Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pendidikan Multikultural

AKULTURASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DALAM BUDAYA WAYANG TOPENG MALANGAN Rosichin Mansur; Yaqub Cikusin
Jurnal Ijtihad Vol 3, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.031 KB) | DOI: 10.33474/multikultural.v3i2.4753

Abstract

Dalang memiliki peran sentral sebagai penguasa, sutradara dan penutur cerita dalam pagelaran wayang topeng malangan. Dalang sebagai pelestari akulturasi nilai, nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dalam budaya yang diekspresikan pada pementasan wayang topeng malangan. Akulturasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dalam ritual wayang topeng malangan berupa nilai religi (nilai kedamaian, humanis) dan budaya (nilai pribadi, kekeluargaan). Model akulturasi nilai dalam tuturan bahasa dalang secara dekulturasi, bangunan model akulturasi dibangun dengan cara rekonstruksi, model akulturasi nilai dalam ritual secara sinkretisme, bangunan model akulturasi dibangun dengan cara rekonstruksi.Kata kunci: akulturasi nilai, pendidikan Islam multikultural, wayang topeng malangan.     The mastermind has a central role as the ruler, director and storyteller in the shadow puppet show performance. The mastermind as the preserver of acculturation in values, the values of multicultural Islamic education in culture are expressed in the performance of wayang topeng malangan. There is an acculturation in the values of multicultural Islamic education in wayang topeng malangan rituals in the form of religious values (peace, humanism) and culture (personal values, family values). Acculturation model values in puppeter language speech in deculturation, building acculturation model was built by means of reconstruction, acculturation value models in rituals in syncretism, building acculturation models built by reconstruction.Keywords: acculturation of values, multicultural Islamic education, shadow puppetry of malangan.
PEMBELAJARAN NILAI MULTIKULTURAL DALAM BUDAYA MADRASAH DI MIN I KOTA MALANG Fita Mustafida; Yaqub Cikusin
Jurnal Ijtihad Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.703 KB) | DOI: 10.33474/multikultural.v3i1.2550

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasi terhadap konsep dan implementasi proses pembelajaran nilai multikultural dalam budaya madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Kota Malang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif  dengan jenis etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Sementara tehnik analisis data mengacu pada model Spredly. Yakni melalui; a) analisis domain, b) taksonomi, c) komponensial dan d) analisis tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran nilai dan sikap multikultural di MIN I Kota Malang dilakukan melalui pembiasaan, dan program kegiatan yang terintegrasi dalam budaya madrasah yakni budaya beriman, berakhlak mulia dan berprestasi.Kata kunci: pembelajaran, nilai multikultural, budaya madrasah      The purpose of this study was to describe, analyze, and interpret the concepts and implementation of the process of learning multicultural values in madrasah culture in Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Malang City. The approach used is qualitative with ethnographic types. Data collection is done through participant observation, in-depth interviews, and document analysis. While the data analysis technique refers to the Spredly model. Namely through; a) domain analysis, b) taxonomy, c) components and d) analysis of cultural themes. The results showed that the learning process of multicultural values and attitudes in MIN I Malang City was carried out through habituation, and an integrated program of activities in the culture of the madrasa namely a culture of faith, noble character and achievement.Keywords: learning, multicultural value, madrasah culture
KIAI DAN PENGEMBANGAN NILAI-NILAI MULTICULTURAL DI PONDOK PESANTREN AMANATUL UMMAH, PACET MOJOKERTO saifuddin saifuddin; Yaqub Cikusin
Jurnal Ijtihad Vol 5, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/multikultural.v5i1.10318

Abstract

 Multikulturalisme sesungguhnya sangat dekat dengan Islam. Nilai-nilai multicultural berjalan beriringan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Implementasi dan praktik multikulturalisme di dunia pendidikan Islam telah berjalan dalam kehidupan alamiah masyarakat pesantren. Namun, multikulturalisme di pesantren tidak dapat dipisahkan dari peran serta seorang kiai sebagai pimpinan tertinggi. Tulisan ini mengungkap nilai multikultural yang terdapat dalam kehidupan alamiah masyarakat pesantren; ketika santri belajar, di asrama, mengaji, ketika santri makan, shalat, membaca wirid dan sebagainya. Selain itu, tulisan ini mengungkap keberadaan sosok kiai yang menjadi aktor dibalik berkembangnya nilai multikultural. Nilai-nilai multicultural diungkap dengan menelisik kehidupan sehari-hari santri, yang dalam pembumian nilai-nilai multicultural berjalan dengan alami. Dibalik itu semua, terdapat pola atau model yang dikembangkan oleh kiai yaitu; membentuk komunitas multicultural menghindari konflik sectarian menumbuhkan Islam moderat dan menangkal ideologi radikal.Kata Kunci: Kiai, Pondok Pesantren, Nilai-nilai Multikultural Multiculturalism is highly relevant to Islam.  Multicultural values go alongside Islamic values.  The implementation and practice of multiculturalism in Islamic education has been running in the natural life of the pesantren community.  However, multiculturalism in pesantren cannot be separated from the participation of a kiai as the highest leader. This paper reveals the multicultural values found in the natural life of the pesantren community; when the students study, in the dormitory, the Koran, when they eat, pray, read wirid and so on.  In addition, this paper reveals the existence of a kiai figure who is the actor behind the development of multicultural values.  Multicultural values are revealed by examining the daily life of students, which in the grounding of multicultural values runs naturally.  Behind all that, there are patterns or models developed by the kiai, namely; building multicultural communities — avoiding sectarian conflicts — fostering moderate Islam and countering radical ideologies.Keywords: Kiai, Islamic Boarding School, Multicultural Values 
Co-Authors Abdurrohman, Abdurrohman Adilah, Nandis Afifuddin Afifuddin Afifuddin Afifuddin, Afifuddin Afifudin Afifudin Agus Zainal Abidin Agus Zainal Abidin Aina Nafisatul Khilmiah Ainun Harir Ainun Nisa Kamila alfiana rizky ramadhany Alvin Nur Chahya Rahman Ana Silviana Andita Niken Anggraeni Anggraeni, Andita Niken Aniyatum Mashfiyah Armansyah Ghalib Muzakhi Aurellia Chintia Deby Ayu Aprilia Ayu Fajarwati Bachtiar Fachry Affandi Bahrul Ulum Citra Ayu Rahmanda Dadang Krisdianto, Dadang Deni Adi Burohman Djunaedy Ghony Elsa Maharani Emy Fatmawati Fita Mustafida Fitri Katri Nuryanti Ganis Anjar Cahyani Halim Arifin Harnadi, Alfianta Dwi Hasrilah Hasrillah Hasrillah Hasrillah Hasrillah Hasrillah Hayat Hayat Hendra Hafid Risalbi Hutama Taufiq Rizqi Igul Igul Ilham Satrio Aji Ilma Kholida Imam Bukhori Indri Dwi Cahyanti Intan Rizqita Ningtihana Iska Arina Khairina Nainggolan Khairina Nainggolan, Khairina Khoiron Khoiron khoiron khoiron Khoiron Khoiron Kikin Aviandani Kunti Fadaliyah Langgeng Rahmatullah Putra Lathifaturrodiyah Lathifaturrodiyah Lulu Shobihatun Naqibah Luluk Nur Faizah Lutfi Hilman Mangesti, Yovita Arie Maulidiyah, Risti Fitri Megawati Megawati Mirin Primudyastutie Moh. Ibrahim Mohammad Rifyal Adam Muhammad Tang Mukhamad Ifan Fauzi Nada, Fairoh Aida Qothrun Nandis Adilah Nur Syarifuddin Nuraehan Nuraehan Nuryana Visi Firdaus Pradila Agatha, Yoke Putra, Achmad Nowenta Rahmawati, Septina Dwi Ramadina, Savela Arthamevia Resti Ramadani Retno Wulan Retno Wulan Sekarsari Rizki Ahmad Fauzi Roni Pindahanto Widodo Roni Pindahanto Widodo Roni Pindahanto Widodo Rosichin Mansur Roudhotul Angelika Wibowo Rulam Ahmadi Ruslan Putra Rustam Dirgantara Putra Suharto S Endang Prasetyawati Safitri, Selvi Dian Saifuddin Saifuddin Selvi Dian Safitri Shohib Muslim Siti Latifatul Imama Slamet Hidayat Turohman Slamet Muchsin Slamet Slamet Slamet Slamet Slamet Suhartono Sunariyanto Sunariyanto Sunariyanto, Sunariyanto Suryani Suryani Taufiq Rahman Ilyas Tauhidiah Sinansari Tiffany Heruveradita Uyyun Regia Fatva Wandra Wandra Wandra Wandra Wandra, Wandra Yandri Radhi Anadi Yaqub Yesi Nur Agustina Yoke Pradila Agatha Zainal Abidin Zulfatul Arin