Claim Missing Document
Check
Articles

VALIDITAS BAHAN AJAR ZERO START BERBASIS DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS V SD Puspitaningrum, Mareeta Nara; Danuri, Danuri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43131

Abstract

This study centers on the creation and validation of a deep learning-integrated instructional resource titled "Zero Start," specifically designed for 5th-grade students tackling whole numbers up to 100,000. The research is driven by the prevalence of low mathematical conceptual mastery and a lack of innovative pedagogical tools in schools, which often diminishes student confidence when facing abstract topics. Adopting the Research and Development (R&D) framework via the ADDIE model, this project focused on the Development phase to ascertain product feasibility through expert appraisal. Evaluation results yielded a 90% score from media specialists and 92.5% from subject matter experts. With a cumulative average of 91.25%, categorized as "Excellent," "Zero Start" is verified as a highly viable learning medium to bolster students' numerical competence.
PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIKA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR INKLUSI KELAS IV SE-GUGUS PANGERAN DIPONEGORO, KAB PURWOREJO Primastuti, Kurnia Pawestri; Danuri, Danuri
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/q76abv05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak Self Efficacy terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas empat di sekolah dasar inklusif di kluster Pangeran Diponegoro, Kabupaten Purworejo. Berpikir kritis merupakan kemampuan penting dalam pendidikan matematika karena memungkinkan siswa untuk menganalisis, bernalar, dan menyelesaikan masalah secara sistematis. Namun demikian, beberapa siswa masih menghadapi tantangan dalam menyelesaikan masalah matematika dan menunjukkan kekurangan kepercayaan diri atas kompetensi mereka. Self Efficacy adalah sifat psikologis yang diyakini memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa dalam matematika. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif melalui teknik survei. Populasi penelitian terdiri dari 122 anak kelas empat dari sekolah dasar inklusif di kluster Pangeran Diponegoro, menggunakan pendekatan sampel jenuh. Metode pengumpulan data meliputi kuesioner untuk menilai Self Efficacy dan asesmen untuk mengevaluasi kemampuan berpikir kritis siswa dalam matematika. “Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan korelasi antara Self Efficacy dan kemampuan berpikir kritis siswa” serta menjadi referensi bagi pendidik dalam merumuskan strategi pembelajaran yang meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan berpikir kritis siswa dalam matematika.
Bahan Ajar BANGUNIN Berbasis Pendekatan Deep Learning Untuk Meningkatkan Penalaran Matematika Siswa SD Iswanda, Averos; Danuri, Danuri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4761

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar memerlukan bahan ajar yang mampu mendorong pemahaman konsep secara mendalam dan meningkatkan kemampuan penalaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi bahan ajar BANGUNIN berbasis pendekatan deep learning pada pembelajaran matematika sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, dan development. Validasi produk dilakukan oleh satu ahli materi dan satu ahli media menggunakan instrumen angket skala Likert 1–5. Hasil validasi menunjukkan bahwa bahan ajar memperoleh persentase sebesar 91,67% dari ahli media dan 90% dari ahli materi dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut, bahan ajar BANGUNIN berbasis pendekatan deep learning dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran matematika sekolah dasar setelah dilakukan revisi minor sesuai saran validator.
Pengaruh Kritik Imanuel Kant pada Aliran Filsafat Rasionalisme di Bidang Matematika: Array Qurohman, M. Taufik; Danuri, Danuri; Rochmad, Rochmad; Isnarto, Isnarto
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2022): DIALEKTIKA Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kant menyampaikan kritik terkait metode yang benar untuk memperoleh kebenaran matematika adalah memperlakukan matematika sebagai pengetahuan a priori. Kemudian Kant menyampaikan bahwa, secara spesifik, validitas obyektif dari pengetahuan matematika diperoleh melalui bentuk a priori dari sensibilitas kita yang memungkinkan diperolehnya pengalaman inderawi. Namun, perkembangan matematika pada dua abad terakhir telah memberikan tantangan yang cukup signifikan terhadap pandangan Immanuel Kant ini. Kant berpendapat bahwa matematika adalah hasil penalaran yang murni, dan sepenuhnya adalah merupakan sintesa-sintesa dan Kant mengemukakan bahwa ilmu matematika merupakan contoh yang paling cemerlang tentang bagaimana akal murni berhasil bisa memperoleh kesuksesannya dengan bantuan pengalaman. Dan seperti diketahui bahwa Aliran filsafat yang berkontribusi terhadap perkembangan filsafat matematika yang Kant menyampaikan kritik terkait metode yang benar untuk memperoleh kebenaran matematika adalah memperlakukan matematika sebagai pengetahuan a priori. Kemudian Kant menyampaikan bahwa, secara spesifik, validitas obyektif dari pengetahuan matematika diperoleh melalui bentuk a priori dari sensibilitas kita yang memungkinkan diperolehnya pengalaman inderawi. Namun, perkembangan matematika pada dua abad terakhir telah memberikan tantangan yang cukup signifikan terhadap pandangan Immanuel Kant ini. Kant berpendapat bahwa matematika adalah hasil penalaran yang murni, dan sepenuhnya adalah merupakan sintesa-sintesa dan Kant mengemukakan bahwa ilmu matematika merupakan contoh yang paling cemerlang tentang bagaimana akal murni berhasil bisa memperoleh kesuksesannya dengan bantuan pengalaman. Dan seperti diketahui bahwa Aliran filsafat yang berkontribusi terhadap perkembangan filsafat matematika yang