Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI DI SMPN I BARITO TUHUP RAYA Rumi Amanda; Elvine Ivana Kabuhung; Nita Hestiyana; Dwi Sogi Sri Redjeki
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v16i2.457

Abstract

Adolescent girls are considered a vulnerable group to nutritional problems, both undernutrition and overnutrition. The socioeconomic status of the family influences adolescents’ dietary patterns and nutrient intake. However, the relationship between socioeconomic conditions and nutritional status is not always linear, particularly in rural areas with limited food access. This study aimed to determine the extent of the relationship between socioeconomic status and the nutritional condition of adolescent girls at SMPN 1 Barito Tuhup Raya. An analytical observational design with a cross-sectional approach was employed. The sample consisted of 54 adolescent girls selected using a total sampling technique. Socioeconomic status was categorized based on family income (≤ or > IDR 3,500,000). Nutritional status was determined through the calculation of Body Mass Index (BMI). Data were analyzed using the Chi-Square test to examine the relationship between variables. The majority of respondents were from families with low socioeconomic status (59.3%) and had normal nutritional status (63%). Bivariate analysis revealed a significant relationship between socioeconomic level and nutritional condition (p = 0.027). Interestingly, adolescent girls from lower-income families had a higher proportion of normal nutritional status compared to those from higher-income families. The findings indicate that socioeconomic background has a meaningful association with the nutritional condition of adolescent girls. However, family income is not the only determining factor; dietary patterns, eating habits, nutrition literacy, and lifestyle also contribute to adolescents’ nutritional status.   Abstrak: Remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Status sosial ekonomi keluarga turut memengaruhi pola konsumsi dan asupan gizi remaja. Namun, hubungan antara kondisi sosial ekonomi dan status gizi tidak selalu bersifat linier, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses pangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana status sosial ekonomi berhubungan dengan kondisi gizi remaja putri di SMPN 1 Barito Tuhup Raya. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik engan rancangan potong lintang (cross-sectional). Sampel berjumlah 54 remaja putri yang dipilih dengan teknik total sampling. Data status sosial ekonomi dikategorikan berdasarkan pendapatan keluarga (≤ atau > Rp3.500.000). Tingkat status gizi responden ditetapkan melalui perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Mayoritas responden tercatat berasal dari keluarga dengan kondisi sosial ekonomi rendah (59,3%) dan menunjukkan status gizi normal (63%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat sosial ekonomi dan kondisi gizi remaja (p = 0,027). Menariknya, remaja dari keluarga ekonomi bawah justru memiliki proporsi kondisi gizi normal yang lebih tinggi dibandingkan kelompok ekonomi atasHasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara latar belakang sosial ekonomi dan keadaan gizi remaja putri. Namun, pendapatan keluarga bukan satu-satunya faktor penentu. Pola konsumsi, kebiasaan makan, literasi gizi, dan gaya hidup turut memengaruhi status gizi remaja
Efektivitas Aromaterapi Essensial Oil Peppermint Sebagai Terapi Non-Farmakologis Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Di BPM Siti Saidah Kota Banjarmasin Gita Nurahmi; Yayuk Puji Lestari; Elvine Ivana Kabuhung; Putri Vidiasari Darsono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1202

Abstract

Latar Belakang : Lebih dari 80% wanita hamil di Indonesia mengalami mual muntah pada trimester pertama. Secara global sekitar 60–70% ibu hamil mengalami emesis gravidarum yang berpotensi berkembang menjadi hiperemesis gravidarum jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah aromaterapi essential oil peppermint. Tujuan: Mengetahui efektivitas aromaterapi essensial oil peppermint sebagai terapi non-farmakologis terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di BPM Siti Saidah Kota Banjarmasin. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Seluruh responden mengalami mual muntah sebelum intervensi (100%). Setelah pemberian aromaterapi, mayoritas responden tidak mengalami mual muntah sebanyak 26 responden (86,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = <0,001 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh aromaterapi essensial oil peppermint terhadap penurunan emesis gravidarum. Simpulan : Aromaterapi essensial oil peppermint efektif menurunkan tingkat mual muntah pada ibu hamil trimester I.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Puteri Di SMAN 1 Kelumpang Tengah Gt. Maryam Aspihani; Elvine Ivana Kabuhung; Ika Mardiatul Ulfa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i3.2129

Abstract

The large incidence of anemia cases in female students shows that there is still a lack of iron (Fe) nutrient consumption in adolescent girls. The onset of anemia can be caused by the intake of the wrong diet, irregular and unbalanced with the adequacy of nutritional sources needed by the body. The purpose of the study was to determine the relationship between diet and the incidence of anemia in adolescent girls. Analytical survey research method with cross sectional approach. The sample in this study used a total sampling of 46 people. Data collection comes from primary data, namely the results of questionnaires analyzed using the chi square test. The results of the study were mostly adolescents with poor diet as many as 21 people (45.7%), adolescent girls with anemia as many as 24 people (52.2%). There is a relationship between diet and the incidence of anemia in adolescent girls (p value = 0.000<0.05). The conclusion of this study is that food consumed by adolescent girls does not have the number of calories and nutrients that are in accordance with needs such as carbohydrates, fats, proteins, vitamins, minerals, fiber and water so that their nutritional status cannot be fulfilled so that it can cause anemia.
Co-Authors Agustina, Fitria Sanova Ahmad Syahlani Anjelaveronika, Anjelaveronika Annisa Afifah Aspihani, Gt. Maryam Ayu Fitri Ani Dewi Iswandari, Novita Dwi Salmarini, Desilestia Dwi Sogi Sri Redjeki Dyah Nawang Sari Eliza Karmila Sari Fitria Wulandari Frani Mariana Frani Mariana Gita Nurahmi Gt. Maryam Aspihani Hairiana Kusvitasari Herliyani Herliyani Husnul Hotimah, Husnul Ika Mardiatul ulfa Ika Mardiatul Ulfa, Ika Mardiatul Irawan, Angga Iwan Yuwindry Jayanti, Elfa Julianda, Dea Shabrina Kartika Yulandari Sasmita Khairina Lestari Kunti Nastiti Laurensia Yunita Laurensia Yunita Laurensia Yunita, Laurensia Lestari, Yayuk Puji Lisda Handayani Lisda Handayani Lisda Handayani Lisda Handayani Mahdiaty Mahdiaty Mahdiaty, Mahdiaty Mariana, Frani Meftahul Jannah Mila, Rusdah Mustika, Rias Nabella Faizah, Muthia Ningrum, Novalia Widiya Nita Hestiyana Norhayati Novalia Widiya Ningrum Novalia Widiya Ningrum Novita Dewi Iswandari Novita Dewi Iswandari Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Maulida Putri Nurul Hidayah Nurul Hidayah Nurul Hidayah NURUL HIDAYAH Nuwindry, Iwan Oktaviannor, Husda Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri Yuliantie Rabia Wahdah Rahmah, Helena Rahmi Fauziah, Rahmi Ratih Kartika Dewi Reni Ovilla Yulianti Reni Ovilla Yulianti, Reni Ovilla Rina Rumi Amanda Rusmiati Sinaga Rusmiati Sinaga, Rusmiati Salmarini, Desilestia Dwi Setyabudhi, Mandhareta Sismeri Dona, Sismeri Sitanggang, Fransiska Suharniati, Rohma Susanti Suhartati Syahlani, Ahmad Vitayatun Rhomadiyah Wina Rahma Lestari Winda Maolinda, Winda Yayuk Puji Lestari Yayuk Puji Lestari Yuliantie, Putri Yunita Afriani Yunita Afriani Yunita, Laurensia Yuwindry, Iwan Zuleha Zulliati Zulliati