Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI STATISTIKA DI KELAS XI SMA NEGERI 1 TNS Jen Frisilia Tato; Anderson L Palinussa; Novalin C Huwaa
Science Map Journal Vol 2 No 1 (2020): Science Map Journal
Publisher : Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jmsvol2issue1pp15-19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 TNS yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) dan model pembelajaran konvensional pada materi statistika. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian Post-Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah 90 siswa dan sampel dalam penelitian ini adalah 44 siswa, dipilih menggunakan purposive sampling (sampel Bertujuan). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal tes yang terdiri dari 6 soal uraian untuk tes akhir. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik uji t dan hasil penelitian menunjukan ada perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) dan model pembelajaran konvensional pada materi statistika. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan yang diperoleh yakni, nilai t_hitung = 2,6491 lebih besar dari nilai t_tabel = 1,682 dan nilai Sig. (2-tailed) lebih kecil dari nilai α = 0,05 yakni 0,002
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FAKTORISASI POLINOM MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING Yandry Niak; Jeinne Mumu; Anderson Leonardo Palinussa
Science Map Journal Vol 2 No 1 (2020): Science Map Journal
Publisher : Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jmsvol2issue1pp37-43

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes in polynom factorization material using a cooperative learning model type Student Facilitator and Explaining (SFE). This research has qualitative research. The class conducted the action using teaching materials and grup worksheets, which have been adapted to the SFE model and learning is carried out in two cycles. At the end of each cycle a final cycle test is carried out, then the data obtained are analyzed quantitatively and qualitatively. The result of the study showed that there was an increase in the learning outcomes of class XI SMA Negeri 1 Manokwari who were taught to use the SFE type cooperative learning model on polynom factorization material.
KOMPARASI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI PERBANDINGAN TRIGONOMETRI Fanuela Paunno; Anderson L Palinussa; Novalin C Huwaa
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura 2019: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.908 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan pemahaman konsep siswa yang masih lemah terhadap matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Yang Diajarkan Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning dan Model Pembelajaran Konvensional Pada Materi Perbandingan Trigonometri. Tipe penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen, dengan desain penelitian Posttes Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Negeri 5 Ambon, dengan sampel dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Kelas yang terpilih sebagai sampel, yaitu kelas X IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 4 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang di gunakan adalah tes hasil belajar (Post test) bentuk isian sebanyak 5 soal. Berdasarkan analisis data, pada kelas eksperimen diperoleh rata-rata nilai post test 70.75. Untuk kelas kontrol diperoleh rata-rata nilai post test 60.64. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t, dengan taraf signifikansi 0.05, didapat nilai sig. (2-tailed) 0.022 . Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep siswa kelas X IPA SMA Negeri 5 Ambon yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan model pembelajaran konvensional pada materi perbandingan trigonometri.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN AIR (AUDITORY, INTELLECTUALLY, REPETITION) DAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI PERBANDINGAN TRIGONOMETRI DI KELAS X IIS SMA XAVERIUS AMBON Shella N Rupiassa; Anderson L Palinussa; Hanisa Tamalene
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura 2019: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.542 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) dan model pembelajaran konvensional pada materi perbandingan trigonometri di kelas X IIS SMA Xaverius Ambon. Model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) adalah proses pembelajaran yang menekankan pada kegiatan belajar siswa, sehingga siswa secara aktif membangun sendiri pengetahuannya secara pribadi maupun kelompok, dengan cara mengintegrasikan ketiga aspek tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, jenis penelitian Post Test Only Group. Populasinya adalah siswa kelas X IIS SMA Xaverius Ambon. Sampel penelitian ini adalah 30 siswa di kelas X IIS1 dan 30 siswa di kelas X IIS2. Peneliti menjadikan kelas X IIS1 sebagai kelas eksperimen yang diajarkan menggunakan model pembelajran AIR dan kelas IIS2 sebagai kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional, pengambilan sampel ini dengan cara sampel populasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kelas eksperimen dengan model pembelajran AIR dengan nilai rata-rata tes sebesar 74.64. Sedangkan kelas control dengan model pembelajaran konvensional dengan nilai rata-rata tes sebesar 48.85. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan α = 0,05, diperoleh bahwa thitung = 5.778661 dan ttabel = 2.0017 dengan taraf kepercayaan 95% dan taraf kesalahan 5% maka berdasarkan kriteria uji-ttes dua sampel thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima , artinya ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) dan model pembelajaran konvensional pada materi perbandingan trigonometri di kelas X IIS SMA Xaverius Ambon.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI TRIGONOMETRI Meylani J A Pattinama; Anderson L Palinussa; Hanisa Tamalene
Science Map Journal Vol 3 No 2 (2021): Science Map Journal
Publisher : Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jmsvol3issue2pp63-69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa kelas X SMA PGRI Oma Haruku yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) dan model pembelajaran Discovery Learning pada materi trigonometri. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (Experimental Research) dengan desain penelitian Post Test Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMA PGRI Oma Haruku yang terdiri dari dua kelas dengan jumlah 56 siswa dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yaitu siswa kelas X IPS1 dan siswa kelas X IPS2 yang berjumlah 56 siswa, dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal tes yang terdiri dari 6 soal uraian untuk tes akhir. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik uji t dan hasil penelitian menunjukan ada perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen satu dan kelas eksperimen dua yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) dan model pembelajaran Discovery Learning pada materi trigonometri. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan yang diperoleh yakni, nilai Sig. (2-tailed) lebih kecil dari nilai α = 0,05 yakni 0,019
KOMPARASI HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY LEARNING PADA MATERI PERBANDINGAN DI KELAS VII SMP Filsia Yunita Muskitta; Anderson L Palinussa; Novalin C Huwaa
Science Map Journal Vol 4 No 1 (2022): Science Map Journal
Publisher : Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jmsvol4issue1pp9-18

Abstract

Students' Mathematical Understanding Ability Through the M-Apos Approach on Derivative Materials Hanisa Tamalene; Anderson Leonardo Palinussa; R.H. Yanti Silitonga
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 3 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.184 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i3.1876

Abstract

This study aimed to improve students' mathematical understanding skills. The understanding ability is students' ability to understand the concept of the material, not just memorize the material. When students understand the concepts of differential calculus, students can quickly solve problems in differential calculus. The students' understanding gained in the differential calculus material will be the basis for understanding the integral and advanced calculus material. However, the current conditions where the Coronavirus that has hit the world, including Indonesia, have resulted in students having to study from home with a learning process that is carried out online. Students cannot access books in the library and limited credit to access teaching materials from the internet because the learning materials owned by students are limited. It makes it difficult for students to learn, so students' mathematical understanding abilities are low. The M-APOS learning approach was used in this study to answer this problem. The study results found that learning with this approach has succeeded in increasing students' mathematical understanding abilities on derivative material. This research is an experimental study with a pretest-posttest control group research design.
STUDENTS' MATHEMATICAL REASONING ABILITY ON THE CIRCLE CONCEPT Anderson Leonardo Palinussa; Thobita Dias
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.299 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5993

Abstract

The condition of the Covid-19 pandemic that hit Indonesia, requires students and teachers to study from home in order to maintain their safety and health. However, entering the new normal era, people and even schools have started to carry out their usual activities while still paying attention to health protocols. Even though the learning process is still carried out online and offline, it is a challenge in learning mathematics. The purpose of this study is to analyze the mathematical reasoning abilities of students who take part in online and offline learning and to describe the attitudes of students who take online and offline learning towards learning mathematics in circle material. This research is an experimental research with the research instruments used are tests of mathematical reasoning abilities and questionnaires for implementing online and offline learning. This research was conducted on students of grade 11 science at SMA Negeri 14 Central Maluku. Based on the results of the study it was found that the mathematical reasoning abilities of students who received online and offline learning were more effective in the experimental class with the Inquiry-Discovery model compared to the control class. Thus learning using online and offline is suitable to be applied in learning mathematics, because students seem more active in solving the questions given by the teacher.Kondisi pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, mengharuskan siswa maupun guru belajar dari rumah demi menjaga keselamatan dan kesehatan mereka. Namun memasuki era new normal, masyarakat bahkan di sekolah-sekolah sudah mulai melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Walaupun dalam proses pembelajaran masih dilakukan dengan daring dan luring, sehingga merupakan tantangan dalam pembelajaran matematika. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran daring dan luring dan untuk mendeskripsikan sikap siswa yang mengikuti pembelajaran daring dan luring terhadap pembelajaran matematika pada materi lingkaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan instrumen penelitan yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematis dan angket pelaksanaan pembelajaran daring dan luring. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 11 IPA pada SMA Negeri 14 Maluku Tengah. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan daring dan luring lebih efektif pada kelas eksperimen dengan model Inquiry-Discovery dibandingkan dengan kelas kontrol. Dengan demikian pembelajaran dengan menggunakan daring dan luring cocok diterapkan dalam pembelajaran matematika, karena siswa terlihat lebih aktif dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru.
Comparison of Problem-Based Learning and Discovery Learning To Improve Students' Mathematical Critical Thinking Skills Anderson Leonardo Palinussa; Johanis Stefanus Lakusa; La Moma
Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA Vol 13, No 1 (2023): Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/formatif.v13i1.15205

Abstract

The learning model applied in mathematics learning is expected to shape, develop and even improve students' critical thinking skills. This study aimed to: (1) analyze the differences in the improvement of students' mathematical critical thinking skills between students who learn to use the Problem Based Learning model and students who use the Discovery Learning model, and (2) to find out the interaction between the learning model and students' initial mathematical abilities towards improving their students' mathematical critical thinking ability. The research used a quasi-experimental type with a 2 x 3 factorial design that uses a two-way analysis of variance technique. This research took place at Public Senior High School 6 Ambon. The test instrument used was in the form of descriptive questions, which are based on indicators of mathematical critical thinking skills, according to Facione. Data analysis carried out in this research was in the form of normality test, homogeneity test, gain index analysis, and hypothesis testing. The research hypotheses were tested using Two-Way ANOVA. The results obtained indicate that: (1) there is no difference in increasing mathematical critical thinking skills between students who learn by using the Problem Based Learning learning model and students who learn by using the Discovery Learning learning model, and (2) there is a difference in the improvement of students' mathematical critical thinking skills based on their students' initial mathematical abilities, (3) learning models and students' initial mathematical abilities are believed to be 95 percent able to influence the improvement of students' mathematical critical thinking skills.
Literasi Numerasi dan Pengembangannya Bagi Guru di Kecamatan Tehoru R. H. Yanti Silitonga; T. G. Ratumanan; Anderson L. Palinussa
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v3i1.626

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Tehoru bertujuan untuk menambah pengetahuan guru-guru khususnya guru Sekolah Dasar mengenai literasi numerasi dan pengembangan literasi numerasi di tingkat kelas serta tingkat sekolah. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yaitu ceramah bervariasi, demonstrasi, dan workshop. Kegiatan ini sesuai dengan keinginan para guru yang pada saat wawancara mengaku butuh penjelasan terkait literasi numerasi dan cara mengembangkannya. Jumlah guru yang mengikuti kegiatan ini adalah 56 orang dengan persentase kehadiran 93,3% berasal dari 19 Sekolah Dasar yang berada di Kecamatan Tehoru. Hasil angket diperoleh tingkat kepuasan peserta kegiatan mencapai 89,3%. Persentase tingkat kemudahan memahami materi sebesar 91,3% sedangkan tingkat manfaat materi bagi guru peserta kegiatan adalah 90,5%.