Claim Missing Document
Check
Articles

Character Building In Cultural Perspective and Implementation Suheri Sahputra Rangkuti; Zulhimma Zulhimma; Zulhammi Zulhammi
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 3 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.953 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i3.2049

Abstract

This article contains the discourse on character building from a cultural perspective. Character building, which is generally only done through classroom education, is considered insufficient to instill awareness and moral action of students. Meanwhile, culture with all its value content, in theory, is more easily absorbed in everyday experience because culture is part of the experience itself. This article was written in order to offer a new perspective that is effective in instilling cultural values. Because so far the formation of cultural character only stops in the classroom. The research method used in this article is library research with a philosophical analysis approach. In this case, the education of cultural values is seen in the dynamics of character decline and the decline of culture after that dialogue between character values, society and cultural morals in order to find effective ways to implement character building. The results of this study confirm that the formation of character in a cultural perspective tends to make it easier for generations in a culture to read values and make it a continuous moral action because the formation offered by culture is not only in the realm of imagination and cognitive, even participation and cultural guidance present morals. in the experience of the individual in each generation of community groups.
Teachers’ self-efficacy: through micro teaching, practical field experience, and motivation Zulhimma Zulhimma; Zulhammi Zulhammi; Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 3 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/190000

Abstract

The study's objectives were to: 1) determine the effect of Micro Teaching and practical field experience on motivation to become a student teacher for prospective PAI PTKIN teachers in North Sumatra, and 2) determine the direct effect of Micro Teaching and practical field experience on self-efficacy as a student teacher for prospective PAI teachers in PTKIN Se North Sumatra. This is a quantitative study with an ex post facto research design. The analytical strategy is a quantitative descriptive analysis with four variables to be investigated: (1) Micro Teaching Implementation, (2) Practical Field Experience, (3) Motivation to Become a Teacher and (4) Self-Efficacy. Based on the study's findings, the following conclusions were reached: 1) there is a strong relationship between Micro Teaching and Motivation to Become a Teacher (Y), students who are serious about implementing micro teaching will increase their motivation to become a teacher; 2) the implementation of PPL sufficiently influences student motivation to become teachers; 3) the variable that most influences Self-Efficacy is the Implementation of PPL; 4) the variable Motive is the variable that most influences Self-Efficacy.
Peningkatan life skills education mahasiswa melalui pengembangan bahan ajar micro teaching berbasis multimodal literacy Dian Jelita; Zulhammi Zulhammi; Zulhimma Zulhimma
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 21 No. 2 (2023): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v21i2.11202

Abstract

Proses pembelajaran tidak terlepas dari penggunaan bahan ajar yang merupakan komponen penting dalam proses belajar mengajar. Pada Mata kuliah micro teaching di Program Studi Pendidikan agama islam belum adanya bahan ajar yang memadai sehingga perlu adanya pengembangan bahan ajar. Model penelitian pengembangan yang diterapkan dalam penelitian ini merupakan pengembangan 4D Model (define, design, develop dan disseminate), teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara serta instrumen peniliaian validasi ahli berupa ahli materi, bahasa, desain dan juga terdapat analisis respon pengguna. Data yang didapatkan dalam penelitian ini di analisis deskriptif kuantitatif sesuai prosedur pengembangan yang dilakukan. Hasil dari penelitian ini berdasarkan dari tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana mengembangkan bahan ajar micro teaching berbasis multimodal literacy. Dan bagaimana peningkatan life skills education mahasiswa PAI UIN FAS melalui pengembangan bahan ajar micro teaching berbasis multimodal literacy. Adapun hasil penelitian sebagai berikut: data penelitian diperoleh secara langsung dari lokasi penelitian yang kemudian dianalisis dengan menggunakan referensi yang sesuai untuk menghasilkan buku ajar yang dikembangkan, peningkatan life skills education mahasiswa PAI UIN FAS Bengkulu melalui pengembangan bahan ajar micro teaching berbasis multimodal literacy dinyatakan tinggi dengan nilai rata-rata N-Gain score sebesar 0,71 dan N-Gain Score persen sebesar 70,65.
MODEL KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI MADRASAH TSANAWIYAH SE KECAMATAN BARUMUN KABUPATEN PADANG LAWAS Hasibuan, M. Efendi; Erawadi, Erawadi; Zulhimma, Zulhimma
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i2.603

Abstract

Pemimpin merupakan seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, mengarahkan, membujuk, menerangi, melatih serta memberikan inspirasi pada bawahannya. Setiap pemimpin memiliki kewajiban mengajak bawahannya untuk mewujudkan perubahan yang diharapkan. Keberhasilan dan kegagalan kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi institusi sekolah dipengaruhi oleh model kepemimpinan yang diterapkan. Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk memiliki kinerja yang baik dengan tujuan mencapai hal yang diinginkan. Kepemimpinan formal diangkat dalam wewenang formal, sedangkan kepemimpinan informal digunakan oleh orang yang berpengaruh karena memiliki keterampilan untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Hasil Penelitian bahwa kepemimpinan Kepala Madrasah Tsanawiyah Se Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas dapat dinilai baik, karena kepala madrasah memiliki kemampuan dan tanggungjawab untuk memimpin, menggerakkan, melakukan koordinasi, atau mempengaruhi para guru dan segala sumber daya ada di madrasah sehingga dapat di dayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dan mampu berperan sebagai Manajer, Edukator, Administrator, Motivator, Supervisor, Inovator, dan Leader
Implementasi Metode Cart Sort Turnament dalam Memotivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-Quran Hadits di MAN 2 Padangsidimpuan Dongoran, Siti Rahma Dongoran; Zulhimma, Zulhimma; Yuda, Roqy Darma; Yolanda, Gabena
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.161

Abstract

The purpose of this study is to see how the Cart Sort Tournament method helps students learn about the Qur'an and Hadith. This method involves the use of cards with randomized material information, which students then arrange according to the topic. This research is qualitative in nature and uses observation, documentation, and interviews as data collection methods. The results show that the Cart Sort Tournament method increases students' learning motivation. The success of this method is influenced by adequate infrastructure and facilities, teacher support, and students' desire to learn. The success of this method is influenced by adequate infrastructure and facilities, teacher support, and students' desire to learn. The research resulted in recommendations to develop innovative and creative Qur'an and Hadith learning methods that suit the needs of the younger generation. The results of this study indicate that Qur'an and Hadith education is developing well as students gain a better understanding of the material taught. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana metode Cart Sort Tournament membantu siswa belajar tentang Al-Qur'an dan Hadits di MAN 2 Padangsidimpuan. Metode ini melibatkan penggunaan kartu dengan informasi materi secara acak, yang kemudian disusun oleh siswa sesuai dengan topik bahasan. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Cart Sort Tournament meningkatkan motivasi belajar siswa.Keberhasilan metode ini dipengaruhi oleh infrastruktur dan fasilitas yang memadai, dukungan guru, dan keinginan siswa untuk belajar. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi untuk mengembangkan metode pembelajaran Al-Qur'an dan Hadits yang inovatif dan kreatif yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Al-Qur'an dan Hadits berkembang dengan baik karena siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang materi yang diajarkan.  Kata kunci: Al-Qur'an Hadits, Cart Sort Tournament, motivasi belajar, pendidikan Islam.
Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Motivasi Belajar Terhadap Kinerja Siswa Pendidikan Agama Islam SMP Negeri Sibabangun Napitupulu, Pija; Zulhimma, Zulhimma; Waldohuakbar, Subuh; Harahap, Barani
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.162

Abstract

Pendidikan adalah suatu usaha atau kegiatan yang dijalankan dengan sengaja, teratur dan berencana dengan maksud mengubah atau mengembangkan perilaku yang diinginkan. Sekolah sebagai lembaga formal merupakan sarana dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Hasil dari proses belajar tersebut tercermin dalam prestasi belajarnya. Namun dalam upaya meraih prestasi belajar yang memuaskan dibutuhkan proses belajar.Untuk mewujudkan proses dan hasil belajar siswa yang berkualitas sesuai dengan harapan masyarakat serta tuntutan kurikulum, maka peranan guru sangat penting. Dalam kegiatan belajar-mengajar tugas guru adalah sebagai penentu, pelaksana, dan sebagai penilai keberhasilan belajar siswa. Dalam proses pembelajaran ditemukan proses belajar yang dilakukan oleh siswa merupakan kunci keberhasilan belajar siswa. Hasil belajar sebagai satu produk dari proses belajar mengajar bukanlah hasil dari satu proses tunggal, tetapi merupakan bagian dari interaksi sejumlah faktor-faktor keberhasilan belajar yang dapat bersumber dari dalam diri siswa (faktor internal) ataupun dari luar diri siswa (faktor eksternal). Selain guru, faktor mendukung keberhasilan belajar siswa termasuk juga motivasi belajar. Motivasi belajar sesunghnya menjadi faktor penting dalam aktivitas dan keberhasilan belajar siswa. Jadi dalam pembelajaran peran motivasi adalah efektif pada siswa belajar. Dengan motivasi siswa akan berusaha melakukan tugas apapun dan mencapai tujuan. Peningkatan motivasi berarti kecepatan kerja dalam melakukan segalanya untuk mencapai tujuan.
Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di VIII MTS Nahdratul Ulama (NU) Batangtoru Waldohuakbar, Subuh; Zulhimma, Zulhimma; Napitupulu, Pija; Harahap, Barani
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.163

Abstract

Penelitian Tindakan kelas secara umum adalah penelitian penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa Akidah Akhlak di kelas VIII MTs Nahdatul Ulama (NU) Batangtoru. Secara khusus bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bagaimana proses perencanaan Model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa; (2) mendeskripsikan bagaimana implementasi Model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa (3) mendeskripsikan bagaimana evaluasi terhadap implementasi Model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa dan (4) mengetahui seberapa besar peningkatan aktivitas belajar siswa Akidah Akhlak di kelas VIII MTs Nahdatul Ulama (NU) Batangtoru dengan menerapkan strategi pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian dilaksanakan dalam tiga kegiatan, di mana masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. diawali dengan kegiatan pra-silklus, kegiatan siklus I dan kegiatan siklus II. Data hasil belajar siswa digali dari hasil evaluasi akhir pembelajaran. Data hasil kinerja siswa digali melalui pengamatan saat kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian (1) pada kegiatan pra-siklus, 13 orang siswa dari 22 orang siswa yang belum memenuhi semua kegiatan aktivitas siswa; (2) siklus I terdapat 15 orang siswa yang memenuhi semua kegiatan aktivitas siswa; dan (3) pada siklus II ada 19 siswa yang memenuhi semua kegiatan aktivitas siswa. Berkaca dari siklus II. Penilaian siswa dalam aspek kinerja tiap kegiatan terus meningkat. Kesimpulan, penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah (PBL) mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa mata pelajaran Akidah Akhlak di kelas VIII MTs Nahdatul Ulama (NU) Batangtoru.(PBL)
Evaluasi dalam Proses Pembelajaran di SMA Negeri 1 Panyabungan Selatan Dakran, Dakran; Zulhimma, Zulhimma; Harahap, Wahyu Ari Anto; Royhanuddin, Fauzan
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.166

Abstract

Proses evaluasi dalam pembelajaran merupakan tahapan kritis untuk menilai efektivitas metode pengajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran. Evaluasi ini melibatkan tenaga pendidik SMA Negeri 1 Panyabungan Selatan dalam proses pengumpulan data, analisis hasil, dan pemberian umpan balik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Faktor-faktor seperti relevansi materi, metode pengajaran, dan interaksi antara guru dan siswa merupakan fokus utama dalam evaluasi ini. Dengan evaluasi yang tepat, dapat dilakukan perbaikan yang signifikan dalam proses pembelajaran untuk mencapai hasil yang lebih baik.
Penerapan Metode Two Stay-Two Stray (TSTS) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Ski Kelas Vii Di Mtsn 1 Padangsidimpuan Harahap, Barani; Zulhimma, Zulhimma; Napitulu, Pija; Waldohuakbar, Subuh
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.185

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode two stay two stray (TSTS)  dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Hal ini bisa dilihat dari perolehan siswa pada siklus I persentasi ketuntasan klasikal 67%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus I secara klasikal pesera didik belum tuntas, sebab peserta didik yang memperoleh nilai ≥75 lebih kecil dari persentase ketuntasan klasikal yang dikehendaki yaitu 85%. Sementara untuk perolehan hasil observasi aktivitas guru pada siklus I diperoleh persentase keterlaksanaannya 67% dan persentase aktivitas belajar siswa mencapai 60%. Pada siklus II diperoleh data ketuntasan klasikal sebesar 87%. Hasil pada siklus II tersebut menunjukkan secara klasikal peserta didik sudah tuntas, sebab peserta didik yang memperoleh nilai ≤75 lebih besar dari ketuntasan klasikal yang dikehendaki yaitu 85% dan untuk persentase aktivitas guru mencapai 83% dan persentase aktivitas belajar siswa mencapai 85%. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan metode two stay two stray (TSTS)  dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran SKI Kelas di MTsN 1 Padangsidimpuan.
Implementasi Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Menggunakan Metode Debat Aktif di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Batang Angkola Harahap, Wahyu Ari Anto; Zulhimma, Zulhimma; Dakran, Dakran; Royhanuddin, Fauzan
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.223

Abstract

strategi penyelenggaraan pendidikan agar efektif dan efisien merupakan faktor penting dalam menjamin keberhasilan pendidikan yang telah direncanakan sebelum pelaksanaan KBM (Kegiatan Belajar dan Mengajar). Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Menentukan strategi atau Upaya guru PAI dalam situasi pembelajaran yang pembelajarannya dilakukan melalui Metode Debat Aktif; dan (2) Menilai keefektifan dan keterbatasan Metode Debat Aktif dalam pembelajaran di SMA  N 1 Batang Angkola. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang membandingkan hasil kajian pustaka yang penulis kumpulkan dengan hasil observasi dan penelitian yang telah penulis selesaikan di SMA  N 1 Batang Angkola. Hasil analisis peneliti adalah sebagai berikut: Tugas pokok yang dilaksanakan oleh guru pendidikan agama Islam metode pembelajaran aktif SMA  N 1 Batang Angkola adalah melakukan pengajaran dengan menyuruh guru menggunakan tema PAI yang tergolong dalam masalah- berdasarkan topik pembelajaran dan dijadikan sebagai topik utama metode pembelajaran aktif. Berikut kelebihan dan kelemahan yang teridentifikasi pada saat penerapan metode debat aktif di kelas XII SMA  N 1 Batang Angkola. Berdasarkan kelebihan dan kekurangan tersebut, metode tersebut dapat membantu siswa menjadi individu yang percaya diri dan mampu. Sebaliknya, kekurangannya mengacu pada siswa yang merasa minder atau tidak yakin sepenuhnya memahami apa yang telah dipelajarinya.