunakan teknik grab start antara atlet profesional dan amatir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, subjek penelitian terdiri dari 12 atlet laki-laki mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia. Instrumen penelitian ini menggunakan 1 buah kamera kamera, perangkat lunak Kinovea versi 0.9.4, SPSS versi 26.0, dan Skill spector. Parameter kinematik yang diukur meliputi sendi lutut, sendi pinggul, pelantar plexion, average velocity knee, average velocity hip, jarak loncatan dan tinggi loncatan. Hasil uji menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pada sudut sendi hip panggul awalan dengan nilai sig 0,046 > 0,05 ; knee awalan sig 0,012 > 0,05 ; knee impact sig 0,010 > 0,05 ; plantar impact sig 0,009 > 0,05 ; average velocity knee sig 0,035 > 0,05 ; jarak loncatan sig 0,009 > 0,05 ; tinggi loncatan sig 0,044 > 0,05. Berdasarkan analisis data dan pembahasan teori dapat disimpulkan sudut-sudut sendi, seperti knee, plantar, avarage vel ocity, jarak loncatan dan tinggi loncatan. Hasil ini mengidindikasikan bahwa teknik grab start berpengaruh signifikan terhadap kinerja atlet renang.
Analisis Kontribusi Assist berdasarkan Posisi Pemain Futsal (Perbandingan antara Tim Profesional dan Amatir melalui Pendekatan Game Performance Analysis NacSport) Setiawan, Diki; Rusdiana, Agus; Ikhwan, Iwa; Imanudin, Iman; Umaran, Unun; Haryono, Tono; Kurniawan, Tian
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol 14 No 6 (2024): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v14i6.2243

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami lebih mendalam tentang kontribusi assist terhadap tiap posisi pemain (anchor, flank, pivot) dengan perbandingan antara tim level profesional dan amatir. Metode yang digunakan kuantitatif komparatif. Instrumen yang digunakan adalah perangkat lunak nacsport. Adapaun Teknik pengumpulan data diperoleh dari video rekaman pertandingan futsal yang diunggah di youtube. Teknik analisis data menerapkan teknik kuantitatif komparatif. Hasil terhitung jumlah rata rata jumlah assist tertinggi ada pada posisi flank dengan nilai rata-rata 5,00 posisi anchor tercatat dengan rata-rata 4,00 dan posisi pivot mencatatkan dengan rata 2,50 hal ini memberikan informasi bahwa kontribusi rata-rata tiap posisi berbeda, akan tetapi tidak signifikan. Kesimpulan kontribusi assist pada tingkatan profesional menunjukkan bahwa posisi pivot sebagai penyumbang assist terbanyak dengan jumlah total 5 assist itu bukan tanpa alasan karena kemampuan decision making. Dan kontribusi assist pada tingkatan amatir menunjukkan justru posisi flank sebagai penyumbang assist terbanyak dengan jumlah total mencapai 6 assist hal ini didominasi dengan kemampuan visi permainan. Implikasi teoritis penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap sumber literatur tentang peran kontribusi assist posisi pemain terhadap tim. Relevansi praktis tim pelatih dapat mencermati literatur ini untuk mengoptimalkan strategi permainan dengan menempatkan pemain pada posisi dengan potensi terbaiknya.
ANALISIS KINEMATIKA GERAK PENGARUH PERBEDAAN POSISI BAT TERHADAP KECEPATAN SWING BAT MAHASISWA SOFTBALL UPI Zharifah, Najla Naila Nur; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan; Haryono, Tono; Kurniawan, Tian; Imanudin, Iman
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i1.29499

Abstract

Teknik memukul bola merupakan kemampuan dasar pemain untuk menyerang lawan dan mendapatkan poin dalam permainan softball. Jenis pukulan yang sering digunakan adalah swing, karena keluarnya kecepatan bat berpengaruh dalam memperkirakan kekuatan pemukul bola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dari dua posisi bat yaitu posisi bat mendatar dan posisi bat miring terhadap kecepatan swing bat yang terjadi ketika berada ditahap awalan posisi berdiri sampai kontak dengan bola pada mahasiswa Softball UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan data secara observasi terstruktur. Populasi yang juga merupakan keseluruhan sampel berjumlah 12 mahasiswa softball UPI dengan memiliki pengalaman bermain minimal dua tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Paired Sample T-test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dengan signifikan bahwa posisi mendatar memiliki pengaruh dalam kecepatan linear bat, panjang lintasan bat, dan selisih sudut bat. Hasil dari penelitian ini juga menujukkan bahwa kecepatan linear bat dipengaruhi oleh besar kecilnya panjang lintasan bat dan selisih sudut bat ketika berada ditahap awalan sampai tahap pemberian beban. Namun, dalam penelitian ini tidak ditemukan pengaruh besar antar posisi bat yang berbeda dan pengaruh kecepatan bat dalam kecepatan bola. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi posisi bat mendatar dapat meningkatkan kecepatan swing yang lebih linear, sehingga dapat menjadi fokus dalam pelatihan teknik memukul pada pemain softball. Selain itu, pelatih dapat memanfaatkan analisis lintasan dan sudut bat untuk merancang latihan yang lebih efektif dalam meningkatkan performa pukulan.
PENGARUH KELELAHAN OTOT LOWER BODY PADA KINEMATIKA TAKE OFF JUMP SPIKE BOLA VOLI Rahman, Iklima Aida; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan; Kurniawan, Tian; Umaran, Unun; Imanudin, Iman; Hardwis, Syam; Haryono, Tono; Badruzaman, Badruzaman
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i1.29556

Abstract

Kelelahan otot lower body secara langsung memengaruhi efisiensi gerakan take off dalam jump spike. Hubungan antara kelelahan dan perubahan kinematika ini menjadi faktor krusial dalam menentukan performa optimal atlet bola voli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kelelahan otot lower body terhadap kinematika pada fase take off teknik jump spike serta hubungan antara pusat gravitasi tubuh (CG) dan gaya reaksi tanah (GRF). Sampel sebanyak 12 atlet laki-laki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bola Voli Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain pretest dan posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Paired T Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kadar asam laktat, yang mengindikasikan akumulasi akibat kelelahan. Pada parameter kinematika, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada sudut ankle, knee, dan hip, meskipun terjadi perubahan. Namun, jump height menunjukkan penurunan signifikan, menunjukkan bahwa kelelahan mempengaruhi kemampuan lompatan. Selain itu, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kelelahan dan perubahan parameter kinematika lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelelahan otot lower body berdampak signifikan pada performa jump height, namun tidak mempengaruhi sudut tubuh selama fase take off teknik jump spike. Penelitian ini menyarankan pentingnya pengelolaan kelelahan otot untuk menjaga performa jump spike. Pelatih dan atlet harus fokus pada pemulihan dan penguatan lower body. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa meskipun sudut tubuh tidak terpengaruh, penurunan jump height dapat mengurangi efektivitas permainan, sehingga latihan daya tahan dan teknik lompatan perlu ditingkatkan.
Pengaruh Kelelahan Otot Tungkai Terhadap Parameter Kinematika Teknik Tendangan Depan Atlet Pencak Silat Aini, Hafsha Afni Aini Asyifa; Asgus, Agus Rusdiana; Hidayat, Iwa Ikhwan Hidayat; Tono, Tono Haryono; Tian, Tian Kurniawan; Iman, Iman Imanudin; Unun, Unun Umaran
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kelelahan otot tungkai terhadap parameter kinematika teknik tendangan depan pada atlet pencak silat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 12 atlet pencak silat perempuan dari perguruan Tajimalela. Teknik purposive sampling digunakan dalam pengambilan sampel, sementara pengumpulan data dilakukan di laboratorium Ilmu Keolahragaan FPOK Universitas Pendidikan Indonesia. Pengambilan data dilakukan sebelum dan setelah atlet mengalami kelelahan yang diinduksi menggunakan protokol tes Bosco, yang mencakup squat jump (SJ), counter movement jump (CMJ), dan drop jump (DJ). Analisis biomekanika tendangan depan dilakukan dengan bantuan software Kinovea dan Skill Spector menggunakan rekaman video dari kamera Go-Pro. Parameter yang dianalisis meliputi sudut impact, sudut ancang-ancang, sudut knee kuda-kuda, serta kecepatan rata-rata lutut dan pinggul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan signifikan pada kadar asam laktat sebelum dan sesudah perlakuan (p < 0,05), yang menandakan kondisi kelelahan otot. Selain itu, analisis kinematika menunjukkan peningkatan signifikan pada sudut impact, sudut ancang-ancang, serta kecepatan rata-rata lutut dan pinggul setelah kondisi kelelahan (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa kelelahan otot tungkai berpengaruh terhadap mekanisme gerakan tendangan depan, yang dapat memengaruhi efektivitas dan efisiensi teknik atlet. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pelatih dan atlet pencak silat mengenai dampak kelelahan otot terhadap performa teknik tendangan, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam perancangan program latihan yang lebih optimal.