Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF Qualitative Health Research

Hubungan status demografi dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pasien rawat jalan Aziza, Nurul; Rumana, Nova Mega
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1167

Abstract

Background: Reproductive health problems in the Bandar Lampung area remain at around 118 cases, both new and existing. Approximately 52 patients visit the Bakung Community Health Center for treatment with reproductive problems. Considering the livelihoods of the residents within the Bakung Community Health Center's coverage area, the majority are fishermen and have little knowledge about maintaining reproductive health. Purpose: To determine the relationship between reproductive health knowledge and the demographic status of outpatients at the Bakung Community Health Center. Method: The research design used was a descriptive correlation with a cross-sectional approach. This study aimed to determine the relationship between the independent and dependent variables after identifying the characteristics of each variable (Notoatmodjo, 2002). Results: Statistical tests showed a p-value of 0.000 for the education level variable, a p-value of 0.009 for the respondent's age variable, and a p-value of 0.000 for the respondent's occupation and knowledge level. Conclusion: There is a significant relationship between education level, age, and occupation and respondents' knowledge level.   Keywords: Demographics; Patients; Reproduction.   Pendahuluan : Masalah kesehatan reproduksi di wilayah Bandar Lampung masih berkisar 118 kasus baik berupa kasus baru dan kasus lama. Wilayah Puskesmas Bakung pasien yang datang untuk berobat dengan masalah reproduksi berkisar 52 orang untuk berkonsultasi tentang masalah reproduksi.  Apabila dilihat dari mata pencaharian penduduk yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bakung, rata-rata para penduduk yang ada hanya sebagai nelayan yang mempunyai sedikit pengetahuan tentang menjaga kesehatan reproduksi. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan status demografi pasien rawat jalan di Puskesmas Bakung Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, yaitu untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) setelah diketahui karakteristik dari masing-masing variabel (Notoatmodjo, 2002). Hasil : Uji statistik menunjukkan p-value=0,000 pada variabel tingkat pendidikan,  p-value=0,009 pada variabel tingkat usia responden, dan p-value=0,000 pada variabel pekerjaan responden dengan tingkat pengetahuan responden. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan, usia, dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan responden.   Kata Kunci: Demografi; Pasien; Reproduksi.
Hubungan pekerjaan dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis Rukmana, Nova Mega; Aziza, Nurul; Liana, Safa
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1594

Abstract

Background: Factors that can determine a person's exposure to disease/health behavior. A theoretical framework known as the Health Belief Model (HBM) is a concept used to examine factors that influence individuals in taking health actions, including tuberculosis prevention measures by TB patients. Purpose: To explore the relationship between occupation and tuberculosis prevention behavior. Method: The research design used was a quantitative study with an analytical cross-sectional method. The subjects in this study were 78 pulmonary TB patients registered in medical records in the Kedaton Community Health Center (Puskesmas) working area during the period January–June 2025. The sample selection used a total sampling method because the available population size was less than 100 respondents. Analysis was conducted using a chi-square test. Results: Of the 6 respondents who work as civil servants/ASN, there are 4 respondents (66.7%) who have good TB transmission prevention behavior, while of the 22 respondents who do not have jobs, 15 respondents (68.2%) have poor TB transmission prevention behavior. Based on the results of statistical tests, a p-value of 0.000 or p-value <0.05 was obtained. Conclusion: There is a relationship between occupation and tuberculosis prevention behavior with a p-value <0.05. Suggestion: These findings can be used as consideration by the Kedaton Community Health Center for evaluation and to help assess the extent of occupational influence in this context.   Keywords: Occupation; TB Transmission Prevention Behavior   Pendahuluan: Faktor yang dapat menentukan seseorang terpapar penyakit/perilaku kesehatan seseorang. Sebuah kerangka teori yang dikenal sebagai Health Belief Model (HBM) merupakan konsep yang dipakai untuk menelaah faktor yang memengaruhi individu dalam melakukan tindakan kesehatan, termasuk langkah pencegahan penyakit tuberkulosis oleh pasien TB. Tujuan: Untuk mengeksplorasi hubungan pekerjaan terhadap perilaku pencegahan penularan tuberkulosis. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan metode cross-sectional yang bersifat analitis. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien TB Paru yang tercatat dalam rekam medis di wilayah kerja Puskesmas Kedaton pada periode Januari–Juni 2025 berjumlah 78 orang. Pemilihan sampel memakai metode total sampling karena jumlah populasi yang tersedia dibawah 100 responden. Analisis dilakukan melalui uji chi-square. Hasil: Sebanyak 6 responden yang mempunyai pekerjaan sebagai PNS/ASN, terdapat 4 responden (66.7%) yang mempunyai perilaku pencegahan penularan TB yang baik, sedangkan dari 22 responden yang tidak mempunyai pekerjaan, dan 15 responden (68.2%) yang mempunyai perilaku pencegahan penularan TB yang kurang. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,000 atau p-value<0.05. Simpulan: Ada keterkaitan pekerjaan dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis dengan nilai p-value<0.05. Saran: Temuan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh pihak Puskesmas Kedaton untuk evaluasi sekaligus membantu menilai sejauh mana pekerjaan berpengaruh dalam konteks tersebut.   Kata Kunci: Pekerjaan; Perilaku Pencegahan Penularan TB.