Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Uji Potensi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Anthelmintik Terhadap Ascaridia galli pada Ayam Petelur (Gallus domesticus) Utami, Hanifa Fauzia; Rosa, Emantis; Pratami, Gina Dania; Busman, Hendri
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 3 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i3.6475

Abstract

Dalam menjalankan usaha peternakan unggas, para peternak tak lepas dari hambatan dan masalah yang harus dihadapi, salah satunya adalah penyakit yang menyerang unggas. Ascaridia galli merupakan nematoda parasitik yang sering ditemukan pada unggas. Penanggulangan cacing oleh peternak dapat dilakukan dengan pemberian anthelmintik dari bahan-bahan kimiawi atau anthelmintik sintetik. Namun, penggunaan anthelmintik sintetik dalam jangka panjang dapat mengakibatkan resistensi terhadap cacing dan meninggalkan residu pada daging serta telur. Oleh karena itu, disarankan menggunakan bahan alami. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui potensi tepung daun kelor dan efektivitasnya sebagai anthelmintik terhadap A. galli. Perlakuan pemberian tepung daun kelor dilakukan dengan cara dicampurkan pada pakan dengan 4 dosis berbeda selama 14 hari. Data jumlah telur cacing dalam Egg Per Gram (EPG) kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dan didapatkan perbedaan yang signifikan, maka selanjutnya dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung daun kelor berpotensi sebagai anthelmintik terhadap cacing A. galli karena mampu mereduksi nilai EPG sebelum perlakuan. Dosis efektif pemberian tepung daun kelor yakni terdapat pada dosis 20% dari 120 kg pakan namun belum mampu mencapai standar efektivitas (≥ 95 %).  
Efektivitas Ekoenzim Kulit Pisang Kepok Manado Muda sebagai Insektisida Nabati terhadap Hama Penghisap Buah Kakao (Helopeltis sp.) Agustin, Meli; Pratami, Gina Dania; Priyambodo; Agustrina, Rochmah
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v10i1.9288

Abstract

Kakao merupakan tanaman perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam perekonomian nasional. Salah satu kendala pada budidaya kakao adalah kehadiran organisme pengganggu tanaman, yaitu kepik penghisap buah kakao (Helopeltis sp.). Pemakaian insektisida kimia secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif sehingga diperlukan insektisida alternatif yang ramah lingkungan. Ekoenzim kulit pisang kepok manado muda memiliki kandungan bahan aktif yang berpotensi dijadikan insektisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekoenzim kulit pisang kepok manado muda yang efektif dalam mematikan hama penghisap buah kakao. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi ekoenzim (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%). Faktor kedua adalah waktu pengamatan (6, 12, 24, 48, dan 72 jam). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji lanjut Tukey dan nilai LC50 dianalisis menggunakan probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekoenzim kulit pisang kepok manado muda berpotensi sebagai insektisida nabati terhadap hama penghisap buah kakao dengan konsentrasi paling efektif adalah 20%. Sementara hasil analisis probit didapatkan nilai LC50 sebesar 17,95% pada waktu pengamatan 72 jam.
Biological Control Agent of Spodoptera frugiperda Using Bacillus thuringiensis Bacteria Indriyani, Indriyani; Handayani, Kusuma; Firmansyah, Alvian; Pratami, Gina Dania
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v8i2.26475

Abstract

The main obstacle in the development of food crop production and horticulture is the attack of S. frugiperda larvae. Pest control using chemical insecticides has a long-term negative impact. The biological control of Spodoptera frugiperda larvae is accomplished by utilizing B. thuringiensis bacteria. This study aims to determine the best B. thuringiensis isolate for killing S. frugiperda larvae, to identify the most effective concentration of B. thuringiensis suspension, and to ascertain the mortality rate of S. frugiperda larvae. The design of this study was a randomized block design (RBD) with two factors. The first factor was the type of B. thuringiensis isolate, consisting of four isolates. Larval mortality data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and further tested with the Duncan test. The results obtained showed the highest average mortality of S. frugiperda larvae using isolates Bt3BP14 and Bt4TSR6. These two isolates had the highest average mortality on the third day. Bt3BP14 and Bt4TSR6 isolates have high potential in controlling S. frugiperda larvae, with an average mortality proportion of 86,67% and 66,67% observed over three days. The best doses of B. thuringiensis suspension for killing S. frugiperda larvae were 15 ml and 20 ml. It can be concluded that B. thuringiensis isolates can be used as natural biological control agents against S. frugiperda larvae that attack food crops and horticulture.