Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Implementasi azas transparansi dalam pengadaaan barang dan jasa pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Nias Harefa, Fajar; Lahagu, Palindungan; Mendrofa, Yupiter; Waruwu, Eliyunus
Tuhenori: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : PT Delada Cahaya Masagro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62138/tuhenori.v2i2.54

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi implementasi azas transparansi dalam pengadaan barang dan jasa pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Nias, dengan tujuan utama untuk menjelaskan bagaimana azas transparansi diterapkan dan kendala apa yang dihadapi. Metode penelitian kualitatif digunakan, dengan data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan kunci, menggunakan NVivo untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bagian Pengadaan Barang dan Jasa telah mengimplementasikan berbagai inisiatif untuk meningkatkan transparansi, termasuk penggunaan teknologi informasi dan publikasi online dokumen pengadaan. Namun, tantangan seperti budaya organisasi yang resisten terhadap transparansi, keterbatasan sumber daya, dan variasi dalam pemahaman transparansi masih menjadi hambatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah meskipun ada kemajuan signifikan dalam transparansi pengadaan barang dan jasa, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengatasi hambatan yang ada guna meningkatkan efektivitas implementasi azas transparansi.
Peran kebijakan organisasi dalam pengembangan budaya organisasi yang efektif pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa di Sekretariat Daerah Kabupaten Nias Harefa, Hasrat; Lahagu, Palindungan; Zebua, Emanuel; Waruwu, Eliyunus
Tuhenori: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : PT Delada Cahaya Masagro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62138/tuhenori.v2i2.55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kebijakan organisasi dalam membentuk dan mengarahkan budaya organisasi yang efektif di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa di Sekretariat Daerah Kabupaten Nias. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan tiga informan utama melalui wawancara mendalam, yaitu Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Subbagian Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa, dan Fungsional Pengelola Barang dan Jasa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan dukungan perangkat lunak NVivo, serta diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan organisasi yang diterapkan sangat efektif dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, dan integritas dalam proses pengadaan barang dan jasa. Kebijakan ini juga berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional dan pengembangan keterampilan anggota tim. Implikasi penelitian ini mencakup peningkatan standar etika, pengembangan profesional berkelanjutan, serta adopsi teknologi baru untuk memperkuat transparansi dan efisiensi. Penelitian ini juga menyarankan perlunya perumusan kebijakan yang lebih inklusif dan peraturan yang lebih ketat untuk mendukung praktik pengadaan yang adil dan transparan.  Kesimpulan penelitian mengindikasikan bahwa kebijakan organisasi di Sekretariat Daerah Kabupaten Nias telah berhasil membentuk budaya kerja yang transparan, akuntabel, profesional, dan inklusif, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja dan citra organisasi secara keseluruhan.
Analisis pengaruh faktor lingkungan terhadap perilaku organisasi pada Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Nias Lahagu, Emanueli; Lahagu, Palindungan; Hulu, Fatolosa; Waruwu, Eliyunus
Tuhenori: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : PT Delada Cahaya Masagro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62138/tuhenori.v2i2.57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh faktor lingkungan fisik, budaya organisasi, teknologi, serta kondisi ekonomi dan politik terhadap perilaku organisasi di Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Nias. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana lingkungan kerja yang mendukung dan gaya kepemimpinan yang efektif mempengaruhi motivasi, komunikasi, dan perilaku organisasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga pejabat utama di BPKPD, yaitu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Kepala Bidang Perencanaan Anggaran Daerah, dan Kepala Sub Bidang Pengendalian Barang Milik Daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang positif dan gaya kepemimpinan yang adaptif meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja karyawan. Teknologi memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi operasional. Kondisi ekonomi dan faktor politik mempengaruhi alokasi sumber daya dan strategi operasional sehari-hari, memaksa organisasi untuk terus beradaptasi dan inovatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan faktor-faktor motivasional, teknologi, dan komunikasi yang efektif adalah kunci untuk mencapai kinerja optimal. Selain itu, responsif terhadap perubahan eksternal sangat penting untuk mempertahankan efektivitas dan efisiensi organisasi publik.
Analisis perilaku individu dan budaya organisasi terhadap peningkatan kinerja pegawai di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Nias Tarihoran, Sumitrotua; Lahagu, Palindungan; Telaumbanua, Eliagus; Waruwu, Eliyunus
Tuhenori: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : PT Delada Cahaya Masagro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62138/tuhenori.v2i2.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku individu dan menganalisis budaya organisasi dalam Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Nias serta menilai bagaimana kedua aspek tersebut mempengaruhi kinerja pegawai. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendalamkan pemahaman tentang pengalaman subjektif, motivasi, dan dinamika internal yang mempengaruhi kinerja pegawai. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan utama yang dipilih melalui purposive sampling, yakni Kepala Bagian Pengadaan, Kepala Subbagian Pengelolaan Layanan Pengadaan, dan Fungsional Pengelola Barang dan Jasa. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dengan dukungan perangkat lunak NVivo, dan keabsahan data diverifikasi melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi keterampilan teknis dan interpersonal, seperti ketelitian, keterampilan analitis, dan kemampuan komunikasi, penting untuk efektivitas dalam pengadaan barang dan jasa. Sikap pegawai terhadap perubahan dan bagaimana perubahan tersebut dikelola juga berdampak signifikan terhadap kinerja. Budaya organisasi yang mendukung dan adaptif terhadap perubahan ditemukan sebagai faktor kunci dalam mendukung penerimaan perubahan oleh pegawai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perilaku individu dan budaya organisasi yang positif dan adaptif berkontribusi penting terhadap peningkatan kinerja pegawai di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. Oleh karena itu, untuk mencapai efisiensi operasional dan kinerja yang optimal, diperlukan pengembangan berkelanjutan pada kapasitas individu dan pengelolaan budaya organisasi.
Analisis Dampak Ketiadaan Kontrak Kerja Terhadap Dinamika Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Karyawan di PT The Semangat Baru Zebua, Linda Kristiani; Waruwu, Eliyunus; Hulu, Fatolosa; Lahagu, Palindungan
Tuhenori: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : PT Delada Cahaya Masagro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62138/tuhenori.v2i3.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ketiadaan kontrak kerja formal terhadap dinamika hubungan industrial dan kesejahteraan karyawan di PT The Semangat Baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap empat informan yang dipilih secara purposive sampling. Informan tersebut terdiri dari komisaris, kasir, admin, dan karyawan. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tahap pengumpulan, reduksi, dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan kontrak kerja formal menciptakan ketidakpastian di kalangan karyawan terkait hak dan kewajiban, yang berdampak negatif pada motivasi, kepuasan kerja, dan rasa aman dalam pekerjaan. Ketidakjelasan kebijakan juga menimbulkan ketegangan, dengan karyawan merasa instruksi yang diterima sering tidak konsisten dan hanya disampaikan secara lisan tanpa dokumen tertulis. Dampak ini memperburuk kesejahteraan karyawan secara psikologis dan emosional, meningkatkan stres akibat ketidakpastian. Meskipun hubungan interpersonal tetap baik berkat budaya organisasi yang kuat, ketidakpastian tersebut berpotensi mengancam stabilitas hubungan industrial dalam jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan penerapan kontrak kerja formal untuk meningkatkan kejelasan, konsistensi kebijakan, dan perlindungan hukum bagi perusahaan dan karyawan.
Upaya Pemerintah Dalam Mengelola Diversity Sumber Daya Manusia Di Kecamatan Gunungsitoli Barat Zebua, Evi Trisanti; Ndraha, Ayler Beniah; Lahagu, Palindungan; Hulu, Fatolosa
Journal of Accounting and Finance Management Vol. 5 No. 4 (2024): Journal of Accounting and Finance Management (September - October 2024)
Publisher : DINASTI RESEARCH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jafm.v5i4.803

Abstract

Kecamatan Gunungsitoli Barat is an area rich in cultural diversity, religion and strong customary traditions, and is inhabited by people with diverse ethnic backgrounds, including Batak and Malay. This diversity, although a great potential, also presents challenges for sub-district government organizations, especially in managing ethnic and cultural differences that can trigger social tensions. Issues of discrimination and unequal access to economic resources and employment opportunities are also issues that require serious attention. In addition, the limited political participation of some groups threatens the balance of representation in the sub-district government. This research uses a qualitative approach with a case study method to identify the challenges faced by the sub-district government in managing human resource diversity. The results show that appropriate strategies and policies are needed to create harmony in managing such diversity. Three main efforts that can be made by the sub-district government include: a) organizing cross-cultural training programs, b) implementing inclusive policies to ensure equal opportunities for all individuals, and c) building a monitoring and evaluation system to ensure effectiveness and transparency in managing HR diversity.
Analysis of Strengthening Youth Organizations in Lolowua Village, Hiliserangkai District Nias Regency, Indonesia Yarman Mendrofa; Odaligoziduhu Halawa; Ayler B. Ndraha; Palindungan Lahagu
Golden Ratio of Data in Summary Vol. 4 No. 2 (2024): May - October
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grdis.v4i2.675

Abstract

The purpose of this study is to analyze the strengthening of youth organization activities in Lolowua Village, Hiliserangkai District, Nias Regency, to analyze how obstacles to strengthening youth organizations in lolowua village and to analyze how efforts are made in strengthening youth organizations in lolowua village. This type of research is qualitative. Data analysis techniques use data reduction, data presentation and conclusion drawn. The result of this study is that the Capacity Strengthening of the Youth Organization in Lolowua village has not run optimally, this is because there are still several obstacles to indicators that are not yet effective, The main factors that become obstacles are lack of budget that limits the implementation of programs and activities, lack of adequate human resources, ineffective communication, and limited facilities, Lack of training and mentoring for member capacity, low participation from members and the community. The efforts made in strengthening the Youth Organization in Lolowua Village pay special attention to the youth organization, monitoring, evaluation of management and programs, involving the youth organization in the planning to strengthen human resources, improve communication, provide better facilities, and increase participation and training for all members of the Youth Organization.
Analisis Latar Belakang Pendidikan Hubungannya Dengan Kinerja Perangkat Desa Ononazara Kecamatan Tugala Oyo Damai Natalia Lase; Syah Abadi Mendrofa; Palindungan Lahagu; Maria M. Bate'e
Visi Sosial Humaniora Vol. 5 No. 2 (2024): Visi Sosial Humaniora: Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/vsh.v5i2.2536

Abstract

Analysis of Educational Background in its Relationship with the Performance of Ononazara Village Officials, Tugala Oyo District. Thesis. Management Study Program. Nias University. Advisor: Syah Abadi Mendrofa, S.E., M.M. According to Law Number 6 of 2014 concerning Villages, villages have the autonomy to manage governance and development, aiming to improve the welfare of the community. One critical element for implementing village autonomy is the competency of the village government apparatus. The village government, led by the village head and supported by officials, plays a key role in ensuring effective governance. However, observations in Ononazara Village, Tugala Oyo District, indicate that the performance of the village officials is still suboptimal. Issues such as the uneven educational background and varying levels of competence among officials lead to inefficiencies in carrying out their duties. This research aims to analyze the relationship between educational background and the performance of Ononazara Village officials. The focus is on the importance of education in enhancing performance, especially in the village governance sector. Data were collected through interviews with key informants and observations of the educational and performance conditions of the village officials. The findings reveal a significant correlation between educational background and performance, with officials who have higher education levels showing better performance in fulfilling their responsibilities. The study recommends improving education and training programs for village officials to enhance the overall performance of village governance.
Analisis Fungsi Koordinasi Kepala Desa Guna Meningkatkan Pembangunan Di Desa Sifalaete Kecamatan Gunungsitoli Idanoi Erna Ningsih Laowo; Fatolosa Hulu; Palindungan Lahagu; Syah Abadi Mendrofa
Visi Sosial Humaniora Vol. 5 No. 2 (2024): Visi Sosial Humaniora: Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/vsh.v5i2.2569

Abstract

Laowo, Erna Ningsih. 2024. Analysis of the Coordination Function of the Village Head to Improve Development in Sifalaete Village, Gunungsitoli Idanoi District. Undergraduate Thesis. Supervisor: Fatolosa Hulu, S.E., M.M. This research aims to examine the coordination function of the village head in improving development in Sifalaete Village, Gunungsitoli Idanoi District, particularly in the context of village development planning. Additionally, the study seeks to identify the challenges faced by the village head in coordinating efforts to enhance village development. The phenomenon observed is that the village head’s coordination in Sifalaete Village still encounters various challenges, including limited resources, lack of community participation, and ineffective coordination among involved parties. One of the main challenges identified is the disagreement of the Village Consultative Body (BPD) in signing the village development planning approval letter, which seriously impacts the development process in the village. This study employs a qualitative research method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation from various parties involved in the development process in Sifalaete Village. The findings indicate that the coordination function of the village head plays a crucial role in enhancing the effectiveness and efficiency of village development. However, there are significant challenges, such as ineffective communication between the village head and the BPD and low community participation in the development planning process. Based on the research findings, it is recommended that the village head and BPD improve cooperation and harmonious communication in planning and implementing village development. Moreover, efforts should be made to increase community participation at every stage of development to ensure a smoother process and more optimal outcomes. Better coordination is expected to address existing challenges and drive more effective development goals in Sifalaete Village.
Analisis Peran Motivasi Dan Disiplin Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Negeri Sipil Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Nias Utara Zendrato, Kasian; Telaumbanua, Eliagus; Zebua, Emanuel; Lahagu, Palindungan
YUME : Journal of Management Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v7i3.7284

Abstract

Kurangnya kedisplinan dan motivasi kerja pegawai mengakibatkan menurunnya kinerja dari instansi Dinas Perhubungan Kabupaten Nias Utara. Hal tersebut ditandai dengan tidak efektifnya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Peran Motivasi dan Disiplin Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Negeri Sipil Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Nias Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa dari wawancara dan observasi yang dilakukan, kedisplinan dan motivasi sangat berpengaruh dalam meningkatkan kinerja pegawai. Penerapan yang dilakukan selama ini oleh pegawai Dinas Perhubungan masih belum maksimal, hal ini harusnya dapat tercapai melalui peningkatan kerja keras orientasi, pelayanan untuk masa depan, tingkat cita-cita yang tinggi, ketekunan dan pemanfaatan waktu. Indikator tersebut tercapai apabila didukung oleh tingkat kehadiran, tata cara kerja, ketaatan pada atasan, kesadaran kerja, dan tanggung jawab. Dalam mencapai pelayanan maksimal, disarankan agar terselenggaranya program pengembangan karir, dan orientasi masa depan, implementasi sistem penilaian kerja berbasis prestasi, dan pelatihan manajemen waktu serta pemanfaatan teknologi.Kata Kunci: Motivasi, Disiplin Kerja, Kinerja Pegawai