Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search
Journal : PRISMA FISIKA

Pengaruh Kerapatan Vegetasi terhadap Suhu Permukaan menggunakan Data Landsat 8 (Study Kasus: Kota Pontianak, Kalimantan Barat) Fitriana, Zuliya Eka; Putra, Yoga Satria; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49489

Abstract

Pesatnya pertambahan penduduk dan perkembangan infrastruktur di Kota pontianak telah menimbulkan perubahan kerapatan vegetasi. Perubahan kerapatan vegetasi (NDVI) dapat berpengaru terhadap distribusi suhu permukaan (LST). Hal tersebut akan mempengaruhi perubahan iklim dan cuaca. Suhu permukaan merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya energi panas di permukaan bumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kerapatan vegetasi terhadap perubahan distribusi suhu permukaan di Kota Pontianak melalui data satelit Landsat 8 tahun 2013 – 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kota Pontianak telah terjadi perubahan distribusi suhu permukaan yang terletak di daerah panas yaitu daerah urban dan daerah non-urban. Daerah tersebut dicirikan menurunnya nilai kerapatan vegetasi dan meningkatnya nilai suhu permukaan. Nilai rata-rata suhu permukaan tertinggi tahun 2013 – 2019 sebesar 30,8°C yang termasuk kedalam kategori panas. Kecenderungan naik ini diduga sebagai akibat adanya perubahan lahan bervegetasi menjadi daerah yang lebih terbuka seperti lahan kosong dan daerah terbangun.Kata Kunci : Suhu Permukaan, LST, Kerapatan Vegetasi, NDVI, Landsat 8.
Analisis Tingkat Kebisingan pada Area Pasar Lama Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat Rusmayanti, Rusmayanti; Nurhasanah, Nurhasanah; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51180

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang tingkat kebisingan di Pasar Lama Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini mengetahui tingkat kebisingan dan waktu terjadi tingkat kebisingan tertinggi di Pasar Lama Kabupaten Ketapang. Metode pengukuran yang digunakan mengacu pada nilai ambang batas (NAB) kebisingan menurut Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.48/MENLH/11/1996. Alat yang digunakan untuk pengukuran tingkat kebisingan adalah Sound Level Meter. Dari hasil penelitian ini, diperoleh tingkat kebisingan dilakukan di Pasar Lama Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat pada hari libur dan hari kerja, kebisingan yang paling tinggi berada pada titik C (Pasar Melati), pada pukul 10.00 WIB yaitu sebesar 79,7 dB dan paling rendah berada pada titik A (Masjid Babul Khair), pada pukul 04.00 WIB yaitu sebesar 38,3 dB dan nilai tingkat kebisingan siang malam (LSM) berkisar 58,65 – 72,40 dB. Pasar Lama Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat memiliki beberapa nilai tingkat kebisingan yang melebihi nilai ambang batas.Kata kunci: Kebisingan, Nilai ambang batas (NAB), Nilai LSM.
Studi Sifat Fisika Pada Tanah Gambut di TPA Batu Layang Berdasarkan Tingkat Kematangan Tanah Gambut Jakarius, Jakarius; Muliadi, Muliadi; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49494

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui nilai sifat fisika tanah gambut di daerah sekitar TPA Batu Layang Pontianak, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel tanah gambut berjumlah 10 sampel dilihat berdasarkan warnanya yaitu tanah gambut jenis hemik dan fibrik dengan pengeboran hingga kedalaman 5 m. Parameter yang diuji di laboratorium terdiri dari: bobot isi, porositas, permeabilitas dan konduktivitas. Hasil uji laboratorium menunjukan tanah gambut di TP1 dan TP3 jenis hemik memiliki bobot isi sebesar 0,21 g/cm3, 0,21 g/cm3, dengan porositas sebesar 86,27 %, 87,74 %, serta permeabilitas sebesar 2.97×10-5m/s, 6.01×10-5m/s dan konduktivitas sebesar 0.062 s/m, 0.156 s/m. Tanah gambut di TP1, TP2, dan TP3 memiliki sifat fisika jenis fibrik dengan bobot isi sebesar 0,16 g/cm3, 0,31 g/cm3, 0,18 g/cm3, serta porositas sebesar 92,92 %, 83,43%, 91,85, permeabilitas sebesar 7.05×10-5 m/s, 3.43×10-5 m/s, 8.31×10-5 m/s dan konduktivitas sebesar 0.025 s/m, 0.050 s/m, 0.200 s/m.Kata kunci: Jenis Tanah Gambut, Sifat Fisika Tanah.
Aplikasi Metode Geolistrik 3D untuk Mengetahui Struktur Bawah Permukaan (Studi Kasus : Lingkungan Universitas Tanjungpura Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat) Isbiantoro, Ryan; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49463

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aplikasi metode geolistrik 3D yang bertujuan untuk mengetahui struktur bawah di lingkungan Universitas Tanjungpura Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Sclumberger. Pengukuran dilakukan secara 2D dan 3D dengan 2 lintasan yang saling berpotongan. Panjang lintasan pengukuran 2D adalah 235 m dengan spasi antar elektroda 5 m. Pengukuran secara 2D bertujuan untuk mengetahui struktur bawah permukaan dengan target kedalaman yang besar. Pengukuran 3D dilakukan pada grid berukuran 12 × 8 yang menempati lahan seluas 1.925 m2. Hasil dari penelitian secara 3D menunjukkan struktur lapisan bawah permukaan terdiri dari gambut, lempung dan lempung yang tersaturasi air tanah dengan nilai tahanan jenis dari 2,2 Ωm hingga 96,2 Ωm dan berada hingga kedalaman 15,9 m. Lebih lanjut, pada model 2D terdapat lapisan gambut, lempung dan lempung yang tersaturasi air tanah, lanau, tanah liat berpasir, dan pasir yang memiliki nilai tahanan jenis dari 14,5 Ωm hingga 181 Ωm terdapat pada kedalaman 1,25 m hingga 45,6 m.Kata kunci:   Geolistrik 3D, Tahanan Jenis, Wenner-Sclumberger, Struktur Bawah Permukaan
Pendugaan Lapisan Akuifer Di Desa Peruntan Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau Berdasarkan Nilai Tahanan Jenis Putra, Novfreezal Iskandar; Zulfian, Zulfian; Muliadi, Muliadi
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51535

Abstract

Pendugaan lapisan akuifer di desa Peruntan kecamatan Jangkang kabupaten Sanggau telah berhasil dilakukan dengan menerapkan metode geolistrik tahanan jenis. Lintasan penelitian dibuat sebanyak 2 lintasan dengan panjang tiap lintasan sebesar 240 m. Pengambilan data pada tiap lintasan menggunakan konfigurasi konfigurasi Wenner- Schlumberger dan Dipole- dipole dengan spasi elektroda terkecil sebesar 5 m. Hasil model penapang resistivitas kedua konfigurasi menunjukan ada perbedaan lokasi dan kedalaman lapisan akuifer. Kedua konfigurasi pada kedua lintasan diduga memiliki kecocokan kedalaman lapisan akuifer berada pada kedalaman 8 m s.d. 30 m. Lapisan akuifer ini diduga berada pada lapisan pasir dan serpih dengan rentang nilai tahanan jenis sebesar 4.2 Ωm hingga 50,6 Ωm.Kata kunci: Lapisan akuifer, tahanan jenis, Wenner- Schlumberger, Dipole- dipole
Identifikasi Bidang Gelincir Daerah Rawan Longsor Desa Betenung Kecamatan Nanga Tayap Santi, Maria Aventri; Putra, Yoga Satria; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49482

Abstract

Desa Betenung, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang merupakan daerah yang rawan akan terjadinya tanah longsor. Desa Betenung merupakan daerah perbukitan. Letak bidang gelincir diidentifikasikan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Pada penelitian ini, telah diidentifikasi bidang gelincir di daerah rawan longsor di Desa Betenung Kecamatan Nanga Tayap dengan menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengambilan data dilakukan dengan lima lintasan. Empat lintasan memiliki panjang lintasan adalah 141 meter, satu lintasan memiliki panjang lintasan adalah 93 meter. Jarak antar elektroda adalah 3 meter. Hasil analisa penampang resistivitas dua dimensi (2D) dari lima lintasan menunjukan bahwa bidang gelincir tanah longsor berupa lempung pasiran dengan nilai resistivitas antara 50 Ωm sampai 1179.5 Ωm. Bidang gelincir di daerah penelitian terdapat pada kedalaman 3 – 7 meter dengan tipe tanah longsor berupa tipe rayapan.Kata kunci: bidang gelincir, geolistrik, resitivitas, Wenner - Schlumberger
Pemodelan 1-D Pada Data Magnetotellurik Menggunakan Metode Algoritma Genetika Karno - Karno; Yudha Arman; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57682

Abstract

Telah dilakukan pemodelan 1-D pada data magnetotellurik menggunakan metode algoritma genetika di cekungan Bintuni, Papua Barat. Metode ini menyelesaikan permasalahan inversi dengan melakukan pendekatan global. Individu yang merepresentasikan parameter model yang terdiri dari nilai resistivitas dan ketebalan lapisan akan melalui proses seleksi, kawin silang dan mutasi. Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan individu terbaik dengan model observasi sebagai konfirmasi dari keakuratan hasil dengan memperhatikan respon model terhadap data observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa respon model yang dibangun telah mendekati data observasi dengan nilai RMSE sebesar 3,59. Kata Kunci : Pemodelan 1-D, Magnetotellurik, Algoritma Genetika
Analisis Lokasi Sesar pada Lembar Kota Agung Berdasarkan Data Anomali Magnetik Tegar Dharmawan; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57902

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis lokasi sesar pada Lembar Kota Agung berdasarkan data anomali magnetik. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari proses digitasi terhadap peta anomali magnet total Lembar Kota Agung. Penentuan lokasi sesar pada daerah penelitian dilakukan dengan menganalisis peta anomali magnet residual, peta anomali magnet horizontal derivative, second vertical derivative dan peta geologi Lembar Kota Agung. Berdasarkan hasil analisis didapatkan tiga lokasi keberadaan sesar, yang pertama berada di Formasi Hulusimpang dan Formasi Gunungkasih yang di tunjukan dengan penampang A-A’, yang kedua berada di Formasi Ranau dan Formasi Gunung api kuarter tua, yang ditunjukkan dengan penampang B-B’, serta yang ketiga berada di Formasi Hulusimpang dan Formasi Bal yang ditunjukkan dengan penampang C-C’.Kata kunci: Anomali medan magnet, analisa derivative, sesar, Lembar Kota Agung
Identifikasi Ketebalan Tanah Gambut dengan Metode Geolistrik Tahanan Jenis 3D di Desa Rasau Jaya 2 Kecamatan Rasau Jaya Febriyadi Romadhan; Yudha Arman; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58223

Abstract

Penelitian tentang identifikasi ketebalan tanah gambut di Desa Rasau Jaya 2 Kecamatan Rasau Jaya telah dilakukan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis 3D konfigurasi dipole-dipole. Pengukuran dilakukan secara 3D dan 2D dengan lintasan 3D berupa grid berbentuk persegi panjang yaitu sumbu x sepanjang 55 m dan sumbu y sepanjang 35 m dengan spasi 5 m tiap elektroda. Lintasan 2D membentang diantara lintasan 3D dengan panjang lintasan 235 m spasi 5 m tiap elektroda. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa tanah gambut yang berada pada daerah penelitian masih cukup tebal dengan ketebalan hingga 11,8 m yang memiliki nilai resistivitas 4,30 Ωm sampai 138 Ωm. Informasi tentang struktur yang lebih dalam dari tempat penelitian diperoleh dari pengukuran 2D. Dari pemodelan diketahui Nilai tahanan jenis 138 Ωm sampai 275 Ωm terdapat sedimentasi aluvial berupa tanah lempung di kedalaman 10,23 sampai 16,4 m. Pada kedalaman 16,4 sampai 46,6 m terdapat pasir dengan nilai resistivitas 275 Ωm hingga 550 Ωm.
Studi Daerah Rawan Kebakaran Lahan Gambut Berdasarkan Nilai Keetch Byram Drought Index di Kalimantan Barat Sri Rahayu Ningsih; Yoga Satria Putra; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57844

Abstract

Lahan gambut di Kalimantan Barat mempunyai catatan kebakaran yang cukup luas dan telah menjadi fenomena tahunan yang diakibatkan oleh kondisi iklim/cuaca, karakteristik lahan dan kelalaian manusia. Dalam penelitian ini, persamaan KBDI digunakan untuk menghitung dan mengidentifikasi daerah rawan kebakaran lahan gambut dengan memasukkan variabel suhu udara maksimum, curah hujan harian, dan akumulasi curah hujan tahunan. Berdasarkan perhitungan nilai KBDI di Kalimantan Barat terdapat beberapa tahun dengan nilai KBDI ekstrem, yaitu tahun 1991, 1994, 1997, 2006 dan 2015 yang dominan terjadi di Kabupaten Ketapang. Peta sebaran indeks kekeringan pada lahan gambut di Kalimantan Barat periode tahun 1986-2016 menunjukkan nilai maksimum KBDI berada di Kabupaten Ketapang pada bulan Agustus ditandai dengan warna kuning kemerahan. Faktor utama pemicu kebakaran hutan dan lahan adalah akibat ulah masyarakat yang ingin membuka lahan dengan cara membakar. Serta munculnya fenomena El Nino dengan intensitas kuat yang memicu kemarau panjang di Indonesia, sehingga nilai indeks kekeringan KBDI di Kalimantan Barat juga meningkat. Kata Kunci : Kekeringan, KBDI, Kebakaran Hutan dan Lahan, Gambut
Co-Authors . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Muid Abdullah Abdullah Abriyanti, Okta Adi Rahmad Adiningsih, Nadia Adityo Raynaldo Agung, Medha Pradipta Alhuda, Ervan Andi Ihwan Apriany, Rina Asifa Asri Asifa Asri Auliansyah, Auliansyah Ayuningsih, Vita Lestari Azrual Azwar Azrul Azwar Bayangkari, Emilia Kristin Bintoro Siswo Nugroho Boni Pahlanop Lapanporo Can, Bella Ankara Carita, Hilda Grey Gayu D. Wahyuni Danti, Namira Deni Alpito Saputra Dian Rahmawati Dwihastuty, Leny Dwiria Wahyuni dzulfahmi, dzulfahmi Esau Cornelius Fahridhal Fahridhal Febriyadi Romadhan Fitriana, Zuliya Eka Galuh Utamia Dillayati Gustiani, Siska H. Gemma Hakim, Yusuf Umar Al Harmawanda, Salsabila Hartono Hartono Hasanuddin Hasanuddin Hendri Hendri Hidayat Hidayat Hidayat, Erik Saputra Hosea, Jeremi Huaan, Hildegordis Ilyas, Nail Radhy Indah Yuliastuti, Indah Indra Sanjaya Purba, Indra Sanjaya Irawan, Muhamad Fajar Irfana Diah Faryuni Isbiantoro, Ryan Isharianto, Isharianto Jakarius, Jakarius Jayawarsa, A.A. Ketut Joko Sampurno Joko Sampurno Jumarang, Muh Ishak Juwaini Juwaini Kanyawan, Oktavia Erviana Karno - Karno Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kusumardana, Setra Maghfianti, Azzahara Marwan, Ade Zahara Marzuki, M. Fathin Shafly Mazlan, Muhamad Fakarudin Bin Mega Nurhanisa Mega Sari Juane Sofiana Muh. Ishak Jumarang Muhammad Sajidin Muhammad Yusuf Muhardi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Multazam, Multazam Muqsit J.A, Ibrahim Noviandita, Dwi Ishika Novianti, Teti Amalia Nurhasanah Nurhasanah Nursalam, Lodri Khairul Oktavia, Dwi Intan Okto Ivansyah Pangestu, Yogi Prabowo Perdana, Radhitya Perdhana, Radhitya Pranata, Dedy Pratomo, Rizky Dwi Purnama, Freddy Surya Purry, Allishya Purwaningrum, Ratna Putra, Novfreezal Iskandar Putra, Nurdin Satria Radhitya Perdhana Rahayu Rahayu Rahma, Aulia Rasyidin, Muhammad Amrul Rifatul Auzan Risko, Risko Riza Adriat Rolita, Devia Rudianto, Arif Rusmayanti, Rusmayanti Rusmini, Hetti Safira, Cut Siska Santi, Maria Aventri Satria Putra, Yoga Septiansyah, Muhammad Riyan Sri Rahayu Ningsih Sunardi Sunardi Suryani Suryani Susanto, Yuris Suwiryo, Karto Tegar Dharmawan Triningsih, Endang Triyono Triyono Tusy Triwahyuni Utami, Pratita Budi Vietsaman, Dionisius Endy Vikki Vikki Waras Selviani Octavia Widyastuti, Anggi Wildan, Raina Yesi Dwi Jayanti Yoga Satria Putra Yudha Arman Yuliana Nurmala Dewi Yuris Sutanto Yusuf Arief Nurrahman Yusuf Umar Al Hakim Zibar, Zan