Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KREASI MOTIF KELUK PAKU PADA TAS KULIT Wahyu, Muhammad; Hendra, Hendra; Rahmi, Hijratur
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5382

Abstract

Ragam hias Kerinci mempunyai bentuk yang berasal dari tumbuhan dan benda alam diantaranya seperti: Ao Cino Bacabang, Tampuk Nio, Ula Nyuhuk, Lampit Simpai, Lampit Dueay dan bintae – bintae dan keluk paku. Dilihat dari bentuk ragam hias Kerinci dapatlah diketahui bahwa kebanyakan ragam hias Kerinci berbentuk tumbuhan dan benda alam, pengkarya tertarik menerapkan motif keluk paku pada produk tas kriya kulit sebagai bentuk melestarikan motif yang sudah jarang ditemukan tersebut. Motif keluk paku merupakan ragam hias yang berasal dari bentuk tanaman pakis yang masih muda, yang mempunyai keunikan relung yang indah itu yang dijadikan motif ragam hias, sehingga jadilah nama motif keluk paku. 
Penyuluhan Narkoba Bagi Generasi Muda Milenial di Desa Teluk Kayu Putih Hendra, Jhony; Sartika, Diza; Subhanadri, Subhanadri; Wahyu, Muhammad; Satar, Abdul; Liani, Helfi; Zulkifli, Zulkifli
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i3.3005

Abstract

Abstract: Drugs are a physical and mental health problem that has an impact on anxiety disorders, social behavior disorders, depression, lowers consciousness, disrupts quality of life and even causes death. The partner's problem is the lack of education for the young millennial generation in Teluk Kayu Putih Village regarding drug abuse. This service takes place in Teluk Kayu Putih Village, VII Koto District, Tebo Regency, Jambi Province. The aim of this outreach is to increase public awareness about the dangers of drug abuse for the young millennial generation. The material is presented through lecture and discussion methods with the help of power point slides and an LCD projector. The results of the outreach show that the generation of millennial youth in Teluk Kayu Putih Village is aware of the dangers and consequences of drug abuse. Keywords: drugs; millennial young generation  Abstrak: Narkoba merupakan masalah kesehatan fisik dan mental yang berdampak terhadap gangguan kecemasan, gangguan prilaku sosial, depresi, menurunkan kesadaran, mengganggu kualitas hidup bahkan sampai menyebabkan kematian. Permasalah mitra yaitu kurangnya edukasi kepada generasi muda milenial di Desa Teluk Kayu Putih terhadap penyalahgunaan narkoba. Pengabdian ini bertempat di Desa Teluk Kayu Putih, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Tujuan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda milenial. Materi disampaikan melalui metode ceramah dan diskusi dengan bantuan slide power point dan proyektor LCD. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa generasi pemuda milenial Desa Teluk Kayu Putih menyadari bahaya dan konsekuensi penyalahgunaan narkoba. Kata kunci: penyalahgunaan narkoba; generasi muda milenial 
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Mata Pelajaran Informatika Kelas X SMA Negeri 14 Maros Isma, Nur; Ayu, Sadriana; Nasir, Nasir; Wahyu, Muhammad
JURNAL PENA Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v11i1.14430

Abstract

Model pembelajaran discovery learning adalah model pembelajaran yang dapat melibatkan langsung kepada siswanya kedalam kegiatan belajar lewat sebuah argumen, siswa dapat berpendapat, berdiskusi, serta dapat membaca sendiri maupun mencoba sendiri, supaya peserta didik dapat melakukan pembelajaran secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe DL (Discovery Learning) dengan diterapkan pada pembelajaran informatika dikelas X.2 dan X.4 SMA Negeri 14 Maros diharapkan dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai. Metode Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat pertemuan, bagian pertama sebagai siklus 1 dan 4 kali pertemuan bagian kedua sebagai siklus 2 dan 4 kali pertemuan. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas X.2 yang berjumlah 36 orang dan siswa kelas X.4 yang berjumlah 35 orang. Teknik pengumpulan berupa dokumentasi, observasi, dan tes. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam penerapannya pada proses pembelajaran model pembelajaran Discovery Learning, siswa sangat baik dalam merespon materi yang disampaikan, hanya saja beberapa siswa ketika dalam proses pembelajaran ada siswa yang tidur dan tidak fokus dalam menerima materi dan juga bercerita dengan temannya. Dan juga hasil belajar siswa terhadap pembelajaran informatika meningkat lebih baik dari aspek kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning siswa sangat kreatif dalam proses pembelajaran.
ETIKA LINGKUNGAN DAN ANCAMAN KEBIJAKAN KONTRA-EKOLOGIS DARI MASA KE MASA Wahyu, Muhammad; Batara, Agung Tandi
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v3i1.659

Abstract

Penelitian ini mengungkap rangkaian kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan ditiap era sejak Orde Lama hingga Reformasi saat ini. Berbagai kebijakan yang diambil ditiap masa berdampak bagi pembangunan dan keberlangsungan lingkungan di masa selanjutnya. Generasi Emas 2045 sebagai puncak dari kemajuan bangsa ternyata tidak diselingi dengan pengetahuan tentang etika lingkungan yang dapat menyelamatkan keberlangsungan lingkungan di masa depan. Peneliti menggunakan jenis penilitian kualitatif-deskriptif dengan metode studi literarur untuk mengumpulkan data pada tulisan ini.
Sosialisasi Keamanan Data Menggunakan Teknologi Informasi pada Kantor Camat Batang Serangan Tarigan, Ita Margaretta Br; Ginting, Raheliya Br; Sinuhaji, Nirwan; Kaban, Roberto; Ginting, Puspita Sari Br; Wahyu, Muhammad; Siregar, Desi Nuri Anggita
Jurnal IPMAS Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.4.2.2024.475

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa sosialisasi tentang pentingnya menjaga keamanan data menggunakan Teknologi Informasi. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu para masyarakat di Kantor Camat Batang Serangan agar memproleh informasi tentang kemajuan Teknologi Informasi dan bagaimana cara menjaga keamanan data agar tidak mudah dicuri dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Subjek pada kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat beserta perangkat yang ada di Kantor Camat Batang Serangan. Metode dalam pengabdian masyarakat ini berupa sosialisasi yang dilakukan dengan pemberian informasi manfaat dan peran Teknologi Informasi dalam menjaga keamanan data dan cara pencegahan dalam menghadapi pencurian data seiring perkembangan Teknologi Informasi dimasa sekarang ini. Hasil dari kegiatan kepada masyarakat terlihat bahwa masih banyak masyarakat saat ini yang belum peka terhadap bahaya dari penyalahgunaan data dan infromasi, sehingga dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bekal pemanfaatan Teknologi Informasi yang dapat digunakan sebagai langkah preventif awal dalam mengamankan data dan informasi mereka tentunya dapat mengurangi kecemasan dalam melakukan akses internet khususnya dalam upaya mencari dan melakukan eksplor terhadap pengetahuan yang lebih luas. Berdasarkan dengan survey yang telah dilakukan sebelum dan sesudah proses pengadian didapatkan peningkatan pemahaman terhadap keamanan data tersebut dimana sebelum dilakukan pengabdian pemahaman masyarakat sebesar 75% dan setelah dilakukan sosialisasi pengetahuan meningkatn sebesar 83%. Terjadi peningkatan sebesar 8% yang menandakan bahwasannya sosialisasi berhasil dilakukan.