Claim Missing Document
Check
Articles

Denyut Nadi Dan Tekanan Darah Pekerja Yang Terpapar Bising Di Bagian Produksi Manufaktur Risma Putri Vandini; Nurmayanti, Demes; Ernita Sari; Winarko
Jurnal Teknologi Kesehatan (Journal of Health Technology) Vol. 19 No. 2 (2023): September
Publisher : POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jtk.v19i2.1550

Abstract

Intensitas kebisingan lingkungan kerja di industri manufaktur pada  pengolahan plat dan pipa yang tinggi dan terus menerus megakibatkan naiknya tekanan darah dan denyut nadi pekerja. Tujuan penelitian ini menganalisis denyut nadi dan tekanan darah pekerja bagian produksi yang terpapar bising sebelum dan setelah bekerja. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan kohort. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Sampel berjumlah 31 pekerja bagian produksi pengolahan plat dan pipa. Data dikumpulkan melalui obervasi, pengukuran kebisingan, denyut nadi dan tekanan darah serta wawancara pekerja. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata intensitas kebisingan pada area bending, laser 1, laser 2, powder coating dan gerinda melebihi Nilai Ambang Batas sebesar 85,27 dBA. Hasil uji statistik denyut nadi dan tekanan darah pekerja bagian produksi manufaktur pengolahan plat dan pipa sebelum dan setelah bekerja didapatkan nilai p=0,034 untuk denyut nadi, p=0,102 untuk tekanan darah sistolik serta p=0,206 untuk tekanan darah diastolik. Disimpulkan bahwa ada perbedaan denyut nadi namun tidak ada perbedaan teknan darah sistolik maupun diastolik sebelum dan setelah bekerja pada pekerja bagian produksi manufaktur pengolahan plat dan pipa yang terpapar bising. Dianjurkan bagi perusahaan untuk menyediakan Alat Pelindung Telinga dan mewajibkan pekerja untuk menggunakannya saat bekerja pada area yang bising.
Peningkatan Hygiene Dan Sanitasi Depot Air Minum Di Kelurahan Jemur Wonosari Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya Marlik, Marlik; Kriswandana, Ferry; Thohari, Imam; Nurmayanti, Demes
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1530

Abstract

Air minum bersumber PDAM yang dikonsumsi masyarakat belum memenuhi persyaratan apabila diminum/dikonsumsi secara langsung oleh masyarakat. Upaya peningkatan kualitas air minum melalui Depot Air Minum (DAM) melalui Penyuluhan Kesehatan Masyarakat bertujuan untuk mendorong dan mengkondisikan pengusaha atau pengelola Depot Air Minum melakukan upaya perbaikan kualitas air minum sehingga mampu menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan di masyarakat di Kelurahan Jemur Wonosari, Surabaya, dengan cara meningkatkan hygiene dan sanitasi Depot Air Minum. Pendekatan kegiatan PKM melalui sosialisasi dan penyuluhan yang diberikan kepada 15 pemilik Depot Air Minum dan masyarakat sekitar selanjutnya menggunakan metode analisis data secara deskriptif dan paired t-test. Sebagai indikator keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kesehatan masyarakat ini adalah terjadinya perubahan perilaku pengelola/pengusahan Depot Air Minum sehingga akan meningkatkan hygiene sanitasi DAM, sehingga dapat menghilangkan kontaminasi Coliform dan E. coli dalam air minum yang diidentifikasi melalui pemeriksaan rutin kualitas air minum setiap 6 bulan dan pemeliharaan peralatan Depot secara rutin. Dengan demikian masyarakat akan mendapatkan kualitas air minum yang memenuhi persyaratan dan terhindar dari resiko penyakit akibat penyediaan air minum yang kurang sehat. Meningkatnya kepercayaan masyarakat akan kualitas air minum yang dihasilkan oleh Depot Air Minum akan memberikan keuntungan finansial bagi pengusaha/pengelola. Improving Hygiene and Sanitation of Drinking Water Depots in Jemur Wonosari Village, Wonocolo District, Surabaya City Abstract: Drinking water sourced from PDAM consumed by the community does not meet the requirements if it is drunk/consumed directly by the community. Efforts to improve the quality of drinking water through Drinking Water Depots (DAM) through Public Health Education aim to encourage and condition entrepreneurs or managers of Drinking Water Depots to make efforts to improve the quality of drinking water so that they are able to provide drinking water that meets health requirements in the community in Jemur Wonosari Village, Surabaya , by improving hygiene and sanitation at the Drinking Water Depot. The approach to PKM activities is through socialization and counseling given to 15 Drinking Water Depot owners and the surrounding community, then using descriptive data analysis methods and paired t-test. As an indicator of success in implementing this public health education activity, there is a change in the behavior of the management/operator of the Drinking Water Depot so that it will improve the sanitation hygiene of the DAM, so that it can eliminate Coliform and E.coli contamination in drinking water which is identified through routine checks of drinking water quality every 6 months. and routine maintenance of Depot equipment. In this way, people will get quality drinking water that meets the requirements and avoid the risk of disease due to unhealthy drinking water supplies. Increasing public confidence in the quality of drinking water produced by the Drinking Water Depot will provide financial benefits for entrepreneurs/managers.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Desa Barengkarajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo Dalam Implementasi PHBS Dalam Program Percepatan ODF (Open Devecation Free) Melalui Pemberdayaan Masyarakat Mewujudkan Pencegahan Penyakit Menular Tahun 2024 Suryono, Hadi; Marlik, Marlik; Winarko, Winarko; Nurmayanti, Demes
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2088

Abstract

Sarana prasarana pembuangan tinja harus dimiliki setiap rumah, dari data kejadian diare pada balita Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo dari tahun 2020 sampai 2022 terjadi peningkatan. Jumlah kasus di tahun 2020 ada 1.147 kasus, tahun 2021 terdapat 1.164 kasus, terjadi peningkatan 43 kasus pada tahun 2022 jadi total kasus diare sebanyak 1.207. Berdasarkan survei di rumah penduduk jarak air bersih dengan sumber pencemar kurang dari 10 meter, masih banyak keluarga yang tidak memiliki jamban keluarga. Buang air besar bagi warga yang tidak memiliki jamban dilakukan di sembarang tempat. Faktor perilaku orangtua memiliki peran penting meningkatnya kasus diare. Faktor perilaku dipengerahi pengetahuan ibu rumah tangga yang masih rendah, sehingga sikap dan tindakan dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat juga rendah.  Pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Peserta pengabdian masyarakat adalah masyarakat yang tidak memiliki jamban dan masuk dalam kategori PJBS yang buruk, dengan jumlah 25 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan sosialisasi peningkatan pengetahuan PHBS, melakukan monitoring dan choaching dalam mengimplementasikan PHBS terutama kepemilikan jamban keluarga. Waktu pengabdian masyarakat dilaksanakan bulan Maret - Oktober 2024. Hasil evaluasi pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dan penggunaan jamban sehat. Nilai rata-rata pretest adalah 41,75, sementara nilai posttest meningkat menjadi 75. Monitoring dan Coaching menunjukkan bahwa masyarakat yang telah menerima bantuan lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan jamban sehat. Program ini didukung oleh tenaga puskesmas dan kader kesehatan yang terus memberikan pendampingan. Secara keseluruhan, program PKM ini berhasil meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup bersih dan sehat di Desa Barengkrajan, serta menurunkan angka kejadian diare pada balita. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam upaya meningkatkan sanitasi dan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kontribusi Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam program percepatan ODF melalui pembangunan jamban sehat dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang jamban dan pengaruhnya bagi kesehatan manusia. Enhancing Community Knowledge in Barengkarajan Village, Krian Subdistrict, Sidoarjo Regency on PHBS Implementation in the Accelerated ODF (Open Defecation Free) Program through Community Empowerment to Achieve Infectious Disease Prevention in 2024 Abstract Every house must have faecal disposal facilities, according to data on the incidence of diarrhea among toddlers in Barengkrajan Village, Krian District, Sidoarjo Regency from 2020 to 2022 there has been an increase. The number of cases in 2020 was 1,147 cases, in 2021 there were 1,164 cases, there was an increase of 43 cases in 2022 so the total number of diarrhea cases was 1,207. Based on surveys in people's homes, the distance between clean water and sources of pollution is less than 10 meters, there are still many families who do not have a family toilet. Residents who do not have toilets defecate in any place. Parental behavioral factors play an important role in increasing cases of diarrhea. Behavioral factors are influenced by housewives' low knowledge, so attitudes and actions in implementing clean and healthy living behavior are also low. Community service is carried out in Barengkrajan Village, Krian District, Sidoarjo Regency. Community service participants are people who do not have toilets and are included in the poor PJBS category, with a total of 25 people. The methods used in this activity are counseling and socialization to increase PHBS knowledge, monitoring and coaching in implementing PHBS, especially family toilet ownership. The community service period will be carried out in March - October 2024. The results of the pretest and posttest evaluation showed an increase in community knowledge about PHBS and the use of healthy latrines. The average pretest score was 41.75, while the posttest score increased to 75. Monitoring and Coaching showed that people who had received assistance were more active in maintaining environmental cleanliness and using healthy latrines. This program is supported by community health center staff and health cadres who continue to provide assistance. Overall, the PKM program has succeeded in increasing awareness and clean and healthy living behavior in Barengkrajan Village, as well as reducing the incidence of diarrhea in toddlers. It is hoped that this program can become a model for other villages in efforts to improve sanitation and public health. This community service activity aims to contribute to the Surabaya Ministry of Health's Health Polytechnic in the ODF acceleration program through the construction of healthy latrines and increasing public knowledge about latrines and their impact on human health.
Intensitas Kebisingan, Ambang Dengar dan Keluhan Subjektif Tenaga Kerja Bagian Pencucian Ruang Laundry Rumah Sakit di Surabaya Iftitah, Berliana; Rachmaniyah, Rachmaniyah; Nurmayanti, Demes; Khambali, Khambali; Winarko, Winarko
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i2.1909

Abstract

Ruang laundry rumah sakit Surabaya pada bagian pencucian menimbulkan sumber kebisingan melebihi NAB yang telah ditetapkan yakni sebesar 85,37 dBA. Berdasarkan observasi awal, tenaga kerja mengaku merasa terganggu akibat kebisingan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas kebisingan, ambang dengar, dan keluhan subjektif tenaga kerja ruang laundry pada bagian pencucian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan populasi sebanyak 10 tenaga kerja, besar sampel yang digunakan sama dengan jumlah populasi (total sampling). Variabel yang diteliti adalah intensitas kebisingan, ambang dengar, dan keluhan subjektif. Teknik pengumpulan data dengan cara pengukuran dan menggunakan lembar kuesioner, kemudian data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata intensitas kebisingan yang didapat sebesar 75,78 dBA. Sebanyak 20% tenaga kerja dengan masa kerja lama dan tidak menggunakan APT mengalami penurunan ambang dengar sedangkan sebanyak 100% tenaga kerja, baik masa kerja lama ataupun baru dengan perilaku tidak menggunakan APT mengalami keluhan subjektif kategori sedang dan tinggi. Intensitas kebisingan pada bagian pencucian ruang laundry rumah sakit Surabaya sudah memenuhi NAB yang telah ditetapkan yakni dibawah 80 dBA, kebisingan yang terjadi tidak sampai berdampak pada penurunan ambang dengar namun berdampak pada gangguan non pendengaran (keluhan subjektif). Saran yang dapat diberikan adalah melakukan pemantauan intensitas kebisingan, perawatan pada mesin secara berkala, dan penggunaan APT pada tenaga kerja
Analysis of Noise Intensity in the Work Environment as a Risk Factor for Increased Blood Pressure in Workers Dwi Ayu Lestari Putri; Fitri Rokhmalia; Demes Nurmayanti; Halimah; Ambarwati
Public Health Research Development Vol. 1 No. 1 (2024): Public Health Research Development
Publisher : Indonesian Association Environmental Health of West Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/phrd.v1i1.2

Abstract

Farmers generally use rice mills as a tool to separate rice husks. The main driver of the rice milling machine is a diesel engine, which makes a lot of noise. Noise intensity that exceeds the threshold value can cause health problems for workers in the form of increased blood pressure. This study aimed to analyze the effect of noise intensity in the work environment on improving blood pressure. This research is an analytical observational study using a cross-sectional approach. The total population in this study was 40 workers. Proportionate Stratified Random Sampling is the sampling technique in this research, with a sample size of 37 respondents. Data collection techniques include interviews, measuring noise intensity, and measuring blood pressure. Data analysis used wilcoxon test and Spearman correlation test, where the test criteria for H0 are accepted if p > 0.05 and H0 is rejected at p < 0.05. Based on the results of research conducted at a rice mill in Driyorejo District, Gresik Regency, it can be concluded that there is a difference between blood pressure (systolic and diastolic) before and after work. There is an influence between noise intensity, work period, age, smoking habits, and hereditary history. There was no effect between exposure time and increased blood pressure.
Pengaruh Faktor Iklim, ABJ Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue Menggunakan Analisis Regresi Lutfianawati, Ridha Fajar; marlik, Marlik; Ngadino, Ngadino; Nurmayanti, Demes; Sulistio, Irwan
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/kzytms14

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever or dengue is a health problem in Indonesia. Papar District of Kediri Regency is included in the area with the highest number of dengue cases. Purpose: knowing the climatic factors (rainfall, temperature, humidity) and ABJ that affect the incidence of DBD. Methods: This type of research is quantitative with retrospective methods. Research data is secondary data. The object of the study is climate factors, ABJ and dbd cases in 2016-2021 in Kediri Regency. Analyze data using linear regression. Results: The results of the correlation test are related between humidity, temperature, rainfall and ABJ with DBD, namely -0.273 (P = 0.029), 0.332 (P = 0.007), 0.286 (P = 0.022) and (P = 0.276). The form of regression equation is DBD = 78.1 + 0.01787 Rainfall + 0.986 Humidity with an R2 value of 22.53%. Conclusion: There is a significant relationship between DBD and Climate Factors (humidity, temperature, rainfall), there is no relationship of DBD with ABJ. Regression equations can be used to prepare for DHF prevention and control measures in the future.
Ekstrak Sampah Kulit Jeruk Nipis Dan Bonggol Pisang Terhadap Daya Hambat Bakteri Staphylococcus aureus Anisa, Anisatul Jannah; Nurmayanti, Demes; Marlik, Marlik; Rohkmalia, Fitri
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/6aszfe38

Abstract

Latar Belakang: Kandungan senyawa aktif yang terdapat pada bonggol pisang kulit jeruk nipis yaitu flavonoid, alkoloid, saponin dan tanin. Upaya mengatasi permasalahan dapat dilakungan dengan Pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Tujuan: Untuk mengetahui kandungan ekstrak kulit jeruk nipis dan bonggol pisang terhadap daya hambat bakteri Staphylococcus aureus. Metode: True experiment menggunakan bentuk Posttest Only Control Group Design. Objek penelitian yang digunakan adalah kandungan senyawa antibakteri yang terdapat pada kulit jeruk nipis dan bonggol pisang. Metode    modifikasi    KirbyBauer dengan   menggunakan   sumuran. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali pada setiap perlakuan dan kontrol. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji T-Test untuk membandingkan efektivitas kedua perlakuan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil: Ekstrak kulit jeruk nipis dan bonggol pisang memiliki kandungan flavonoid, alkoloid, saponin dan tanin yang berpotensi membunuh bakteri Staphylococcus aureus. Rata-rata daya hambat bakteri dengan ekstrak kulit jeruk nipis kosentrasi 75% sebesar 35,77mm, sedangkan rata-rata daya hambat bakteri dengan ekstrak bonggol pisang kosentrasi 75% sebesar 12,03mm. Kesimpulan: Berdasarkan kategori zona hambat bakteri, kemampuan dalam menekan bakteri Staphylococcus aureus pada ekstrak bonggol pisang tergolong kuat dan ekstrak kulit jeruk nipis tergolong sangat kuat sebab pada hasil uji didapatkan bahwa besar zona hambat pertumbuhan bakteri  pada ekstrak bonggol pisang sebesar 12,03mm dan kulit jeruk nipis sebesar 35,77mm
EVALUASI PENANGANAN LIMBAH INFEKSIUS DI RSUD IBNU SINA GRESIK Putri Nur Rohmah; Khambali; Nurmayanti, Demes
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 1 No. 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RSUD Ibnu Sina Gresik is a hospital with outpatient, inpatient and various health services which produces infectious waste of 245.5 kg/day. Infectious waste handling found discrepancies such as absence of a special route for transportation, and TPS building close to food vendors. The purpose of this study was to evaluate handling of infectious waste in RSUD Ibnu Sina Gresik. This type of research is descriptive with a cross sectional research approach. Primary data collection methods include observation, interviews, assessments that produce a good percentage, sufficient, less then SWOT analysis. The results of study produced a waste volume of 245.5 kg. Factors that affect human resources and infrastructure are accordance with provisions of regulations. Waste management is good category with a percentage of 80% applicable regulations. SWOT analysis found strategies to take advantage of strengths and opportunities such as improving quality of human resources, adding infrastructure according to standards, increasing supervision infectious waste management and knowledge of use Personal Protective Equipment for infectious waste handling officers. The conclusion of this study is that handling infectious waste is in accordance with provisions of regulations, but there are still some things that need to be improved such as monitoring officers on the use Personal Protective Equipment with socialization activities and giving rewards, increasing training activities for officers carried out by hospitals with socialization and workshops and means of transportation cleaning and provision of infrastructure for special routes for transportation and repair of TPS locations.
Perilaku Pekerja Laundry Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri Tahun 2022: (Studi kasus di RS X Sidoarjo) Desysaputri, Vera; Suryono, Hadi; Suprijandani; Nurmayanti, Demes; Marlik
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v3i1.34

Abstract

Personal protective equipment (APD) is a tool that has a function to protect humans in the threat of contaminants caused by a job that has a potential risk of danger. This study aims to determine the behavior of using APD in the Laundry at X Hospital, Sidoarjo. This research method was descriptive through a cross sectional approach. The research variables were worker behavior related to knowledge, attitudes, facilities and infrastructure and supervision of the use of APD. The population of this study were 8 respondents from all workers in the Laundry. Determination of the sample of this study was total sampling technique. The data collection tools used in this study were questionnaires and observations. Data analysis was done descriptively. The results of the study showed that 87.5% of laundry good knowledge, 100% good attitude, 84% good infrastructure facilities, and 82% good supervision. Overall, the behavior of laundry was said to be well behaved. The conclusion of this study was the behavior of using APD for laundry is said to be well behaved. It is recommended to apply strict sanctions/punishments to laundry who do not use APD and tightened supervision to increase worker awareness in complying with regulations on the use of APD.
Gambaran Kualitas Lingkungan Sekolah Dasar di Desa Dalegan, Gresik Irtifaun Nisa’; Rusmiati; Imam Thohari; Demes Nurmayanti; Rachmaniyah
Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hisan.v4i1.86

Abstract

Kesehatan lingkungan sekolah adalah aspek penting yang berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan dan prestasi akademik siswa. Lingkungan yang sehat, bersih, dan aman tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga melindungi siswa dari berbagai risiko kesehatan yang dapat mempengaruhi perkembangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kesehatan lingkungan Sekolah Dasar Negeri di Desa Dalegan Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Variabel penelitian berupa variabel lokasi bangunan, konstruksi bangunan, ruang bangunan, fasilitas sanitasi sekolah, dan halaman sekolah. Analisis data menggunakan tabel. Hasil dari penelitian menyatakan kesehatan lingkungan Sekolah Dasar Negeri di Desa Dalegan dengan variabel lokasi bangunan termasuk kategori baik yaitu 66,66%, konstruksi bangunan dan ruang bangunan termasuk kategori kurang yaitu 33,33%, fasilitas sanitasi termasuk kategori cukup yaitu 66,66%, dan halaman sekolah pada tiga SDN di Desa Dalegan termasuk kategori cukup denan persentase 100%. Kesimpulan dari hasil penelitian kesehatan lingkungan Sekolah Dasar Negeri di Desa Dalegan Tahun 2024 termasuk dalam kategori cukup. Saran dari penelitian ini yaitu bagi pihak sekolah dan petugas puskesmas melakukan monitoring bersama terkait kesehatan lingkungan sekolah.
Co-Authors A. T. Diana Nerawati AA Sudharmawan, AA Ach Romadhon Alda Chelsia R Amalina, Avita Ambarwati Ambarwati Anisa, Anisatul Jannah Apriliyah Joshua Ari Dian Octavia Aries Prasetyo Astuti Setiyani Awadhesh Chandramauli Bambang Hadi Sugito Barokatul Aulia Izza Bella Rossalama Irwanda Bella Rossalama Irwanda Budi Yulianto Darjati Darjati . Darjati Darjati Darjati, Darjati Dealivy Hangga Arvin Dedi Kurniawan Desysaputri, Vera Devita Rahmah Pratiwi Dewanti, Dyah Ayu Villa Dhira Mufaizah Doni Dwi Kristanto Dwi Ayu Lestari Putri Dwi Ayu Lestari Putri Dwijo Warsito Endarini, Lully Hani Evi Yunita N Fadlillah FR Faizatul Ummah Fajarwaty, Hylda Pravyta Ferry Kriswandana Ferry Kriswandana Hadi Suryono Hafidah Destiani Putri Halimah Halimah Halimah Hanifah Nailul Mukarromah Herlina Widyastuti Hermiyanti, Pratiwi Hilmi Yumni Iftitah, Berliana Imam Thohari Imam Thohari Indah Lestari, Indah Ira Puspita Sari Irtifaun Nisa’ Irwan Sulistio Isfentiani, Dina Iva Rustanti Eri Wardojo Juliana Christyaningsih Khambali, Khambali Kiaonarni OW Koerniasari . Lailatul Rochma B.J Laily Masruroh, Laily Leila Florento Lembunai Tat Alberta Lembunai Tat Alberta, Lembunai Tat Lutfianawati, Ridha Fajar Mahawiraja Setiawan Maria Nadila Putri Marlik Mujayanto Mutiarawati, Diah Titik N. S. Widodo Nadziroh, Umi Narwati Narwati Narwati Narwati Ngadino Ngadino, Ngadino Ngadino, Ngadino Nur Afni Febrianti Nur Hatijah Nur Rafiqa Puspita Sari Nurfarida Safitri Octavia, Ari Dian Okta, Dhea Stya Oktavia, Jeny Elsa Pengge, Nuning Marina Pratiwi Isnaeni Pratiwi, Windri Khusuma Puspitadewi, Teresia Retna Putri Arida Ipmawati, Putri Arida Putri Nur Rohmah Putri Nur Rohmah Putri Nursuma Dewi rachma - azzavira Rachmaniyah Rachmat Ardiyan Rahayuningsih, Christ Kartika Retno Sasongkowati Risma Putri Vandini Rohkmalia, Fitri Rokhmalia, Fitri Ruslan La Ane Rusmiati Sari Putri Utami Sari, Ernita SB Eko Warno Selfi’un Linda Apsari Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Mahawiraja Shafa Aulia Hasnaningrum Siagian, Hotmaida Silvia Retna Ning Tyias Siska Desti Rahayu Siti Alfiah Slamet Wardoyo sri wahyuning rukmana Sri Widodo Suci Chintia Ivana Sukiran Al Jauhari Suliati Sumasto, Hery Swindriaswara Syntiya Rachmadani Putri Tahniah Rofidatul Jannah Taufik Anwar Thohari, Imam Tiara Sandriana Tsaabitah Hapsari Umrotul Malikah Vebrin Arsintha Tungga Dewi Vegi Salsabila Vera Desysaputri Winarko Winarko Winarko winarko, winarko Winarko, Winarko Wisnu Istanto Yudied Agung Mirasa Yusianti Silviani