Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi STEM dalam Pemberdayaan Masyarakat: Inovasi POC dan Kompos Plus sebagai Simulasi Proses Redoks untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Hijau Wiraningtyas, Agrippina; Olahairullah, Olahairullah; Rubianti, Irma; Subhan, Muhammad; Widnyana, I Ketut; Pasmidi Ariati, Putu Eka
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v9i1.4147

Abstract

Sektor pertanian di daerah tertinggal seperti Desa Mangge Na’e, Kabupaten Dompu, menghadapi masalah multidimensi yang saling berkaitan, meliputi ketergantungan tinggi pada input kimia yang mahal, minimnya akses irigasi yang andal, pemborosan limbah organik, serta kerentanan ketahanan pangan dan gizi yang tercermin dari angka stunting sebesar 13,56%. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk menjawab tantangan tersebut melalui integrasi pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dengan fokus pada inovasi teknologi tepat guna berbasis prinsip kimia redoks. Melalui metode participatory action research (PAR), masyarakat diajak terlibat langsung dalam simulasi dan produksi Pupuk Organik Cair (POC) Plus dan Kompos Plus dari limbah rumah tangga dan pertanian. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek: (1) aspek produksi dengan rerata produksi POC 50 liter/bulan, pengurangan ketergantungan pupuk kimia hingga 60%, dan penurunan penggunaan pestisida sintetis sebesar 50%; (2) aspek kapasitas masyarakat yang tercermin dari peningkatan pengetahuan kader posyandu sebesar 85%, serta penguasaan keterampilan teknologi dan matematika dalam mengelola usaha tani; dan (3) aspek ekonomi-lingkungan berupa penghematan biaya produksi, peningkatan akses pangan bergizi melalui 25 unit Taman Gizi keluarga, serta terbangunnya model ekonomi hijau berbasis sirkularitas lokal. Program ini membuktikan bahwa integrasi STEM tidak hanya menyelesaikan masalah teknis, tetapi juga membangun literasi sains dan kelembagaan masyarakat yang berkelanjutan. Model ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah tertinggal lain guna mendorong ketahanan pangan, kemandirian energi, dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
EDUKASI STUNTING MELALUI PENDEKATAN KIMIA: PERAN REAKSI REDOKS DALAM PENGOLAHAN PANGAN BERGIZI DAN PUPUK ORGANIK CAIR Rubianti, Irma; Subhan, Muhammad; Olahairullah, Olahairullah; Wiraningtyas, Agrippina; Dharmadewi Atmaja, Ni Putu Cempaka; Wahyu Wijaya, I Made
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v9i1.4155

Abstract

Stunting sebagai masalah kesehatan kronis akibat kekurangan gizi masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama di daerah tertinggal seperti Desa O’o, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dengan prevalensi mencapai 20,60%. Penelitian ini mengusulkan pendekatan edukasi stunting yang inovatif melalui integrasi prinsip kimia, khususnya reaksi redoks, dalam pengolahan pangan bergizi dan pengelolaan limbah organik. Tujuan penelitian adalah mengembangkan model edukasi berbasis kimia terapan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam pencegahan stunting secara holistik. Metode partisipatif diterapkan dengan melibatkan 39 kader Posyandu Desa O’o dan UMKM lokal. Kegiatan meliputi pelatihan tentang peran reaksi redoks dalam mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan hayati zat gizi mikro (besi, seng, kalsium), praktik pengolahan pangan lokal (nugget jamur, bakso jamur, jamur krispi) dengan kontrol oksidasi dan reduksi, serta pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga melalui fermentasi anaerob. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 50%, terutama dalam pemahaman penerapan redoks untuk mengurangi senyawa antinutrisi dan mempertahankan kandungan gizi. Kader berhasil memproduksi olahan pangan dengan retensi gizi hingga 80% serta mengurangi timbunan sampah organik rumah tangga sebesar 60% melalui produksi POC. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi, tetapi juga menciptakan siklus berkelanjutan antara kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga, integrasi prinsip kimia khususnya reaksi redoks dalam edukasi stunting terbukti efektif sebagai solusi kontekstual, partisipatif, dan berbasis sains terapan. Model ini dapat diadopsi sebagai strategi inovatif untuk percepatan penurunan stunting di daerah lain dengan permasalahan serupa.
Pemberdayaan Kelompok Tenun Nari-Nari Melalui Pewarnaan Benang Menggunakan Ekstrak Kayu Kuning Dan Kayu Mahoni R, Ruslan; Wiraningtyas, Agrippina; Sandi, Ahmad; Nasir, Muhammad
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v5i2.3706

Abstract

The "Nari-Nari" Weaving Village in Rabadompu Timur Village, Bima City, is a community group engaged in the weaving industry which has been carried on for generations. During this time, Bima woven fabric products use yarn raw material that has been colored using synthetic dyes. Yarn with synthetic dyes has a more diverse color, the fabric coloring process is easier and the cost is cheap, but synthetic dyes are carcinogenic and harmful to the environment. The solution to the problems faced by using natural dyes obtained from plants. This activity aims to train the Nari-Nari weaving group in yarn coloring using natural dyes. The method used is training through several stages of the activity namely the stage of socialization of activities; the training stage of yarn dyeing and woven fabric production. The dyes used are yellow wood extract and mahogany wood. The results obtained in this activity are the colored yarn has a different color based on the extract of the dye and fixation material. In yellow wood obtained with a maroon red color on alum, black on tunjung and reddish beige on lime. In mahogany wood is obtained beige on alum, black gray on tunjung and beige on lime.
Diversifikasi Produk Kelompok Pengrajin Tenun Bima Berbasis Nano Teknologi di Kelurahan Rabadompu Timur Kota Bima Wiraningtyas, Agrippina; Wahyuni; Syarifuddin
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v7i2.7431

Abstract

The problems faced by the Bima weaving craftsmen group, especially in East Rabadompu Village, Bima City, include a decrease in sales of Bima weaving products during the pandemic, which affected the income and welfare of Bima weaving craftsmen. So that this Community Partnership Program (PKM) aims to empower and increase the production of Bima weaving artisan groups in East Rabadompu Village, Bima City, by utilizing nanoparticle-based technology to make functional Bima weaving diversification products that are anti-bacterial and self-cleaning. The method used was training and mentoring in the manufacture and application of nanoparticles as a coating material and diversification of Bima weaving products. The results and impacts of the activity are Bima weaving diversification products in the form of pashminas, fans, and woven masks that are anti-bacterial and self-cleaning, with higher economic value. As well as increasing the knowledge and skills of activity participants so that they can apply nanotechnology and make woven diversification products. Therefore, it can increase the added value and economic value of woven products, so that it can also improve the welfare of Bima weaving craftsmen and MSME actors.
Co-Authors Abbassyakhrin Ahmad Sandi Ahmad Sandi Ahyansyah, Ahyansyah Alfira Sofia Amang Ilman Amran Amran Anak Agung Putu Gede Bagus Arie Susandya Anita Rahmawati Anita Rahmawati Arif Munandar Ariyansyah Ariyansyah Asti sulistari Busran B Edi Sofyan Eka Purnamawati Erna Cahyaningsih Fariati Fariati Fery Setiawan fiani, ningsih al Haryaningsih, Haryaningsih I Ketut Widnyana I Made Wahyu Wijaya Irfan I Irma Rubianti Julkaidah Julkaidah Kasnati K Lisa Anggriani Putri Magfirah Perkasa Magfirah Perkasa Mawaddah, Sukma Mei Sulistyoningsih Miftahul Janah Muh. Nasir Muhamad Afan Muhammad Nasir Muhammad Subhan Mukhlis Mukhlis Mutmainnah, Putri Ayu na, ginanti gina Nasution Nasution Ni Putu Cempaka Dharmadewi Atmaja NINGSIH, NINGSIH Nofryanti Mulya Putri Nur Apandi, R Nelly Nurfidianty Annafi Nurfidianty Annafi Nurfidianty Annafi Nurfidianty Annafi Nurfidianty Annafi, Nurfidianty Nurmaya, Alya Nursyofiatin Nursyofiatin Nurul Khairani Olahairullah, Olahairullah Putri Ayu Mutmainah Putri Ayu Mutmainnah Putri Mutmainnah Putri, Irda Aulia Putu Eka Pasmidi Ariati R, Ruslan Ramlah Ramlah Rosnita Rosnita Rr Hawik Ervina Indiworo Ruslan Ruslan Ruslan Ruslan Sandi, Ahmad Santrianingsih Santrianingsih Silaturahmi S Sowanto Sowanto Sowanto, Sowanto Sri Bulan Sri Rahma Wati Sri Susanti Sry Agustina Sry Agustina Sry Agustina Sry Agustina Sudargo Sugiyono Sugiyono Suryani Suryani Susi dianti syahrimin imin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Tusida Mulyani Ulfa Ulfa Ulfania, Ulfania Uswatun Hasanah WAHYUNI wahyuni wahyuni Wahyuni Wahyuni Wiraningtyas Wiraningtyas Wiraningtyas, Wiraningtyas Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli