This Author published in this journals
All Journal Politika: Jurnal Ilmu Politik Sosiohumaniora Insignia: Journal of International Relations JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Ilmiah HUBUNGAN INTERNASIONAL Jurnal Ketahanan Nasional Jurnal Transformasi Global Global Strategis Jurnal Hubungan Internasional Jurnal Hubungan Internasional Al-Ijtima`i: International Journal of Government and Social Science Indonesian Perspective Cosmogov: Jurnal Ilmu Pemerintahan JISPO (Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal) JWP (Jurnal Wacana Politik) JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Jurnal Asia Pacific Studies Mandala: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional TRANSBORDERS: International Relations Journal Andalas Journal of International Studies Gema Keadilan Sospol : Jurnal Sosial Politik Polinter Indonesian Journal of International Relations Media Iuris PERSPEKTIF Global Political Studies Journal Journal of Political Issues Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities Responsive: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora dan Kebijakan Publik Padjadjaran Journal of International Relations Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Resolusi: Jurnal Sosial Politik Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains Ilomata International Journal of Social Science GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Arus Jurnal Sosial dan Humaniora International Journal of Science and Society (IJSOC) Papua Journal Of Diplomacy And International Relations BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Intermestic: Journal of International Studies Indonesian Perspective Global: Jurnal Politik Internasional Journal of Public Representative and Society Provision Bhuvana: Journal of Global Studies Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional Sunan Ampel International Conference of Political and Social Sciences Indonesian Governance Journal : Kajian Politik-Pemerintahan Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik dan Kewarganegaran Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities
Claim Missing Document
Check
Articles

Disaster Diplomacy as an Alternative Approach for Indonesia's Instrument of Foreign Policy in ASEAN Arfin Sudirman; Animbyo Cahya Putra
Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.647 KB) | DOI: 10.26593/jihi.v14i1.2772.1-12

Abstract

ASEAN is one of the regions with the highest rate of disaster vulnerability. Tsunami 2004 has triggered the momentum for Indonesia and ASEAN to deal with disaster-related issues more seriously. Losses and casualties from the catastrophe led to the decision by Indonesian government to put disaster prevention and risk reduction as a priority. Indonesia continues to encourage and supporting ASEAN in order to improve the region’s capability to deal with natural disaster. Through AADMER (ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response) that was signed in July 2005, ASEAN held an unequivocal and defined base in any efforts of disaster management, especially in the ASEAN region. Through Qualitative Methodology, this paper will discuss about how the disaster diplomacy of Indonesia contributes to the improvement of ASEAN’s capability in the disaster management, but also examines BNPB as both the backbone and the focal point of Indonesia’s disaster management, which then leads up to how disaster can abolish certain diplomatic hurdles, as well as improving regional cooperation, and strengthen the Indonesia’s position as a key country in regional disaster management.
Paradiplomacy Pemerintah Kota Bandung Melalui Kerja Sama Sister City Gilang Nur Alam; Arfin Sudirman
Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.856 KB) | DOI: 10.26593/jihi.v16i1.3365.31-50

Abstract

Various forms of international cooperation that have been carried out by the Bandung City include receipt of grant funds, short-term investments, infrastructure assistance, youth exchanges, scholarships, and cultural cooperation. The paradigm forms other than consisting of investment searches also consist of sister cities, the establishment of joint projects, and various forms of delegation delivery carried out between subnational actors. The position of this study seeks to examine the involvement of city governments, especially Bandung City in carrying out their foreign relations, which then focuses on understanding how the sister city concept that has been widely practiced in various countries can be seen through the paradigm approach in Indonesia. The paradigm of Bandung City in the form of a sister city with its city partners has resulted in several benefits as well as opportunities to improve the welfare of the city community while participating in national development especially in developing Indonesian diplomacy.  
INDEKS TOLERANSI AGAMA DI KALANGAN MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP), PASUNDAN, KOTA CIMAHI Feniawati Darnana; Arfin Sudirman; Achmad Bachrudin
Sosioglobal Vol 5, No 2 (2021): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v5i2.33050

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk pemeriksaan tingkat keandalan (reliabitas) dan kesahihan (validitas) instrumen pengukuran tentang toleransi agama dengan tiga dimensi: ‘persepsi’, ‘sikap’, dan ‘kerjasama antar umat beragama’. Tujuan lainnya adalah menghitung indeks toleransi agama masing-masing dimensi tersebut, dan keseluruhannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif. Karena dalam suasana pandemik, teknik pengumpulan data yang digunakan secara online dengan subjek penelitian adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan, Cimahi. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah pemodelan persamaan struktural (PPS).  Perhitungan indeks digunakan pendekatan American Customer Satisfaction Index (ACSI). Hasil pemeriksaan tingkat reliabilitas dan validitas memperlihatkan bahwa untuk dimensi ‘persepsi’ dari sepuluh butir pernyataan yang disusun terdapat enam yang memiliki tingkat keandalan dan validitas yang dipandang layak, terdapat tiga butir pernyataan dari sepuluh yang memiliki reliabilitas dan validitas yang dianggap layak untuk dimensi ‘sikap’, dan untuk dimensi ‘kerjasama’ terdapat enam butir pernyataan dari sepuluh yang memiliki reliabilitas dan validitas yang dianggap layak. Hasil lain memperlihatkan bahwa sekitar 53% butir-butir pernyataan yang dianggap layak untuk dimensi ‘persepsi’, sebesar 77% untuk dimensi ‘sikap’, dan 75% bagi dimensi’ kerjasama’.  Akhirnya hasil untuk indeks “persepsi”, ‘sikap”, dan “kerjasama” masing-masing sebesar 93, 35, dan 54, sedangkan untuk indeks toleransi agama sebesar 62.
UPAYA DISASTER DIPLOMACY PEMERINTAH INDONESIA DI KONFLIK ACEH TAHUN 2005 Arfin Sudirman; Naura Nabila Haryanto
Sosiohumaniora Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.965 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i3.15586

Abstract

Bencana alam gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh tahun 2004 merupakan salah satu bencana alam terbesar yang terjadi di Indonesia. Selain itu, Aceh juga merupakan zona konflik yang dibatasi akses dengan komunitas internasional. Sejak tahun 1976 sampai tahun 2004, Aceh berfokus pada konflik berkepanjangan akibat usaha Pemerintah Indonesia dalam meredam perjuangan gerakan separatisme GAM. Namun, peristiwa bencana alam gempa bumi dan tsunami merupakan momentum titik balik konflik RI dengan GAM ke arah negosasi dan perdamaian yang menghasilkan Perjanjian Helsinski tahun 2005. Dengan menggunakan pendekatan Disaster Diplomacy dan metode kualitatif deskriptif analitis, artikel ini bertujuan untuk memahami upaya Pemerintah Indonesia memanfaatkan momentum bencana alam untuk mencapai perdamaian dengan GAM. Artikel ini menyimpulkan bahwasanya hambatan terhadap upaya diplomasi perdamaian di Aceh yang selama ini terjadi dapat dihilangkan akibat dampak destruktif bencana gempa bumi dan tsunami. Bencana ini membawa konflik mencapai titik jenuh hingga GAM tidak lagi memiliki posisi tawar yang kuat untuk memberontak kepada Pemerintah Indonesia. Sementara Pemerintah Indonesia pun sadar bahwa momentum ini dapat ‘dimanfaatkan’ untuk menyelesaikan konflik yang berlarut-larut. 
Ketahanan Nasional Menghadapi Ancaman Lone Wolf Terrorism Di Jawa Barat Tiara Firdaus Jafar; Arfin Sudirman; Affabile Rifawan
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.41244

Abstract

ABSTRACTWest Java had been considered as the most vulnerable area for the spread of radicalism in Indonesia, its presence brought new threats which were considered more difficult to detected than a network of structured terrorism organizations. This article emphasized the issue of lone wolf terrorism and the history of its development from structured terrorism organizations in West Java.By using 4 typologies proposed by Raffaello Pantucci namely loner, lone wolf, lone wolf pack and lone attacker this article concluded that the occurrence of a network-based terrorism movement or Transnational Organized Crime to Lone Wolf Terrorism in West Java was the same pattern carried out in conflict areas in Iraq and Syria. This was caused by the disconnection of structural-organizational communication between its members and recruiting process was conducted randomly.ABSTRAK Jawa Barat telah dianggap sebagai daerah paling rawan penyebaran paham radikalisme di Indonesia, kehadirannya membawa ancaman baru yang dinilai lebih sulit untuk dideteksi daripada jaringan organisasi terorisme terstruktur. Artikel ini menekankan pada isu lone wolf terrorism dan sejarah perkembangannya dari organisasi terorisme terstruktur di Jawa Barat.Dengan menggunakan 4 tipologi yang dikemukakan oleh Raffaello Pantucci yakni loner, lone wolf, lone wolf pack dan lone attacker artikel ini menyimpulkan bahwasanya terjadinya pergeseran gerakan terorisme berbasis jaringan atau Transnational Organized Crime ke Lone Wolf Terrorism di Jawa Barat merupakan pola yang sama dilakukan di daerah konflik di Irak dan Suriah. Hal tersebut disebabkan oleh diputuskannya komunikasi struktural-organisasional antar anggotanya serta perekrutan dilakukan secara acak.  
Analisis Konflik Arab Spring di Suriah Muhammad Ridho; Yanyan Muhammad Yani; Arfin Sudirman
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 12, No 1 (2020): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v12i1.16058

Abstract

This study aim to explain phenomenon of Arab spring that occurred in Syria and describing the triggering factors of conflict Syria and the analysis of Alawie group in Syria. The type of this study uses a qualitative approach with the literature study method, because the data collection techniques used make books and documents related to the Arab spring in Syria as a reference frame, as well as some data from a valid website. Data analysis techniques through three components, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions in which data verification is also accompanied by triangulation of data sources. The results showed that the phenomenon of Arab spring that occurred in Syria converged on inter-ethnic conflict that occurred between the Sunni-Alawie, then triggered by the phenomenon of Arab spring that spread in the Middle East.
STRATEGI SOSIALISASI POLITIK DALAM PENINGKATAN PARTISIPASI PEMILIH PEREMPUAN PADA PILKADA SERENTAK DI KOTA MAGELANG EKO ARI WIBOWO; MURADI MURADI; ARFIN SUDIRMAN
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Department of Governmental Science FISIP UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.613 KB) | DOI: 10.24198/cosmogov.v5i1.17776

Abstract

Pemilih perempuan menjadi salah satu segmen pemilih strategis dalam sosialisasi politik yang dilaksanakan oleh KPU Kota Magelang karena selain populasinya yang melebihi pemilih laki-laki, juga karena adanya hambatan bagi perempuan dalam hal pendidikan, ekonomi, dan sosial yang menyebabkan perempuan lebih banyak berada dalam wilayah domestik serta terbatasnya akses informasi termasuk tentang kepemiluan. Pada penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2015, KPU menetapkan target tingkat partisipasi pemilih secara nasional sebesar 77,5%. Sebagai upaya mencapai target tersebut KPU Kota Magelang menerapkan strategi dalam melaksanakan sosialisasi politik kepada pemilih perempuan. Metode kualitatif digunakan pada penelitian ini, dan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan purposeful menggunakan strategi snowball. Hasil dan pembahasan mengungkapkan bahwa KPU Kota Magelang menerapkan strategi ofensif dan defensif secara bersamaan namun dengan kelompok target pemilih perempuan yang berbeda. Penentuan kelompok target pemilih perempuan efektif dilakukan melalui pendekatan formal, informal, dan melalui media massa. Penerapan strategi ofensif lebih mendominasi dalam peningkatan partisipasi pemilih perempuan pada Pilkada Kota Magelang tahun 2015.
PERLUKAN REFORMASI SEKTOR INTELIJEN DI TUBUH PERTAHANAN INDONESIA? ARFIN SUDIRMAN; Achmad Fadly
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Department of Governmental Science FISIP UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.412 KB) | DOI: 10.24198/cosmogov.v4i1.14214

Abstract

Indonesia tengah membangun satu postur pertahanan yang menitik beratkan kepada soft power. Melalui peranan intelijen, reformasi sektor intelijen akan semakin berperan besar ketika berbicara mengenai kegiatan diplomasi pertahanan karena akan selalu berorientasi kepada kepentingan nasional. Reformasi sektor intelijen di tubuh pertahanan Indonesia kemudian dipertanyakan, disebabkan adanya tarik menarik kepentingan melalui eksistensi Bais TNI dengan badan intelijen pertahanan yang akan dibangun. Hasil yang dapat ditarik dalam artikel ini adalah reformasi sektor intelijen akan sangat kental dengan keputusan politik. Tarik menarik kepentingan antara Bais TNI dan BIP, mengenai kegiatan atase pertahanan, sangat mempengaruhi keputusan politik domestik Indonesia. Selain itu juga akan mempengaruhi dari anggaran pertahanan sebagai wujud dari reformasi sektor intelijen itu sendiri. Pada akhirnya juga keputusan politik dan menekan egosektoral di dalam tubuh kementerian pertahanan merupakan solusi terbaik sebagai wujud dari reformasi sektor intelijen di tubuh pertahanan Indonesia.
The India-Pakistani Military and Nuclear Arms Race in Post-Cold War Period: The Regional Security Complex in South Asia Arfin Sudirman
Global Strategis Vol. 12 No. 1 (2018): Global Strategis
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unair

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.722 KB) | DOI: 10.20473/jgs.12.1.2018.165-181

Abstract

The article examines the India-Pakistani nuclear arms race and its effect to the regional security in South Asia today as a Cold War’s legacy. By using regional security complex theory and qualitative method, this article argues that the balance of power and security dilemma principles also work in the region level due to the fact that both countries use nuclear weapons as a deterrence power, a similar pattern that also occurred during the Cold War era. External power such as US, China and Russia are actually aggravating the situation by selling the nuclear material (such as uranium) and technology to both countries regardless the future consequence. However, since multipolar system gives level of threat into more complex and broader sectors of security issues-not to mention the existence of non state actors such as terrorist groups, the regional security in South Asia is essential to prevent further damage to the nearby region. Therefore, the role of international community such as the UN to restore order in the regions is vital.
International Regime Approach in the Development of Indonesia’s 2004 Post-Aceh Earthquake and Tsunami Disaster Regulations Nathania Dwi Marietta; Arfin Sudirman
Global Strategis Vol. 15 No. 2 (2021): Global Strategis
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unair

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.15.2.2021.237-254

Abstract

Pada Desember 2004, sebuah tsunami menerjang Aceh, Nias, dan sebagian Sumatera Utara pasca terjadinya gempa berkekuatan 9.0 SR, memberikan dampak yang melampaui kapasitas pemerintah Indonesia untuk menanggulanginya sehingga Indonesia harus membuka dirinya terhadap bantuan kemanusiaan internasional. Tetapi, ketiadaan peraturan perundangan yang mengatur segala hal mengenai kebencanaan dan penerimaan bantuan internasional di Indonesia semakin memperkeruh keadaan. Dengan adanya Resolusi Majelis Umum PBB No. 46/182 Tahun 1991 sebagai salah satu wujud rezim internasional, pada tahun 2004 Indonesia dapat menerima bantuan kemanusiaan internasional dengan baik. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah perkembangan peraturan perundangan kebencanaan di Indonesia yang terjadi pasca gempa dan tsunami yang menyerang Aceh pada tahun 2004, menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berbasis dokumen dan internet serta mewawancarai beberapa ahli. Penemuan menunjukkan adanya perkembangan peraturan perundangan kebencanaan Indonesia yang sejalan dengan hal-hal yang termuat dalam Resolusi Majelis Umum PBB No. 46/182 Tahun 1991, sebagai salah satu wujud partisipasi aktif Indonesia sebagai aktor di dunia internasional. Walau demikian, masih ada beberapa hal yang harus terus dikembangkan Indonesia untuk mencapai hasil yang optimal dalam menanggulangi bencana alam di wilayahnya.Kata-Kata Kunci: Bantuan Kemanusiaan Internasional, Gempa dan Tsunami Aceh 2004, Peraturan Perundangan Kebencanaan Indonesia, Rezim InternasionalIn December 2004, a tsunami struck Aceh, Nias, and part of North Sumatra following the 9.0 SR magnitude earthquake, of which its impact overwhelmed the Indonesian government’s capability and required Indonesia to open itself for international humanitarian assistance. However, the absence of Indonesian disaster regulations and the lack of acceptance for international assistance had worsened the situation. With the UNGA Resolution No. 46/182 of 1991 as a manifestation of the international regime, Indonesia could finally accept international humanitarian assistance in 2004. This article aims to examine the development of Indonesian disaster regulations after the 2004 Aceh earthquake and tsunami, using qualitative methods complimented with document-based and internet-based data as well as interview results with several experts. Findings shows that the development of Indonesian disaster regulations is in line with the matters contained in the resolution, further exhibiting Indonesia’s active participation as an actor in the international world. Having said that, there are many things that Indonesia shall continue to develop still in order to achieve optimal results in tackling natural disasters.Keywords: 2004 Aceh Earthquake and Tsunami, Indonesia Disaster Regulations, International Humanitarian Assistance, International Regimes
Co-Authors Achmad Bachrudin Achmad Gusman Siswandi, Achmad Gusman Affabile Rifawan, Affabile Afiya, Nadien Akim Akim Alifia Putri Rahmadewi Animbyo Cahya Putra Anshori, Muhammad Fikry Audrea Denneisha Bachrudin, Achmad Bimbi Rianda Clara Uli Rebecca Darmana, Feni Darmawan, Lucky Janitra Priyai Deasy Silvya Sari Dina Yulianti Djumala, Darmansjah EKO ARI WIBOWO Fadel, Mohamad Fadilah, Edta Muhammad Fadly Achmad Falhan Hakiki Falhan Hakiki Feniawati Darnana Firohmatillah, Zulvyanie Pilgrimmy Francesca Klarensia Angela Gilang Nur Alam Gouw, Safina Al Shifa Chandra Greaty Fitraharani Gumilang, Mugi Hakiki, Falhan Herdiansyah, Ari Ganjar Huala Adolf Ibrahim, Muhamad Rizal Idris Idris Idris Idris, Idpianto Imanuel, Josafath Jafar Alkadrie Januar Aditya Pratama Junov Siregar Kamil, Fadly Muhammad Lanti, Irman G. Lanti, Irman Gurmilang Mahestu, I Maiko Manuhutu, Khrisna Ariyanto Manullang, Abel Josafat Mas Halimah Maulana, Mursal Mauly Dini Budiyanti Meiwatizal Trihastuti Muhammad Fauzan Malufti Muhammad Harry Riana Nugraha Muhammad Ridho Muradi - Mursal Maulana Muzaffar, Eiji Nathania Dwi Marietta Naura Nabila Haryanto Nguyen, Tri Minh Nugraha, Muhammad Harry Riana Nugraha, Muhammad Harry Riana Nur Salsabila, Fairuz Nadhira Pradipta Nindyan Saputra Pratama, Fajri Syahal Guna Pratama, Januar Aditya Prisilla Octaviani Winarto Putra, Animbyo Cahya R, Satrio Gumilar R. Widya Setiabudi Sumadinata Rafidha Dinda Putri Rahim, Arifa Rayhan Indy Razani Ridha Aditya Nugraha Rizaldy, Robby RMT Nurhasan Affandi Santoso, Rizal Budi Satriya Wibawa, I Made Siti Aliyuna Pratisti Sopia, Siti Sulaeman, Dina Y Suryana, Nanang Taufik Hidayat Taufik Rachmat Nugraha Tiara Firdaus Jafar Tumpal Silitonga Tumulo, Lukman Jusuf Wawan Darmawan Wibowo, Eko Ari Wicaksono, Raden AP Windy Dermawan Wowor, Harvardry Gerald Abraham Yanyan Mochamad Yani Yanyan Muhammad Yani Yaries Mahardika Putro Yasmin Prisella Rabbani Yomi Romlah, Oom Yusa Djuyandi Yusuf Fadillah Tirta K Zahid, Ali Zulvyanie Pilgrimmy Firohmatillah