Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Analisis Spasial Curah Hujan berdasarkan Klasifikasi Oldeman di Provinsi Riau Ersyi Darfia, Novreta; Abdaa, Dehas
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.250

Abstract

Hujan merupakan salah satu parameter dasar dalam bidang klimatologi dan hidrologi yang memiliki variasi spasial dan temporal yang kompleks. Informasi yang akurat tentang distribusi curah hujan diperlukan di banyak sektor. Klasifikasi iklim Oldeman adalah salah satu metode klasifikasi iklim yang digunakan untuk mengidentifikasi pola iklim di suatu daerah berdasarkan curah hujan. Oldeman mengelompokkan curah hujan ke dalam tiga kategori yaitu bulan kering yaitu bulan dengan curah hujan kurang dari 100 mm, bulan lembab yaitu bulan dengan curah hujan antara 100 mm hingga 200 mm, dan bulan basah yaitu bulan dengan curah hujan lebih dari 200 mm. Nilai rata-rata hujan bulanan yang ada di Provinsi Riau bervariasi dengan nilai minimum sebesar 70,938 mm dan nilai maksimum adalah 656,302 mm. Hujan bulanan di seluruh stasiun hujan yang ada didominasi oleh bulan lembab yaitu sebesar 58,12%, diikuti bulan basah sebesar 36,11%, dan yang terkecil adalah bulan kering sebesar 5,77%. Bulan kering di Provinsi Riau terdapat pada bulan Februari, Juni, Juli, dan Agustus, sementara pada bulan April, November, dan Desember didominasi oleh bulan basah. Pada bulan Februari dan Juni wilayah yang mengalami bulan kering adalah sebesar 15,38%, bulan kering terbesar pada bulan Juli yaitu 25,64%, serta pada bulan Agustus sebesar 12,82%. Bulan basah mendominasi wilayah di Provinsi Riau yaitu pada bulan April sebesar 71,79%, bulan November sebesar 89,74%, dan bulan Desember sebesar 82,05%.
Analisis Faktor Koreksi Data Hujan Satelit Berdasarkan Data Observasi di DAS Rokan Provinsi Riau Ersyi Darfia, Novreta; Monica.MG, Intan; Prakasa, Rizqy Ridho; Lyona, Vinka; Putra, Benny Hamdi Rhoma; Adiman, Edi Yusuf
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.340

Abstract

Ketersediaan data curah hujan yang akurat dan berjangka panjang merupakan komponen penting dalam analisis hidrologi dan rekayasa sumber daya air. Namun, data observasi dari stasiun hujan observasi seringkali mengalami kendala seperti keterbatasan panjang data, distribusi lokasi stasiun yang tidak merata, serta adanya data hilang dan tidak valid. Penelitian ini bertujuan untuk mengkoreksi data curah hujan satelit dari Climate Forecast System Reanalysis (CFSR) agar mendekati nilai data observasi yang sebenarnya. Metode koreksi yang digunakan adalah Metode Persamaan Linear. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ini mampu mengkoreksi data CFSR sehingga mendekati nilai data observasi. Metode persamaan linear memberikan pendekatan awal yang sederhana namun belum mampu memperbaiki nilai ekstrem. Penelitian ini membuktikan bahwa koreksi data dapat meningkatkan kesesuaian data satelit dengan observasi, namun penerapan faktor koreksi tidak selalu berhasil secara seragam di semua lokasi karena tingginya variabilitas hujan.