Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

READING ALOUD ABILITY IN LEARNING LONTARAQ ACCIDENTS STUDENTS OF SDN 180 SIKKOJANG DISTRICT SOPPENG Arfiana, Arfiana; Agussalim, Andi; Nurhusna, Nurhusna
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES Vol. 3 No. 01 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a quantitative descriptive study which aims to describe the ability to read aloud in learning the lontaraq script of students at SDN 180 Sikkojang, Soppeng Regency. In this study, the entire population came from students at SDN 180 Sikkojang, Soppeng Regency academic year 2024/2025. Sampling in this research was carried out using total sampling. The data collection technique in this research was the oral test technique. The data obtained was then analyzed using quantitative descriptive. There are four criteria for assesment aspects in this research, including the fluency aspect, the use of intonacion aspect, the accuracy of pronunciation aspect, and the volume aspect of the voice. In the aspect of fluency, only 2 students (13%) obtained a score of 70 and above, while in the aspect of intonation use, only 1 student (7%) achieved that score. Furthermore, in the aspect of precise pronunciation, there was 1 student (7%) and in the aspect of voice volume, only 2 students (13%) managed to obtain a score of 70 and above.
Bahasa yang membeku: Foregrounding dan kritik sosial dalam puisi ‘2000 Taht Al-Sifr’ karya Nizar Qabbani Toppo, Ananda Atasya; Ramadhan, Ilham; Agussalim, Andi
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i3.1344

Abstract

This study aims to analyze the linguistic structure in the poem 2000 Taht al-Sifr by Nizar Qabbani using the foregrounding theory approach. The main focus of this study is on the techniques of repetition and linguistic deviation used by the poet to create aesthetic effects and convey ideological meaning. The research employs a qualitative descriptive method with a textual analysis approach. Data were collected through literature study and close reading of the poem, then analyzed based on grammatical deviations and recurring linguistic patterns. The results show that the static repetition found in the poem creates a sense of stagnation and emotional impasse, while linguistic deviations, including extreme metaphors and unconventional syntax, generate symbolic tension that reflects social alienation and political crisis after the defeat of the Arab world in 1967. Foregrounding in this poem not only enhances the poetic expression but also functions as a form of critique of the socio-political condition. These findings indicate that linguistic elements in poetry play a crucial role in constructing meanings that go beyond aesthetic expression.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN FONT DAN KARAKTER LONTARA SERTA PENGAPLIKASIANNYA DALAM PEMBUATAN BAHAN AJAR MUATAN LOKAL BAHASA DAERAH BAGI GURU-GURU DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Saleh, Firman; Haeruddin, Haeruddin; Agussalim, Andi
JURNAL KHAZANAH PENGABDIAN Vol 5 No 2 (2023): KHAZANAH PENGABDIAN
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ditemukan adalah kurangnya minat belajar aksara dan perangkat pembelajaran yang kurang inovatif dan menarik buat siswa. Solusi yang ditawarkan adalah guru-guru juga akan dilatih cara menggunakan font dan Karakter Lontara untuk membuat bahan ajar serta media pembelajaran muatan lokal. Dengan demikian para siswa akan termotivasi belajar karena media yang digunakan sesuai dengan perkembangan zaman dan sudah menjadi kebutuhan masa kini terciptanya strategi mengajar untuk mendapatkan referensi dalam proses belajar mengajar. Komputer dapat menjadi sumber instruksional yang baik, multimedia sebagai sumber alat motivasi mengajar yang dapat melibatkan peserta didik dan mendukung gaya pembelajaran yang modern, Sebagai sumber belajar yang inovatif dalam pengajaran, Meningkatnya kemampuan penggunaan multimedia dalam pengajaran, Para siswa lebih antusias dalam belajar. Kontribusi mendasar atau manfaat dari kegiatan ini adalah memberikan manfaat terciptanya strategi mengajar untuk mendapatkan referensi dalam proses belajar mengajar, komputer dapat menjadi sumber instruksional yang baik, multimedia sebagai sumber alat motivasi mengajar yang dapat melibatkan peserta didik dan mendukung gaya pembelajaran yang modern, sebagai sumber belajar yang inovatif dalam pengajaran, meningkatnya kemampuan penggunaan multimedia dalam pengajaran, Para siswa lebih antusias dalam belajar. Luaran berupa laporan, pembagian aplikasi font Lontara, Materi Pelatihan, artikel jurnal ber-ISSN, dan Publikasi media massa cetak/online/repository.
Pesan Moral Dalam Buku Kelong-Kelongna Tau Mangkasaraka Karya Kembong Daeng Bagaskara, Muhammad Arsyil; Agussalim, Andi; H, Hajrah
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 1, No 8 (2024): March
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10840224

Abstract

Kelong is one of the regional literary forms that has been present alongside the activities of the Makassar community since ancient times. The book "Kelong-kelongna Tau Mangkasaraka" by Kembong Daeng is one of the kelongs that contains 110 titles filled with various moral messages. This study aims to describe the moral messages found in "Kelong-kelongna Tau Mangkasaraka" by Kembong Daeng. The results of the study show that the moral messages in "Kelong-kelongna Tau Mangkasaraka" by Kembong Daeng consist of (1) moral messages related to the relationship between humans and God, such as urging to acknowledge the oneness of God, acknowledging the existence of Prophet Muhammad as the Messenger of God, the command to establish prayers and fulfill zakat, and performing hajj; (2) moral messages related to the relationship between humans and themselves, including cultivating good attitudes and behaviors, avoiding jealousy, working hard, actively seeking knowledge, and messages to stay away from arrogance and greed; (3) moral messages related to the relationship between humans and others, including messages to respect and be kind to others.
Literasi Kemampuan Generasi Muda Berbasis Teknologi Drone Untuk Mendukung Daerah Wisata Sungsang Kabupaten Banyuasin Hartoni, Hartoni; Agussalim, Andi; Apri, Rezi; Diansyah, Gusti
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i2.1090

Abstract

Dalam era Revolusi Industri 4.0 yang sedang berlangsung, teknologi memainkan peran sentral dalam membentuk dinamika kehidupan masyarakat. Generasi muda menjadi ujung tombak dalam mengadaptasi dan mengoptimalkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kontribusi terhadap pembangunan. Salah satu teknologi yang berperan signifikan adalah drone, terutama untuk mendukung Desa Sungsang sebagai destinasi wisata yang mandiri dalam pengelolaan sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakatnyaUpaya peningkatan literasi teknologi, khususnya dalam sektor pariwisata, yang selama ini belum optimal dan masih memerlukan pengembangan. Desa ini juga memiliki potensi alam yang belum dimanfaatkan secara luas karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola potensi di desa mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghasilkan literasi menggunakan teknologi drone kepada generasi muda Desa Sungsang. Literasi pelatihan menghasilkan peta foto udara drone dari Desa Sungsang, yang sangat berguna bagi mendukung Desa Sungsang sebagai salah satu desa wisata di pesisir Sumatera Selatan.
Reading Palestinian Resistance through Peircean Semiotics: A Semiotic and Qur’anic Analysis of Mahmoud Darwish’s Identity Card Pratama, Rendi; Masnani, Sitti Wahidah; Mujadilah, Mujadilah; Agussalim, Andi; Ridwan, Muhammad
Jurnal Adabiyah Vol 25 No 2 (2025): December (Islamic Humanities)
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jad.v25i2a9

Abstract

This study aims to analyze the poem Identity Card by Mahmoud Darwish as a representation of the identity and resistance of the Palestinian people through Charles Sanders Peirce's semiotic approach which includes icons, indexes, and symbols. The focus of the study is directed at how the meaning of suffering, attachment to the land, and the strengthening of collective identity are articulated in the poem, as well as its relationship to the Qur'anic principles of maintaining identity, defending the homeland, and resisting oppression. The research method used is qualitative-descriptive with Peirce's semiotic approach. Primary data is in the form of the text of the poem Identity Card, while secondary data is obtained from scientific literature on the life of Mahmoud Darwish, the context of the Palestinian struggle, as well as the study of interpretation and hadith related to the value of resistance. An analysis of the nine main quotes of the poem was carried out using the Peirce framework, then enriched with a normative-religious perspective to reveal the ethical and spiritual dimensions of the resistance presented. The results of the study show that the icon depicts the concrete reality of the suffering of the Palestinian people due to occupation; the index reflects an existential attachment to the land understood as a divine trust; Meanwhile, symbols contain collective resistance through diction such as "angry", "name", and Identity Card that affirm pride and courage in the face of oppression. These three aspects are in harmony with the values of the Qur'an: identity as sunnatullah (QS. Al-Ḥujurāt: 13), land as a trust (QS. Nūḥ: 19), and resistance to tyranny as a manifestation of faith (HR. Muslim, no. 49). Thus, the poem Identity Card is not only an aesthetic work, but also a cultural, ideological, and spiritual discourse that represents the collective struggle of the Palestinian people and offers a universal meaning of justice and humanity. ملخص يهدف هذا البحث إلى تحليل قصيدة "بطاقة الهوية" لمحمود درويش كتمثيل لهوية الشعب الفلسطيني ومقاومته من خلال سيميائية تشارلز ساندرز بيرس (الأيقونات، الفهارس، الرموز). ينصب تركيزه على معنى المعاناة والتعلق بالأرض وتعزيز الهوية الجماعية، ويرتبط بالمبادئ القرآنية في الدفاع عن الهوية والدفاع عن الوطن ومحاربة الاضطهاد. يستخدم منهج البحث هذا النوعية الوصفية مع المنهج السيميائي لتشارلز ساندرز بيرس (الأيقونات والفهارس والرموز). البيانات الأولية في شكل نص قصيدة "بطاقة الهوية"، بينما تأتي البيانات الثانوية من الأدبيات العلمية حول الدرويش والنضال الفلسطيني. تم تحليل الاقتباسات الشعرية التسعة من خلال إطار بيرس، وإثرائه بمقاربة معيارية دينية قائمة على القرآن والحديث، بحيث يمكن قراءة معنى المقاومة ليس فقط سياسيا، ولكن أيضا أخلاقيا وروحيا. تظهر النتائج أن الأيقونة تصور الواقع الملموس لحياة الشعب الفلسطيني، والمؤشر يعكس المعاناة والتعلق بالأرض كأمانة، بينما يؤكد الرمز الهوية الجماعية والمقاومة من خلال كلمات مثل "غاضب" مليئة بالمقاومة. تتماشى هذه النتيجة مع القرآن: الهوية كسنة الله (QS. الحجرات: 13) ، الأرض كأمانة (QS. نوح: 19) ، ومقاومة الظلم كجزء من الإيمان (HR. Muslim ، رقم 49). قصيدة محمود درويش "بطاقة الهوية" ليست مجرد تعبير جمالي، بل هي تمثيل للمعاناة الجماعية للشعب الفلسطيني التي تتناغم مع القيم القرآنية للهوية والأرض ومقاومة الاضطهاد. وهكذا ، تعمل هذه القصيدة كتعبير جمالي بالإضافة إلى خطاب ثقافي وأيديولوجي وروحي يؤكد المقاومة ويعطي معنى عالميا للنضال ضد الظلم. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis puisi Identity Card karya Mahmoud Darwish sebagai representasi identitas dan perlawanan rakyat Palestina melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang meliputi ikon, indeks, dan simbol. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana makna penderitaan, keterikatan pada tanah, dan penguatan identitas kolektif diartikulasikan dalam puisi tersebut, serta keterkaitannya dengan prinsip-prinsip Al-Qur’an tentang menjaga identitas, membela tanah air, dan melawan penindasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan semiotika Peirce. Data primer berupa teks puisi Identity Card, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah mengenai kehidupan Mahmoud Darwish, konteks perjuangan Palestina, serta kajian tafsir dan hadis terkait nilai resistensi. Analisis dilakukan terhadap sembilan kutipan utama puisi menggunakan kerangka Peirce, kemudian diperkaya dengan perspektif normatif-religius untuk menyingkap dimensi etis dan spiritual dari perlawanan yang dihadirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikon menggambarkan realitas konkret penderitaan rakyat Palestina akibat penjajahan; indeks merefleksikan keterikatan eksistensial pada tanah yang dipahami sebagai amanah ilahi; sedangkan simbol mengandung perlawanan kolektif melalui diksi seperti “marah”, “nama”, dan “kartu identitas” yang menegaskan kebanggaan dan keberanian menghadapi penindasan. Ketiga aspek tersebut selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an: identitas sebagai sunnatullah (QS. Al-Ḥujurāt: 13), tanah sebagai amanah (QS. Nūḥ: 19), dan perlawanan terhadap kezaliman sebagai manifestasi iman (HR. Muslim, no. 49). Dengan demikian, puisi Identity Card bukan hanya karya estetis, melainkan juga wacana kultural, ideologis, dan spiritual yang merepresentasikan perjuangan kolektif rakyat Palestina serta menawarkan makna universal tentang keadilan dan kemanusiaan.
Dekonstruksi Tindak Tutur Ilokusi Direktif dalam “One Piece Film: Red” Nurjannah, Sitti; Usman, Usman; Agussalim, Andi
Nuances of Indonesian Language Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : PPJB-SIP (Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/nila.v6i2.1182

Abstract

This research is a qualitative research with a descriptive method which aims to describe the deconstruction of directive illocutionary speech acts contained in One Piece Film: Red. Data was collected through proficient free-involved listening techniques and data transcription. The data source comes from the dialogue of the characters in One Piece Film: Red. The research results show that the deconstruction of directive illocutionary speech acts contained in One Piece Film: Red reveals the ambiguity and instability of meaning in each utterance. Commands given by certain characters often have multiple meanings, depending on the context of the conversation and the relationships between the characters. It is hoped that this research can contribute to the study of pragmatic linguistics, especially in understanding the nature of meaning instability in speech acts through popular media such as films. Keywords: Deconstruction, Directive Speech Act, One Piece Film: Red.
Analisis Tindak Tutur Direktif Podcast Youtube Gita Wirjawan Episode Kecerdasan dan Kebahagiaan dalam Perspektif Neurosains Mutmainna, Nurul; Azis, Azis; Agussalim, Andi
Nuances of Indonesian Language Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : PPJB-SIP (Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/nila.v6i2.1185

Abstract

This study is a qualitative study that aims to describe the types of directive speech acts in Gita Wirjawan's podcast episode "happiness and intelligence from a neuroscience perspective", and to describe the functions of directive speech acts in Gita Wirjawan's podcast episode "happiness and intelligence from a neuroscience perspective". This study is a type of qualitative research with a descriptive method. The data in the study are in the form of dialogues in Gita Wirjawan's YouTube podcast. The data in this study were collected through literature studies, documentation techniques and note-taking techniques. The results of this study indicate that there are five types of directive speech acts, namely: types of requests (requestives), types of questions (questions), permission (permissive) and advice (advisories), types of prohibite.
Hubungan Parameter Perairan dengan Struktur Komunitas Rumput Laut di Perairan Pulau Maspari, Sumatera Selatan Aryawati, Riris; Ulqodry, Tengku Zia; Surbakti, Heron; Isnaini, Isnaini; Agussalim, Andi; Apri, Rezi; Hendri, Muhammad; Rozirwan, Rozirwan; Hilmaturosyidah, Hilmaturosyidah
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 1 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i1.29656

Abstract

Pulau Maspari merupakan pulau kecil dan terpencil yang terletak di bagian selatan Selat Bangka, Provinsi Sumatera Selatan. Pulau Maspari diketahui memiliki beberapa potensi sumber daya hayati laut, termasuk rumput laut. Sampai saat ini belum ada informasi ilmiah mengenai kondisi rumput laut yang berada di  Pulau Maspari dan minimnya data terkait parameter lingkungan perairannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parameter perairan dan keanekaragaman rumput laut di perairan Pulau Maspari, yang dilaksanakan pada Juli 2024 menggunakan metode eksploratif di tujuh stasiun sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan spesies rumput laut yang teridentifikasi dari tujuh stasiun, yaitu Caulerpa lentillifera, Cladophora prolifera, Derbesia sp., Ulva lactuca, Padina minor, Sargassum polycystum, Acanthophora spicifera, dan Gracilaria salicornia. Hasil analisis komponen utama (PCA) menunjukkan bahwa parameter perairan seperti suhu, kecerahan, kecepatan arus, salinitas, oksigen terlarut, pH, nitrat, dan fosfat memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur komunitas rumput laut, dengan persentase total sumbu F1 dan F2 mencapai 69,51% serta sumbu F1 dan F3 mencapai 41,59%. Indeks keanekaragaman dan keseragaman tertinggi ditemukan di stasiun 7, sedangkan indeks dominansi tertinggi terdapat di stasiun 3, 4, dan 6. Penelitian ini diharapkan dapat menyediakan data dasar tentang struktur komunitas rumput laut di perairan Pulau Maspari, yang berguna dalam membantu pengambilan keputusan dalam pengelolaan serta konservasi ekosistem perairan.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Afan Absori Afan Absori Affandi, Azhar Kholiq Ahmad, Muhammad Anwar bin Amar Mustaqim Andi Abdul Hamzah, Andi Abdul Andreas Eko Aprianto Anna Ida S Purwiyanto Anna Ida S Purwiyanto, Anna Ida S Anna IS Purwiyanto Apri Suganda Ardhi Wiranatha Tarigan Arfiana Arfiana, Arfiana Astrijaya Sidik Astrijaya Sidik, Astrijaya Azhar Kholiq Affandi Azis Azis, Azis Bagaskara, Muhammad Arsyil Barrus, Beta Susanto Beta Susanto Barus Chandra P.S Boangmanalu Chaplin M Simatupang Chaplin M Simatupang, Chaplin M Citra Mulia Diah Tri Unthari Djohar Maknun Dwi Puspa Indriani Dzakirah, Dzakiyyah Jilan Emiyati P.S Emiyati Gunawan, Elza Anggarini Gusti Diansyah Gusti Diansyah Gusti Diansyah H, Hajrah Haeriyyah, Haeriyyah Haeruddin Haeruddin Harry Prasetio Harry Prasetio, Harry Hartoni . Hartoni ., Hartoni Haryanti Putri Rizal Hasri Hasri Heron Surbakti Hilmaturosyidah, Hilmaturosyidah Ikbal, Muharom Ilham Ramadhan Isnaini Isnaini ., Isnaini Marlina Ummas Genisa Marnardo Sihombing Melki Melki Moh. Rasyid Ridho Muhammad Hendri Muhammad Hendri Muhammad Ridwan Mujadilah, Mujadilah Mustaqim, Amar Mutmainna, Nurul Ningsih, Ellis Nurjuliasti Nurhusna Nurjannah, Sitti pratama, rendi Purwiyanto, Anna IS Respati, Anggi Fauzi Reza Iklima AS Rezi Apri Riris Aryawati Rozirwan . Saleh, Firman Sefti Heza Dwinanti Sihombing, Marnardo Sitti Wahidah Masnani Syamsiar, Syamsiar Tarigan, Ardhi Wiranatha Tengku Zia Ulqodry Toppo, Ananda Atasya Unthari, Diah Tri Usman Usman Yusring Sanusi Baso, Yusring Sanusi