Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Characteristics of Tonsillopharyngitis Patients at Ibnu Sina Hospital Makassar from January 2023 to May 2024 Hikma, Nur Suci; Nurmadilla, Nesyana; Pratama, Ahmad Ardhani; Sanna, Andi Tenri; Abidin, Mohammad Reza Zainal
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v11i2.1621

Abstract

Background: Upper respiratory tract infections in children often lead to tonsillopharyngitis, which is caused by viruses (such as adenovirus and rhinovirus) or bacteria, especially Group A beta-hemolytic streptococcus (GABHS). Predisposing factors include poor oral hygiene, consumption of certain foods, and inadequate treatment. Objective: To determine the characteristics of age, gender, type of food, clinical manifestations, laboratory results, and management provided to tonsillopharyngitis patients at Ibnu Sina Hospital, Makassar. Results: Of the 86 tonsillopharyngitis patients recorded at Ibnu Sina Hospital, Makassar, between January 2023 and May 2024, the majority of patients were female (60.47%), aged 20-44 years (46.51%). Most patients consumed regular food (74.42%), and the most common clinical symptoms were fever (87.21%), sore throat (75.58%), and hyperemia of the tonsils and pharynx (100%). Laboratory examination showed leukocytosis in 53.49% of patients, and the most common antibiotic treatment was ceftriaxone (55.81%), followed by cefixime (25.58%) Conclusion: The study at Ibnu Sina Hospital, Makassar, concluded that the majority of tonsillopharyngitis patients are female, aged 20-44 years, and consumed regular food. Most patients experienced hyperemia of the tonsils and pharynx, leukocytosis, and were treated empirically with the antibiotic ceftriaxone based on clinical manifestations.
Characteristics of chronic rhinosinusitis patients at Ibnu Sina Hospital Makassar Aulia, Rizka; Nurmadilla, Nesyana; Pratama, Ahmad Ardhani; Sanna, Andi Tenri; Utami, Dian Fahmi
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 3 (2025): September: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i3.6621

Abstract

Background: Chronic rhinosinusitis is an inflammation of the nasal mucosa and paranasal sinuses that lasts for ? 12 weeks, involving sinusitis and rhinitis simultaneously. In Indonesia, the incidence data is uncertain, but a study in Palembang in 2019 showed the proportion of chronic rhinosinusitis in adults was 33.3%. Given the limited data, high prevalence, and impact of this disease, a study was conducted to analyze the characteristics of chronic rhinosinusitis patients at Ibnu Sina Hospital Makassar. Methods: This study used an analytic observational design with a cross-sectional approach, involving 83 subjects selected by consecutive sampling. Data taken from medical records included age, gender, clinical manifestations, antibiotic treatment, and sinus location. Univariate analysis was performed using Microsoft Excel. Results: The results of univariate analysis showed that most chronic rhinosinusitis patients were aged 17-25 years (41.27%), followed by patients aged 26-35 years (26.98%). Male patients slightly outnumbered females, with 50.79% male and 49.21% female. The most common clinical manifestations were facial pain (63.49%), nasal congestion (53.97%), and headache (63.49%), while less common symptoms included cough (11.11%) and bad breath (4.76%). In terms of antibiotic treatment, cefadroxil was the most commonly administered (33.3%), followed by ceftriaxone (31.7%) and cefixime (24.2%). Regarding the site of sinus involvement, multi-sinusitis was the most common (60.5%), followed by unilateral sinusitis (34.2%) and pansinusitis (5.26%). Conclusion: Chronic rhinosinusitis at Ibnu Sina Hospital Makassar was most common in males aged 17-25 years, with facial pain as the main symptom, multi-sinusitis as the most common location, and cefadroxyl and ceftriaxone as the main antibiotics used.
Hubungan Antara Kebisingan Terhadap Gangguan Pendengaran Pada Pekerja Pabrik Beras Sinar Swastika (STK) Kabupaten Konawe Almutadibillah, Almutadibillah; Arifuddin, Andi Tenri Sanna; Surdam, Zulfiyah; Pratama, Ahmad Ardhani; Dahliah, Dahliah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.19878

Abstract

Gangguan pendengaran akibat paparan kebisingan di lingkungan kerja merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada pekerja industri, termasuk di pabrik beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebisingan dan gangguan pendengaran pada pekerja pabrik beras Sinar Swastika (STK), Kabupaten Konawe. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan pengukuran tingkat kebisingan menggunakan sound level meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja (92,3%) terpapar kebisingan dalam kategori ambang batas bahaya (75–85 dB), dan 7,7% pekerja berada dalam kategori bahaya (>85 dB). Mayoritas pekerja (69,2%) memiliki masa kerja antara 4-6 tahun, dengan jam kerja ≥ 8 jam per hari. Pemeriksaan pendengaran menunjukkan bahwa 76,9% pekerja memiliki pendengaran normal, sementara 23,1% mengalami gangguan tuli sensorineural. Meskipun paparan kebisingan tinggi, analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat kebisingan dan gangguan pendengaran pada pekerja (p-value = 0,584). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun paparan kebisingan di lingkungan kerja tinggi, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kebisingan dan gangguan pendengaran. Namun, tetap diperlukan pengawasan terhadap penggunaan alat pelindung pendengaran dan pengendalian kebisingan secara berkelanjutan guna mencegah dampak negatif jangka panjang terhadap kesehatan pekerja.
Pengaruh Gangguan Pendengaran Terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2022 Abwah, Ratih Nurfatihasari; Rahmah, Marlyanti Nur; Pratama, Ahmad Ardhani; Arifuddin, Andi Tenri Sanna; Aisyah, Windy Nurul
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1856

Abstract

Latar Belakang: Gangguan pendengaran merupakan masalah kesehatan global yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Mahasiswa kedokteran sebagai kelompok dengan beban akademik tinggi rentan mengalami gangguan konsentrasi apabila terdapat gangguan pada fungsi pendengaran. Tujuan: Mengetahui pengaruh gangguan pendengaran terhadap konsentrasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 96 mahasiswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui pemeriksaan garpu tala (tes Rinne, Weber, Schwabach) dan kuesioner Student Learning Concentration Questionnaire (SLCQ-I). Data dianalisis dengan uji Chi Square (p < 0,05). Hasil: Sebagian besar mahasiswa dengan pendengaran normal memiliki konsentrasi tinggi (94,7%). Sementara itu, mahasiswa dengan gangguan pendengaran, baik konduktif maupun sensorineural, menunjukkan tingkat konsentrasi yang lebih rendah. Hasil uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gangguan pendengaran dan konsentrasi belajar (p = 0,001). Kesimpulan: Gangguan pendengaran berpengaruh signifikan terhadap konsentrasi belajar mahasiswa. Diperlukan perhatian dan intervensi pendidikan yang inklusif serta dukungan kesehatan untuk mengoptimalkan potensi akademik mahasiswa dengan gangguan pendengaran.
The Relationship between the Habit of Listening to Music using Earphones with the Incidence of Hearing Loss in Students of SMA Negeri 8 Luwu Timur 2023 Rahman, Nilam Cahya; Sanna A, Andi Tenri; Lantara, A. Millaty Halifah Dirgahayu; Sulaiman, Andi Baso; Pratama, Ahmad Ardhani
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i5.9492

Abstract

The influence of music on modern life is evident through the widespread use of earphones, which is particularly popular among teenagers. While offering convenience for listening to music in various situations, the use of earphones is also linked to the risk of Noise-Induced Hearing Loss (NIHL). Earphones generate high noise intensity, reaching levels that can damage hearing, especially when used for extended periods. Global data from the World Health Organization (WHO) indicates a high prevalence of hearing loss, and Indonesia is among the countries with a significant prevalence. The type of research used is observational analytic using a cross-sectional study approach. Determination of the number of samples in this study was by total sampling technique. Univariate data analysis is presented in the form of frequency distribution and percentage and bivariate analysis using the Chi Square test and data processing using the computerized SPSS version 16.0 program. There is a significant relationship between the use of earphones and hearing loss in students of SMA Negeri 8 Luwu Timur.
The Effect Of Dangke Feeding On Body Mass Index In Male White Rats (Rattus Norvegicus) With Obesity From The Sprague Dawley Strain Kamali, Aqma Sabrina Kamali; Asrini Safitri; Ahmad Ardhani Pratama; Aryanti R. Bamahry; Dian Fahmi Itami
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Volume 11 No.2 November 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v11i2.25451

Abstract

Obesity is defined as a metabolic disorder characterised by an increase in body fat mass and can lead to various chronic diseases. Dangke, a traditional fermented food from Enrekang, contains lactic acid bacteria which have been shown to have the potential to aid weight loss (Jones et al., 2022). The objective of this study was to ascertain the impact of dangke administration on the Body Mass Index (Lee Index) in male Sprague Dawley obese white rats (Rattus norvegicus). The present study was an experimental laboratory study with a pre-post-test design, incorporating a control group. The study involved 30 rats, which were divided into three groups: control, low-dose treatment (1.8 g/200 g BW), and high-dose treatment (3.6 g/200 g BW). Dangke was administered the substance for a period of 14 days via a feeding tube. The subsequent analysis of the data employed a range of statistical tests, including the Shapiro-Wilk, Levene, Paired Sample T-test, and One Way ANOVA. The findings indicated that there was no statistically significant difference in the control group (p = 0.893). However, the low-dose (p = 0.001) and high-dose (p = 0.004) groups demonstrated a substantial decrease in the Lee Index, indicating a dose-dependent response. The results of the analysis of variance (ANOVA) test following treatment indicated a significant difference between the groups (p = 0.002). The LSD follow-up test revealed a significant difference between the control group and the two treatment groups, but not between the low and high doses. The present study concluded that dangke significantly reduced the Lee Index in obese rats, although increasing the dose did not provide a significant additional effect. It is hypothesised that Dangke has the potential to be an alternative fermented nutritional intervention to aid weight loss.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : PERBANDINGAN MANIFESTASI KLINIS DARI VERTIGO PERIFER DAN VERTIGO SENTRAL Mohi, Dahliawati; Pratama, Ahmad Ardhani; Ramlian, Ramlian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51777

Abstract

Vertigo merupakan salah satu keluhan yang sering dijumpai dalam praktik klinis, dengan prevalensi tinggi terutama pada usia dewasa dan lanjut usia. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup penderita melalui gangguan keseimbangan, kecemasan, dan peningkatan risiko jatuh. Secara klinis, vertigo dibedakan menjadi vertigo perifer dan vertigo sentral, namun perbedaan gejalanya tidak selalu jelas sehingga sering menimbulkan misdiagnosis. Kesalahan dalam membedakan vertigo sentral—yang berkaitan dengan gangguan serius pada sistem saraf pusat—dari vertigo perifer yang cenderung lebih jinak dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis dan penatalaksanaan. Untuk itu dilakukan literature review dengan menelaah 22 jurnal terkait karakteristik klinis, faktor risiko, dan pendekatan diagnostik yang dapat membedakan kedua jenis vertigo tersebut. Hasil telaah menunjukkan bahwa vertigo perifer dan sentral memiliki perbedaan klinis yang konsisten dan dapat diidentifikasi melalui anamnesis serta pemeriksaan fisik yang teliti. Secara umum, vertigo perifer ditandai onset mendadak, gejala intens, sering disertai gangguan pendengaran, dan tidak menunjukkan defisit neurologis pusat. Sebaliknya, vertigo sentral umumnya menampilkan gejala yang lebih halus tetapi disertai tanda neurologis seperti ataksia, diplopia, serta nistagmus vertikal atau multidireksional, sehingga pemeriksaan klinis yang cermat sangat penting untuk membedakannya secara akurat.
EFFECTS OF HEARING IMPAIRMENT ON SOCIAL ABILITIES IN THE ELDERLY Sabri, Tsabita Salsabila; Akib, Marlyanti Nur Rahmah; Pratama, Ahmad Ardhani; Wahyu, Sri; Zainal, Muh. Reza
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 10 No 2 (2025): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v10i2.4116

Abstract

Hearing loss is a global health problem with increasing prevalence, especially in the elderly. This condition not only affects communication skills, but also affects the social and psychological aspects of individuals, such as social isolation, depression, and decreased self-confidence. Difficulties in interacting can lead to limitations in social participation and self-adjustment, which ultimately reduces the quality of life of the elderly. This study aims to determine the characteristics of individuals who experience hearing loss in the elderly, determine the effect of hearing loss on social disabilities in the elderly, determine the social disabilities that occur as a result of hearing loss in the elderly. This research uses quantitative methods with an analytical survey approach and cross-sectional design. The results showed that of the 40 respondents, the majority were in the age range of 45-59 years. A total of 25 respondents (62.5%) were female, and 15 respondents (37.5%) were male. Of these, 29 respondents (72.5%) had hearing loss, while 11 respondents (27.5%) did not have a loss. Statistical analysis showed that hearing loss had a significant effect on social disability in the elderly (p-value = 0.001), Most experienced mild social disability as many as 26 respondents (22.5%). Hearing loss causes difficulties in communication, which can increase the risk of social isolation and reduce their quality of life.
ANTIBIOTIC PROFILE IN THE TREATMENT OF CHRONIC SUPPURATIVE OTITIS MEDIA (CSOM) AT IBNU SINA HOSPITAL IN 2023-2025 Annisa Shezan Nazafarin; Andi Sitti Fahirah Arsal; Ahmad Ardhani Pratama; Andi Tenri Sanna; Mila Habibasari
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v13i2.947

Abstract

Chronic suppurative otitis media (CSOM) is a chronic middle ear infection characterized by tympanic membrane perforation and persistent discharge. Proper antibiotic use is crucial to prevent resistance and complications. To determine the antibiotic profile in CSOM patients at Ibnu Sina Hospital, Makassar, from January 2023 to December 2025. This descriptive observational study used a cross-sectional design with medical record data. Samples were collected using total sampling. From 50 patients (61 prescriptions), the majority were adults (48%) with an equal gender distribution (50% male, 50% female). The most common antibiotic class was $\beta$-lactams (67%), specifically cefixime (48%). Capsules were the most dominant dosage form (44.3%), with cefixime 200 mg as the most prescribed dose (31%). The frequency of administration was mostly twice daily (96.7%), and the most frequent duration was 5 days (36.1%). Conclusion: Antibiotic use for CSOM at Ibnu Sina Hospital is dominated by $\beta$-lactams (cefixime) administered empirically. While dosage and frequency align with standards, variations in treatment duration require further evaluation.
Hubungan Penurunan Fungsi Pendengaran dengan Fungsi Kognitif pada Lanjut Usia di Puskesmas Pertiwi Makassar Zacky, Achmad Fauzan; Jaya, Muhammad Alim; Pratama, Ahmad Ardhani; Sanna, Andi Tenri; Abidin, Mohammad Reza Zainal
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12313

Abstract

Peningkatan jumlah lanjut usia di Indonesia diikuti oleh meningkatnya masalah kesehatan terkait penuaan, termasuk penurunan fungsi pendengaran dan fungsi kognitif. Gangguan pendengaran merupakan kondisi yang sering terjadi pada lansia dan diketahui dapat memengaruhi kemampuan komunikasi serta kemandirian. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penurunan fungsi pendengaran berhubungan dengan percepatan penurunan fungsi kognitif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis gangguan penurunan pendengaran pada lanjut usia, untuk mengetahui fungsi kognitif pada lanjut usia, serta untuk menganalisis hubungan gangguan penurunan pendengaran dengan fungsi kognitif pada lanjut usia. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mengalami gangguan pendengaran tipe sensorineural dan menunjukkan penurunan fungsi kognitif, terutama pada kategori gangguan kognitif berat. Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan penurunan pendengaran dengan fungsi kognitif pada lanjut usia. Maka dapat disimpulkan bahwa gangguan pendengaran tipe sensorineural dan penurunan fungsi kognitif banyak ditemukan pada lansia, namun penurunan fungsi pendengaran tidak berhubungan secara signifikan dengan fungsi kognitif.
Co-Authors A. Tenri Sanna Arifuddin Abidin, Mohammad Reza Zainal Abwah, Ratih Nurfatihasari Agung Dirgantara Aisyah Nurul Izza Lukman Aisyah, Windy Nurul Akib, Marlyanti Nur Rahmah Almutadibillah, Almutadibillah Andi Husni Esa Darussalam Andi Kartini Eka Yanti Andi Masdipa Andi Millaty Halifah Dirgahayu Lantara Andi Sitti Fahirah Arsal Andi Tenri Sanna Andi Tenri Sanna A Andi Tenri Sanna Arifuddin Andi Tenri Sanna Arifuddin Annisa Shezan Nazafarin Arifuddin, Andi Tenri Sanna Arina Fathiyyah Arifin Arni Isnaini Arfah Aryanti Bamahry Aryanti R. Bamahry Asrini Safitri AULIA, RIZKA Ayu Hartati Bakri Bamahary, Aryanti R. Dahlia Dahliah, Dahliah Dahliawati Mohi Dian Amelia Abdi Dian Fahmi Itami Ega Fadila Faiq, M. Fikriy Alaudin fitrah putra irwan Hermiaty Nasaruddin Hermiaty Nasruddin Hikma, Nur Suci Ida Royani Imran Safei, Imran Irmayanti Haidir Bima Irmayanti Haidir Bima Ismawardany Imran, Andi Istiana Akmal Jane Marry Caroline Jaya, Muhammad Alim Jihan Azzahra Jusli Kamali, Aqma Sabrina Kamali Khairunnisah, Sitti Zhaharah Latief M, Shofiyah Lisa Yuniati M Hamsah M. Erwin Rachman Meriam Melinda Mila Habibasari Mohi, Dahliawati Muhammad Alfian Jafar Nadia Rofifah Adellia Nasrudin Andi Mappaware Nohong, Hasma Idris Nurafni Nurelly N Waspodo Nurfachanti Fattah Nurmadilla, Nesyana Pambagyo, Septyan Wahyu Purnamasari, Reeny Rachmat Faisal Syamsu Rahmah, Marlyanti Nur Rahman, Nilam Cahya Rahmat, Musdal Rahmawati Rahmawati Rajabul Haery Ramlian, Ramlian Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah Ratnawati, Wahida Reeny Purnamasari Renato Vivaldi Reny Purnamasari Rezky Putri Indarwati Abdullah Risa Hude Umar Rismayanti Rismayanti Rismayanti Sabri, Tsabita Salsabila Sakti, Dachlia Sri Samsi Mesi Sanna A, Andi Tenri Septyan Wahyu Pambagyo Shulhana Mocktar Shulhana Mokhtar Shulhana Mokhtar Sidrah Darma Sidrah Darma Sri Julyani Sri Julyani Sri Vitayani Sri Wahyu Sulaiman, Andi Baso Surdam, Zulfiyah Syamsu Rijal Syarifuddin Wahid Syopyanah Sri Puspa Utami, Dian Fahmi Utomo Andi Pangnguriseng Wa Ode Ellistrika Yusriani Mangarengi Zacky, Achmad Fauzan Zainal, Muh. Reza Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam