p-Index From 2021 - 2026
7.637
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi jalan pagi dan latihan slow deep breathing untuk menurunkan hipertensi pada kelompok ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) di desa Bangsri kabupaten Jepara Noor Laela Fitria; Isnaini Herawati; Farid Rahman
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia (Hayina) Vol 1, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.372 KB) | DOI: 10.31101/hayina.2226

Abstract

Hipertensi menjadi silent killer karena pada sebagaian besar kasus tidak menunjukkan gejala apapun hingga pada suatu hari hipertensi menjadi stroke dan serangan jantung yang mengakibatkan penderitanya meninggal. Hipertensi terkait erat dengan masalah psikologis dan emosional, terutama dalam tekanan hidup yang berat. Upaya penanganan pada penderita hipertensi yang dapat dilakukan yaitu dengan cara jalan pagi. Jalan pagi mampu mendorong jantung bekerja secara optimal dan dapat meningkatkan aktivitas pernapasan. Upaya penanganan lain pada hipertensi yaitu dengan cara terapi komplementer. Salah satu bentuk terapi komplementer yang menggunakan teknik relaksasi adalah latihan slow deep breathing. Metode pengabdian masyarakat ini dengan pemberian penyuluhan kepada Kelompok Ibu PKK yang bertujuan untuk manambah pengetahuan terkait jalan pagi dan latihan slow deep breathing untuk menurunkan hipertensi. Jalan pagi dapat dilakukan setiap pagi dan latihan slow deep breathing dilakukan sebanyak 6 kali permenit selama 10 menit. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Bangsri Kabupaten Jepara dan didapatkan hasil yaitu meningkatnya pengetahuan kelompok tersebut tentang jalan pagi dan latihan slow deep breathing untuk menurunkan hipertensi dengan hasil 79% (baik) pada nilai rata-rata pre-test dan post-test sehingga masyarakat dapat melakukan latihan tersebut dengan mandiri. 
Edukasi Pencegahan dan Penanganan Cedera Akut pada Komunitas Taekwondo Indonesia Muda Achmad Briliansyah Arieputra; Luluk Setya Arimbi; Lisa Grafita; Dimas Budi Lestari; Isnaini Herawati; Arif Pristianto
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v3i2.617

Abstract

Cedera olahraga seringkali diakibatkan oleh trauma ringan maupun berat. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi pencegahan dan penanganan cedera pada komunitas taekwondo di Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Metode penyuluhan ini adalah pengisian kuesioner, pemberian materi, demonstrasi dan pemberian treatment mengenai pencegahan dan penanganan cedera akut dengan core stability, star excursion balance exercise serta PEACE and LOVE. Hasil assessment pengetahuan materi yang disampaikan pada anggota komunitas Taekwondo Indonesia Muda yang dilakukan pre-test didapat 15 orang (23%) memiliki pengetahuan dalam kategori paham, 52 orang (77%) memiliki pengetahuan dalam kategori tidak paham. Sedangkan pada post- test didapat 56 orang (83%) memiliki pengetahuan paham, 11 orang (17%) memiliki pengetahuan dalam kategori tidak paham. Hasil evaluasi nyeri menggunakan NRS pada atlet yang cedera didapatkan nilai pre-test untuk nyeri diam (5), nyeri tekan (6), nyeri gerak (5). Sedangkan untuk nilai post-test pada evaluasi nyeri didapatkan nilai nyeri diam (4), nyeri tekan (4) dan nyeri gerak (3). Berdasarkan hasil pre dan post test kegiatan didapat peningkatan pemahaman pada responden sebanyak 60% dan penurunan tingkat nyeri.
PENGARUH LATIHAN AGILITY LADDER DRILL METODE LATERAL RUN DALAM MENINGKATKAN KELINCAHAN PADA PEMAIN FUTSAL lestari, sulis; Herawati, Isnaini
Journal of Sport Science and Fitness Vol 9 No 2 (2023): Journal of Sport Science and Fitness
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v9i2.74046

Abstract

Futsal adalah olahraga beregu yang menuntut tingkat fisikitas tinggi yang melibatkan aspek daya tahan, kecepatan, kekuatan dan kemampuan perubahan arah yang cepat. Agility ladder drills merupakan latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kelincahan, khusunya dalam konteks olahraga futsal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode lateral run pada agility pemain futsal di lapangan futsal blulukan karanganyar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode quasi-experimental dengan pendekatan Pre dan Post Design with Control. Data dianalisis menggunakan software SPSS 22 untuk mendapatkan karakteristik pemain futsal berdasarkan usia, nilai signifikan dan uji beda pengaruh. Hasil menunjukkan usia pada pemain futsal rata-rata berusia 16 tahun (36,7), terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah latihan pada kedua kelompok. Nilai signifikan (2-tailed) pada kelompok 1 dan kelompok 2 kurang dari 0,05 yang artinya menunjukkan adanya pengatuh yang signifikan. Tetapi, uji beda pengaruh antara kedua kelompoktidak menunjukkan perbedaan signifikan (AsympSig > 0,05), yang artinya efek latihan Lateral Run terhadp peningkatan agility tidak berbeda secara signifikan anatara kedua kelompok tersebut. Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa peneliti latihan Lateral Run dapat meningkatkan agility pada pemain futsal, tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan dalam efek antara kelompok yang melakukan latihan agility ladder driils.
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Bell’s Palsy Sinistra et Causa Diabetes Melitus Dengan Kombinasi Modalitas Electrical Stimulation Facialis dan Mirror Exercise Oktaviani Fitriyah; Ajeng Sabtorini; Salma Hira Ayu Setyara; Rizka Salsabila Putri; Kurnia Lutfi Farizqi; Indri Setyaningsih; Isnaini Herawati
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v4i1.1256

Abstract

Bell's palsy is a problem with the cranial nerve in the face idiopathically without being accompanied by other neurological diseases, this has an impact on one-sided facial paralysis. Of the 126 patients who experienced bell's palsy 39% of them had diabetes mellitus. Diabetes mellitus correlates with the presence of microangiopathy due to failure of vasa nervosum microcirculation which has the potential to worsen the condition of bell's palsy patients. The combination of electrical stimulation facialis and mirror exercise treatment is performed on bell's palsy sinistra patients to accelerate recovery. The method of obtaining information related to the patient's condition through observation, interviews, medical records and then providing appropriate treatment. The purpose of this study was to determine the effectiveness of electrical stimulation facialis and mirror exercise treatment in bell's palsy patients. The results obtained increased facial muscle strength T1, T2, T3 in bell's palsy patients. Evaluation of functional effectiveness also increased T1: 66, T2: 81, T3 : 88. This treatment is considered capable of accelerating recovery in patients with bell's palsy.
Efektivitas Hold Relax Exercise Terhadap Peningkatan Lingkup Gerak Sendi Pada Pasien Closed Fracture Intertrochanter Femur Sinistra Post Orif : A Case Report Sugianto, Rega; Isnaini Herawati; Anis Dwi Charisa
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 5 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v5i3.2802

Abstract

Pada kasus yang terjadi pada patah tulang ekstrakapsular (interthrocanter femur) bisa terlewatkan sekitar 75.000 terjadi di Inggris dan ini akan di proyeksikam meningkat. Penanganan fraktur pada interthrocanter femur di bagi menjadi 3 tahap yakni : pengembalian posisi tulang , pemasangan imobilisasi , serta pengembalian fungsi posisi tulang kepada bentuk anatomisnya. Apabila dokter terlambat dalam mendiagnosis fractur dapat meningkatkan necrosis avaskular , artroplasti , kejadian tromboemboli dan kematian. Biasanya pada fractur apapun diadakan langkah tindakan operatif , dari tindakan tersebut akan memunculkan pembengkakan juga nyeri.Masalah pasca operasi itu bisa ditekan dengan langkah fisioterapi berupa latihan semisalnya latihan hold relax. Kesimpulan: (1) latihan hold relax berpengaruh kepada penurunan nyeri serta peningkatan LGS fleksi lutut, (2) latihan hold relax berpengaruh lebih baik dibanding passive stretching terhadap penurunan nyeri serta peningkatan LGS fleksi lutut pada pasien closed fracture intertrochanter femur bilateral post orif.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PENYAKIT OSTEOARTHRITIS Damayanti, Dyah Ayu Kusuma; Syafiq, Bakri As; Fauziyah, Atina; Ardhiani, Miftah Rizky; Zulfah, Khairina; Setiarahmawati, Farah Hanifah; Herawati, Isnaini; Pristianto, Arif
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 4 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v4i2.142

Abstract

Osteoartritis lutut adalah penyakit degeneratif kronis yang banyak diderita orang dewasa yang lebih tua, dan ditandai dengan kerusakan tulang rawan pada sendi lutut. Pasien mungkin mengalami nyeri sendi, kekakuan, dan deformitas sendi. Harapan diadakannya penyuluhan ini agar masyarakat bisa memahami bagaimana cara penanganan saat mengalami keluhan. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini berupa penyuluhan dan pemberian terapi latihan dengan kompres air hangat dan isometric exercise dengan menggunakan media leaflet dan demo teknik pencegahan nyeri. Penyuluhan ini dilakukan di Kelurahan Kauman, Kabupaten Batang, kepada ibu-ibu Dawis RT 01/ RW10 yang berjumlah 10 orang. Berdasarkan data yang diperoleh, menunjukkan bahwa lebih dari 6 orang ibu-ibu dawis mengeluhkan nyeri lutut. Peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang fisioterapis dan nyeri lutut atau osteoarthritis diukur dengan kuesioner pre test dan post test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pre test pemahaman peserta hanya 21% dan mengalami peningkatan menjadi 54% setelah dilakukan post test atau setelah pemberian materi tentang osteoarthritis. Disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang osteoarthritis.
FISIOTERAPI PADA KASUS DROP FOOT DI RS KELET DONOROJO JEPARA: STUDI KASUS Ratnasari, Eka Febri; Herawati, Isnaini; Prihastomo, Teguh
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 2 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v2i2.2722

Abstract

Drop Foot adalah kondisi umum di mana seseorang kehilangan kendali atas dorsofleksi pergelangan kaki. Seringkali, disfungsi saraf peroneal umum (Common Peroneal Nerve) menyebabkan kelumpuhan otot dorsofleksi pergelangan kaki termasuk; tibialis anterior, dorsi flexors jari kaki, ekstensor digitorum brevis, dan ekstensor hallucis longus. Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium Lepra. Deformitas fungsional yang umum ditemukan pada kasus kusta adalah ulkus tangan, ulkus kaki, drop hand, drop foot dan juga claw hand. Drop foot ditemukan pada 2% hingga 5% pasien yang baru didiagnosis dengan kusta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah modalitas fisioterapi berupa TENS, Streching, dan Strengthening efektif digunakan dalam penanganan kasus drop foot. Dengan metode penelitian berupa case study yang dilakukan di RS KELET DONOROJO pada bulan Desember 2021. Hasil penelitian di dapatkan bahwa intervensi fisioterapi yang dilakukan selama 6 kali pertemuan menunjukkan hasil akhir berupa penurunan nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi dan peningkatan kemampuan fungsional pasien. Drop Foot is a common condition in which a person loses control of the dorsiflexion of the foot. Occasionally, generalized peroneal nerve dysfunction causes paralysis of the dorsiflexion muscles of the foot including; tibialis anterior, dorsi flexor toes, extensor digitorum brevis, and extensor hallucis longus. Leprosy is an infectious disease caused by Mycobacterium leprosy. Functional deformities commonly found in cases of leprosy are hand ulcers, foot ulcers, drop hands, drop feet and claw hands. Foot fall in 2% to 5% of patients newly diagnosed with leprosy is found. The purpose of this study was to determine whether physiotherapy modalities such as TENS, stretching, and stretching are effective in treating drop foot cases. With a research method in the form of a case study conducted at RS KELET DONOROJO in December 2021. The results showed that the physiotherapy intervention carried out for 6 meetings showed the final result in the form of decreasing pain, increasing joint ability and increasing the patient's functional ability.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS POST OPERASI MENISCUS REPAIR DEXTRA DI KLINIK BINTANG PHYSIO : STUDI KASUS Lesmana, Doan; Herawati, Isnaini; Meidania, Monalisa
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 2 No. 1 (2023): JANUARY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v2i1.3287

Abstract

Pendahuluan: Robekan meniskus merupakan salah satu yang paling umum cedera lutut yang dirawat. Meniskus sangat penting untuk fungsi normal lutut, termasuk beban transmisi, stabilitas sendi, pelumasan, dan nutrisi dari tulang rawan artikular. Hilangnya fungsi meniskus normal menyebabkan peningkatan tekanan kontak lutut dan tulang rawan articular degenerasi dari waktu ke waktu. Perbaikan meniscus (meniscus repair) adalah salah satu jenis operasi yang dilakukan Ketika meniscus haru dilakukan operasi dengan cara menjahit meniscus yang mengalami robekan. Fisioterapi sangat berperan penting dalam perbaikan meniscus dengan latihan isometric, isokinetic yang bertujuan untuk menguatkan grub otot-otot yang lemah. Tujuan: meningkatkan ke fase seterusnya dan meningkatkan aktivitas fungsional untuk bisa Kembali kebidang olahraga. Metode: subjek diberikan latihan penguatan isometric dan isokinetic selama 4 minggu yang dilakukan 3x/minggu. Hasil: evaluasi dilakukan dengan menggunakan instrument penggukuran Visual Analog Scale (VAS), Range Of Motion (ROM), Manual Muscle Testing, dan Antropometri. Kesimpulan: terdapat peningkatan pada ROM, MMT, dan Antropometri setelah diberikan terapi Lathan selama 4 minggu.
Body Composition and Its Related with Hypertension in Elderly in Surakarta Sudaryanto, Wahyu Tri; Wahyuni, Wahyuni; Herawati, Isnaini; Ayuningrum, Ika Yuli; Murti, Bhisma; Setiawan, Rizki; Putri, Nuristiqomah Dwi
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 10 No. 3 (2023): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36408/mhjcm.v10i3.873

Abstract

BACKGROUND: Several studies reported that obesity was linked to abnormal blood pressure. Obesity increases cardiovascular disease risk in adults and elderly. Body composition has been commonly measured using basic anthropometry, i.e body mass index (BMI). However, waist circumference (WC) is assumed to be more capable of capturing long-term visceral fat accumulation than BMI. Studies comparing BMI and WC to the risk of hypertension in the elderly are needed. OBJECTIVE: The aim of this study was to compare the risk of body composition using body mass index and waist circumference as risk factors for hypertension in the elderly. METHOD: A cross-sectional study was carried out in Surakarta, Central Java. A sample of 91 elderly was selected by convenience sampling. The dependent variable was hypertension. The independent variables included age, gender, body mass index (BMI), and central obesity (assessed by waist circum­ference). BMI and central obesity were used to measure body compo­sition. Blood pressure was measured by a sphygmomano­meter, body weight was measured by digital scale (kg), and body height was measured by stature meter (cm). Central obesity was categorized by waist circumference (WC in centimeter) measurement. The other variables were obtained from questionnaire. Comparison of body composition on hyper­tension were examined using simple logistic regression run on Stata 13. RESULTS: Elderly with central obesity (waist circumference ≥94 cm for males or ≥80 cm for females) had higher risk hypertension and it was statistically significant (OR= 3.07; 95% CI= 1.10 to 8.53; p= 0.032). CONCLUSION: Central obesity is significantly increase the risk hypertension in elderly.
Structural equation modeling: exploring relationships of body mass index, waist circumference, and hypertension in elderly Sudaryanto, Wahyu Tri; Herawati, Isnaini; Wahyuni, Wahyuni; Ayuningrum, Ika Yuli; Murti, Bhisma; Setiawan, Rizki; Putri, Nuristiqomah Dwi
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 4: December 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i4.24415

Abstract

Waist circumference (WC) measurements in the elderly are uncommon and erratic. Furthermore, its correlation to hypertension has received less attention in Indonesia. This study attempted to investigate direct and indirect risk factors for high blood pressure in the elderly using structural equation modeling (SEM). A cross-sectional study was conducted in Surakarta, Central Java, Indonesia. The 297 elderly aged ≥60 is eager to take part. The path model of factors associated with blood pressure was analyzed using Stata 13. Male (b=-0.43; 95% CI=-5.67 to 4.81; p=0.872), age (b=0.52; 95% CI=0.12 to 0.93; p=0.012), and WC (b=0.35; 95% CI=0.17 to 0.53; p<0.001) directly affected systolic blood pressure (SBP). Male (b=1.83; 95% CI=-1.17 to 4.82; p=0.231), age (b=-0.03; 95% CI=-0.26 to 0.20; p=0.790), BMI (b=0.40; 95% CI=-0.03 to 0.83; p=0.067), and WC (b=0.04; 95% CI=-0.09 to 0.16; p=0.571) directly affected diastolic blood pressure (DBP). Increasing age, body mass index (BMI), and waist circumference (WC) are the important variables that influence blood pressure in older people. This study supports the evidence that body composition and weight control are necessary to prevent and control blood pressure in the elderly.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abyori Daru Murtama Achmad Briliansyah Arieputra Adelin, Shafira Prajawati AGUS WIDODO Agustianti, Ega Fahla Ajeng Sabtorini Ajitirtiono, Ramadanu Alfi Salatina Alfi Salatina Almadani, Zahra Amalia Prasetyaningtyas Amalia Prasetyaningtyas Amar Busro Anam, Maulana Chairul Andhika Fatir Ath-Thariq Angger Perdana Wibowo Anggita Nurul Ikshanty Anis Dwi Charisa Annisa Amaliah Annisa Dwi Rahayu Annisa Rizky Amalia Annissa Mustika Ayu Aprilia Nurlita Dwi Putri Apriliyani, Intan Dwi Ardhiani, Miftah Rizky Ardhita Hilwa Zakia Ardiansyah, Faizin Arif Pristianto Arifin, Akhmad Zainal Arizona, Diara Atina Fauziyah Ayu Dwi Lestari Ayu Sulistiani Dianingtyas Ayu, Annissa Mustika Bakri As Syafiq Bhisma Murti Cafin Surya Putra Pratama Cahyaningsih, Arum Cartika Volta Pradanov Chafsoh, Zannuba Alifah Cindi Permata Sari Damayanti, Dyah Ayu Kusuma Dea Linia Romadhoni Dheonita Marsyanda Rofifah Dianingtyas, Ayu Sulistiani Dimas Budi Lestari Dini Afriani Khasanah Dita Hafsari Diva Anggraeni Yulia Maharani Dyah Ayu Kusuma Damayanti Dyah Ayu Salimah Dyah Kusuma Ayu Kinanti Endang Nur Widiyaningsih Ervianta, Widya Evita Sari Farah Hanifah Setiarahmawati Farid Rahman Fathya Rahma Kamilatunnuha Fauziyah, Atina Fazaumi Nuriya Sayekti Filmasari, Fitri Fitri Filmasari Fitri Kurniasari Galih Adhi Isak Setiawan Habiibatusy Syaahidah Hafiza Amalia Hanifa, Miftahul Fauziah Hapsari, Dela Oktavia Ihza Risqi Praditya Ika Purwaningsih Ika Yuli Ayuningrum Ilyas, Muhammad Taufik Indri Setyaningsih Intan Tri Agitha Kamilatunnuha, Fathya Rahma Khairina Zulfah Khanza, Namira Mutia Khasanah, Dini Afriani Kinanti, Dyah Kusuma Ayu Komalasari, Dwi Rosella Kurnia Lutfi Farizqi Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah Lalu Surya Rizky Pratama Latifah, Alifia Putri Lesmana, Doan lestari, sulis Lisa Grafita Luluk Setya Arimbi Luthfiyah Putri M. Halim Meidania, Monalisa Miftah Rizky Ardhiani Muflihah, Nurul Muh Ridhuwan Muhammad Andhika Fajrin Noval Fajrin Muhammad Lukman Hakim Muhammad Taufik Ilyas Muhammad Zulfa Rangga Nuraminazkiya Mursyida, Luthfa Mutalazimah Mutalazimah Nafisa Destriana Saputri Nita, Siska Alfia Noor Laela Fitria Nuraminazkiya, Muhammad Zulfa Rangga Nurhayati, Kofifah Indri Nurul Zulaeka Oktaviani Fitriyah Okti Sri Purwanti Pramudya Putri, Anggun Prasetyo, Arya Tri Pratama, Cafin Surya Putra Pratama, I Putu Aditya Pratamasari, Nastiti Prihastomo, Teguh Prima Afifah Purbasasana, Purbasasana Purnomo Gani Putri, Asnatul Baida Putri, Fatati Nurainni Putri, Nuristiqomah Dwi Qomariyah Qomariyah Qomariyah Qomariyah Rahayu, Annisa Dwi Rahma Alfina Rahmawati, Aulia Fahriza Rahmi, Nurul Fikria Fauzia Raihani, Ferrarista Nadja Rakhma Nur Fitratun Nikmah Rania, Ratu Rasyidi, Arba’Atur Ratnasari, Eka Febri Ratu Rania Raveena Wulan Octavia Retno Andriani Ridhuwan, Muh Rizka Salsabila Putri Rizqillah, Indah Prima Rochmah, Yunita Nur Rosyad, Hanif Ar RR. Ella Evrita Hestiandari S Sakinah Sabrina Tristiana Abkhoir Salma Hira Ayu Setyara Salma Muazzaroh Salsabila, Mutia Saputri, Shinta Claudia Sari, Cindi Permata Sepfiana, Gerarda Setiarahmawati, Farah Hanifah Setiawan, Galih Adhi Isak Setiawan, Rizki Setyawan, Annisa Putri Amalia Shafira Prajawati Adelin Siti Chodijah Siti Helmyati Sri Isnin Kadarti Sugianto, Rega Syafiq, Bakri As Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Eko Susilo Tiara Fatmarizka Ulfa Munawaroh Diniyah Ulfah Zulfahmi Umi Budi Rahayu Utami, Mulatsih Nita W Wahyuni Wachidah, Rahayu Noor Wahyu Tri Sudaryanto Wahyuni Wahyuni wahyuni wahyuni Wardhana, Muhamad Fikry Abrar Yoga Warih Sri Widodo Widya Ervianta Wijayanti, Christina Wahyu Wisnu Sri Hertinjung Yoran, Yoseph Evan Yusuf Arianto Zulfah, Khairina