Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Buah Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Dan Buah Pepaya (Carica Papaya L.) Menggunakan Metode DPPH Vicko Suswidiantoro; Novi Ana Nurlaili; Indah Safitri; Amanda Tirtasena; Kiki Ariska; Mela Annisa; Mela Kurniasari; Wina Safutri; Riza Dwiningrum
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1675

Abstract

Free radicals are unstable molecules that can cause cell damage and trigger various degenerative diseases. One effort to inhibit the adverse effects of free radicals is to use antioxidants. Tomato fruit (Solanum lycopersicum L.) and papaya fruit (Carica papaya L.) are known to contain various antioxidant compounds such as lycopene, vitamin C, flavonoids, and phenolics. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of a combination of tomato and papaya fruit extracts using DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method and determine the best value of IC₅₀ from three comparisons of extract combinations. This type of research is a qualitative and quantitative experimental study. Tomato and papaya fruits were extracted using maceration method with 96% ethanol. The result of this study was that in three comparisons the combination of tomato and papaya extracts, 25%:75%, 50%:50%, and 75%: 25% based on IC50 parameters showed very strong antioxidant activity. The ratio of 25%: 75% resulted in the value of IC50 of 2.44 ° 0.003 ppm, the ratio of 50%: 50% of 2.14 ° 0 ppm, and the ratio of 75%: 25% of 2.4710 ° 0.003 ppm. The conclusion of this study is that in the statistical test comparison of the combination of tomato and papaya extracts, the three comparisons have a very strong antioxidant activity and there is no significant difference, with a significance value of p = 1,000.
Formulasi Sediaan Krim Tabir Surya Ekstrak Etanolik Daun Leunca (Solanum Nigrum L.) Dan Uji Sun Protection Factor (SPF) Vicko Suswidiantoro; Dila Cindy Reptiana; Haikal Nur Islam; Hazballah Asy Syifa; Miftah Khoirun Nissa; Audya Zahra; Eva Nurul Baity; Wulan Cahya Indah; Wina Safutri; Riza Dwiningrum; Mida Pratiwi; Iga Mayola Pisacha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1873

Abstract

Human skin is a very important organ because it is located on the outside of the body and functions to receive external stimuli such as touch, pain, and other influences. One cause of damage is ultraviolet (UV) rays. Leunca leaves (Solanum nigrum L.) have high antioxidant activity, which is associated with their flavonoid content, especially quercetin and kaempferol. The purpose of this study was to determine the characteristics of sunscreen cream preparations from ethanolic extract of leunca leaves (Solanum nigrum L.) and to determine the concentration of ethanolic extract of leunca leaves (Solanum nigrum L.) in cream preparations that provide good sunscreen potential based on the Sun Protection Factor (SPF) value. The method used was experimental in making sunscreen cream preparations with concentrations F1 (0.05%), F2 (0.10%), F3 (0.20%) and F4 (0.30%). Physical quality tests, organoleptic tests, homogeneity tests, Ph tests, spreadability tests, and adhesion tests were carried out. protection power test, viscosity test, cream type test and SPF value test. In the four formulations meet the physical quality test requirements that distinguish them are in the Sun Protection Factor (SPF) value. The best is in formulation 4, which is 2.19, which is included in the minimum protection
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) Dengan Daun Kemangi (Ocimum x africanum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Riza Dwiningrum; Wina Safutri; Mida Pratiwi; Lintang Sevira
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2038

Abstract

Dental caries infection is one of the most common dental health problems and is caused by the activity of Streptococcus mutans bacteria. Treatment typically involves antibiotics, but irrational use of antibiotics can lead to resistance. Therefore, the development of natural-based treatments is needed. One of the plants utilized for this purpose is bay leaf (Syzygium polyanthum) and basil leaf (Ocimum × africanum). This research objective is to examine the antibacterial activity of the combination of bay leaf and basil leaf extracts against the growth of Streptococcus mutans. The research is a quantitative experimental laboratory study. The bay and basil leaves were extracted using maceration with 96% ethanol as the solvent, followed by phytochemical screening. Antibacterial testing toward Streptococcus mutans was conducted using the disc diffusion method with concentration ratios of 50%:50%, 60%:40%, and 70%:30%. Phytochemical screening of both extracts revealed the presence of flavonoids, saponins, tannins, and alkaloids. The results of the antibacterial test showed that the combination of bay leaf and basil leaf extracts exhibited antibacterial activity, indicated by the formation of clear zones around the paper discs, with average inhibition zone diameters of 6.15 mm (PI: 50%:50%), 8.8 mm (PII: 60%:40%), and 9.47 mm (PIII: 70%:30%), categorized as moderate activity. Based on a One-Way ANOVA test, a significance value of 0.000 (<0.05) indicated a significant difference among the different extract concentrations in inhibiting Streptococcus mutans. Further analysis using Tukey’s HSD test showed that the PIII treatment (70%:30%) differed significantly compared to the other treatment groups. In conclusion, the combination of bay leaf and basil leaf extracts has potential as an antibacterial agent against the growth of Streptococcus mutans.  
Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Salep Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Sebagai Antibakteri Staphylococcus Aureus Riza Dwiningrum; Vicko Suswidiantro; Wina Safutri; Rolinia Dina Marsela
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2107

Abstract

Infeksi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum ditemui. Infeksi disebabkan oleh mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh seperti bakteri Staphylococcus aureus. Pengobatan infeksi dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik, namun penggunaan antibiotik dapat menyebabkan resisten. Maka diperlukan alternatif pengobatan dengan menggunakan bahan alami seperti daun salam (Syzygium polyanthum) yang dibuat dalam sediaan salep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan salep ekstrak daun salam tehadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji mutu fisik dari ketiga formulasi menunjukkan bahwa pada uji organoleptis, uji daya lekat, uji daya sebar, uji daya proteksi dan uji pH sudah memenuhi standar sediaan salep, tetapi pada uji homogenitas didapatkan hasil bahwa ketiga formulasi tidak homogen. Hasil penelitian aktivitas antibakteri pada sediaan salep ekstrak daun salam konsentrasi 30% sebesar 3,30 mm yang diketegorikan lemah, konsentrasi 45% sebesar 4,10 mm yang dikategorikan lemah dan konsentrasi 60% sebesar 4,95 mm juga dikategorikan lemah. Hasil uji statistik yaitu Kruskall-Wallis didapatkan nilai sig.<0,05 yang berarti terdapat perbedaan antara kelompok uji. Uji lanjutan dilakukan dengan menggunakan uji Dunn’s test dan didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kontrol negatif dengan kontrol positif dan formulasi 3, sedangkan kontrol positif berbeda nyata dengan formulasi 3. Ketiga formulasi sediaan salep ekstrak daun salam mempunyai mutu fisik yang memenuhi standar sediaan salep dan mempunyai potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Studi Etnomedisin Tumbuhan Berkhasiat Obat Antidiabetes Pada Masyarakat Desa Panggung Rejo Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung Riesce Octa Verantika; Vicko Suswidiantoro; Wina Safutri; Mida Pratiwi; Elsya Azis Suryani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2285

Abstract

Diabetes melitus menjadi salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi yang terus meningkat di Kabupaten Mesuji, sehingga upaya pengelolaan pada penyakit ini perlu untuk ditingkatkan agar dapat menekan angka kejadian pada penyakit tersebut. Penggunaan etnomedisin dalam terapi diabetes melitus telah menjadi alternatif dalam pengobatan konvensional di berbagai budaya. Tujuan: Untuk menggali informasi terkait jenis tumbuhan, bagian tumbuhan serta cara pengolahan tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat Antidiabetes oleh Masyarakat Desa Panggung Rejo Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif Kualitatif dengan menggunakan metode Snowball Samplingdalam proses penggalian informasi yaitu pemilihan sampel dilakukan melalui informan kunci yang dipilih berdasarkan pengetahuan dan pemahamannya dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara semi terstruktur pada Masyarakat Desa Panggung Rejo Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung sebanyak 12 orang responden. Hasil: Didapatkan 13 jenis spesies tumbuhan yang digunakan sebagai obat Antidiabetes, tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah tumbuhan Pandan dan jahe (14%). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan yaitu bagian daun (62%), buah (15%), rimpang (15%) dan batang (8%). Cara Pengolahan tumbuhan yang diterapkan oleh Masyarakat yaitu dengan cara direbus (77%) diblender (15%) dan diparut (8%). Kesimpulan: Secara ilmiah, tumbuhan-tumbuhan tersebut terbukti mengandung senyawa bioaktif yang berperan dalam menurunkan kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, menghambat enzim pencernaan karbohidrat, serta melindungi sel β pankreas dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Formulation And Physical Evaluation Of Lip Cream Using A Combination Of Beetroot Extract (Beta Vulgaris L.) And Strawberry Fruit (Fragraria Vesca L.) As Natural Colorants Vanesa Dwi Cahyani; Annajim Daskar; Iga Mayola Pisacha; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2617

Abstract

The use of cosmetics, including lip cream, has become an essential part of people's lives, especially in Indonesia, as a means to enhance appearance, maintain cleanliness, and provide protection for the body. The study purpose was: : To determine the formulation of a lip cream formulation combining beetroot extract (Beta vulgaris L.) and strawberry fruit (Fragaria vesca L.) as natural colorants in lipsticks available in the Metro regional market using an experimental method. Materials and methods. Quantitative analysis was conducted through pH testing, physical evaluation of the lip cream formulation, and hedonic testing. Results: Out of ten panelists, Formula II scored the highest in most parameters compared to Formula I. Meanwhile, the lip cream formulation combining beetroot extract and strawberry extract can be used as a natural colorant capable of producing attractive and stable colors and is well-received organoleptically. Conclusions. It can be concluded that the best formula is Formula II with a balanced concentration of beetroot and strawberry extracts, and that the concentration in FII produces an optimal formulation in terms of sensory and physical properties. These findings are expected to serve as an initial reference for future researchers to utilize beetroot and strawberries in the formulation of other products such as eyeshadow and lipstick.
Uji Aktivitas Kombinasi Ekstrak Daun Kopi Robusta (Coffea Canephora Pierre Ex A.Froehner) Dan Daun Kemangi (Ocimum X Africanum Lour) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans Mida Pratiwi; Wina Safutri; Diah Kartika Putri; Rahmat Rizky Prayogo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2628

Abstract

Iklim tropis Indonesia mendukung pertumbuhan jamur seperti Candida albicans, penyebab kandidiasis yang umum menyerang kulit, mulut, dan area genital. Terapi azol efektif, namun berisiko menimbulkan efek samping, seperti masalah pencernaan dan potensi abnormalitas di enzim hati. Sebagai alternatif, digunakan bahan alami seperti Daun Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) dan Daun Kemangi (Ocimum x africanum Lour), sehingga taraf risiko cenderung lebih kecil. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antijamur kombinasi ekstrak kedua tanaman terhadap Candida albicans, meliputi identifikasi senyawa aktif, analisis aktivitas, dan efektivitas kombinasi. Penelitian dilakukan secara in vitro dengan rancangan post test only control group menggunakan metode difusi cakram. Data dianalisis secara statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata zona hambat diperoleh ialah P1 (50%:50%) sebesar 7,76 mm, P2 (75%:25%) sebesar 10,1 mm, dan P3 (25%:75%) sebesar 5,12 mm. Uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p < 0,001), dan uji Tukey HSD menunjukkan perbedaan signifikan hanya antara P2 dan P3 (p = 0,009). Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa kombinasi daun kopi robusta dan daun kemangi dengan konsentrasi P1 (50%:50%), P2 (75%:25%), dan P3 (25%:75%) dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans, yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat. Zona hambat terbaik terdapat pada P2 dengan zona hambat sebesar 10,1 mm.
Uji Aktivitas Kombinasi Ekstrak Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata (Vieill.) K.Schum) Dan Daun Kemangi (Ocimum X Africanum Lour) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans Wina Safutri; Diah Kartika Putri; Vicko Suswidiantoro; Miko Nanda Kusuma
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2630

Abstract

Penyakit menular menjadi masalah serius yang dapat ditularkan oleh manusia dan hewan. Jamur ini dapat menyebabkan infeksi seperti kandidiasis yang mengenai kuku, kulit, paru-paru, mulut dan vagina. Pengobatan dengan menggunakan obat antijamur sintetis dapat menyebabkan jamur menjadi resisten. Maka diperlukan alternatif pengobatan antijamur yang terbuat dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis skrining fitokimia pada ekstrak lengkuas merah (Alpinia purpurata (Vieill.) K.Schum) dan daun kemangi (Ocimum x africanum Lour) dan menganalisis efektivitas kombinasi ekstrak lengkuas merah (Alpinia purpurata (Vieill.) K.Schum) dan daun kemangi (Ocimum x africanum Lour) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Penelitian ini dilakukan uji daya hambat dengan variasi konsentrasi PI 30%:5%, PII 15%:7,5%, dan PIII 45%:2,5%. Hasil penelitian uji skrining fitokimia pada lengkuas merah (Alpinia purpurata (Vieill.) K.Schum) dan daun kemangi (Ocimum x africanum Lour) didapatkan hasil bahwa ekstrak positif menagandung saponin, tanin, alkaloid, dan flavonoid sedangkan pada senyawa steroid didapatkan hasil negatif. Hasil uji aktivitas antijamur pada konsentrasi 30%:5% sebesar 8,35 mm, konsentrasi 15%:7,5% sebesar 6,64 mm, dan konsentrasi 45%:2,5% sebesar 7,30 mm. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antijamur yang dianalisis dengan menggunakan uji One Way ANOVA dan didapatkan hasil nilai sig >0,05 yaitu 0,955 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok uji. Dari hasil uji dapat disimpulkan bahwa PI dengan konsntrasi 30%:5% merupakan konsentasi paling efektif dalam mengambat jamur Candida albicans.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lotion Dari Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Sebagai Antioksidan Nurul Fatonah; Riza Dwiningrum; Wina Safutri; Afi Sania Rosanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2826

Abstract

Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Kerusakan pada kulit akibat radikal bebas dapat dihambat oleh senyawa antioksidan. Untuk menjaga kesehatan kulit dapat dilakukan dengan menggunakan produk kosmetik salah satunya lotion yang dapat menangkal radikal bebas. Daun sukun ( Artocarpus altilis) diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, flavonoid, steroid, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formula dan evaluasi sediaan lotion dari ekstrak daun sukun ( Artocarpus altilis) sebagai antioksidan. Metode penelitian ini secara kuantitatif dengan model penelitian eksperimental. Analisis data dilakukan dengan Microsoft Excel dan SPSS uji One Way ANOVA. Hasil dari penelitian ini adalah sediaan lotion ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) pada F1(6%), F2 (8%) dan F3 (10%) memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik, yaitu organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, tipe emulsi, dan uji stabilitas dengan metode Cycling Test , yang menunjukkan bahwa formula ketiga stabil secara karakteristik fisik. Nilai IC 50 pada F1 (6%) sebesar 37,73 ppm, F2 (8%) sebesar 36,46 ppm, dan F3 (10%) sebesar 32,72 ppm, formula ketiga memiliki kategori aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Berdasarkan uji statistik One Way ANOVA dan uji lanjut Post Hoc Tukey , terdapat perbedaan signifikan antar rumus terhadap nilai IC 50 dengan nilai p-value <0,05. Kesimpulan dari penelitian ini sediaan lotion dari ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan F3 (10%) merupakan formula terbaik. Kata Kunci: Antioksidan, daun sukun, DPPH, lotion evaluasi, Radikal bebas Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit. Kerusakan tersebut dapat dicegah dengan senyawa antioksidan. Untuk menjaga kesehatan kulit, produk kosmetik seperti losion dapat digunakan untuk menangkal radikal bebas. Daun sukun (Artocarpus altilis) diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, flavonoid, steroid, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formula dan evaluasi sediaan losion berbahan ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) sebagai antioksidan. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan model penelitian eksperimental. Analisis data dilakukan menggunakan Microsoft Excel dan SPSS dengan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian ini adalah sediaan losion ekstrak daun sukun ( Artocarpus altilis) pada F1(6%), F2 (8%) dan F3 (10%) memenuhi syarat uji evaluasi fisik yaitu organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, jenis emulsi, dan uji stabilitas menggunakan metode Cycling Test yang menunjukkan bahwa ketiga formula stabil secara fisik. Nilai IC 50 untuk F1 (6%) sebesar 37,73 ppm, F2 (8%) sebesar 36,46 ppm, dan F3 (10%) sebesar 32,72 ppm. Ketiga formulasi tersebut dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Berdasarkan uji statistik One Way ANOVA dan uji lanjut Post Hoc Tukey terdapat perbedaan yang signifikan antar formula pada nilai IC 50 dengan p-value < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan lotion dari ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan F3 (10%) merupakan formula terbaik. Kata kunci: Antioksidan, daun sukun, DPPH, evaluasi losion, radikal bebas
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lotion Dari Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Sebagai Antioksidan Nurul Fatonah; Riza Dwiningrum; Wina Safutri; Afi Sania Rosanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2829

Abstract

Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Kerusakan pada kulit akibat radikal bebas dapat dihambat oleh senyawa antioksidan. Untuk menjaga kesehatan kulit dapat dilakukan dengan menggunakan produk kosmetik salah satunya lotion yang dapat menangkal radikal bebas. Daun sukun (Artocarpus altilis) diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, flavonoid, steroid, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formula dan evaluasi sediaan lotion dari ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) sebagai antioksidan. Metode penelitian ini secara kuantitatif dengan model penelitian eksperimental. Analisis data dilakukan dengan Microsoft Excel dan SPSS uji One Way ANOVA. Hasil dari penelitian ini adalah sediaan lotion ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) pada F1(6%), F2 (8%) dan F3 (10%) memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik, yaitu organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, tipe emulsi, dan uji stabilitas dengan metode Cycling Test, yang menunjukkan bahwa ketiga formula stabil secara karakteristik fisik. Nilai IC50 pada F1 (6%) sebesar 37,73 ppm, F2 (8%) sebesar 36,46 ppm, dan F3 (10%) sebesar 32,72 ppm, ketiga formula memiliki kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Berdasarkan uji statistik One Way ANOVA dan uji lanjut Post Hoc Tukey, terdapat perbedaan signifikan antar formula terhadap nilai IC50 dengan nilai p-value <0,05. Kesimpulan dari penelitian ini sediaan lotion dari ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan F3 (10%) merupakan formula terbaik. Keywords: Antioksidan, daun sukun, DPPH, evaluasi lotion, Radikal bebas Excessive free radicals can cause skin damage. Such damage can be prevented by antioxidant compounds. To maintain healthy skin, cosmetic products such as lotions can be used to counteract free radicals. Breadfruit leaves (Artocarpus atlitis) It is known to contain active compounds such as alkaloids, tannins, flavonoids, steroids, and saponins, which have the potential to act as antioxidants that can ward off free radicals. This study aims to analyze the formula and evaluation of lotion preparations made from breadfruit leaf extract (Artocarpus altilis) as an antioxidant. This research method is quantitative with an experimental research model. Data analysis was carried out using Microsoft Excel and SPSS test One Way ANOVA. The results of this study are the preparation of breadfruit leaf extract lotion (Artocarpus altilis) in F1(6%), F2 (8%) and F3 (10%) fulfilled the physical evaluation test requirements, namely organoleptic, homogeneity, pH, spreadability, adhesive power, viscosity, emulsion type, and stability test using the method Cycling Test, which shows that the three formula are physically stable. The IC50 value for F1 (6%) was 37.73 ppm, F2 (8%) was 36.46 ppm, and F3 (10%) was 32.72 ppm. All three formulations were categorized as having very strong antioxidant activity. Based on statistical tests One Way ANOVA and further testing Post Hoc Tukey, there is a significant difference between formula on IC50 value with p-value <0.05. The conclusion of this study is that the lotion preparation from breadfruit leaf extract (Artocarpus altilis) can function as an antioxidant to protect the skin from damage caused by free radicals and F3 (10%) is the best formula. Keywords: Antioxidant , breadfruit leaf, DPPH, lotion evaluation, free radicals
Co-Authors Adi Saputra Adinda Shofa Hermalia Hermalia Afi Sania Rosanti Afi Sania Rosanti Agustina, Mela Ahmad Sutomo Aini, Sarifatul Amanda Tirtasena Andika Wahyu Saputra Anggista Putri, Nopi Annajim Daskar Artadevy, Nadhila Fahira Arum Vika Sari Atika Nabila, Novrillia Audya Zahra Aulika Lestari, Fina Aurelia, Tessa Aurelia Ayu Chandra, Ananda Bayu Satriawan, Ahmad Damayanti Abdul Karim, Dewi Daskar, Annajim Dela Maya Fitria Desni Sagita, Yona Dhea Amanda Firly Diah Kartika Diah Kartika Putri Dian Ratnasari Dila Cindy Reptiana Dina Rahmawati Dinda Naziah Dwi Oktarosada Elsya Azis Suryani Eva Nurul Baity Fachry Abda El Rahman Fadia Zahra, Alya Faizal, Doni Fani Rahmawati Haikal Fadhila Haikal Nur Islam Hammami, Akmal Hazballah Asy Syifa Hotimah, Etika Khusnul Iga Mayola Pisacha Indah Safitri Juliatika Kurniawati Kartika Putri, Diah Katika Putri, Diah Kiki Ariska kurniati, nova Lestari, Fina Aulika Lintang Sevira Malahatu Zalfa, Aisyah Mayola Pisacha, Iga Meiliya Areza Mela Annisa Mela Kurniasari Mida Pratiwi Mida Pratiwi Mida Pratiwi Miftah Khoirun Nissa Miftausakina, Taufiki Miko Nanda Kusuma Muji Lestari Nanggroe Logawan Nopi Anggista Putri Noventy Ratna Sari Novi Ana Nurlaili Nur Aminudin Nurazizah, Amalia Siti Nuriyanto Nuriyanto Nurul Fatonah Pisacha, Iga Mayola Pratama, Dimas Feriza Pratama Purwanti, Etik Putri, Diah Karika Putri, Diah Kartika Putri, Elsa Claudia Rahadiyanto, Kemas Ya'Kub Rahmat Rizky Prayogo Riesce Octa Verantika Rinda Agustin Rismawan, Iqfan Adi Rismayanti Carla Putri Riza Dwiningrum Riza Dwiningrum Riza Dwiningrum, Riza Riza Dwiningum Rolinia Dina Marsela Rosanti, Afi Sania Sari, Yuhana Satriawan, Ahmad Bayu Silvi Alfiani Siti Maesaroh Siti Rahmawati Sumiyati Sunariyah Suswidiantoro, Vicko Syaifurrahman, Amir Tanoehardjo, Fransisca Srioetami Taufiki Miftausakina trijayanti, mesi Tundjung Tripeni Handayani Tundjung Tripeni Handayani, Tundjung Tripeni Turisma Alfi Arizona Vanesa Dwi Cahyani Vicko Suswidiantoro Vicko Suswidiantro Winabila, Putri Windi Lestari, Nita Wulan Cahya Indah Yamsi Nurfala Yurike Elanda Zulkifli Zulkifli