p-Index From 2021 - 2026
5.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia BAHAS Jurnal Teknologi Pendidikan KEMBARA JCRS (Journal of Community Research and Service) Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Randwick International of Education and Linguistics Inovasi Kurikulum Kode : Jurnal Bahasa Journal of Social Research JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN PEDAGOGI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Mudabbir: Journal Research and Education Studies Jurnal Masyarakat Indonesia Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Jurnal Sastra Indonesia JS (Jurnal Sekolah) JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan (JURRIPEN) JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Filosofi: Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya Jurnal Ilmiah Nusantara Jurnal Pendidikan Indonesia Argopuro : Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Soko Guru: Jurnal Ilmu Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BAHAS

BLURRING AND DELINEATINGEVIDENCES VIA METAPHORS AND METONYMY IN THE POLITICAL DISCOURSE OF CORRUPTION: A CRITICAL STUDY OF PARTICIPANT’S STATEMENTS IN THE INDONESIAN LAWYERS CLUB DURING THE YEAR 2017 Mara Untung Ritonga
BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i3.10073

Abstract

Penelitan yang berjudul “Blurring and Delineating Evidences via Metaphors and Metonymy in the Political Discourse of Corruption: A critical study of participant’s statements in the Indonesian Lawyers Club during the year 2017” bertujuan untuk mengeksaminasi bagaimana partisipan dalam wacana (ILC TV-ONE) memberdayakan kekuatan metapora dan metonimi sebagai strategi retorika atau seni berbicara yang merupakan perwujudan kognisi dan sikap (kesantunan berbahasa) yang disampaikan secara implisit. Hal ini ditempuh sedemikian rupa untuk menciptakan debat kognisi yang interaktif, berkualitas dan beradab. Cara imaginatif memahami dan menciptakan suatu realitas yang disampaikan melalui metapora dan metonimi ini dianalisis dengan menerapkan teori; Conceptual Metaphor Theory(CMT), Metaphorical Frame Analysis (MFA), dan Critical Discourse Analysis (CDA). Interpretasi kualitatif terhadap data; metapora (415) dan metonimi (114) selama periode penelitian (Juli-November 2017) ditemukan bahwa Metapora dan metonimi digunakan untuk menyoroti/memperjelas fakta dan mengaburkan fakta tentang topik pembicaran ‘korupsi’. Aspek-aspek yang diperjelas dan dikaburkan tersebut adalah basicness, clarity, action, and sources, misalnya CORRUPTION AS A DESIASE metaphor yang memperjelas bahwa prilaku korupsi itu adalah penyakit sosial. Ketika suatu metapora memperjelas suatu aspek, maka aspek lain menjadi kabur, seperti  metapora CORRUPTION AS A BUSINESS, menyoroti aspek business, tetapi mengaburkan aspek penyakit sosial, begitu juga metapora CORRUPTION AS A STATE/PUBLIC ENEMY menyoroti penegakan hukum atau perang melawan korupsi, dengan sendirinya mengaburkan aspek penyakit dan aspek bisnis.
From Dictatorship to Democracy: Metaphors in the Indonesian Political Transformation towards the Political Discourse Practices in the Media MARA UNTUNG RITONGA
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.2390

Abstract

“Jurnal “From Dictatorship to Democracy: Metaphors in the Indonesian Political Transformation towards the Political Discourse Practices in the Media”menunjukkan bagaimana bahasa sebagai salah satu instrumen kekuasaan disampaikan oleh orang-orang yang memiliki kekuasan, yakni penggunaan metapora dalam wacana politik oleh politisi Indonesia dan mass media dalam ranah sosial-politik. Beberapa contoh metapora disajikan dalam budaya, sastra dan wacana politik mulai era orde lama sampai era reformasi. Perubahan struktur politik, kebebasan pers dan kebebasan berekspresi yang tidak diperoleh masyarakat selama orde baru menimbulkan sikap uporia publik yang berlebihan. Bahasa pers tidak lagi malu-malu, seragam, dan eufemisme. Pers cenderung mengutamakan berita-berita kritik tentang politik dengan bahasa yang lugas, polos, bombastik, sensasional, hiperbol, dan metapora. Berdasarkan data yang terkumpul (Harian Kompas edisi 2011-2012 dan televisi TV-One) dengan teknik sampel bertujuan diperoleh 911 metapora konseptual. Dalam hal ini, metapora digunakan; (1)sebagai “instrument of power” atau alat politik melalui wacana, dan (2) mengungkapkan ide, nilai, sikap sebagai bagian dari strategi retorika politik untuk mencapai tujuan para politisi. Di samping itu, pemilihan frame oleh politisi lebih menitikberatkan kepada aspek-aspek yang menguntungkan mereka dalam menjalankan kekuasaan, memperoleh legitimasi dan dominasi dalam wacana politik. Jurnal ini menggunankan teori semantik kognitif dan analisis wacana kritis. Kata Kunci: metapora, semantik kognitif, analisis wacana kritis, frame, alat politik
Co-Authors Abdurahman Adisaputera Abdurahman Adisaputra Abdurahman Adisaputra Adi Sutopo Aigadilla Anugrah Ambarsari, Zukhruf Anita Mardiana Barus Anna Juliana Br Tarigan Anzza Fellda Kasvita Auliyana Rahmah Harahap Bangun, Yoga Irwansyah Br Sinuhaji, Veronika Chira Br Tarigan, Seviyana Christ Mulia Solomasi Laoli Christopher Goldwin Millardo Dahlia Pasaribu Debi Servinta Br Perangin angin Desy Novita Berutu Dian Kartika Sari Dinda Rizky Ramadhani Elly Prihasti W Elly Prihasti Wuriyani Fadillah, Arys Ferdi Hutabarat Geovanny Tambun Saribu Haganta, Arjun Devan Hasugian, Penda Sudarto Hidayatul Husna Harahap Icah Juriah Irawan, Citra Jeni Pebrianti Rambe Joharis, M Kesuma, Siti Khovifah Khairil Ansari, Khairil Khalisa Hrp, Azzuhratul Lestari, Asdini Indah Lumban Gaol, Ricky Alan Grey Maharani Ritonga Mariani Saragi, Riris May Syarah Maysaroh Meta Ika Gulo Meta Ika Gulo Mirza, Diya Muhammad Kalkautsar Muhammad Surif Nadia Bismi Hafifah Nafilah, Nida Nainggolan, Fauziah Ahmad Zain Nasution, Rizki Fadila Nurhayani nurhayani Pamungkas Purba, Marlon Pangeran Siagian Pulungan, Fadlin Rabiatul Adawiyah Rahmadany, Savitri Rahmayani, Ulina Rijal Sianturi Rizki Fadila, Rizki Roida Gultom Ruth Zelena Simanjuntak Sadrah Mesak Manik Salsabila Adnin Daulay Siburian, Susen Simbolon, Rumintan G. Siti Putri Ardiyanti Pasaribu Syarifah Syarifah Syifaushudur Harefa Tinambunan, Gio Turnip, Juan Attar Muda Vidiani Sembiring Wisman Hadi Wuryani, Elly Prihasti Yehezkiel Hasiholan Butar-butar Yesi Okta Hutagalung Zukhruf Ambarsari Zulfachrinal Tanjung, Surya Zulkifli Matondang