Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Optimasi Kombinasi Carbomer dan CMC-Na dalam Sediaan Gel Pewarna Rambut Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Lia Mardiana; Titik Sunarni; Mimiek Murukmihadi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i1.6261

Abstract

Ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dapat digunakan sebagai pewarna alami karena mengandung pigmen antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi carbomer dan CMC-Na terhadap stabilitas sifat fisik dan pewarnaan gel serta iritasi formula optimum yang diperoleh. Serbuk kering bunga telang dimaserasi menggunakan gelombang ultrasonik dengan air yang diasamkan dengan asam tartrat sebagai pelarut. Ekstrak yang diperoleh dari penyaringan vakum kemudian dikeringkan dengan metode freeze dry selama 3 hari. Formula optimum yang diperoleh diuji iritasi, stabilitas mutu fisik dengan metode freeze and thaw selama 3 siklus, dan stabilitas warnanya terhadap lama pewarnaan pada rambut, pencucian serta pengaruh sinar matahari. Hasil menunjukkan bahwa carbomer dominan meningkatkan viskositas, daya lekat, dan pH gel sedangkan CMC-Na dominan meningkatkan daya sebar gel. Interaksi dari carbomer dan CMC-Na meningkatkan viskositas, daya lekat, pH, dan daya sebar. Formula optimum diperoleh dari kombinasi carbomer dan CMC-Na masing-masing pada konsentrasi 1,66 dan 6,00%. Tidak terdapat perbedaan respon antara prediksi dengan perlakuan. Viskositas, daya lekat, daya sebar, dan pH gel tidak stabil (p<0,05) selama 3 siklus.
ANALISIS KINERJA APOTEK AVICENA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD DENGAN ANALISIS SWOT Eka Hayati Rhomah; Titik Sunarni; Ika Purwidyaningrum
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v7i2.997

Abstract

The concept of BSC can be used as performance evaluation tool . The purpose of this study is to analyze the performance of Pharmacy in BSC perspectives and determine the strategic map using SWOT method. This research is non-experimental research with a descriptive design. Performance on the BSC. The results of performance measurements are combined with SWOT analysis to determine the strategy map. The results showed the value of TOR, ROI and Nett Profit Margin have not met the standard. Dispensing time meets the standards; Based on the SWOT analysis, the strategy map prepared prioritizes strengthening perspective of learning and growth to improve the quality of pharmaceutical services so can increase customer and revenue growth.
PELATIHAN PEMBUATAN SEDIAAN PERMEN SIRSAT SEBAGAI ANTIOKSIDAN SEBAGAI DAYA TAHAN TUBUH DI WILAYAH KERTEN LAWEYAN SURAKARTA: PELATIHAN PEMBUATAN SEDIAAN PERMEN SIRSAT SEBAGAI ANTIOKSIDAN SEBAGAI DAYA TAHAN TUBUH DI WILAYAH KERTEN LAWEYAN SURAKARTA Vivin Nopiyanti; Reslely Harjanti; Siti Aisiyah; Titik Sunarni; Suhartinah Suhartinah; Ilham Kuncahyo
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v6i2.6889

Abstract

Soursop fruit contains vitamin C and polyphenolic compounds that have the potential as a source of antioxidants. It is hoped that by consuming a lot of soursop fruit it will provide an increase in memory and to maintain cell damage due to free radicals. Making soursop candy preparations will allow use which is relatively easy to use and gives a good taste so that not only adults consume it but also for children. Service activities are divided into several stages starting from surveys and observations, followed by training in the form of tutorials then mentoring from the service team and ending with activity evaluation. Making soursop candy preparations is easy, simple and uses simple tools. We often encounter soursop fruit in the yard and for additional materials for making soursop preparations, it is easy to find on the market and the price is cheap. The principle of making it is all the ingredients are boiled until it becomes a semi-solid dough. Then wait until it cools down. Once cool, cut according to taste and wrapped in an attractive wrapper. Service activities carried out in RT 1/RW 1, Laweyan District, Surakarta went well while still implementing health protocols. In addition to providing training on making soursop candy preparations for PKK cadres in Kerten Laweyan Surakarta, training was also held related to opportunities to be developed as community independent businesses. The conclusion of the activity and evaluation of the preparation of soursop candy is considered to have the potential to be developed so that it can be used as an independent business product that is marketed commercially.
ANALISIS BIAYA RIIL PENGOBATAN PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP TERHADAP TARIF INA-CBG’s DI RSNU JOMBANG : REAL COST ANALYSIS OF HYPERTENSION TREATMENT OF INSPIRED PATIENTS ON INA-CBG's RATES AT RSNU JOMBANG Istiqomah; Ika Purwidyaningrum; Titik Sunarni
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.507

Abstract

Di Indonesia jumlah penduduk yang menderita hipertensi sekitar 260 juta jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan pada penyakit hipertensi, biaya rerata pengobatan, faktor yang mempengaruhi biaya pengobatan pasien hipertensi rawat inap, serta kesesuaian biaya riil dengan biaya paket INA-CBGs pada pasien JKN. Penelitian ini termasuk dalam cross sectional, data diambil secara retrosfektif dengan subyek penelitian adalah pasien hipertensi rawat inap tanpa komorbid dan pasien hipertensi dengan komorbid gagal ginjal dan diabetes melitus, data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan software SPSS dengan one sampel t test. Hasil penelitian ini menunjukkan pola pengobatan hipertensi di RSNU Jombang paling banyak adalah Candesartan untuk terapi tunggal, jika kombinasi umumnya menggunakan obat golongan  CCB dan ARB. Faktor yang mempengaruhi biaya riil pasien hipertensi rawat inap pada tahun 2017 adalah komorbid, LOS, dan tingkat keparahan. Sedangkan pada tahun 2018 tidak ada faktor yang mempengaruhi biaya riil. Perbedaan biaya riil dengan tarif biaya INA-CBGs pada tahun 2017 dan 2018 menunjukkan perbedaan signifikan yang positif, hal ini berarti rumah sakit mampu melakukan efisiensi biaya pengobatan pasien hipertensi rawat inap. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat dilakukan dengan mengambil subyek penelitian yang lebih banyak sehingga dapat dilihat outcome terapi yang diperoleh pasien.
ANALISIS KINERJA APOTEK AVICENA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD DENGAN ANALISIS SWOT Eka Hayati Rhomah; Titik Sunarni; Ika Purwidyaningrum
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v7i2.997

Abstract

The concept of BSC can be used as performance evaluation tool . The purpose of this study is to analyze the performance of Pharmacy in BSC perspectives and determine the strategic map using SWOT method. This research is non-experimental research with a descriptive design. Performance on the BSC. The results of performance measurements are combined with SWOT analysis to determine the strategy map. The results showed the value of TOR, ROI and Nett Profit Margin have not met the standard. Dispensing time meets the standards; Based on the SWOT analysis, the strategy map prepared prioritizes strengthening perspective of learning and growth to improve the quality of pharmaceutical services so can increase customer and revenue growth.
the Literatur Review: Aktivitas Antifertilitas Kndungan Kimia Ektrak Tanaman Kelor (Moringa Oleifera Lam) Terhadap Sistem Reproduksi Tikus Putih Jantan dan Betina Munawi Munawir; Titik Sunarni; Opstaria Saptarini; Faelga Sara; Dewi Natalia
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 1 No. 2 (2023): April (In Press)
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.209 KB) | DOI: 10.1234/jkti.v1i2.18

Abstract

Dalam tanaman kelor mengandung senyawa metabolit sekunder aktif. Ekstrak kelor dapat menginduksi beberapa aspek yang mempengaruhi parameter antifertilitas, ekstrak kelor dilaporkan memiliki aktivitas antifertilitas pada organ reproduksi tikus betina dan tikus jantan. Metode penelitian adalah review literatur. Sampel adalah ekstrak tanaman kelor yang mempunyai kandungan kimia aktif, dapat berpengaruh terhadap aktivitas antifertilitas. Hasil penelitian dengan review literatur dari beberapa literatur yang dianalisis. Pada tanaman kelor menunjukkan beberapa senyawa kimia aktif seperti : Alkaloid dan flavonoid tanin, minyak atsiri kaempferol dan quercetin, dan quercetin fenolat dan flavonoid kaempferol, dan quercetin kaempferol-7-O-glukosida benzil isotiosianat.
PELATIHAN PEMBUATAN BALSEM STIK GONDOPURO DI WILAYAH KERTEN LAWEYAN SURAKARTA YANG BERPOTENSI SEBAGAI USAHA MANDIRI WARGA Siti Aisiyah; Reslely Harjanti; Vivin Nopiyanti; Titik Sunarni; Suhartinah Suhartinah; Ilham Kuncahyo
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2: Juli 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i2.6008

Abstract

Potensi penggunaan metil salisilat untuk pereda nyeri otot yang digunakan secara topikal sangat besar di Indonesia. Bentuk balsem stik merupakan inovasi yang muncul dikarenakan adanya keluhan tidak nyaman dan lengket pada tangan saat diaplikasikan. Sehingga sediaan balsem yang dianggap kuno oleh sebagian orang, kini semakin elegan dengan dibuat dalam bentuk mini stik yang praktis digunakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pelatihan kepada kader PKK di wilayah Kerten Laweyan Surakarta. Penggunaan bahan-bahan yang murah dan mudah diperoleh serta dengan pengembangan label kemasan, maka hasil pelatihan yang sudah dilakukan dinilai mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai usaha mandiri warga.
ANALISIS BIAYA RIIL PENGOBATAN PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP TERHADAP TARIF INA-CBG’s DI RSNU JOMBANG : REAL COST ANALYSIS OF HYPERTENSION TREATMENT OF INSPIRED PATIENTS ON INA-CBG's RATES AT RSNU JOMBANG Istiqomah; Ika Purwidyaningrum; Titik Sunarni
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.507

Abstract

Di Indonesia jumlah penduduk yang menderita hipertensi sekitar 260 juta jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan pada penyakit hipertensi, biaya rerata pengobatan, faktor yang mempengaruhi biaya pengobatan pasien hipertensi rawat inap, serta kesesuaian biaya riil dengan biaya paket INA-CBGs pada pasien JKN. Penelitian ini termasuk dalam cross sectional, data diambil secara retrosfektif dengan subyek penelitian adalah pasien hipertensi rawat inap tanpa komorbid dan pasien hipertensi dengan komorbid gagal ginjal dan diabetes melitus, data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan software SPSS dengan one sampel t test. Hasil penelitian ini menunjukkan pola pengobatan hipertensi di RSNU Jombang paling banyak adalah Candesartan untuk terapi tunggal, jika kombinasi umumnya menggunakan obat golongan  CCB dan ARB. Faktor yang mempengaruhi biaya riil pasien hipertensi rawat inap pada tahun 2017 adalah komorbid, LOS, dan tingkat keparahan. Sedangkan pada tahun 2018 tidak ada faktor yang mempengaruhi biaya riil. Perbedaan biaya riil dengan tarif biaya INA-CBGs pada tahun 2017 dan 2018 menunjukkan perbedaan signifikan yang positif, hal ini berarti rumah sakit mampu melakukan efisiensi biaya pengobatan pasien hipertensi rawat inap. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat dilakukan dengan mengambil subyek penelitian yang lebih banyak sehingga dapat dilihat outcome terapi yang diperoleh pasien.
ANTIDIABETIC ACTIVITIES OF KEMUNING LEAF EXTRACTS (Murraya paniculata) AND MORINGA LEAF (Moringa oleifera) IN DIABETIC RATS Susilo Margining Raharjo; Titik Sunarni; Nuraini Harmastuti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.903

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by hyperglycemia. The development of diabetic complications plays a pathological role in increasing Reactive Oxygen Species (ROS) levels, which induce oxidative stress. The aim of this study was to examine the antidiabetic activities of kemuning and moringa leaves based on glucose, SOD, and GPx levels, and the protective activity of pancreatic cells in STZ-NA-induced rats. The kemuning and moringa leaves were dried, finely powdered, and extracted by the remaceration method using 96% ethanol. The test was carried out on 30 rats that were divided into 6 treatment groups, namely the normal control group, negative control, positive control (glibenclamide), extract dose of 76.5 mg. /200 g BW : 6.5 mg/200 g BW, 114.75 mg/200 g BW : 3.25 mg/200 g BW and 38.25 mg/200 g BW : 9.75 mg/ 200 g BW. The antidiabetic test was carried out using STZ-NA, glucose levels were measured, and SOD and GPx levels in the liver supernatants were measured. Cell protection was tested using the cell damage score method. The data obtained were analyzed using one-way ANOVA variance. The results showed that kemuning and moringa leaves at a dose of 38.25 mg/200 g BW: 9.75 mg/200 g BW were able to lower blood glucose levels, increase the activity of SOD and GPx, and protect pancreatic cell damage in STZ-NA rats. Keywords: Antidiabetic, antioxidant, moringa, kemuning, SOD, GPx
Mutu Pengelolaan Obat di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat Almahera Almahera; Titik Sunarni; Ika Purwidyaningrum
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk320

Abstract

The community health center is one of the basic health service facilities that is responsible for organizing public health efforts, but in practice it is still constrained in realizing standardized pharmaceutical services. So research is needed that aims to determine the quality of drug administration. This descriptive research was conducted in thirteen community health centers in Central Lombok District. Data taken from primary and secondary sources. There were 28 indicators of drug management and 9 indicators had met predetermined standards. Required item accuracy = 195.40%, item suitability with disease pattern = 76.56%, planning accuracy = 230.26%, psychotropic storage = 85.71%, precursor storage = 66.67%, OOT = 50%, high -alert = 82.36% and drug availability rate = 28.67%. It was concluded that the drug management indicators at the Central Lombok District Health Center did not meet the established standards and improvements needed to be made starting from the planning stage to the control stage.Keywords: community health center; drug management; quality ABSTRAK Pusat kesehatan masyarakat merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan dasar yang bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat, tetapi dalam pelaksanaanya masih terkendala dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang terstandar. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui mutu pengelolaan obat. Penelitian deskriptif ini dilakukan di tiga belas puskesmas di Kabupaten Lombok Tengah. Data diambil dari sumber primer dan sekunder. Ada 28 indikator pengelolaan obat dan 9 indikator sudah memenuhi standar yang telah ditentukan. Ketepatan item permintaan = 195,40%, kesesuaian item dengan pola penyakit = 76,56%, ketepatan perencanaan = 230,26%, penyimpanan psikotropik = 85,71%, penyimpanan prekursor = 66,67%, OOT = 50%, high-alert = 82,36% dan tingkat ketersediaan obat = 28,67%. Disimpulkan bahwa indikator pengelolaan obat di puskesmas Kabupaten Lombok Tengah belum memenuhi standar yang telah ditetapkan dan perlu dilakukan perbaikan mulai dari tahapan perencanaan sampai dengan pengendalian.Kata kunci: pusat kesehatan masyarakat; pengelolaan obat; mutu