Claim Missing Document
Check
Articles

Sustainable Chemistry Oriented on Chemistry Learning to Increase Student Awareness to the Environment Magfirah Perkasa; Agrippina Agrippina; Wiraningtyas Wiraningtyas
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6, No 2 (2017): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat6264672017

Abstract

The development of science, technology and art influence on economic and social development of society. The rapid economic growth in Indonesia is still a profit-oriented bussines. The attitude of caring and awareness about the environment tend to be ignored by the employers even do not inserted and properly evaluated in the education curriculum in Indonesia. Attitudes towards environmental awareness needs to be instilled as early as possible to the students and evaluated particularly well in chemistry learning where has direct contact with the environment. The concept of sustainable development issued by the United Nations (UN) could be one of the solution to develop economic with environmental way and can be inserted into chemistry learning process. Sustainable development concept has three main domains are environmental, economic and social. There are several models and strategies of learning where has sustainable development orientation, are: experiental learning, project-based learning, values and character-based learning, inquiry learning, and others. The indicators of the students who have environmental awareness, are: 1) to know and be aware of issues and environmental issues, 2) have a perception and awareness of the issues and problems of the environment, and 3) have confidence in solving environmental problems and contribute to environmental improvement. Writing this article aims to outline the concept of sustainable development in learning chemistry so that it can be a reference for improving students' environmental awareness. This article will examine several issues, are: the concept of sustainable development, learning chemistry for sustainable development, sustainable development-oriented learning models and indicators of environmental awareness. Through this article, educators and stake holders are expected to be able to insert and apply the concept of sustainable development in the learning process chemistry to enhance students' environmental awareness.
Diversifikasi Produk Kelompok Pengrajin Tenun Bima Berbasis Nano Teknologi di Kelurahan Rabadompu Timur Kota Bima Agrippina Wiraningtyas; Wahyuni; Syarifuddin
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v7i2.7431

Abstract

The problems faced by the Bima weaving craftsmen group, especially in East Rabadompu Village, Bima City, include a decrease in sales of Bima weaving products during the pandemic, which affected the income and welfare of Bima weaving craftsmen. So that this Community Partnership Program (PKM) aims to empower and increase the production of Bima weaving artisan groups in East Rabadompu Village, Bima City, by utilizing nanoparticle-based technology to make functional Bima weaving diversification products that are anti-bacterial and self-cleaning. The method used was training and mentoring in the manufacture and application of nanoparticles as a coating material and diversification of Bima weaving products. The results and impacts of the activity are Bima weaving diversification products in the form of pashminas, fans, and woven masks that are anti-bacterial and self-cleaning, with higher economic value. As well as increasing the knowledge and skills of activity participants so that they can apply nanotechnology and make woven diversification products. Therefore, it can increase the added value and economic value of woven products, so that it can also improve the welfare of Bima weaving craftsmen and MSME actors.
PENGUJIAN KARAKTERISTIK UJI IMPACT MATERIAL KOMPOSIT MATRIKS RESIN POLYESTER CAMPUR SERAT PISANG DAN PASIR BESI DENGAN VARIASI BERAT Agrippina Fa'iz; Fery Setiawan; Edi Sofyan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.656

Abstract

The development of composite materials is increasingly rapid to obtain alternative materials that meet the criteria, namely the material is strong, light, cheap and easy to obtain. In this study, banana fiber and iron sand were chosen because of their abundance in Indonesia, so they are easy to obtain. The specimens were made using the hand layup method with woven fiber grooves, polyester resin was used as a specimen matrix, specimen testing used charpy impact testing to determine strength, hardness, and ductility. The purpose of the study was to find out the best composition of the variations of the specimens made. experimental method was used with a ratio of four weight variations (0%, 20%, 30%, 40%). In specimens with a weight fraction of 0% the value of absorption energy (0.961 J/mm2) and impact values ​​(0.0080 J/mm2), the highest value for the 10% weight fraction was sample A (0.0043 J/mm2) and the highest value was in sample A (0.0043 J/mm2). The lowest value was in the B fraction (0.004 J/mm2), the 20% weight fraction specimen, the highest value was in the B sample (0.0033 J/mm2) and the lowest value was in the A and C samples (0.0025 J/mm2), the heavy fraction specimen 30% of the highest value is in sample B (0.0025 J/mm2) and the lowest value is in samples A and C (0.0019 J/mm2), of the four weight variations the highest value of impact testing results is 10% fiber volume with a value of 0 .0043 J/mm2 and the lowest value is 100% fiber volume with a value of 0.0012 J/mm2
EKSTRAKSI ZAT WARNA DARI RUMPUT LAUT Sargassum sp. ruslan 1; Agrippina Wiraningtyas 2
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.789 KB) | DOI: 10.33627/re.v2i01.72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi zat warna dan natrium alginat dari rumput laut Sargassum sp. yang tumbuh di wilayah perairan Kabupaten Bima. Rumput laut Sargassum sp. yang digunakan pada penelitian ini diambil dari petani rumput laut di Pantai Wane Kabupaten Bima. Beberapa variasi yang digunakan pada penelitian ini diantaranya metode ekstraksi, variasi pelarut, lama ekstraksi dan uji stabilitas zat warna baik terhadap suhu maupun terhadap lama penyimpanan. Karakaterisasi hasil ekstraksi zat warna menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil yang diperoleh bahwa rumput laut Sargassum sp. dapat dimanfaatkan sebagai sumber zat warna alam dan natrium alginat. Pengaruh metode ekstraksi zat warna diperoleh bahwa metode maserasi lebih baik digunakan dibandingkan metode refluks dan microwave. Ekstrak zat warna rumput laut Sargassum sp. sangat bergantung pada sifat kepolaran pelarut. Maserasi menggunakan pelarut air menghasilkan zat warna yang lebih pekat dibandingkan maserasi menggunakan pelarut metanol dan etanol. Kondisi optimum ekstraksi zat warna dari Sargassum sp. terhadap lama maserasi dilakukan selama 2 hari perendaman. Uji kestabilan lama simpan dan pengaruh suhu terhadap zat warna Sargassum sp. pada penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak zat warna stabil apabila disimpan sampai 6 hari dan mampu bertahan pada suhu 70 oC.
Penentuan Nilai Sun Protection Factor (SPF) dari Kulit Bawang Merah agrippina wiraningtyas; Ruslan Ruslan; Sry Agustina; Uswatun Hasanah
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.438 KB) | DOI: 10.33627/re.v2i01.140

Abstract

Kulit bawang merah merupakan salah satu tanaman yang diduga memiliki aktifitas sebagai tabir surya sehingga dilakukan penelitian tentang penentuan nilai sun protection factor (SPF) dari ekstrak etanol kulit bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai SPF dari kulit bawang merah, menentukan konsentrasi optimum dari ekstrak kulit bawang merah dan memanfaatkan kulit bawang merah sebagai sunscreen. Ekstrak kulit bawang merah didapat dengan cara diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 50%, kemudian fitrat yang diperoleh dipanaskan sampai mendapatkan ekstrak kental. Ekstrak kental kulit bawang merah kemudian dibuat variasi konsentrasi 4 ppm, 8 ppm, 12 ppm, dan 16 ppm. Larutan tersebut selanjutnya diukur absorbansinya pada spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 290 – 320 nm yaitu panjang gelombang untuk sinar UV B. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol kulit bawang merah memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Nilai SPF yang diperoleh dari variasi konsentrasi 4 ppm, 8 ppm, 12 ppm dan 16 ppm dengan nilai SPF berturut- turut yaitu 11,44; 20,12; 30,80 dan 34,83. Konsentrasi optimum pada kulit bawang merah terdapat pada konsentrasi 16 ppm dengan nilai SPF 34,83.
EKSTRAKSI ZAT WARNA DARI RUMPUT LAUT Sargassum sp MENGGUNAKAN PELARUT METHANOL agrippina wiraningtyas
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 2 No 2 (2019): JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.055 KB) | DOI: 10.33627/re.v2i2.228

Abstract

Rumput laut Sargassum sp merupakan salah satu spesies rumput laut yang mengandung senyawa fukosantin, klorofil, dan karotenoid yang berperan sebagai zat warna. Pelarut yang digunakan dalam ekstraksi zat warna adalah pelarut methanol yang memiliki tingkat kepolaran yang tinggi dari pelarut etanol (Ruslan 2019). Tujuan penelitian adalah mengekstraksi zat warna dari rumput laut Sargassum sp menggunakan pelarut methanol. Metode pada penelitian kali ini untuk mendapatkan zat warna alami pada rumput laut Sargassum sp menggunakan metode maserasi dengan pelarut methanol. Untuk mengetahui efektifitas konsentrasi palarut dilakukan variasi konsentrasi methanol sebesar 60%, 70%, dan 80%. Hasil ekstraksi kemudian diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 190-400 nm. Hasil penelitian ini adalah ekstraksi zat warna dari rumput laut Sargassum sp dapat diekstrak menggunakan pelarut methanol. Variasi konsentrasi pelarut methanol berpengaruh terhadap hasil ekstraksi zat warna dari rumput laut Sarggassum sp dengan metode maserasi. Ekstraksi menghasilkan warna kuning keemasan pada konsentrasi 60%, warna kuning kecokelatan dengan konsentrasi 70%, dan 80% menghasilkan warna kuning kecoklatan yang lebih pekat. Konsentrasi optimum pelarut methanol yang didapat adalah konsentrasi 80% dengan nilai absorbansi 2,383 dan warna yang dihasilkan adalah warna kuning kecoklatan yang lebih pekat.
UJI KESTABILAN PENYIMPANAN EKSTRAK ZAT WARNA ALAMI DARI RUMPUT LAUT Sargassum sp. agrippina wiraningtyas; Ruslan R; Sry Agustina
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.439 KB) | DOI: 10.33627/re.v3i1.233

Abstract

Warna merupakan salah satu aspek penting dalam hal penerimaan konsumen terhadap berbagai macam produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyimpanan dan waktu optimum penyimpanan ekstrak dari rumput laut Sargassum sp. terhadap kestabilan warna yang dihasilkan. Sehingga diharapkan zat warna dari rumput laut Sargassum sp. bisa diaplikasikan dalam berbagai macam produk. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen jenis kuantitatif. Penelitian dimulai dengan preparasi bahan, kemudian sebanyak 20 gram bahan dimaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 40% selama 48 jam dengan perbandingan pelarut dan zat terlarut 1:5. Hasil maserasi kemudian disaring menggunakan kertas saring dan corong, hasil yang didapat berupa ekstrak zat warna alami dari rumput laut Sargassum sp.. Selanjutnya ekstrak akan divariaskan dengan lama waktu penyimpanan yang berbeda yaitu 2,4,6,dan 8 hari. Sampel selanjutnya akan dianalisis secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil dari penelitian ini adalah terjadi kenaikan nilai absorbasi dari penyimpanan hari ke 2 sampai hari ke 6 dengan nilai absorbansi 2,306 menjadi 2,589. Namun pada penyimpanan hari ke 8 nilai absorbansinya mengalami penurunan yaitu 2,389. Dari penelitian ini didapat waktu optimum penyimpanan ekstrak zat warna alami dari rumput laut Sargassum sp. adalah pada penyimpanan hari ke 6 dengan nilai absorbansi tertinggi 2,589.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI GARAM MELALUI HOME INDUSTRY GARAM BERYODIUM DI DESA SANOLO agrippina wiraningtyas; ruslan r; sry agustina
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.839 KB) | DOI: 10.33627/re.v1i1.235

Abstract

Community empowerment program has been carried for salt farmers in the Sanolo village through iodized salt home industry. The goal of this programe to improve the quality of the salt harvest salt farmers in the Sanolo village Bima regency through the creation of iodized salt. To standarized food needs by improving the quality of local salt accordance with the Indonesian National Standard (SNI). Promoting and marketing of iodized salt. Establish a local institution in the salt farming community. The method used in this activity is done through several steps including socialization, training iodized salt production, management training and marketing and publication of products. This programe was produced several conclusions including the salt harvest of farmers in the village of Sanolo can improve the quality and resale value through the production of iodized salt. Iodized salt produced by home industry in the Sanolo village meet the Indonesian National Standard (SNI) as the salt consumption. Community organizations have formed for the management of iodized salt by organization is "Bina Karya Sanolo or (BKS)" equipped with the structure of organization. The group had agreed cooperation between Bina Karya Sanolo (BKS) with the government of Sanolo village in terms of the distribution and marketing of iodized salt.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK TONGKOL JAGUNG TERHADAP NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) agrippina wiraningtyas; ruslan r; sry agustina
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.892 KB) | DOI: 10.33627/re.v1i1.236

Abstract

Tongkol jagung merupakan salah satu tanaman yang diduga memiliki aktifitas sebagai tabir surya sehingga dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi ekstrak tongkol jagung terhadap nilai sun protection factor (SPF). Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan tongkol jagung sebagai sunscreen, menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) dari tongkol jagung dan menentukan konsentrasi optimum dari ekstrak tongkol jagung yang dapat digunakan sebagai sunscreen. Ekstrak tongkol jagung didapat dengan cara diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 50%, kemudian filtrat yang di dapat dipanaskan sampai mendapatkan ekstrak kental. ekstrak kental tongkol jagung kemudian dibuat variasi konsentrasi 4 ppm, 8 ppm, 12 ppm dan 16 ppm. larutan tersebut selanjutnya diukur absorbansinya dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm yaitu panjang gelombang untuk sinar UV B, untuk menentukan nilai SPF. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol tongkol jagung memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Nilai SPF yang diperoleh dari variasi konsentrasi 4 ppm, 8 ppm, 12 ppm dan 16 ppm dengan nilai SPF berturut-turut yaitu 8,36; 12,13; 18,55; 20,81. Sebagai konsentrasi optimum pada tongkol jagung terdapat pada konsentrasi 16 ppm dengan nilai SPF 20,81.
Pewarnaan Benang Menggunakan Ekstrak Daun Nila (Indogofera) Agrippina Wiraningtyas; R Ruslan; Ahmad Sandi; Muh. Nasir
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.798 KB) | DOI: 10.33627/re.v3i1.242

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pewarnaan benang tenun menggunakan zat warna alam dari daun nila (Indigofera). Metode yang digunakan dalam pengambilan ekstrak zat warna dari daun nila digunakan metode fermentasi. Sedangkan pada pewarnaan benang dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu mordanting, pewarnaan, fiksasi dan pengeringan benang. Hasil kegiatan pada proses fermentasi diperoleh ekstrak daun nila berwarna biru gelap dan memiliki aroma khas. Pada proses pewarnaan benang diperoleh benang hasil pencelupan dalam ekstrak daun nila memberikan warna abu-abu. Fiksasi dengan dengan tawas dan kapur menghasilkan benang berwarna biru keabuan sedangkan fiksasi dengan tunjung menghasilkan benang berwarna abu kecoklatan.
Co-Authors Abbassyakhrin Ahmad Sandi Ahmad Sandi Ahyansyah, Ahyansyah Alfira Sofia Amang Ilman Amran Amran Anak Agung Putu Gede Bagus Arie Susandya Anita Rahmawati Anita Rahmawati Arif Munandar Ariyansyah Ariyansyah Asti sulistari Busran B Edi Sofyan Eka Purnamawati Erna Cahyaningsih Fariati Fariati Fery Setiawan fiani, ningsih al Haryaningsih, Haryaningsih I Ketut Widnyana I Made Wahyu Wijaya Irfan I Irma Rubianti Julkaidah Julkaidah Kasnati K Lisa Anggriani Putri Magfirah Perkasa Magfirah Perkasa Mawaddah, Sukma Mei Sulistyoningsih Miftahul Janah Muh. Nasir Muhamad Afan Muhammad Subhan Mukhlis Mukhlis Mutmainnah, Putri Ayu na, ginanti gina Nasution Nasution Ni Putu Cempaka Dharmadewi Atmaja NINGSIH, NINGSIH Nofryanti Mulya Putri Nur Apandi, R Nelly Nurfidianty Annafi Nurfidianty Annafi Nurfidianty Annafi Nurfidianty Annafi Nurfidianty Annafi, Nurfidianty Nurmaya, Alya Nursyofiatin Nursyofiatin Nurul Khairani Olahairullah, Olahairullah Putri Ayu Mutmainah Putri Ayu Mutmainnah Putri Mutmainnah Putri, Irda Aulia Putu Eka Pasmidi Ariati Ramlah Ramlah Rosnita Rosnita Rr Hawik Ervina Indiworo Ruslan Ruslan Ruslan Ruslan Sandi, Ahmad Santrianingsih Santrianingsih Silaturahmi S Sowanto Sowanto Sowanto, Sowanto Sri Bulan Sri Rahma Wati Sri Susanti Sry Agustina Sry Agustina Sry Agustina Sry Agustina Sudargo Sugiyono Sugiyono Suryani Suryani Susi dianti syahrimin imin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Tusida Mulyani Ulfa Ulfa Ulfania, Ulfania Uswatun Hasanah wahyuni wahyuni Wahyuni Wahyuni Wahyuni Wahyuni Wiraningtyas Wiraningtyas Wiraningtyas, Wiraningtyas Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli