Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Potensi Bioinsektisida Ekstrak Air Dan Metanol Gracilaria sp. Terhadap Aedes aegypti Dengan Metode Spray Pertiwi, Widya Ratna; Pratami, Gina Dania; Setyaningrum, Endah; Nurcahyani, Nuning
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.19122

Abstract

Penggunaan insektisida kimiawi digunakan dalam upaya pengendalian vektor DBD. Namun, penggunaannya dapat digantikan dengan rumput laut Gracilaria sp. karena mampu bersifat toksik terhadap serangga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas ekstrak air dan metanol Gracilaria sp. terhadap mortalitas nyamuk Ae. aegypti serta mengetahui nilai LC50 ekstrak air dan metanol Gracilaria sp. yang efektif dijadikan sebagai bioinsektisida. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan RAK dengan 7 perlakuan yang terdiri dari 3 konsentrasi (10%, 15%, dan 20%) ekstrak air dan metanol Gracilaria sp., dan transfluthrin, serta dilakukan 3x pengulangan. Analisis One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan terhadap jumlah kematian nyamuk dengan nilai p-value= 0,00 (P ≤ 0,05). Uji LSD menunjukkan perbedaan signifikan antara ekstrak air Gracilaria sp. konsentrasi 20% terhadap ekstrak air Gracilaria sp. konsentrasi 10%, 15%, ekstrak metanol Gracilaria sp. konsentrasi 10%, 15%, dan 20%, serta transfluthrin. Nilai LC50 ekstrak air Gracilaria sp. diperoleh sebesar 33,011%, sedangkan ekstrak metanol Gracilaria sp. sebesar 22,961% dan dapat disimpulkan ekstrak air dan metanol Gracilaria sp. memiliki potensi sebagai bioinsektisida karena mampu membunuh nyamuk Ae. aegypti sebesar 13,3%-40%.
Ecological Study of Mosquito Larvae Breeding Site Anopheles Malaria Vector in Abandoned Ponds Hanura Village Setyaningrum, Endah; Qoyima, Allafia; Priyambodo, Priyambodo; Pratami, Gina Dania
Berkala Ilmiah Biologi Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bib.v16i1.20802

Abstract

Malaria is an infectious disease that is common in tropical and sub-tropical climates, making malaria endemic areas. One of the villages in Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Hanura Village is close to an abandoned pond which is a breeding place for malaria vectors which is the cause of malaria cases in Pesawaran. The aim of this research is to determine the relationship between physical and chemical factors and the density of Anopheles larvae and to identify types of aquatic plants and aquatic animals and their influence on the density of Anopheles mosquito larvae. in Hanura Village, Teluk Pandan District. The method used in this research is a survey method and observation of several ecological factors in the breeding places of malaria mosquito vectors. The measurement results showed that physical and chemical factors in DO had a positive correlation with larval density. Biological factors found include chicken stomach moss (Enteromorpha intestinalis), sea turtles (Limnoporus canaliculatus), back swimmers (Notonecta undulata), snakehead fish (Channa striata), water beetles (Tropisternus sp.), and tadpoles (Anura). The higher the population of aquatic plants, the higher the density of mosquito larvae. Meanwhile, the higher the population of aquatic animals, the lower the density of mosquito larvae.
AMPLIFIKASI GEN COI PADA SAMPEL LEBAH TANPA SENGAT DI LAMPUNG TENGAH: ANALISIS SECARA KUALITATIF Andriyani, Yuliana; Priyambodo, Priyambodo; Rustiaati, Elly Lestari; Pratami, Gina Dania; Ashari, Minanti Mayda; Srihanto, Eko Agus; Pratiwi, Dian Neli; Adelia, Ersa Imelda; Azzahra, Laila Salwa; Lestari, Septi Wahyu; Sandra, Shifa
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.5539

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi dengan iklim tropis yang dimilikinya. Lebah tanpa sengat berhabitat di daerah tropis dan memiliki keanekaragaman yang tinggi dan menghasilkan produk madu dan propolis serta telah banyak dibudidayakan. Lampung Tengah sebagai salah satu daerah yang memiliki lokasi budidaya lebah tanpa sengat, dipilih sebagai lokasi penelitian. Penelitian telah dilakukan dengan analisis molekuler menggunakan penanda molekuler gen COI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hasil amplifikasi gen COI pada empat individu lebah tanpa sengat yang dikoleksi di Lampung Tengah. Analisis molekuler telah dilakukan melalui proses ekstraksi, amplifikasi, elektroforesis, dan visualisasi DNA. Kualitas DNA diketahui melalui pita DNA yang terbentuk pada proses elektroforesis gel agarosa 1% dan divisualisasikan di bawah sinar ultraviolet. Hasil amplifikasi gen COI pada empat individu lebah tanpa sengat memiliki kualitas pita DNA yang baik dengan panjang base pair berkisar antara 600 – 750bp.
ANALISIS HASIL AMPLIFIKASI SAMPEL INDIVIDU LEBAH TANPA SENGAT BERDASARKAN GEN COI DI LAMPUNG TIMUR Ashari, Minanti Mayda; Priyambodo, Priyambodo; Rustiati, Elly Lestari; Pratami, Gina Dania; Andriyani, Yuliana; Srihanto, Eko Agus; Pratiwi, Dian Neli; Azzahra, Laila Salwa; Adelia, Ersa Imelda; Sandra, Shifa; Lestari, Septi Wahyu; Ramadan, Viki
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.5540

Abstract

Lebah tanpa sengat masuk ke dalam suku meliponidae dan merupakan lebah yang tidak menggunakan daya sengat sebagai alat pertahanan diri melainkan gigitan dan kerumunan apabila berada dalam bahaya. Indonesia memiliki keragaman jenis lebah tanpa sengat dan telah ditemukan sekitar 52 jenis yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Timor, Sulawesi, Ambon, Maluku dan Irian Jaya. Dari beragam jenis lebah tanpa sengat yang ditemukan di Indonesia menunjukkan bahwa adanya keragaman genetik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis hasil amplifikasi secara kualitatif dari DNA lebah tanpa sengat berdasarkan gen COI. Penelitian dilaksanakan pada rentang bulan Oktober 2024 - Januari 2025. Tahapan dalam penelitian ini meliputi pengambilan sampel, ekstraksi dan amplifikasi DNA. Hasil ekstraksi dan amplifikasi diuji dengan mengggunakan elektroforesis. Berdasarkan analisis kualitatif menggunakan gel agarose 1%, keempat sampel lebah tanpa sengat berhasil diekstraksi DNAnya. Ukuran panjang DNA dari masing-masing sampel lebah tanpa sengat diketahui berkisar antara 600-700bp dari hasil uji kualitatif setelah amplifikasi DNA.
Uji Bioaktivitas Ekstrak n-Heksana Rumput Laut Gracilaria sp. Sebagai Antimalaria Terhadap Parasit Plasmodium falciparum Secara In vitro Yuandarru, Rhifana; Setyaningrum, Endah; Chrisnawati, Lili; Pratami, Gina Dania
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1170

Abstract

Tantangan utama dalam mengendalikan malaria yakni tingginya resistensi parasit terhadap obat antimalaria. Pendekatan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut yakni dengan mencari dan mengembangkan bahan alam potensial, seperti rumput laut Gracilaria sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa fitokimia dan bioaktivitas antimalaria Gracilaria sp. dengan menggunakan pelarut n-Heksana. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengeksplorasi efek ekstrak n-Heksana dari Gracilaria sp. dengan berbagai konsentrasi terhadap parasit Plasmodium falciparum strain 3D7. Data persentase parasitemia, pertumbuhan, dan penghambatan parasit dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA, serta analisis probit nilai IC50 menggunakan software SPSS berdasarkan data rata-rata persentase penghambatan. Hasil pengujian fitokimia memperlihatkan bahwasanya ekstrak n-Heksana mengandung senyawa metabolit sekunder Alkoloid, Flavonoid, Steroid, Terpenoid, Saponin, dan Tanin. Hasil uji bioaktivitas antimalaria menunjukan adanya penurunan data persentase parasitemia dan pertumbuhan, serta peningkatan data persentase penghambatan seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Berdasarkan data rata-rata persentase penghambatan, didapatkan nilai IC50 sebesar 181,61µg/ml yang mengindikasikan bahwa ekstrak memiliki potensi sebagai antimalaria tetapi tidak memenuhi kriteria sebagai antimalaria yang aktif.
Jumlah dan Kemelimpahan Telur Aedes sp. di Ovitrap dan Kerentanan Aedes aegypti Terhadap Abate Widyastuti, Elyza; Rosa, Emantis; Pratami, Gina Dania; Kanedi, M
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 8 No. 1 (2023): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v8i1.374

Abstract

Demam Berdarah Dengue ialah masalah kesehatan yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue melalui perantara nyamuk Aedes aegypti. Berbagai upaya pengendalian sudah dilakukan namun belum memberikan hasil yang memuaskan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah dengan menggunakan ovitrap untuk mengetahui jumlah dan kemelimpahan telur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2021, di tiga Lingkungan (LK) Kelurahan Way Halim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah dan kemelimpahan telur nyamuk Aedes sp. pada ovitrap dan kerentanan larva nyamuk Ae.aegypti terhadap abate. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa jumlah telur yang terperangkap pada ovitrap baik di dalam mapun di luar rumah tertinggi adalah di LK II sebesar 558 butir Aedes sp, sedangkan Indeks kemelimpahan telur Aedes.sp di luar rumah lebih tinggi dari di dalam rumah yaitu sebanyak 1024 butir. Hasil uji kerentanan larva Ae.aegypti terhadap Abate setelah 24 jam terpapar menunjukkan bahwa 99% larva Ae. aegypti mengalami kematian, keadaaan ini dikategorikan dengan status rentan.
Efektivitas Ekoenzim Kulit Pisang Kepok Manado Terhadap Mortalitas Kutu Putih Tanaman Pepaya Pratiwi, Rahayu Fathanah; Pratami, Gina Dania; Mumtazah, Dzul Fithria; Agustrina, Rochmah
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 9 No. 2 (2024): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v9i2.2467

Abstract

Kutu putih (Paracoccus marginatus Williams & Granara de Willink, 1992) merupakan hama penting dalam budidaya tanaman pepaya di Indonesia. Kandungan metabolit sekunder dalam kulit pisang kepok Manado (Musa x paradisiaca L.) berpotensi sebagai zat toksik bagi serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi ekoenzim dari kulit pisang kepok manado yang efektif dalam menekan mortalitas hama kutu putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan konsentrasi yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Setiap perlakuan dilakukan 3 kali ulangan menggunakan 10 ekor kutu putih setiap ulangan. Mortalitas kutu putih diamati pada jam ke 6, 12, 24, 48, dan 72 jam setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan analisis probit untuk menentukan nilai LC50 dan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf 5% serta uji lanjut dengan uji Tukey’s. Hasil analisis menunjukkan ekoenzim dari kulit pisang kepok manado konsentrasi 20% berpengaruh nyata dan menghasikan mortalitas tertinggi hama kutu putih pepaya. Selain itu, berdasarkan nilai LC50, ekoenzim dari kulit pisang kepok manado efektif dalam mematikan hama kutu putih pepaya setelah 48 jam perlakuan dengan nilai LC50 sebesar 14,71%.
Analisis Komparatif Keragaman Serangga Tanah Diurnal pada Perkebunan Kopi Berdasarkan Prediksi AI dan Eksplorasi Lapangan Afandi, Aril; Winarno, Winarno; Suhada, Suhada; Maharani, Annisa Lidya; Safitri, Anggi; Saputri, Nur Ayu; Rhamadaningtyas, Nabila Aulia; Soegiharto, Yolande Cathleya; Apriani, Vivin; Fitrisyah, Asyifa Zahara; Pratama, M. Idris Afta; Vega, Cindy Ameliya; Pawaka, Arrahmaan Syah; Saputra, Rama Arsalta Bara; Amrullah, Syarif Hidayat; Parabi, M. Iqbal; Rustiati, Elly Lestari; Pratami, Gina Dania; Permatasari, Nindy; Priyambodo, Priyambodo
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10 nomor 4 tahun 2025 Terbit Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i4.7121

Abstract

Soil insects play a crucial role in maintaining ecosystem balance and supporting soil fertility, particularly within coffee plantation ecosystems. This study aims to analyze the diversity of soil insects by comparing results from artificial intelligence (AI)-based predictions and field explorations to obtain a comprehensive understanding of community structure. The research was conducted in a smallholder coffee plantation located in Wiyono Village, Pesawaran Regency, Lampung. Field data were collected using the pitfall trap method, while AI-based predictions were generated utilizing a dataset derived from 14 relevant scientific publications. Data analysis employed the Shannon-Wiener diversity index (H′) to evaluate differences between predicted and observed results. The findings revealed that the AI-based prediction estimated an H′ value of 1.787 (moderate diversity), whereas the field exploration yielded an H′ value of 0.428 (low diversity). This discrepancy is influenced by dataset limitations, species dominance, and selectivity inherent in the sampling method. The results highlight the importance of integrating AI-based predictive approaches with field validation to enhance the accuracy of biodiversity assessments. This study contributes to the development of AI-driven prediction models and supports sustainable management of coffee plantation ecosystems.
Trigona Honey Bee Cultivation as a Sustainable Agricultural Alternative in Bandarsari Village, Padangratu District, Central Lampung Regency Arifiyanto, Achmad; Nukmal, Nismah; Pratami, Gina Dania; Lestari, Elly Rustiati
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v7i2.8918

Abstract

Padangratu District, Central Lampung Regency, is home to Bandarsari Village. The majority of the population works as farmers, mostly in oil palm plantations, rubber plantations, and rice fields. This village's location is ideal for the growth of honey bee agriculture. This service activity seeks to assist in the development of Trigona honey bee farming training as an alternative approach to sustainable agriculture. Residents were instructed in the production of Trigona honey bee growing techniques using lecture methods and field coaching. This is an ideal environment for the production of Trigona honey bees, since it is supported by plentiful natural resources such as fruit trees, plantations, and flowers. This activity is projected to produce information on Trigona honey bee culture and its benefits, knowledge of different forms of natural honey bee feed, and video lessons on Trigona honey bee cultivation. The outputs of Trigona honey bee farming are not just economically valuable. Bees' ecological role will also aid to preserve the plantation ecology and pollinate the fruit and flowers of the inhabitants. Trigona honey products are also advantageous as a source of living pharmacy that generates money. The most significant aspect is that the Trigona bee is stingless, making it safe for inhabitants and simple to care for.
Efektivitas sediaan spray ekstrak etanol Gracilaria sp. sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti Puspita, Wana; Pratami, Gina Dania; Setyaningrum, Endah; Nurcahyani, Nuning
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 1 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i1.753

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever or commonly known as DHF is a disease that is transmitted through the bite of female Aedes aegypti mosquitoes which carry the Dengue virus so that it can cause Extraordinary Events (KLB). Prevention of dengue fever is generally carried out using refills containing the chemical DEET (N,N-diethyl-meta-toluamide) which is dangerous for the skin. Gracilaria sp. It is known to contain compounds that are toxic to mosquitoes, such as alkaloids, flavonoids, steroids, saponins, tannins and triterpenoids. This research aims to see the effectiveness of the ethanol extract of Gracilaria sp. as a repellent for Ae. aegypti, Effective Concentration 50% (EC50), irritating effects, and physical properties of the ethanol extract spray preparation of Gracilaria sp. The research was carried out with methodology in accordance with the recommendations of the World Health Organization Pesticides Evaluation (WHOPES) using a Completely Randomized Design (RAL). The protective power provided by the ethanol extract of Gracilaria sp. analyzed using Oneway ANOVA, followed by the Least Significant Difference (LSD) test. Probit analysis was carried out to determine the effectiveness of the ethanol extract concentration of Gracilaria sp. as a repellent. The research results show that concentration levels of 5%, 10%, 15%, and 20% provide protective power capabilities of 14.40%, 31.81%, 47.76%, and 61.17% respectively with an EC50 value of 18.86%. The spray is homogeneous and does not cause skin irritation. Conclusion, spray preparations containing ethanol extract of Gracilaria sp. potential as a repellent for Ae. aegypti. Using this repellent can help reduce the risk of dengue fever which is transmitted by mosquitoes. Further research is needed on the effectiveness of Gracilaria sp. as a repellent with a concentration above 20% and an irritation test was carried out on > 10 probands for > 15 minutes by spraying the preparation repeatedly.