Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Kebugaran Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura: Fitness Picture of Pregnant Women in The Work Area of Kartasura Community Health Center Fatmarizka, Tiara; Herawati, Isnaini; Komalasari, Dwi Rosella; Susilo, Taufik Eko; Putri, Fatati Nurainni
Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding 2023: Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding
Publisher : Ikatan Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kebugaran pada ibu hamil menjadi sangat penting terhadap perkembangan janin dalam kandungan dan mempersiapkan kondisi fisik saat melahirkan, serta untuk memudahkan dalam beraktivitas tanpa mengalami kelelahan. Kebugaran fisik yang mencukupi terutama kebugaran kardiorespirasi, dapat membantu mengatasi gejala yang muncul selama kehamilan seperti kelelahan. Tujuan : untuk mengetahui gambaran tingkat kebugaran ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kartasura. Metode : desktiptif observasional denganpendekatan cross sectional study. Populasinya ialah ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Kartasura pada bulan Oktober 2022 berjumlah 237 orang.Sampel yang didapatkan sebanyak 149 orang dan disesuaikan dengan kriteria inklusi & ekslusi. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kartasura dari bulan Januari-Maret 2023. Alat ukur penelitian ini dengan menggunakan 10 Meter Walk Test. Hasil : hasil penelitian menunjukkan ibu hamil yang memiliki kebugaran baik yaitu sebanyak 131 orang (87.9%) dan yang memiliki kebugaran rendah berjumlah 18 orang (12.1%). Kesimpulan : Ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kartasura mayoritas memiliki kebugaran yang baik.
Efektivitas Program Aquatic Exercise Terhadap Penurunan Nyeri Pasien Chronic Low Back Pain Pratama, Cafin Surya Putra; Pristianto, Arif; Herawati, Isnaini; Ervianta, Widya; Ridhuwan, Muh
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.1, No.2, Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v1i2.4953

Abstract

Chronic low back pain (CLBP) atau nyeri punggung bawah kronis didefinisikan kurangnya koordinasi dan lemahnya daya tahan otot disekitar tulang belakang dan core muscle yang dapat menyebabkan spasme otot berlangsung selama 12 minggu. Nyeri low back pain terjadi akibat adanya penurunan kekuatan dan daya tahan otot abdominals dan gluteus maximus serta ketegangan otot pada iliopsoas dan erector spine. Memanfaatkan fisika air seperti daya apung untuk mengurangi tekanan pada sendi, viskositas untuk latihan tahanan, tekanan hidrostatik mengurangi tekanan darah ke jantung dan penggunaan suhu air kisaran 33-37 derajat celcius dapat menurunkan tonus otot dan mengurangi muscle guarding. Untuk mengetahui efektivitas program aquatic exercise terhadap penurunan nyeri pada pasien chronic low back pain di RST dr. Soedjono Magelang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan pendekatan One Group Pre-Test dan Post-Test. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 11 orang. Hasil Uji Paired Sample t-Test rata-rata pengukuran nyeri sebelum dan sesudah perlakuan sebesar 6,82 dan 4,45. Hasil uji statistik diperoleh p adalah 0,001. Kesimpulan dalam penelitian ini aquatic exercise efektif terhadap penurunan nyeri pasien chronic low back pain pada RST dr. Soedjono Magelang.
Pengaruh Faktor Biopsikososial terhadap Kualitas Hidup pada Individu dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah: a Literature Review Pristianto, Arif; Ilyas, Muhammad Taufik; Herawati, Isnaini
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.3,No.2 Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v3i2.5013

Abstract

Nyeri punggung bawah tidak hanya terjadi karena adanya patofisiologi dari struktur anatomi pada tubuh khususnya punggung (back) tetapi juga bisa dikarenakan oleh sikap, kepercayan, dan perilaku. Keluhan pada individu terkait nyeri punggung bawah dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti biologi, psikologi dan sosial dari individu tersebut. Faktor biopsikososial pada individu dengan keluhan nyeri punggung bawah dapat dipengaruhi oleh intervensi yang berkaitan dengan rehabilitasi biopsikososial dimana dapat meningkatkan kualitas hidup individu. Kualitas hidup merujuk suatu keadaan fisik, emosional dan sosial individu serta kemampuan aktivitas pada kehidupanya sehari-hari. Kualitas hidup dapat dinilai secara kondisi fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkunganya. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui adanya pengaruh intervensi biopsikososial terhadap kualitas hidup pada individu dengan keluhan nyeri punggung bawah. Metode yang digunakan pada studi ini yaitu literature review dimana jurnal yang akan diteliti menggunakan jenis penelitian randomized controlled trial. Artikel yang digunakan berdasarkan pencarian dari search engine dengan mempertimbangkan kriteria tertentu. Proses appraisal menggunakan PICO yang selanjutnya dilakukan appraisal dengan skala PEDro. Berdasarkan hasil review terdapat empat artikel dengan bias rendah dan dua artikel dengan moderate. Hasil review dari artikel dengan bias rendah menghasilkan simpulan bahwa faktor biopsikosial terbukti mempengaruhi kualitas hidup individu dengan keluhan nyeri punggung bawah.
Efektivitas Transcutaneous (TENS), Ultrasound (US) dan Terapi Latihan Pada Kondisi Carpal Tunnel Syndrome (CTS): Study Kasus Qomariyah, Qomariyah; Filmasari, Fitri; Rania, Ratu; Adelin, Shafira Prajawati; Dianingtyas, Ayu Sulistiani; Kinanti, Dyah Kusuma Ayu; Herawati, Isnaini; Wahyuni, Wahyuni
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 3 (2023): Vol 4, No.3 September 2023 Physiotherapy Case Study
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i3.5053

Abstract

Latar Belakang: Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah kondisi medis umum yang menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kesemutan di tangan dan lengan pada pasien yang mengalami CTS. CTS terjadi ketika saraf median ditekan saat bergerak melalui pergelangan tangan. Faktor risiko untuk CTS termasuk obesitas, aktivitas pergelangan tangan yang monoton, kehamilan, keturunan genetik, dan peradangan reumatoid. Manifestasi klinis yang muncul berupa adanya nyeri, penurunan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot dan penurunan aktivitas fungsional. Intervensi untuk penanganan carpal tunnel syndrome dapat menggunakan transcutaneous electrical nerve (TENS), ultrasound (US), dan terapi latihan berupa strengthening. Metode: Studi kasus tunggal dengan desain penelitian pre dan post test yaitu membandingkan antara penilaian sebelum dan sesudah intervensi TENS, Ultrasound dan terapi latihan berupa strengthening exercise kemudian diobservasi dan dievaluasi sebanyak 3 kali. Hasil: Terjadi perubahan pada skala nyeri dengan NRS , kekuatan otot dengan MMT, dan kemampuan fungsional dengan Wrist Hand Disability Index (WHDI). Kesimpulan: Studi kasus ini menyimpulkan bahwa intervensi fisioterapi berpengaruh pada nyeri, kekuatan otot dan kemampuan fungsional pada pasien CTS. Full Text:
Penyuluhan Osteoarthritis Pada Lansia di Panti Lanjut Usia Aisyiyah di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Cindi Permata Sari; Isnaini Herawati; Wahyu Tri Sudaryanto; Muhammad Zulfa Rangga Nuraminazkiya
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menua merupakan proses kehilangan secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri, individu yang sudah tua akan mengalami kemunduran secara fisik, mental, dan sosial.  Osteoarthritis knee merupakan penyakit degeneratif pada sendi lutut yang timbul  akibat  abrasi  tulang  rawan  sendi  yang  menyebabkan  tulang  saling bergesekkan  dan  dapat  mengakibatkan  munculnya  kelemahan  otot  dan  tendon sehingga  membatasi  gerak  dan  menyebabkan  rasa  nyeri. Penyuluhan diadakan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada lansia tentang kasus osteoarthritis terutama tentang definisi, gejala, penyebab, pencegahan dan manfaat latihan aktif mandiri untuk mengurang keluhan lansia yang penderita osteoarthritis. Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan berupa promosi kesehatan mengenai Osteoarthritis knee kepada lansia dengan menggunakan pamflet sebagai media penyuluhan. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test berupa pertanyaan kepada para lansia guna mengukur keefektifan dari penyuluhan yang akan diberikan. Hasil evaluasi terdapat peningkatan pengetahuan lansia dari 30% menjadi 80% setelah diberikan penyuluhan. Terdapat peningkatan pengetahuan dan wawasan lansia mengenai Osteoarthritis serta bagaimana cara pencegahan dan penanganan Osteoarthritis secara mandiri dengan melakukan latihan Quadriceps Setting Exercise dan Straight Leg Raises Exercise.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS PASCA OPERASI PCL SINISTRA Hanifa, Miftahul Fauziah; Isnaini Herawati; Halim Mardianto
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7492

Abstract

Olahraga saat ini menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan dan hiburan, tetapi seringkali dapat menyebabkan cedera pada sistem gerak manusia. Cedera olahraga dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu cedera umum adalah cedera pada bagian lutut, terutama Cedera Posterior Cruciate Ligament . PCL adalah ligamen yang menjaga dan menstabilkan sendi lutut, dan cedera dapat terjadi saat gerakan ekstrem ke arah anterior pada tulang tibia dalam posisi fleksi lutut. Meskipun banyak cedera PCL dapat diatasi secara konservatif, cedera parah memerlukan rekonstruksi bedah dengan menggunakan cangkok tendon Achilles. Pasca tindakan rekonstruksi PCL, pasien sering mengalami masalah seperti nyeri, keterbatasan gerak, dan edema. Fisioterapi menjadi pendekatan konservatif untuk mengatasi masalah ini melalui program terapi latihan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan laporan kasus pada pasien yang menjalani operasi rekonstruksi PCL. Hasil evaluasi dari program latihan, termasuk berbagai latihan dan cryotherapy, menunjukkan efektivitas dalam mengurangi nyeri, meningkatkan gerak sendi, dan mengurangi edema pada area pasca operasi.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS PRE POST SURGERY HYSTERECTOMY FOR OVARIAN CANCER: CASE REPORT Rahmi, Nurul Fikria Fauzia; Isnaini Herawati; Galih Adhi Isak Setiawan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7497

Abstract

Ovarian cancer adalah kanker ginekologi yang paling berbahaya. Dalam kebanyakan kasus, Ovarian cancer tidak terdiagnosis sampai penyakitnya memasuki stadium lanjut (lebih dari 70% tidak terdiagnosis sampai stadium III atau IV), terutama karena gejalanya tidak jelas. Pada kasus Ovarian cancer dapat menimbulkan pembengkakan diperut yang semakin lama akan semakin membesar jika dibiarkan terlalu lama. Akibat tekanan akan menimbulkan sesak dan nyeri akibat ukuran perut. Ovarian cancer dapat ditangani dengan cemotheraphy dan surgery treatment. Tindakan surgical treatment pada ovarian cancer akan menimbukan beberapa masalah seperti nyeri inchisi, sesak nafas dan menurunnya aktifitas fungsional. Untuk meminimalisir masalah yang timbul baik sebelum dan sesudah operasi, fisioterapi dapat memberikan intervensi berupa: Early mobilization, Breathing Exercise,diafragma breathing, exercise (pump ankle, abdominal exercise, pelvic tilting, knee rolling, bridging). Penatalaksanaan fisioterapi bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi pada kasus ­pre post hysterectomy ovarian cancer. Metode case report ini dilakukan secara langsung kepada pasien yang menderita post hysterectomy ovarian cancer selama 3 kali pertemuan fisioterapi. Setelah diberikan intervensi sebanyak 3 kali pertemuan (pertemuan sebelum operasi 1 pertemuan dan setelah operasi 2 pertemuan) didapatkan Hasil adanya penurunan komplikasi pasca operasi, penurunan kejadian serta keparahan nyeri akut pasca operasi, menurunnya kecemasan, menurunya nyeri, menurunnya sesak, menurunnya bengkak serta meningkatnya aktivitas fungsional pasien.
MANAGEMENT FISIOTERAPI PADA FRAKTUR TIBIA DI RS UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA: CASE REPORT Rochmah, Yunita Nur; Isnaini Herawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7506

Abstract

Introduction: A fracture is defined as a break in the continuity of the cortex of the bone. Purpose: of this study is to determine the implementation of physiotherapy in overcoming pain reduction, increase range of motion and improve functional ability in cases ⅓ proximal tibia fibula sinistra. Methods: resistance exercise, hold relax, strengthening exercise, walking exercise full weight bearing exercise of the patient is given for 4 weeks. Results: evaluation was carried out using ROM (Range of Motion,), Manual Muscle Testing, and Numeric Rating Scale, Foot And Ankle Disability (FADI). Conclusion: there is an increase in ROM (Range of Motion,), Manual Muscle Testing, Numeric Rating Scale, Foot Ankle Disabilty Index for 4 weeks.
Hubungan Sikap Kerja dengan Myofasial Trigger Poin Upper Trapezius Pada Pekerja Komputer Di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Rasyidi, Arba’Atur; Herawati, Isnaini
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20847

Abstract

More than 1.5 billion students in higher education reported experiencing academic anxiety in April 2020. Personal control is essential to control academic stress, thereby fostering academic achievement. the direction of this research is to define the relationship between academic stress and academic self management in VIII semester undergraduate nursing students. the review study technique uses descriptive quantitative with a cross-sectional approach. The sample used was 79 samples obtained using the technique (total sample). The measurement tools used are Student-life stress inventory (SLSI) and Academic self-management. Data assessment using Rank spearman with a significant level (p-value) 0.05. Results: In the acquisition of research obtained there is no link between academic stress in students with academic self-management of 8th semester, undergraduate nursing students. from the acquisition of data assessment and calculation in this review study it can be concluded that the level of academic stress in final year students at Karsa Husada Health Science College Garut, the majority of informants in the low category, Academic Self-Management of students when preparing a thesis, the majority of informants at a moderate level, and Academic stress levels and academic self-management skills are unrelated in 8th semester undergraduate nursing students writing a thesis.
The Effect of Jacobson’s Relaxation Therapy on Shortness of Breath in Patients with Bronchitis Chronic Herawati, Isnaini; Hapsari, Dela Oktavia
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2017: Proceeding ISETH (International Conference on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.2319

Abstract

Lower respiratory tract infections are a serious public health problem in Indonesia. In 2007, the number of people infected with bronchitis is about 1.6 million people and the prevalence has not changed significantly since then. Several therapeutic techniques have been developed to resolve the problems related to chronic bronchitis, including relaxation therapy to decrease shortness of breath. This study was conducted on 13 patients with chronic bronchitis who were given Jacobson’s Relaxation Therapy for 25—30 minutes with frequency three times a week and performed for four weeks. The degree of shortness of breath was measured using Borg Scale before and after the treatment of Jacobson’s relaxation therapy. In average, subjects endured shortness of breath with a degree of 2.69 before treatment, and decreased to 0.77 after the treatment. Wilcoxon signed-rank test obtained p value = 0.001, which means the effect of Jacobson’s relaxation therapy on the degree of shortness of breath.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abyori Daru Murtama Achmad Briliansyah Arieputra Adelin, Shafira Prajawati AGUS WIDODO Agustianti, Ega Fahla Ajeng Sabtorini Ajitirtiono, Ramadanu Alfi Salatina Alfi Salatina Almadani, Zahra Amalia Prasetyaningtyas Amalia Prasetyaningtyas Amar Busro Anam, Maulana Chairul Andhika Fatir Ath-Thariq Angger Perdana Wibowo Anggita Nurul Ikshanty Anis Dwi Charisa Annisa Amaliah Annisa Dwi Rahayu Annisa Rizky Amalia Annissa Mustika Ayu Aprilia Nurlita Dwi Putri Apriliyani, Intan Dwi Ardhiani, Miftah Rizky Ardhita Hilwa Zakia Ardiansyah, Faizin Arif Pristianto Arifin, Akhmad Zainal Arizona, Diara Atina Fauziyah Ayu Dwi Lestari Ayu Sulistiani Dianingtyas Ayu, Annissa Mustika Bakri As Syafiq Bhisma Murti Cafin Surya Putra Pratama Cahyaningsih, Arum Cartika Volta Pradanov Chafsoh, Zannuba Alifah Cindi Permata Sari Damayanti, Dyah Ayu Kusuma Dea Linia Romadhoni Dheonita Marsyanda Rofifah Dianingtyas, Ayu Sulistiani Dimas Budi Lestari Dini Afriani Khasanah Dita Hafsari Diva Anggraeni Yulia Maharani Dyah Ayu Kusuma Damayanti Dyah Ayu Salimah Dyah Kusuma Ayu Kinanti Endang Nur Widiyaningsih Ervianta, Widya Evita Sari Farah Hanifah Setiarahmawati Farid Rahman Fathya Rahma Kamilatunnuha Fauziyah, Atina Fazaumi Nuriya Sayekti Filmasari, Fitri Fitri Filmasari Fitri Kurniasari Galih Adhi Isak Setiawan Habiibatusy Syaahidah Hafiza Amalia Hanifa, Miftahul Fauziah Hapsari, Dela Oktavia Ihza Risqi Praditya Ika Purwaningsih Ika Yuli Ayuningrum Ilyas, Muhammad Taufik Indri Setyaningsih Intan Tri Agitha Khairina Zulfah Khanza, Namira Mutia Khasanah, Dini Afriani Kinanti, Dyah Kusuma Ayu Komalasari, Dwi Rosella Kurnia Lutfi Farizqi Lalu Surya Rizky Pratama Latifah, Alifia Putri Lesmana, Doan lestari, sulis Lisa Grafita Luluk Setya Arimbi Luthfiyah Putri M. Halim Meidania, Monalisa Miftah Rizky Ardhiani Muflihah, Nurul Muh Ridhuwan Muhammad Andhika Fajrin Noval Fajrin Muhammad Lukman Hakim Muhammad Taufik Ilyas Muhammad Zulfa Rangga Nuraminazkiya Mursyida, Luthfa Mutalazimah Mutalazimah Nafisa Destriana Saputri Nita, Siska Alfia Noor Laela Fitria Nuraminazkiya, Muhammad Zulfa Rangga Nurhayati, Kofifah Indri Nurul Zulaeka Oktaviani Fitriyah Okti Sri Purwanti Pramudya Putri, Anggun Prasetyo, Arya Tri Pratama, Cafin Surya Putra Pratama, I Putu Aditya Pratamasari, Nastiti Prihastomo, Teguh Prima Afifah Purbasasana, Purbasasana Purnomo Gani Putri, Asnatul Baida Putri, Fatati Nurainni Putri, Nuristiqomah Dwi Qomariyah Qomariyah Qomariyah Qomariyah Rahayu, Annisa Dwi Rahma Alfina Rahmawati, Aulia Fahriza Rahmi, Nurul Fikria Fauzia Raihani, Ferrarista Nadja Rakhma Nur Fitratun Nikmah Rania, Ratu Rasyidi, Arba’Atur Ratnasari, Eka Febri Ratu Rania Raveena Wulan Octavia Retno Andriani Ridhuwan, Muh Rizka Salsabila Putri Rizqillah, Indah Prima Rochmah, Yunita Nur Rosyad, Hanif Ar RR. Ella Evrita Hestiandari S Sakinah Sabrina Tristiana Abkhoir Salma Hira Ayu Setyara Salma Muazzaroh Salsabila, Mutia Saputri, Shinta Claudia Sari, Cindi Permata Sepfiana, Gerarda Setiarahmawati, Farah Hanifah Setiawan, Galih Adhi Isak Setiawan, Rizki Shafira Prajawati Adelin Siti Chodijah Siti Helmyati Sri Isnin Kadarti Sugianto, Rega Syafiq, Bakri As Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Eko Susilo Tiara Fatmarizka Ulfa Munawaroh Diniyah Ulfah Zulfahmi Utami, Mulatsih Nita W Wahyuni Wachidah, Rahayu Noor Wahyu Tri Sudaryanto Wahyuni Wahyuni wahyuni wahyuni Wardhana, Muhamad Fikry Abrar Yoga Warih Sri Widodo Widya Ervianta Wisnu Sri Hertinjung Yoran, Yoseph Evan Yusuf Arianto Zulfah, Khairina