Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Kebiasaan Mambaca Al-Qur’an Terhadap Perilaku Keagamaan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Angkatan 2020 Universitas Singaperbangsa Karawang Risma Revianda; Iwan Hermawan; Nur Aini Farida
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v12i1.1569

Abstract

- Membaca Al-Qur'an merupakan ibadah fundamental bagi umat Muslim yang bertujuan untuk mendapatkan petunjuk dan membentuk kepribadian yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan membaca Al-Qur'an terhadap perilaku keagamaan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) angkatan 2020 Universitas Singaperbangsa Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto dan desain kausal-komparatif. Populasi penelitian berjumlah 184 mahasiswa dengan sampel sebanyak 50 responden yang diambil menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (regresi linear sederhana) melalui perangkat SPSS 25. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kebiasaan membaca Al-Qur'an dan perilaku keagamaan mahasiswa berada pada kategori "Sedang". Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H0​ ditolak dan Ha​ diterima. Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kebiasaan membaca Al-Qur'an terhadap perilaku keagamaan mahasiswa, dengan kontribusi sebesar 15,3% sebagaimana ditunjukkan oleh nilai Adjusted R Square.
PELAKSANAAN MANAJEMEN HUMAS DI SDQT NURUL ISLAM DALAM MENDUKUNG HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT Muhamad Arifin Ilham; Lilis Karyawati; Nur Aini Farida
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.46728

Abstract

This study aims to determine the implementation of public relations management at SDQT Nurul Islam and its role in establishing relationships with the community. The study uses a qualitative approach through interviews with educational staff. The results show that public relations management does not yet have a formal structure and is carried out collaboratively by operators, administrators, homeroom teachers, and teachers who manage social media. PR activities are more focused on internal communication with parents via WhatsApp, handling complaints, and weekly recitations. Its implementation still faces obstacles in the form of limited human resources and suboptimal use of digital media. This study concludes that the role of PR has been carried out, but organizational strengthening and a more systematic communication strategy are still needed.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI SDN DEWISARI III TAHUN AJARAN 2023/2024 Nina Erma Januarsih; Iwan Hermawan; Nur Aini Farida
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan kurikulum merdeka di sekolah dasar. Konsep Contextual Learning ini adalah program belajar yang mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan dengan penerapan dalam kehidupan nyata. Konsep ini dinilai cocok dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Namun, untuk mewujudkannya dibutuhkan 7 komponen dalam konsep. Dalam pembelajaran Agama Islam di Sekolah Dasar memerlukan perhatian lebih terutama dalam sinkronisasi antara teori yang dipelajari dengan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif lapangan dan menggunakan dua pendekatan, yakni pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sementara pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan mengadakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Kajian ini menunjukan bahwa: (1) Implemantasi pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Dewisari III Kabupaten Karawang pada kelas I, II, dan III belum maksimal karena masih ada beberapa komponen pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) yang belum bisa diterapkan. Sedangkan pada kelas IV, V, dan VI sudah berjalan dengan maksimal karena semua komponen pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) berhasil deterapkan. (2) Persoalan yang muncul dalam implementasi pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Dewisari III Kabupaten Karawang yakni terletak pada segi peserta didik yang biasanya kurang fokus dan cenderung mudah bosan, dan untuk mengatasi persoalan tersebut guru dituntut untuk bisa mengkondisikan kelas dan harus kreatif dalam mengelola kelas.
DUNIA MAYA DAN DUNIA NYATA: MODERASI BERAGAMA DI PERSIMPANGAN KEHIDUPAN REMAJA MODERN meidina, Lisa Meidina; Lilis Karyawati; Nur Aini Farida
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.46209

Abstract

Advances in digital technology have impacted various aspects of human life, including adolescent communication patterns, the formation of self-identity, and their religious practices. Despite the convenience offered, new challenges have emerged, such as social pressures resulting from a culture of comparison on social media, the widespread spread of hoaxes, and the strengthening of polarization that can disrupt social harmony and religious attitudes. This study aims to analyze the influence of the digital era on religious moderation among adolescents, particularly in shaping religious behavior in the digital space. This study uses a qualitative approach through literature review utilizing various sources such as books, scientific articles, and related documents. The analysis uses the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing, accompanied by triangulation to maintain data validity. The results of the study indicate that digital development has two sides: a means of disseminating religious values ​​and a space that has the potential to give rise to hoaxes, radicalism, and identity crises among adolescents. In this context, the concept of wasathiyyah in Islam serves as an important guideline because it emphasizes a balanced, tolerant, and just attitude. Therefore, strengthening moderation-based religious education and improving digital literacy are strategic steps in developing a generation that is critical, selective, and wise in responding to information. Furthermore, optimal use of digital da'wah (Islamic outreach) also plays an effective role in disseminating the values ​​of moderation. Thus, a balance between life in the virtual and real world can be achieved through synergistic collaboration between educators, families, and the community.
MODERASI BERAGAMA SEBAGAI PILAR KETAHANAN NASIONAL : STUDI KONSEPTUAL DAN EMPIRIS Permatasari, Septi; Lilis Karyawati; Nur Aini Farida
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.55690

Abstract

Religious moderation is a strategic approach to maintaining social harmony and strengthening national resilience amidst Indonesia's diversity. This article examines the concept of religious moderation and its implementation within the context of national resilience through a literature study of various scholarly articles. The findings indicate that religious moderation plays a significant role in mitigating potential conflicts, preventing radicalism, and strengthening national identity. Effective implementation of religious moderation requires synergy among the government, religious leaders, and civil society. This article offers theoretical and practical contributions in supporting national policies based on the values of moderation.
MODERASI BERAGAMA SEBAGAI PILAR PERDAMAIAN DI MASYARAKAT MULTIKULTURAL Puspitasari, Shela; Iqbal Amar Muzaki; Nur Aini Farida
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Processed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62256

Abstract

Indonesia's religious, ethnic, linguistic, and cultural diversity is a national asset, but it can also generate social tension when differences are managed through exclusion, prejudice, or violence. This article examines religious moderation as a framework for sustainable peace in a multicultural society. The study uses a descriptive qualitative approach through a literature review of academic articles, books, official documents, and relevant empirical studies. The literature was classified into four indicators of religious moderation: national commitment, tolerance, non-violence, and accommodation of local culture. The analysis shows that these indicators form an interconnected social architecture. Tolerance creates space for dialogue, non-violence directs conflict resolution toward deliberation, national commitment provides a shared civic framework, and local wisdom makes moderate values contextually acceptable. Religious leaders and educational institutions are strategic actors in internalizing these values, while digital radicalism, exclusive interpretation, group polarization, and low diversity literacy remain major challenges. Strengthening peace therefore requires inclusive education, interfaith dialogue, credible digital counter-narratives, public policy support, and the revitalization of local wisdom. Religious moderation should be positioned not merely as religious discourse, but as a civic and cultural strategy for maintaining justice, cohesion, and peaceful coexistence.
Co-Authors Adillah Fadiyah Ahmad Dhiyaauddin Ahmad Shofi Alifah Muizatul Abdilah Alifiah Nursifa Alifiyah Nursifa Alya Nur Fauziyah Anjar Dwi Ariani Asa Nadira Pramesti Aulia Fitria Auliya Hasanah Avissa, Muidzotun Ayu Rizkyani Bimbingan dan Konseling Chaniar Tanara Della Bristiana Putri Deni Lesmana Denissa Aulia Ramadhan Dias Raisya Nur Azizah Dini Nurbaiti Dzikri Alfarisi Ega Najwa Ismail Elia Nuryatin Ellsya Endany Anie Ramadhani Elvira Rismaya Putri Ervina Febriyanti Fadiyah Halimatus Sa’diyah Fariha Hidni Salama Gilang Ramdan Hanifah Nur Malasari Hapid Hardiansyah Hilman Alifianda Inayah Thohiroh Ismaya Rosalia Isna Lokahita Iwan Hermawan Jamal lullail Juanita Diana Khairana Sabila Prisari Kinanti Laras Prastyani Koto, Ghefira Sakina Koto Laelatul Nur Hudiah Laelly Nurul Fitri Lilis Karyawati Luthfiana Salwa Aulia M. Fahmi Abdul Aziz M. Makbul Malika Nur Oktaviani Mawar Setiawati Maya Khoirunnisa meidina, Lisa Meidina Milla Aulya Muhamad Arifin Ilham Muhamad Reza Febrian Muhammad Abdul Aziz Muhammad Dawam Anwar Muhammad Fadlan fadilla Muhammad Fadli Mubarok Muhammad Farras Faishal Muhammad Lutfhi Cahyadi Muhammad Lutfi Ramdani Muhammad Naufal Zainul Haq Muhammad Rivaldi Mutia Sartika Dewi Nafira Khusnul Mufhidah , Dea Nailah Syahidah Amal Naira Dwiyanti Syahrudin Nanda Agustin Nanda Nur Alisa Nidaa Lydia Mustika Nabiilah Nikita Dewi, Alyanti Nina Erma Januarsih Novi Fadhilah Sopian Nur Alim Nurhayati Nurjanah Nuryatin Octalia Monika Ovi Safrika Permatasari, Septi Puspitasari, Shela Rahmawati, Mira Rara Siska Rasyid Mulqisani Ratna Dzilla Febriani Ratu Nikita Ristanti Risma Revianda Rizka Zakia Mufida RIZQI MAULANA Rosa Amelia Rosalia, Ismaya Sabrina Siti Az Zahra Saddam Azhar Safitri, Indriyanti Salma Gania Salsabila Amarunnisa Selvy Julia Lestary Sinta Rakasiwi Siti Kulsum Syahla Nazihah Syarifatul Ulfa Syifa Luthfiani Teddy Suhardi Tubagus Tubagus Vani, Vani novariyanti Winda Sri Rahayu Yusriya Ni’matul’Izzah Zahro Nur Annisa