Claim Missing Document
Check
Articles

Crystal Guava-Based Agribusiness Development Strategy in Pelaga Village, Petang District Komang Nita Wedaningsih; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; I Gusti Bagus Udayana; Yohanes Parlindungan Situmeang; I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya; Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti
Agriwar Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Agriwar Journal
Publisher : Program Studi Magister Sains Pertanian Program Pascasarjana Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crystal guava is an attractive crop for cultivation in Indonesia. The limited expansion of the consumer market for fresh guava fruit is influenced by the quality of the fruit and the low shelf life of the fruit. Improvement of guava fruit quality is carried out to produce fruits that have a uniform shape, good size, and attractive fruit skin color. This study aims to analyze the effectiveness of the application of good and correct cultivation in increasing the productivity of crystal guava in Pelaga Village. The research method used is a case study with qualitative and quantitative approaches. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. The results of the analysis show that the application of good and proper cultivation has a positive effect on increasing the productivity of crystal guava. In addition, the five highest factors in internal and external factors that affect crystal guava productivity were identified. IFE and EFE analysis on the IE Matrix showed that Pelaga Village has a strong position and opportunity, so seven strategies were developed to effectively increase the productivity and marketing of crystal guava. In conclusion, the application of good and correct cultivation is very important in increasing the productivity of crystal guava, and the strategies developed can be a guide for business development in the sector.
Pengelolaan Desa Wisata Di Desa Adat Kiadan Plaga Badung Bali Berbasis Desa Adat (Perspektif Hukum Kepariwisataan) I Wayan Wesna Astara (Scopus ID: 57211467012); I Made Mardika; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.2.1.2019.1-8

Abstract

Pengelolaan Desa wisata berbasis Desa adat di Bali menjadi penguatan desa adat dalam mengelola sumber daya alam, sumber daya budaya dan potensi desa adat dapat memberikan manfaat kepada masyarakat lokal di Bali. Pulau Bali, memiliki potensi kebudayaan yaitu manusianya, adat, kesenian dan alamnya. Pariwisata budaya di tingkat desa (dinas) Pelaga dan/atau desa adat Kiadan merupakan implementasi dari Peraturan Bupati Badung nomor 47 tahun 2010 tentang desa wisata. Pengabdian KKN-PPM ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat adat dalam mengelola desa wisata berbasis Desa adat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah kualitatif dengan pengamatan partisipan, wawancara semi structural, dan introspeksi (Mikkelen, 2011). Bentuk analisis yang digunakan adalah analisis dan interpretasi kritis atas bahan sumber. Hasil pengabdian ini adalah dalam pengelolaan desa wisata upaya yang dilakukan adalah penyuratan perarem dan/atau perjanjian desa adat Kiadan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan desa wisata. Peranan Desa Adat dan Desa Dinas, Pemerintah Daerah Kabupaten Badung untuk memprioritaskan program pemerdayaan desa adat. Pengelolaan Desa Wisata berbasis desa adat, dengan memberikan seperangkat alat kerja seperti Laptop dan printer yang dilengkapi Web ekowisata Desa Kiadan Plaga. Bidang ekonomi kreatif yaitu ada produk kopi “IJO BANG” KIADAN yang ramah lingkungan, kemudian dibuatkan perbaikan pengemasan Produk. Dalam hukum kepariwisataan, implementasi Peraturan Bupati Nomor 47 tahun 2010 tentang desa wisata masih perlu ada pengembangan dari pemerintah, masyarakat lokal, dan bekerjasama dengan pihak-pihak swasta dengan pola kerjasama saling menguntungkan. Selain itu, Sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif diperlukan dalam pengelolaan Desa wisata.
Pengemasan dan Strategi Pemasaran Produk Pangan di Desa Sulangai A.A. Made Semariyani; I Wayan Sudiarta; I Nyoman Rudianta; I Putu Candra; I Gede Pasek Mangku; Luh Suriati; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.2.1.2019.23-28

Abstract

Kegiatan PKM Pengemasan dan Strategi Pemasaran Produk Pangan dilaksanakan di Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Pelatihan diberikan pada Ibu-ibu PKK Desa Sulangai. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk memberikan teknologi pengemasan dan strategi pemasaran produk pangan yang telah diproduksi oleh ibu-ibu PKK desa Sulangai (jamu kunyit, jamu sirih, Virgin Coconut Oil (VCO), manisan tomat, minyak tandusan, jajanan tradisional dan lain-lain). Pada saat pelatihan diberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan, managemen usaha, sanitasi dan higiene proses produksi, pengemasan, dan pemasaran, sehingga peserta pelatihan mampu mengelola usaha yang dibuat dengan baik. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah dengan metoda wawancara, tatap muka, penyuluhan dan praktek secara langsung. Kegiatan dilakukan bertahap yaitu: Pertama, diadakan penyuluhan mengenai teknologi pengemasan produk pangan, dan penyuluhan Kewirausahaan, managemen usaha dan pemasaran. Kedua, dilakukan pelatihan/ praktek langsung mengemas hasil olahan pangan khususnya VCO, dilakukan beberapa kali evaluasi sampai peserta pelatihan benar-benar menguasai teknologi tersebut dan peserta pelatihan mampu untuk mengemas produk dan memasarkan produk secara mandiri. Hasil dari kegiatan ini adalah 1) Peserta pelatihan telah mengikuti pelatihan dengan semangat dan disiplin terlihat dari daftar kehadirannya. 2) Pelatihan untuk pengemasan dan pemasaran produk pangan dapat dilaksanakan dengan baik dan peserta pelatihan mampu mengemas dan memasarkan produk tersebut dengan baik. 3) Target luaran dari kegiatan PKM Pelatihan Pengemasan dan pemasaran produk pangan ini telah diberikan kepada peserta didik.
Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menerapkan Kesehatan Lingkungan Di Masa Pandemi COVID-19 dan Promosi Potensi Wisata di Desa Bamo, Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur Anak Agung Gede Indraningrat; Tanjung Subrata; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.3.2.2021.61-65

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Warmadewa (Unwar) tahun 2021 berlangsung di tengah merebaknya pandemi COVID-19. Sehingga dengan mempertimbangkan efektivitas dan faktor keamanan, pelaksanaan KKN-PPM dilakukan dengan kombinasi metode daring dan luring dibawah supervisi dari dosen pembimbing KKN yang ditunjuk oleh Unwar. Kelompok 85 adalah salah satu kelompok KKN-PPM Unwar dan telah melangsungkan program kerja selama 1 bulan terhitung sejak 22 April hingga 22 Mei 2021 di Desa Bamo, Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kelompok 85 beranggotakan 28 mahasiswa Unwar yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang meliputi administrasi negara, ilmu hukum, sastra inggris, pertanian, peternakan, dan ekonomi akuntansi. Pemilihan Desa Bamo sebagai lokasi KKN-PPM sesuai dengan kesepakatan kelompok 85 dimana sebanyak enam mahasiswa melakukan KKN secara luring di desa ini sedangkan anggota sisanya mendukung lewat metode daring. Hasil komunikasi dengan mitra mengerucut pada permasalahan kesehatan lingkungan di Desa Bamo selama masa pandemi COVID-19 yaitu kurangnya jumlah tempat sampah dan perlunya partisipasi warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dari segi pendidikan, mitra juga mengharapkan adanya bantuan pembuatan majalah dinding sekolah. Sedangkan dari sisi ekonomi, mitra mengharapkan bantuan dalam hal promosi potensi pariwisata desa Bamo. Hasil pelaksanaan KKN-PPM oleh kelompok 85 selama 1 bulan menunjukkan kontribusi mahasiswa Unwar dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan program kerja kelompok 85 yang meliputi pembuatan majalah dinding untuk siswa SD, pemberian tempat sampah pada tempat ibadah di lingkungan desa Bamo, dan promosi potensi wisata desa Bamo secara gencar lewat media sosial seperti Instagram dan facebook.
PROFIL PROTEIN IKAN LEMURU DENGAN PENGERINGAN OVEN, PENGERING MATAHARI DAN SINAR MATAHARI BERBASIS SDS PAGE Singapurwa, Ni Made Ayu Suardani; Candra, I Putu; Semariyani, A.A. Made
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 15, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.238 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v15i2.53612

Abstract

Lemuru fish (Sardinella lemuru) contains high nutritional value and is very important for humans as well as affordable source of protein. Lemuru fish are very perishable and seasonally produced, so it needs to be preserved. The people of Jembrana Regency, Bali, preserve it into spiced dried fish called Pedetan. The aim of this study was to determine the protein profile of unseasoned and seasoned lemuru fish which were dried in an oven, artificial dryer and sun drying. The research method used is the Sodium Dodecyl Sulfate-Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE) method to determine the molecular weight (BM), to see the damage to the protein in the sample. The results of analysis of the protein profile of lemuru meat based on its molecular weight using SDS-PAGE showed that the molecular weight of the separated protein bands varied from 31 to 524 kDa. Based on the results of protein profile analysis, sun drying can cause protein denaturation which is characterized by a decrease in the number of protein bands. Drying with an artificial drying device can reduce damage, because the protein bands can still be maintained, and drying with an oven causes protein damage that is not as big as drying with the sun drying method. While the addition of seasoning for fresh lemuru does not cause protein damage, it can be seen from the number of protein bands that do not change.
APLIKASI TEKNOLOGI TEPAT UNTUK PENGELOLAAN BUDIDAYA DAN PENANGANAN PASCA PANEN KAKAO DI DESA ASAH DUREN Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; Ni Wayan Nursini; Luh Suariani; I Ketut Agung Sudewa; I Komang Budi Mulya; Ela Tara Wini Bira; Ni Nyoman Suartini; Maria Reinaldis Jebaut Subin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.%p

Abstract

Pengembangan budidaya dan industri kakao sebagai penggerak pertumbuhan dan distribusi pendapatan masih sangat terbuka dan cukup besar. Penerapan teknologi tepat guna dilakukan untuk meningkatkan produktivitas budidaya kakao dan efisiensi penanganan pasca panen bagi petani kakao di desa Asah Duren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.  Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknologi yang diterapkan dalam proses tersebut. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pengamatan langsung, wawancara dengan petani, pelatihan, praktek langsung, dan analisis data hasil panen sebelum dan sesudah penerapan teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil panen kakao serta pengurangan kerugian pasca panen. Petani melaporkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan teknologi yang diterapkan. Terdapat peningkatan keterampilan kelompok petani sebesar 70%, peningkatan produktivitas sebesar 85%, peningkatan pendapatan 75%. Aplikasi teknologi tepat guna dapat memberikan dampak positif bagi pengelolaan budidaya kakao, produk hasil olahan kakao menjadi coklat bubuk dan meningkatkan kesejahteraan petani kakao di Desa Asah Duren.
Peningkatan Keanekaragaman Pangan melalui Pelatihan Dimsum Ikan Nila pada Kelompok Usaha Pangan Lokal di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng Ni Mada Ayu Suardani Singapurwa; Ketut Agung Sudewa; Luh Suariani; Ni Made Darmadi; Andika Umbu Tiba; Amelia Putri Purnomo; Ernesia Kunigunda Lando
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26489

Abstract

ABSTRAK Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng memiliki potensi sumber daya perikanan air tawar yang dapat dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah melalui diversifikasi olahan ikan nila. Namun, kelompok usaha pangan lokal masih menghadapi keterbatasan variasi produk dan strategi pemasaran yang berdampak pada rendahnya peluang peningkatan pendapatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, pemasaran, dan omzet usaha melalui pelatihan pembuatan dimsum ikan nila. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, praktik produksi, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan praktik, wawancara, dan analisis omzet usaha. Kegiatan melibatkan 10 anggota Kelompok Usaha Pangan Lokal di Desa Bebetin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 41,25 pada pre-test menjadi 78,75 pada post-test atau meningkat sebesar 91,0%. Keterampilan diversifikasi produk juga meningkat dengan kenaikan nilai praktik dari 3,0 menjadi 4,28 (skala 5) atau sebesar 42,7%. Program menghasilkan produk baru berupa dimsum ikan nila dengan berbagai variasi bentuk, ukuran, serta kemasan yang lebih terstandar. Dari aspek pemasaran, kelompok berhasil memperluas kanal promosi, menerapkan pencatatan pesanan, dan menyusun strategi penjualan yang lebih terarah. Dampak ekonomi ditunjukkan oleh peningkatan omzet kelompok dari Rp4.000.000 per bulan menjadi Rp8.000.000 per bulan atau meningkat sebesar 100%. Selain itu, volume penjualan dimsum mencapai 240–540 porsi per bulan dengan frekuensi pesanan 2–4 kali per minggu. Dengan demikian, pelatihan dan pendampingan pembuatan dimsum ikan nila terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kelompok usaha, memperluas diversifikasi produk pangan lokal, dan meningkatkan pendapatan usaha secara berkelanjutan. Kata Kunci: Desa Bebetin, Dimsum, Ikan Nila, Keanekaragaman Pangan, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Bebetin Village, Sawan District, Buleleng Regency has considerable freshwater fishery resources that can be developed into value-added food products through tilapia diversification. However, local food business groups face limitations in product variation and marketing strategies. This community service program aimed to improve participants’ knowledge, skills, marketing capacity, and business income through training on tilapia fish dimsum production. Method: The program involved counseling, hands-on training, production assistance, and evaluation using pre-test and post-test assessments, practical skill observations, interviews, and business turnover analysis. A total of 10 members of a local food business group participated in the activity. Participants’ knowledge significantly increased, with average scores rising from 41.25 in the pre-test to 78.75 in the post-test (91.0% increase). Practical skills improved from an average score of 3.0 to 4.28 on a 5-point scale (42.7% increase). The program successfully introduced new diversified products, including tilapia fish dimsum with improved shape, size consistency, and packaging quality. Marketing capacity improved through expanded promotional channels, simple order-recording systems, and more structured sales strategies. Economically, the group’s monthly turnover increased from IDR 4,000,000 to IDR 8,000,000 (100% increase). Furthermore, dimsum sales reached 240–540 portions per month with an order frequency of 2–4 times per week. Training and mentoring in tilapia fish dimsum production effectively enhanced the capacity of local food business groups, promoted food diversification, and increased business income sustainably. Keywords: Bebetin Village, Fish Dimsum, Tilapia, Food Diversification, Community Empowerment. 
The Empowerment Program On The Use Of Efficient Technology Of Coffee Processing In Wanagiri Bali Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; Aida Firdaus Muhammad Nurul Azmi; Fadhilah Lamun @ Jailani; Luh Suriati; Muhamad Hazim Bin Ahmad Nazari
International Journal Of Community Service Vol. 3 No. 1 (2023): February 2023 (Indonesia - Malaysia - Timor Leste)
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v3i1.173

Abstract

The development of coffee-based agricultural businesses can improve the economy and welfare of people in rural and urban areas. Besides that, the increase in the coffee processing business also helps creating new jobs for the wider community. Village community empowerment was carried out to increase knowledge, attitudes, skills, behavior through activity programs and assistance according to the needs. One of the coffee-producing villages is Wanagiri Village, which is located in Sukasada District. The women of the Wanagiri village are members of the Family Welfare Program in Wanagiri Village which is engaged in coffee processing and helps their husbands as farmers. They asked to be given training and assistance regarding coffee food products to increase family income. Coffee is a product that is in great demand by people throughout Bali.Based on the demand, empowerment activities were carried out. Coffee products had been produced and marketed by partners but not yet intensively, and partners wanted to increase their quantity and quality. Partners did not have knowledge in the field of entrepreneurship, so they experienced obstacles in managing the production and marketing; moreover, they do not have a business license either. Solutions made to solve problems faced by partners were: Providing Appropriate Technology in processing coffee products; provide knowledge about good processing methods (GMP), sanitation and hygiene processing (SSOP), product packaging and labeling, broader marketing, entrepreneurship and business management. In addition, another solution was sharing knowledge on how to obtain a production permit and provide equipment assistance. The method used was active community participation and exploratory. The output achieved was the use of Appropriate Technology in Coffee Processing Technology.
Processing Coconut Pulp as Chicken Feed in Segah Hamlet, Asahduren Village, Pekutatan District, Jembrana Regency, Bali Luh Suariani; Ni Made Yudiastari; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; Gek Dian Dharma Yanti; I Putu Yoga Ary Nugraha
International Journal Of Community Service Vol. 4 No. 3 (2024): August 2024 (Indonesia - Malaysia)
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v4i3.295

Abstract

Coconut is one of the main products produced in Segah Hamlet, Asahduren Village, Jembrana Province, Bali. The PM-UPUD program aims to strengthen the development of farmer groups and MSMEs to strengthen agriculture-based community empowerment and livestock. The operational methods include counseling, direct practice, monitoring, and evaluation. PM-UPUD's partner farmer group is the Kusuma Dewi Farmer Women's Group based in Segah Hamlet. The challenges faced by the partners include the production of traditional tandusan oil and the management of chicken feed. Through PM-UPUD activities, farmer groups have the capacity and skills to make tandusan oil and process coconut pulp into chicken feed in an integrated and comprehensive manner. Farmer groups can now produce better tandusan oil and process coconut pulp into chicken feed. PM-UPUD activities can increase income and improve the community's welfare, especially group members.
Pemanfaatan Biji Kakao menjadi Olahan Coklat Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; Ni Wayan Nursini; Luh Suariani; I Ketut Agung Sudewa; Anak Agung Ayu Kanaka Mutiara Laksmi; Ela Tara Wini Bira; Fransiska Sisilia Bheni; Maria Reinaldis Jebaut Subin
International Journal of Community Service Learning Vol. 9 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v9i1.84403

Abstract

Luas perkebunan kakao di Bali mengalami peningkatan, tetapi produktivitas kakao mengalami penurunan. Desa Asahduren di Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, dikenal sebagai penghasil biji kakao, tetapi kebanyakan petani hanya menjual biji mentah dengan harga murah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pengolahan biji kakao menjadi produk olahan cokelat bubuk dan cokelat batang, agar dapat meningkatkan nilai tambah dan kemakmuran petani kakao. Dalam kegiatan ini dilakukan pendekatan kepada petani kakao, pelaku usaha pengolahan biji kakao, dan pemerintah desa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan pelatihan tentang proses pengolahan biji kakao. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembuatan cokelat batang dan bubuk dapat menguntungkan para petani. Untuk membuat produk lebih kompetitif di pasar, proses pengolahan yang diperkenalkan dapat meningkatkan kualitas produk. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa diversifikasi produk olahan kakao dapat menjadi strategi yang berguna untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Untuk menjaga bisnis pengolahan cokelat Desa Asahduren tetap beroperasi, kegiatan ini menunjukkan bahwa diperlukan dukungan teknologi, pelatihan, dan pendampingan dari pemerintah dan lembaga terkait.
Co-Authors , I Nyoman Rudianta A A Made Semariyani A. A. Made Semariyani A. A. Made Semariyani A.A Made Semariyani A.A. Made Semariyani A.A. Made Semariyani A.A. Made Semariyani AA Made Semariyani Agata Viani Aida Firdaus Muhamad Nurul Azmi Aida Firdaus Muhammad Nurul Azmi Aida Firdaus Muhammad Nurul Azmi Amelia Putri Purnomo Amir Hinggiranja Anak Agung Ayu Kanaka Mutiara Laksmi Anak Agung Diah Apriyanti Anak Agung Gede Indraningrat ANAK AGUNG GEDE INDRANINGRAT Anak Agung Gede Indraningrat Anak Agung Made Semariyani Anak Agung Made Semariyani Anak Agung Made Semariyani Anak Agung Sagung Manik Chindrawati Anak Agung Sagung P Putri Risa Andriani Anak Agung Sagung Putri Risa Andriani Andika Umbu Tiba Andriani, Agung Sagung Putri Risa Andriani, Anak Agung Sagung Putri Risa Anom Sulistiawati Ni Putu Arandini, Putu Chiana Adi Ayu Ningtias Mas Puspitayanti Azmi, Aida Firdaus Muhamad Nurul Chelsia Wihelmina Edam Chindrawato, A.A. Sagung Manik Chinta Dewi, I Gusti Ayu Dalima, Yasniana Dalima DellaX’ma Nandari DellaX’ma Nandari DellaX’Ma Nandari DellaX’ma Nandari Desak Ketut Tristiana Sukmadewi Djelantik, Sang Ayu Made Agung Prasetiawati Edam, Chelsia Wihelmina Ela Tara Wini Bira Ela Tara Wini Bira Ernesia Kunigunda Lando Fadhilah Lamun @ Jailani Fransiska Sisilia Bheni G.S.S. Djarkasi Gede Yohanes Arygunartha Gek Dian Dharma Yanti Giman, Hermanus Grace Yohana Romauli Naibaho Gusti Agus Maha Putra Sanjaya Gusti Ngurah Oka Jiwantara Gusti Ngurah Oka Jiwantara Hermanus Giman I A.A Made Semariyani I Dewa Ayu Ketut Yunantariningsih I Dewa Ayu Ketut Yunantariningsih I Gede Ari Supastiawan I Gede Pasek Mangku I Gede Sutapa I Gede Sutapa I Gede Sutapa, I Gede I Gusti Agung Ayu Sucitra Ekaryani I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya I Gusti Ayu Chinta Dewi I Gusti Bagus Udayana I Gusti Bagus Udayana I Gusti Made Arjana I Ketut Agung Sudewa I Ketut Agung Sudewa I Komang Budi Mulya I Made Griya Adi Parta I Made Griya Adi Parta I Made Kawan I Made Mardika I Nengah Suaria I Nengah Suaria I Nengah Suaria I Nyoman Rudianta I Nyoman Rudianta I Nyoman Rudianta I Nyoman Rudianta I Nyoman Rudianta I Nyoman Rudianta I Nyoman Rudianta I Putu Ajus Raditya Putra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra I Putu Candra Suta Adnyana I Putu Candra, I Putu I Putu Yoga Ary Nugraha I Wayan Richo Yasa I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta I Wayan Wesna Astara (Scopus ID: 57211467012) I Wayan Wesna Astara (Scopus ID: 57211467012) I Wayan Winduyasa Ida Bagus Wayan Gunam Ignasius Edward Ileng Janurianti, Ni Made Defy Jiwantara, Gusti Ngurah Oka K. Agus Yogi Indrawan Kant, Mariam Lupita Ketut Agung Sudewa Komang Nita Wedaningsih Komang Nita Wedaningsih Komang Nita Wedaningsih Laksmi, A.A. Ayu Kanaka Mutiara Luh Kade Datrini Luh Suariani Luh Suariani Luh Suariani Luh Suariani Luh Suariani Luh Suariani, Luh Luh Suriati MADE DHARMESTI WIJAYA Manikam, Raseetha Vani Siva Maria Intan Claudia Yatub Maria Reinaldis Jebaut Subin Maria Reinaldis Jebaut Subin Mariam Lupita Kant Muhamad Hazim Bin Ahmad Nazari Mulia, I Komang Oki Budi N.M. Yudiastari Naratama, I Putu Ngurah Ni Komang Alit Astiari Ni Komang Armaeni Ni Komang Armaeni Ni Luh Putu Putri Setianingsih Ni Luh Putu Putri Setianingsih Ni Luh Putu Putri Setianingsih Ni Luh Putu Putri Setianingsih Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti Ni Made Darmadi Ni Made Darmadi Ni Made Darmadi Ni Made Darmadi Ni Made Darmadi Ni Made Yudiastari Ni Made Yudiastari Ni Made Yudiastari, Ni Made Ni Nyoman Suartini Ni Putu Anom Sulistiawati Ni Putu Anom Sulistiawati Ni Putu Anom Sulistiawati, Ni Putu Anom Ni Putu Bella Trisna Dewi Ni Putu Bella Trisna Dewi Ni Putu Chiana Adi Arandini Ni Putu, Anom Sulistiawati Ni Wayan Eka Manik Astini Ni Wayan Eka Manik Astini Ni Wayan Nursini Ni Wayan Nursini Ni Wayan Nursini Ni Wayan Yulia Andriani Ni Wayan Yulia Andriani Oka Jiwantara Gusti Ngurah PANDE PUTU CHRISTINE PUTRI PURNAMI Parta, I Made Griya Adi Pavalee Chompoorat Tridtitanakiat Pranamya, I Agus Kerta Purwaningtyas Kusumaningsih Putri Risa Andriani, Anak Agung Sagung P Putri, , Ni Kadek Sintya Pradnyani Putu Chiana Adi Arandini Putu Diah Wahyuni Putu Diah Wahyuni Rama, Kade Nusde Sari Raseetha Vani Siva Manikam Rudianta, , I Nyoman Rudianta, I Nyoman Sahrial Sahrial Salensia Haryati Afons Saloko, Sartijo Sang Ayu Made Agung Prasetiawati Djelantik Sang Ayu Made Agung Prasetiawati Djelantik Sang Ayu Made Agung Prasetiawati Djelantik Sang Ayu Made Agung Prasetiawati Djelatik SAPUTRA, ARYA Satrijo Saloko SATRIYAS ILYAS Semariyani, A.A.Made Setianingsih, Ni Luh Putu Putri Sofia nggoweng Sofia nggoweng Sofia Utami Putri Sunarso Subin, Maria Reinaldis Jebaut Sudewa, I Ketut Agung Sudewa, Ketut Agung Sudewa, Ketut Agung Sudiarta, Wayan Tanjung Subrata Utami, Cahyaning Rini Viani, Agata Wibawa, Putu Rizky Ari Yasa Winduyasa, I Wayan Yan Tonga Yasa, I Wayan Sweca Yasniana Dalima Dalima Yohanes Lewa Yohanes Parlindungan Situmeang Yulianus Jordi Ziku Yunantariningsih, I Dewa Ayu Ketut Ziku, Yulianus Jordi