Articles
Ekstraksi Zat Warna Dari Daun Jati Muda Dan Aplikasinya sebagai Kertas Indikator Asam-Basa
Lisa Anggriani Putri;
agrippina wiraningtyas;
Magfirah Perkasa;
Ruslan R
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (504.19 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v3i1.421
Indikator merupakan zat yang dapat memberikan warna yang berbeda apabila direaksikan dengan larutan asam atau basa. Indikator sangat dibutuhkan dalam pembelajaran kimia, salah satu materi kimia yang membutuhkan penggunaan indikator adalah materi eksperimen asam-basa. Salah satu sumber bahan alami yang memliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan indikator asam basa adalah daun jati muda, dimana daun jati muda mengandung unsur tanin dan pigmen antosianin yang dapat dimanfaatkan sebgaai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap warna ekstrak daun jati muda serta warna kertas indikator setelah diuji. Pelarut yang digunakan dalam penelitian ini adalah etanol 96%, metanol 95% dan air. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi mempengaruhi warna ekstrak dan warna kertas indikator, pelarut etanol 96% dan metanol 95% menghasilkan warna kertas lebih kontras dalam mebedakan larutan asam maupun basa yaitu warna coklat pada larutan asam dan hitam pada larutan basa.
Ekstraksi Zat Warna Rumput Laut Sargassum sp. Dan Aplikasinya Pada Kertas Indikator Asam-Basa
Busran B;
agrippina wiraningtyas;
arif munandar;
Ruslan R
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (627.532 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v3i2.422
Indikator merupakan zat yang dapat memberikan warna yang berbeda apabila direaksikan dengan larutan asam atau basa. Indikator sangat dibutuhkan dalam pembelajaran kimia, salah satu materi kimia yang membutuhkan penggunaan indikator adalah materi eksperimen asam-basa. Salah satu sumber bahan alami yang memliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan indikator asam basa adalah rumput laut Sargassum sp.. Rumput laut Sargassum sp. merupakan jenis rumput laut cokelat (phaeophyceae) yang mengandung senyawa yang bermanfaat untuk kehidupan seperti protein, alginat, vitamin C, yodium, tanin dan fenol. Kandungan lain dari Sargassum sp. adalah pigmen fotosintetik seperti fukosantin, klorofil, dan karotenoid yang bermanfaat untuk menghasilkan pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu ekstraksi terhadap warna ekstrak rumput laut Sargassum sp. dan warna kertas indikator setelah diuji serta mengaplikasikan kertas indikator dari rumput laut Sargassum sp. pada larutan asam basa. Pelarut yang digunakan dalam penelitian ini adalah etanol 70%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu yang digunakan dalam proses ekstraksi mempengaruhi warna ekstrak dan warna kertas indikator. pada ekstrak rumput laut Sargassum sp dengan waktu ekstraksi 5 jam, kertas indikator mengalami perubahan yang signifikan yaitu dari putih ivory berubah menjadi kuning.
Pemanfaatan Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Sebagai Zat Pewarna Alami (ZPA) Tekstil Dan Aplikasinya pada Benang Tenun
Muhamad Afan;
agrippina wiraningtyas;
Sry Agustina;
Ruslan R
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (640.677 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v3i2.423
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan daun Sirih (Piper Betle L.) sebagai zat warna alam pada tekstil. Tahap pengolahan Pemanfaatan Ekstrak Warna Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) ZPA (Zat Pewarna Alami) Tekstil Pada Aplikasi Benang Tenun Bima dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya ekstraksi zat pewarna alam, mordanting, pewarnaan dan proses fiksasi. Hasil pewarnaan benang dapat dilihat perubahan warna yang dihasilkan, benang yang awalnya berwarna putih tetapi mengalami perubahan warna setelah direndam dalam zat warna ekstrak daun sirih hijau. Warna yang dihasilkan yaitu untuk variasi maserasi 1, 3, 4 dan 5 jam berwarna putih kecoklatan sedangkan untuk variasi maserasi 2 jam benang berwarna putih keemasan. Sedangkan dari hasil pengujian yang dilakukan pengaruh dari zat fiksator tawas menghasilkan warna seperti warna asli sebelum melalui proses fiksasi warna yang dihasilkan dalam penelitian ini secara indera penglihatan berwarna putih, pada zat fiksator tunjung menghasilkan warna kearah yang lebih gelap warna yang dihasilkan dalam penelitian ini secara indera penglihatan berwarna kuning keemasan sedangkan dengan fiksasi kapur tohor menghasilkan warna yang berseberangan dari warna asli dan warna yang dihasilkan adalah warna putih kecoklatan.
Ekstrak Zat Warna Dari Kulit Bawang Merah Dan Aplikasinya Sebagai Indikator Asam Basa
Kasnati K;
agrippina wiraningtyas;
Magfirah Perkasa;
Ruslan R
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (525.668 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v3i2.425
Kulit bawang merah (Allium cepa) merupakan salah satu limbah rumah tangga maupun limbah perindustrian yang jarang dimanfaatkan. kulit bawang merah memiliki pigmen warna merah yang berasal dari antosianin. Pigmen tersebut dapat mengalami perubahan warna pada perubahan keasamannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ekstrak kulit bawang merah dapat digunakan sebagai indikator asam basa. Ekstraksi kulit bawang merah dilakukan dengan metode maserasi. hasil penelitian ini menunjukan bahwa kulit bawang merah yang di ekstrak menggunakan pelarut etanol dengan kosentrasi 10% menghasilkan warna merah gelap, warna merah terang pada kosentrasi 30%, warna merah bata pada kosentrasi 50%, dan pada kosentrasi 70% menghasilkan warna merah maron yang lebih pekat, dan berwarna merah tua pada kosentrasi 90%. Kosentrasi optimum pelarut etanol yang didapat adalah kosentrasi 70% dengan nilai absorbansi 3.430 dan warna yang dihasilkan adalah warna merah maron yang lebih pekat.
PENGARUH WAKTU MASERASI TERHADAP EKSTRAK ZAT WARNA DARI KULIT BAWANG MERAH DAN APLIKASINYA PADA BENANG TENUN KAIN BIMA
Irfan I;
agrippina wiraningtyas;
Ruslan R
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (824.566 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v3i2.433
Tenun bima adalah kain tradisional yang potensial dalam perkembangan jaman pewarna alami. Keberadaan pewarna alami dinilai penting karena sifatnya yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan berbagai warna pada tenunan yang dimana jenis-jenis tumbuhan yang digunakan sebagai pewarna alami pada tenun bima ini adalah kulit bawang merah. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Waktu Maserasi Terhadap Ekstrak Zat Warna Dari Kulit Bawang Merah Dan Aplikasinya Pada Benang Tenun Kain Bima. Pelarut yang dugunakan dalam penelitian ini adalah etanol 96%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh waktu maserasi terhadap ekstrak dari kulit bawang merah terdapat pada variasi waktu 1 jam dengan nilai absorbansinya 2.842 nm.
EKSTRAKSI ZAT WARNA DARI DAUN JATI MUDA (Tectona grandis Linn. F.) DAN APLIKASINYA PADA BENANG TENUNAN BIMA
ruslan R;
agrippina wiraningtyas;
Silaturahmi S
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (691.268 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v4i1.512
Indonesia adalah negara yang sangat kuat dalam penyediaan bahan baku bersumber dari alam, namun masyarakat belum mampu memanfaatkannya dengan baik. Salah satu tumbuhan yang dapat berpotensi sebagai pewarna alami adalah daun jati muda (Tectona grandis Linn. F.). Dimana daun jati muda mengandung zat pewarna antosianin yang dapat memberikan warna merah, ungu bahkan merah gelap dan tanin yang dapat memberikan warna cokelat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut terhadap ekstrak zat warna pada daun jati muda, mengetahui konsentrasi optimum pada ekstraksi zat warna dari daun jati muda dengan menggunakan metode maserasi dan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi pelarut terhadap zat warna daun jati muda pada pewarnaan benang bahan baku kain tenunan Bima. Ekstrak daun jati muda didapat dengan cara diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol konsentrasi 50%, 60%, 70%, 80% dan 90%. Ekstrak yang diperoleh kemudian diukur nilai absorbansinya menggunakan alat spektrofotometer Uv-Vis pada rentang panjang gelombang 190-700 nm, serta digunakan untuk mewarnai benang tenunan. Hasil penelitian ini adalah variasi konsentrasi pelarut etanol berpengaruh terhadap ekstrak zat warna dari daun jati muda dengan metode maserasi. Konsentrasi optimum pelarut etanol untuk ekstraksi zat warna dari daun jati muda dengan metode maserasi adalah konsentrasi pelarut etanol 80% yang menghasilkan nilai absorbansi 1,425. Dan variasi konsentrasi pelarut etanol berpengaruh terhadap hasil warna pada bahan baku benang tenunan Bima.
EKSTRAKSI ZAT WARNA DARI KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia Mangostana L) DAN APLIKASINYA PADA BENANG TENUN BIMA
Sri Rahma Wati;
Ruslan R;
agrippina wiraningtyas;
Sry Agustina
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (615.809 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v4i1.513
Kulit buah manggis sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal dan masih dianggap sebagai limbah oleh masyarakat maupun penjual masih kurang dan bahkan dibuang begitu saja. Salah satu bahan yang dapat di gunakan untuk pembuatan zat warna alami yaitu dari kulit buah manggis (Garcinia mangostana L). Kandungan yang terdapat pada buah manggis antasionin yang menghasilkan warna merah, ungu, dan biru (Indra 2009). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh waktu pelarut terhadap ekstrak zat warna dari kulit buah manggis, mengetahui waktu optimum pada ekstrak zat warna kulit buah manggis dengan menggunakan metode maserasi, dan mengetahui pengaruh variasi waktu pelarut terhadap zat warna dari kulit buah manggis pada pewarnaan benabg bahan baku kain tenunan Bima. Ekstrak kulit buah manggis didapat dengan cara diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol waktu 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam. Ekstrak yang diperoleh kemudian diukur nilai absorbansinya menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis pada rentang panjang gelombang 190-600 nm, serta digunakan untuk mewarnai benang tenunan. Hasil penelitian ini adalah variasi waktu pelarut etanol berperngaruh terhadap ekstrak zat warna dari kulit buah manggis dengan metode maserasi. Waktu optimum pelarut etanol untuk ekstrak zat warna dari kulit buah manggis dengan metode maserasi adalah waktu 4 jam yang menghasilkan nialai absorbansi 4.459. Dan variasi waktu pelarut etanol berpengaruh terhadap hasil warna pada bahan baku benang tenunan Bima.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E TERHADAP HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 PALIBELO PADA MATERI KESETIMBANGAN ION DAN pH LARUTAN GARAM
Sri Susanti;
Nurfidianty Annafi;
Agrippina Wiraningtyas
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.206 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v5i1.751
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model Learning Cycle 5e terhadap hasil belajar ranah kognitif siswa XI IPA SMAN 1 Palibelo pada materi Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam. penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Palibelo yang beralamatkan di jalan Syekh Subu, Kecematan Palibelo, Kabupaten Bima. Penelitian ini dilaksanakan di semester Genap tahun pelajaran 2022/2023. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terdapat pengaruh model Learning Cycle 5E terhadap hasil belajar ranah kognitif siswa pada materi kesetimbangan ion dan pH larutan garam. Hasil analissis data menggunakan statistik uji-t diperoleh nilai 0,003, karena nilai (0,003 < 0,05) maka h0 ditolak dan Ha diterima. Hasil analisis data posttest diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 71,26 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 62,47 karena adanya perbedaan nilai rata-rata kedua kelas yakni lebih tinggi nilai kelas eksperimen dari pada kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Learning Cycle 5E dapat berpengaruh terhadap hasil belajar ranah kognitif siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH MENGGUNAKAN STRATEGI PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH DENA PADA MATERI STOIKIOMETRI
Nurul Khairani;
Sry Agustina;
Agrippina Wiraningtyas
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (115.505 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v5i1.753
Mata pelajaran kimia materi stoikiometri terkesan abstrak bagi siswa terutama pada kondisi siswa yang kurang aktif pada saat proses pembelajaran, diperlukan sebuah model pembelajaran yang ditambahkan strategi peta konsep didalamnya yang akan membantu siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBL menggunakan strategi peta konsep. Model PBL dengan strategi peta konsep diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi guru-guru kimia untuk digunakan dalam proses pembelajaran agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperime semu (quasi-eksperimental research) yaitu penelitian yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan dengan melakukan pengujian hipotesis yang didalamnya diberi perlakuan untuk mengontrol semua variabel yang ada.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI ASAM BASA DAN STOKIOMETRI
Tusida Mulyani;
Sry Agustina;
Agrippina Wiraningtyas
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.843 KB)
|
DOI: 10.33627/re.v5i1.761
Penelitian ini berfokus pada penggunaan problem based learning terhadap hasil belajar siswa pada materi asam basa atau steokiometri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis survey untuk menguji pengaruh dengan Problem Based Learning pada materi asam basa dan steokiometri. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Muhammadiyah Dena dan SMAN 2 Kilo. Sampel penelitian adalah siswa kelas X IPA 1 SMA Muhammadyiah Dena untuk materi steokiometri dan siswa kelas X1 IPA SMAN 2 Kilo untuk materi asam basa. Instrumen penelitian adalah hasil pretest dan postest penelitian Nurul dan Rahmah. Hasil penelitian dan analisis data pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik uji Independet Sample T-Test terhadap pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Thitung > 0,05 maka terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada penelitian Nurul Khairani dan Rahmah. Untuk menentukan seberapa besar efektivitas dilakukan dengan membandingkan ketuntasan klasikal dari kedua penelitian tersebut, pada penelitian Nurul Khairani (2022), ketuntasan klasikalnya sebesar 87,5 % sedangkan pada penelitian Rahmah (2022) ketuntasan klasikalnya sebesar 62,5 % bermakna bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara ketuntasan klasikal pada penelitian Nurul Khairani dan Penelitian Rahmah dengan perbandingan 87,5 % : 62,5 % yang berati bahwa penggunaan model Problem Based Learning pada materi stoikiometri lebih efektif dari pada materi asam basa.