Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Media Sosial sebagai Strategi Promosi Pariwisata untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Pantai Gope, Banten Siregar, Herlina; Pertiwi, Fitri
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v6i3.1585

Abstract

The tourism sector in Serang City, especially at Gope Beach, is experiencing significant challenges such as a decrease in visits due to the Covid-19 pandemic and natural disasters. Even though there is rich tourism potential, the use of social media for promotion is still very minimal, resulting in a lack of information about tourist attractions to the public. The outreach program designed to increase public understanding of the use of social media in promoting tourism is expected to create greater attraction for tourists. Methods that involve active participation from the community, education, including marketing strategies on social media, show positive results with increased community enthusiasm. The activity involved 15 participants, consisting of fishermen and traders around Gope Beach. Through this activity, participants gained knowledge about the importance of utilizing social media a a means of tourism promotion and the ability to use social media to create simple content related t the attractions of Gope Beach.
Pola Pembelajaran Guru Dengan Alat Bantu Media Dalam Meningkatkan Kecerdasan Sosial Emosional Pada Anak Usia Dini di PAUD Choriunnisa Kota Bandar Lampung Simbolon, Dina Anna Maria; Suherman, Suherman; Siregar, Herlina
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 1 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i1.3183

Abstract

Pendidikan anak usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh dan pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. Sejak usia dini, diharapkan dapat mengembangkan kecerdasan sosial emosional, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan aturan-aturan dan norma yang berlaku di masyarakat. Sebagai pendidik harus melatih anak dalam mengembangkan kemampuan sosial emosionalnya dapat dimulai dengan memberi contoh terhadap hal-hal kecil, seperti meminta maaf apabila telah melakukan kesalahan, mengucapkan permisi ketika akan melewati kerumunan orang-orang yang sedang duduk, dan mengucapkan terima kasih ketika diberi sesuatu oleh orang lain. Tujuan dari penelitian ini melihat bagaimana pola pembelajaran guru dengan alat bantu media dalam meningkatkan kecerdasan sosial emosional, bagaimana kecerdasan sosial emosional anak dan faktor pendukung dan penghambat pola pembelajaran guru dengan alat bantu media dalam meningkatkan kecerdasan sosial emosional anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pola pembelajaran guru dengan alat bantu media dilihat dari menciptakan suasana yang kondusif saat pembelajaran berlangsung, keaktifan anak didik, dan media pembelajaran sudah optimal, cukup baik dan ada suatu keberhasilan, (2) hasil kecerdasan sosial emosional anak, (3) faktor pendukung dan penghambat pola pembelajaran guru dengan alat bantu media, faktor pendukung yaitu pembelajaran lebih efektif dan efisien, pendidik menyampaikan materi tidak terlalu panjang dan membuat anak aktif dan faktor penghambat yaitu kurangnya bahan media pembelajaran dan kurangnya kreatif guru dalam memilih media.
Aspirasi Peserta Didik Paket C Di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 32 Duren Sawit Ditinjau Melalui Aspek Cita-Cita, Aspek Hasrat Dalam Mengikuti Pembelajaran Dan Ditinjau Melalui Aspek Ketetapan Hati Simatupang, Fransiska; Rosmilawati, Ila; Siregar, Herlina
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 1 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i1.3432

Abstract

Istilah aspirasi berasal dari bahasa inggris, “aspire”. Yang artinya membayangkan atau mendambakan sesuatu. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, aspirasi diartikan sebagai keinginan dan cita-cita seseorang untuk mencapai keberhasilan di masa depan. Dalam konteks pendidikan non formal, khususnya untuk peserta didik paket C di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), aspirasi mempunyai peran penting sebagai motivasi untuk menyusun strategi dalam mencapai tujuan pendidikan dan kehidupan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa aspirasi peserta didik Paket C di SKB 32 Duren Sawit ada tiga aspek utama yaitu cita – cita, hasrat mengikuti pembelajaran dan ketetapan hati mereka.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris di Lembaga Bahasa Lia Cilegon Nuryalsa, Sefina; Fauzi, Ahmad; Siregar, Herlina
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 1 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i1.3450

Abstract

Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran wajib dalam pendidikan di Indonesia, diajarkan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pembelajaran Bahasa Inggris bertujuan untuk mengembangkan empat keterampilan berbahasa; namun, di Lembaga Bahasa LIA Cilegon terdapat masalah signifikan yang menghambat pencapaian tujuan tersebut. Kurangnya partisipasi aktif dan kepercayaan diri siswa dalam berinteraksi menggunakan Bahasa Inggris menjadi kendala utama, karena banyak siswa lebih fokus pada tata bahasa dan menulis, sehingga keterampilan berbicara mereka kurang berkembang. Variasi kemampuan berbicara siswa juga menciptakan ketidakseimbangan dalam penguasaan keterampilan berbicara di kelas. Penelitian ini mengusulkan penerapan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) sebagai solusi untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL secara signifikan meningkatkan kemampuan berbicara siswa, mengurangi jumlah siswa yang memerlukan perbaikan, serta meningkatkan proporsi siswa dalam kategori baik dan sangat baik, terutama dalam penguasaan kosakata. Penelitian ini menegaskan bahwa PjBL efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa.
Implementasi Pembelajaran Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal di PAUD-Nonformal: Studi Fenomenologi Pertiwi, Fitri; Siregar, Herlina; Maysara, Siska Resti
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025): In Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7563

Abstract

Globalisasi mengancam kelestarian kearifan lokal, sementara implementasinya di PAUD Non-Formal seringkali terhambat oleh keterbatasan kapasitas pendidik dan kesenjangan antara kurikulum nasional dengan realitas lokal. Penelitian fenomelogi ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam makna dan esensi pengalaman para pelaku dalam mengimplementasikan pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal di PAUD Non-Formal Kabupaten Serang. Studi ini melibatkan 8 partisipan terdiri dari 2 pengelola dan 6 tutor dari dua lembaga PAUD Non-Formal terakreditasi B yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan teknik analisis tematik model Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkap struktur esensial pengalaman partisipan yang termanifestasi dalam empat tema inti yaitu peran Guru sebagai Kultural Broker, Kontekstualisasi Mikro-Kurikuler, Embodied Learning, dan Sinergi Ekosistem Budaya. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapannya tentang sebuah model implementasi organik bottom-up yang menggeser paradigma dari pembelajaran tentang budaya menuju pembelajaran yang hidup dalam budaya. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan berbasis ekosistem budaya yang berkelanjutan bagi PAUD Non-Formal, di mana kearifan lokal menjadi jiwa dalam konstruksi pengetahuan, bukan sekadar konten tambahan.
Penerapan Metode Bercerita dalam Membentuk Karakter Religius pada Anak Usia Dini di PAUD 17 Ramadhan, Kota Tangerang Al-Amyan, Sadam Hidayahtullah; Darmawan, Dadan; Siregar, Herlina
MASALIQ Vol 5 No 6 (2025): NOVEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v5i6.7579

Abstract

The formation of religious character in early childhood is a fundamental aspect of education, serving as the primary foundation for children's future moral, social, and spiritual development. One effective method for instilling religious values is storytelling, which conveys educational messages through an engaging and easily understood approach. This study aims to examine the implementation of the storytelling method in shaping the religious character of early childhood learners and to analyze its effectiveness, with a focus on PAUD 17 Ramadhan in Cibodas District, Tangerang City. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that teachers carried out thorough preparations in both content and technique, including the selection of relevant and varied stories, the use of supporting media such as finger puppets, and creative storytelling delivery through voice modulation, expression, and character imitation. The success of the storytelling method is reflected in the emerging religious habits of the children, such as praying before and after activities, maintaining cleanliness, showing politeness, and becoming familiar with prophetic stories and short surahs. The study concludes that storytelling is an effective method for developing religious character in early childhood when applied consistently and creatively, accompanied by habituation and teacher role modeling as the central figure in the educational process.
The Dynamics of Participation: The Tourism Object Management of Cigaru Blue Lake Siregar, Herlina; Irfani Lindawati, Yustika
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 11, No 2 (2023): Kolokium : Publishing October 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v11i2.638

Abstract

Changes are also resulted from the community ‘s efforts to develop Cigaru Blue Lake into a tourist attraction. In connection with all the changes that occur by the community participation, this study aims to describe 1) the stage of community participation in the management of Cigaru Blue Lake tourism object, 2) the dynamics of community participation in the management of the tourism object, and 3) the supporting and inhibiting factors of the community participation in the management of Cigaru Blue Lake tourism object. This study uses a qualitative approach with descriptive method. The data are collected through observations, interview, and documentations.  The results of the study show that the dynamics of participation that occurred in Cigaru Blue Lake tourist attraction brought some changes with the addition rides, adequate public facilities, and the ability to collaborate with the local government (Cisoka District). The supporting factors are the programs that are in accordance with the needs and interests of the community and comply with the prevailing values so as to create strong bonds between the communities. Meanwhile, the inhibiting factor is the geographical condition of the region and the week economy state of the community which makes the management run slowly.
Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Untuk Meningkatkan Karakter Pancasila Pada Warga Belajar Kesetaraan Paket C di SKB Kota Bogor Azzahra, Dinda Humairah; Sholih, Sholih; Siregar, Herlina
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i1.417

Abstract

Projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) adalah model pembelajaran terbaru pada kurikulum merdeka. Model ini berbasis projek tujuannya untuk meningkatkan profil pelajar Pancasila akibat loss learning yang terjadi setelah pandemi Covid-19. Pembelajaran ini di luar dari intrakurikuler dan ekstrakurikuler tetapi masuk dalam kokurikuler berbasis projek. P5 ini juga bisa disebut dengan pendidikan karakter agar mempunyai karakter dan sikap Pancasila. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan P5 untuk meningkatkan karakter Pancasila pada warga belajar paket C. Metode yang digunakan dalam kegiatan bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dimana data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi dan angket atau kuesioner. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa proses penerapan projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk meningkatkan karakter Pancasila pada warga belajar paket C meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi. Selain itu, hasil penerapan projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk meningkatkan karakter Pancasila warga belajar paket C pada karakter Pancasila mandiri, bergotong royong, kreatif dan bernalar kritis serta respon warga belajar dalam penerapan projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk meningkatkan karakter Pancasila pada warga belajar paket C di SKB Kota Bogor pada respon afektif, psikomotorik, dan kognitif.
The Correlation between the Culture of Islamic Boarding Schools and Student Behavior Lindawati, Yustika Irfani; Siregar, Herlina; Indriyani, Lemi
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 5 No. 3 (2023): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v5i3.2508

Abstract

The focus of the research is to analyze the correlation between the culture of the Salaf Islamic Boarding School and the student behavior in Wewengkon Citorek. The approach used in this research was quantitative research with correlation type of research. Data collection used a questionnaire. Primary data is collected through questionnaires that are distributed directly to respondents. Secondary data obtained from the library, previous research reports, monthly reports of Islamic boarding schools, recapitulation condition of Islamic boarding schools, as well as other supporting data in section administration. Data analysis techniques include validity testing, reliability testing, and hypothesis testing with test criteria. If ρ empirical > ρ table, then reject H0 and accept H1. Likewise, if empirical ρ < ρ table, then reject H1 and accept H0. The population of this study consisted of 1513 students of Wewengkon Citorek from 24 Islamic boarding schools, and the criteria for male students were 1019 and female students were 494. Those samples were counted by a random sampling technique that used the table by Isaac and Michael for an error rate of 5%. Sampling in this study was carried out by the technique of disproportionate stratified random sampling. The total population is 1513, consisting of 1019 male students and 494 female students, so the sample calculation results obtained as many as 307 respondents. The distribution was for male students, as many as 207 respondents, and female students, as many as 100 respondents. The results of this study were as follows: Based on the calculation of the SPSS software version 25, it shows that the calculation of the normality test of the data is normally distributed because the significance value is 0.200, or it can be said that 0.200 ≥ 0.05. The linearity test calculation shows a linear pattern because the significance value is 0.298, or it can be said that 0.298 ≥ 0.05. Based on the correlation test of the Salaf Islamic boarding school culture using the product moment correlation technique, the value is 0.421. It can be said that the null hypothesis (Ho) is rejected, and the research hypothesis (H1) is accepted. The rxy value that has been obtained is 0.421, and it is located between 0.40 – 0.59 in the product-moment correlation index. The results of testing the hypothesis show that there is a positive relationship between the culture of the Salaf Islamic boarding school (X) and the behavior of students (Y) on the strength of the relationship that is moderate or sufficient.
Pemberdayaan Santri Berbasis Kewirausahaan Guna Meningkatkan Perilaku Berwirausaha Para Santriwati Tingkat SMP-SMA Di Pondok Pesantren La Tansa Lebak Banten Ervira Masri, Asyifa; Rosmilawati, Ila; Siregar, Herlina
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i1.7095

Abstract

Salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia hingga saat ini adalah masalah pembangunan ekonomi. tujuan dari penelitian tersebut adalah: 1. Untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan santri berbasis kewirausahaan dalam mendorong perilaku kewirausahaan para santriwati tingkat SMP-SMA di Pondok Pesantren La Tansa, Lebak, Banten. 2. Untuk mengetahui bagaimana motivasi santri dalam mengikuti program kewirausahaan di Pondok Pesantren La Tansa, Lebak, Banten. 3. Untuk mengetahui bagaimana perilaku kewirausahaan santriwati di Pondok Pesantren La Tansa, Lebak, Banten. Metode penelitian merupakan serangkaian kegiatan dalam mencari kebenaran suatu studi penelitian, yang diawali dengan suatu pemikiran yang membentuk rumusan masalah sehingga menimbulkan hipotesis awal, dengan dibantu dan persepsi penelitian terdahulu, sehingga penelitian bisa diolah dan dianalisis yang akhirnya membentuk suatu kesimpulan. Kemampuan kepemimpinan juga berkembang melalui kerja tim dan koordinasi, sementara orientasi pada tugas dan hasil tercermin dalam komitmen mereka untuk mencapai target usaha. Secara keseluruhan, perilaku kewirausahaan ini menunjukkan bahwa program yang dijalankan berhasil membentuk santriwati yang percaya diri, kreatif, berani, disiplin, dan berjiwa pemimpin, siap menghadapi tantangan dunia usaha