Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI DIARE MENGGUNAKAN BUKU SAKU UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK DI PANTI ASUHAN SOLO Aini Dzuriyati Salma; Rezania Asyfiradayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36704

Abstract

Abstrak: Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan yang umum di kalangan anak-anak di Indonesia, terutama di lingkungan dengan sanitasi yang buruk, seperti panti asuhan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang pencegahan dan pengobatan penyakit diare menggunakan program pendidikan berbasis buku saku. Program ini dilaksanakan di panti asuhan Solo. Penilaian perbedaan tingkat pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang diberikan kepada 19 anak peserta. Kuesioner yang digunakan terdiri atas 10 butir pernyataan dengan pilihan jawaban benar dan salah. Program pendidikan tersebut meliputi konseling interaktif, demonstrasi mencuci tangan, permainan berbasis belajar, dan pembagian buku saku. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan anak-anak meningkat dari rata-rata 7,79 menjadi 9,42 poin setelah program. Lebih lanjut, pemahaman yang lebih baik tentang gaya hidup higienis dan sehat diamati. Buku saku terbukti menjadi alat pembelajaran interaktif dan informatif yang efektif yang meningkatkan kesadaran anak-anak akan pentingnya kebersihan dan sanitasi dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah penyakit diare.Abstract: Diarrheal disease remains a common health problem among children in Indonesia, especially in environments with poor sanitation, such as orphanages. The aim of this activity was to improve children's knowledge about the prevention and treatment of diarrheal disease using a pocket-book-based educational program. The program was implemented in an orphanage in Solo. Assessment of differences in knowledge levels was conducted using pre-test and post-test questionnaires administered to 19 participating children. The questionnaire consisted of 10 statements with true and false answer options. The educational program included interactive counseling, handwashing demonstrations, learning-based games, and the distribution of pocket books. The results of this activity showed that children's knowledge increased from an average of 7.79 to 9.42 points after the program. Furthermore, a better understanding of hygienic and healthy lifestyles was observed. The pocket books proved to be an effective interactive and informative learning tool that increased children's awareness of the importance of cleanliness and sanitation in daily life to prevent diarrheal disease.
METODE BIOKONVESI SAMPAH ORGANIK UNTUK BUDIDADAYA BLACK SOLDIER FLY PADA KELOMPOK BIJAK KELOLAH SAMPAH Rezania Asyfiradayati; Mitoriana Porusia; Ambarwati Ambarwati; Muhammad Rivandi Athaya; Madina Siti Nur ’Aisyah; Afnan Zain Muzakki; Jenita Berlian N
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26387

Abstract

Abstrak: Budidaya maggot merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menangani pemasalahan sampah khususnya sampah organic. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui mengenai budidaya maggot, sehingga hal tersebut masih sering menjadi kendala. Biokonversi menggunakan maggot ini selain terbukti dapat mengurangi sampah organic juga dapat meningkatkan ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan kelompok pengepul sampah organik dengan peningkatan keterampilan budidaya maggot pada kelompok sasaran sehingga menghasilkan produk maggot yang siap jual. Pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pendampingan kepada kelompok pengepul sampah sebanyak 14 orang. Dari kegiatan pengabdian yang dilakukan diketahui terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari yang sebelumnya rata-rata nilai pengetahuan sebesar 3,64 menjadi 14,57 antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dengan pemaparan materi terkait budidaya maggot.Abstract: Maggot cultivation is one of the methods that can be used to deal with waste problems, especially organic waste. There are still many people who do not know about maggot cultivation, so this is still often an obstacle. Bioconversion using maggot is not only proven to reduce organic waste, but also can improve the economy for the community. This service activity aims to increase the income of organic waste collector groups by producing maggot products. This service was carried out by counseling and mentoring methods to a group of 14 waste collectors. From the service activities carried out, it is known that there has been an increase in the knowledge of participants from the previous average knowledge score of 3.64 to 14.57. The existence of this service activity is expected to be able to increase the knowledge and skills of participants in reducing waste through maggot cultivation which can improve the community's economy.
PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN PMT BAGI KADER POSYANDU DALAM MENDUKUNG PROGRAM STUNTING Kusuma Estu Werdani; Rezania Asyfiradayati; Dian Tias Aorta; Tsabitha Al’tsani Miftakhu Rochan; Bunga Cintantya Rudisty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22951

Abstract

Abstrak: Pemberian makanan tambahan (PMT) dalam kegiatan posyandu merupakan upaya yang harus dilakukan untuk mendukung pemenuhan gizi balita. Akan tetapi, kader posyandu menghadapi tantangan karena keterbatasan dana yang disediakan oleh pemerintah untuk pembuatan PMT tersebut. Kader posyandu harus mengatasi masalah tersebut agar tetap bisa memberikan PMT dengan kualitas gizi yang optimal dengan melakukan iuran mandiri. Padahal, sebagian besar kader posyandu bekerja sebagai ibu rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah pendampingan kader posyandu untuk mengembangkan usaha pembuatan PMT posyandu melalui kegiatan penyuluhan, pemberian modal usaha, dan pendampingan pengembangan usaha. Tahapan kegiatan yang dilakukan antara lain penyiapan media kesehatan, penyuluhan kesehatan, pembentukan struktur pengurus usaha PMT, pembuatan PMT, dan evaluasi perkembangan usaha PMT. Sasaran kegiatan adalah seluruh kader posyandu Desa Mentoro, Pacitan, sebanyak delapan orang dari 25 orang yang diundang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan tentang PMT bermanfaat untuk peningkatan pemahaman kader kesehatan tentang pembuatan PMT berbahan dasar lokal yang padat gizi. Evaluasi pengembangan usaha pembuatan PMT menunjukkan adanya hasil yang signifikan ditunjukkan dengan adanya peningkatan sebesar 11,44% selama empat bulan dari modal awal yang diberikan. Kualitas PMT lebih terjamin karena pembelian bahan makanan dan pengolahannya dilakukan secara mandiri dengan pemantauan yang baik. Rekomendasi untuk pengelolaan dana usaha dalam jangka panjang perlu untuk ditingkatkan perencanaannya agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.Abstract: Providing additional food (PMT) in integrated service post (namely "posyandu") activities is an effort that must be made to support the nutritional needs of toddlers. However, posyandu cadres need more funds from the government to create the PMT. Posyandu cadres must overcome this problem so that they can continue to provide PMT with optimal nutritional quality by making independent contributions. In fact, most of the posyandu cadres work as housewives. The aim of community service activities (PkM) is to assist posyandu cadres in developing the business of making PMT posyandu through counseling activities, providing business capital, and business development assistance. The stages of activities carried out include preparing health media, health education, establishing a PMT business management structure, creating a PMT, and evaluating the development of the PMT business. The target of the activity was all posyandu cadres in Mentoro Village, Pacitan, eight of the 25 people invited. The results of the activity show that education about PMT is helpful in increasing health cadres' understanding of making PMT from local, nutrient-dense ingredients. Evaluation of the development of the PMT manufacturing business showed significant results, demonstrated by an increase of 11.44% over four months from the initial capital provided. The quality of PMT is more guaranteed because the purchasing of food ingredients and their processing are carried out independently with good monitoring. Recommendations for long-term management of business funds need to be improved in order to provide sustainable benefits.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MAHASISWA INDONESIA DI THAILAND Anisa Catur Wijayanti; Kusuma Estu Werdani; Rezania Asyfiradayati; Fairus El Had; Madina Siti Nur 'Aisyah; Widya Galih Puspita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31294

Abstract

Abstrak: Hipertensi sebagai penyakit tidak menular yang prevalensinya meningkat menjadi masalah kesehatan serius, terutama pada mahasiswa Indonesia di luar negeri yang mengalami perubahan gaya hidup akibat culture shock. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pencegahan hipertensi pada mahasiswa Indonesia di Khon Kaen University, Thailand. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi yang diikuti oleh 25 mahasiswa anggota PERMITHA, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 8,28% menjadi 11,92%, atau peningkatan sebesar 3,64%. Intervensi edukasi ini efektif dalam membentuk kesadaran dan perilaku hidup sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi pada mahasiswa di lingkungan diaspora Indonesia.Abstract: Hypertension, as a non-communicable disease whose prevalence is increasing, has become a serious health problem, especially for Indonesian students abroad who experience lifestyle changes due to culture shock. This community service aims to improve knowledge and skills in preventing hypertension in Indonesian students at Khon Kaen University, Thailand. The methods used were lectures and discussions attended by 25 PERMITHA student members, with evaluation through pre-tests and post-tests. The results showed an increase in the average knowledge score from 8.28% to 11.92%, representing a 3.64% increase. This educational intervention is effective in forming awareness and healthy living behavior as an effort to prevent hypertension in students in the Indonesian diaspora environment.
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PENDIRIAN BANK SAMPAH Windi Wulandari; Dwi Astuti; Kusuma Estu Werdani; Rezania Asyfiradayati; Ima Aryani; Salsabila Purnamasari; Athania Diva Casimira; Jenita Berlian Nindyasari; Widya Kusuma Muslim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38288

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di Desa Batan, Boyolali. Keterbatasan fasilitas pemilahan dan sistem pengelolaan sampah di tingkat desa menyebabkan masyarakat masih mengelola sampah secara individu melalui pembakaran, penimbunan, atau pembuangan ke sungai yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan melalui pendirian bank sampah. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dengan media powerpoint, Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan praktis. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah ibu PKK sebanyak 21 peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan hasil antara skor pre-test dan post-test sejumlah 10 soal yang disertai dengan observasi selama sesi pelatihan, indikator keberhasilan dilihat dari adanya peningkatan pengetahuan dan pengurus bank sampah bisa menjalankan tahapan pengelolaan bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pengetahuan pengelolaan sampah dengan rata-rata skor meningkat sebesar 13.45%, bersamaan dengan peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola bank sampah sebesar 41%. Pendirian bank sampah dan pelatihan ekoenzim menjadi solusi nyata masyarakat bagi permasalahan sampah di Desa Batan.Abstract: Waste management remains a critical challenge in Indonesia, including in Batan Village, Boyolali. The lack of sorting facilities and village-level management systems has led residents to manage waste individually through burning, burying, or disposing of it into rivers, all of which adversely affect health and the environment. This community service initiative aims to enhance the knowledge and skills of partners in sustainable household waste management through the establishment of a waste bank. The methods employed included socialization using PowerPoint presentations, Focus Group Discussions (FGD), and practical training. The target participants were 21 members of the local Family Welfare Movement (PKK). Activity evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test scores via a 10-item questionnaire, supplemented by observations during the training sessions. Success indicators were defined by an increase in knowledge and the ability of the waste bank management team to execute operational stages. Results demonstrate that the program successfully improved waste management knowledge, with average scores increasing by 13.45%, alongside a 41% enhancement in the partners' capacity to manage the waste bank. The establishment of the waste bank and eco-enzyme training serve as tangible solutions for the community to address waste-related issues in Batan Village.
Hygiene dan Education untuk Upaya Pencegahan Penyakit Demam Typoid pada Masyarakat Desa Sawahan Kabupaten Klaten Mohammad Fahrur Rozi; Mayang Widya Saputri; Wardatun Febriyanti; Tanuchia Hakiki Amarritzha; Faninda Widyaningrum; Rizkia Lisma Melinda; Rizki Finisha Mulya Intani; Alfira Ghiffaril Ramadhani; Afifah Dyah Widya Hastuti; Tyas Sekar Putri Adining Pembarep; Yesi Windiyanti; Sri Raharjo; Nuti Hayuningsih; Rezania Asyfiradayati; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Tifoid adalah Penyakit akut yang terjadi pada saluran pencernaan manusia (terutama usus halus) yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri Salmonela typhi dapat menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Desa Sawahan marupakan salah satu desa yang berada pada Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten, dengan Luas wilayah Desa Sawahan berkisaran 147.60 Ha, yang terdiri dari 13 RT dan 6 RW. Berdasarkan hasil dari studi yang telah dilakukan di di Desa Sawahan, kasus penyebab tingginya Demam Tifoid di desa Sawahan dikarenakan hygine sanitasi yang kurang baik dan pengetahuan yang kurang pada masyarakat, sehingga dilakukan penyuluhan kesehatan mengenai hygine dan pengetahuan demam Tifoid. Tujuan dari penyuluhan kesehatan adalah tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara kesehatan, serta berperan aktif mewujudkan kesehatan yang optimal sesuai hidup sehat baik fisik, mental dan sosial. Hasil dari dilakukaknnya penyuluhan menunjukkan bahwa nilai mean skor pre test adalah 85,61 dan nilai post test sebesar 89,74. Karena scor rata-rata pre test < post test maka secara deskriptif ada perbedaan skor antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan Demam Typoid. Hasil uji Paired T-Test dengan nilai sig (2-tailed) adalah 0,007 atau < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara pre test dan post test yang artinya ada pengaruh pemberian penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan responden tentang demam typoid. Adapun saran untuk masyarakat Desa Sawahan adalah diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terkait dengan pencegahan penyakit demam typoid salah satunya PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) agar kasus dapat menurun dan masyarakat diharapkan lebih antusias dalam mencari informasi terkait dengan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan yang lebih baik.
Penyuluhan dan Sosialisasi Pencegahan Dini Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut pada Pendidikan Anak Usia Dini Aisyiyah Bulu Sragen Suci Faricha Pangesti; Monicca Eny Desty Elfira; Lilis Ayu Suwanda Putri; Alifia Ayu Romadhona; Indriana Avita Sari; Salsabilla &#039;Aini Yuhenda; Tria Aseptin Khoirun Nisa; Karisa Maulana; Sofiyah Nabila; Elfira Juli Rahmawati; Yoga Restu Laksono; Anggi Dwi Putri Purwanto; Endang Pertiwi; Sri Kusbandi; Noor Alis Setiyadi; Rezania Asyfiradayati
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya pencegahan secara dini dengan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak kelompok usia 4 – 6 tahun sebab pada usia tersebut anak dalam proses bertumbuh dan berkembang. Dengan adanya program penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran menjaga kesehatan gigi dan mulut. Program penyuluhan dilaksanakan di TK Aisyiyah Bulu Sragen dengan jumlah siswa 68. Kegiatan penyuluhan dan praktek mengenai kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan di TK Aisyiyah Bulu Desa Doyong Kesehatan Miri Kabupaten Sragen diikuti sebanyak 68 responden. Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi dengan media bantuan video, poster, dan gigi peraga. Kegiatan penyuluhan berjalan dengan baik karena peserta antusias mendengarkan, aktif dalam menjawab pertanyaan dan melakukan praktik dengan benar. Maka dapat disimpulkan bahwa program penyuluhan dengan ceramah dan demonstrasi sangat efektif untuk digunakan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan kesehatan gigi dan mulut pada anak.
Penyuluhan Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Pelatihan Jumantik Cilik di SD Negeri 02 Tegalsari Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo Salimah Utami Nabilah; Yuliantina Putri Ikawati; Lavenya Yulita; Luluk Izatul Qorida; Salma Halimatus Sa&#039;diyah; Dyah Ayu Khusnul Khotimah; Bella Novianingtyas Kusumawardani; Idham Syifa&#039; Fahreza; Ragil Try Purnomo; Sri Utami; Eny Fauziana; Rezania Asyfiradayati; Kurniawan Rahmadika
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes Aaegypti betina. Anak usia sekolah termasuk kelompok rentan terserang DBD. Tujuan kegiatan ini adalah untuk ikut serta mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) penular Demam Berdarah Dengue dan Chikungunya serta salah satu upaya pembinaan perilaku hidup dan sehat (PHBS) sejak usia dini. Kegiatan pelatihan Jumantik Cilik dilakukan di SD Negeri 02 Tegalsari, pada 39 siswa yang didampingi oleh Guru dan Kepala Sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan merupakan metode pendekatan berbasis komunitas. Langkah awal yang dilakukan pada kegiatan ini ialah pemberian pre-test kepada siswa, lalu pemberian penyuluhan seta pelatihan jumantik cilik yang menjelaskan penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD), 3M Plus dan tempat-tempat yang menjadi perkembangbiakan nyamuk, selanjutnya siswa dibagi setiap kelompok sesuai kelas masing-masing dan dibentuk 3 pos untuk membedakan setiap perkembangan jentik yang diletakkan di kamar mandi, kaleng bekas diluar ruangan dan genangan air, setelah diadakan penyuluhan dan mengamati jentik, dilanjutkan dengan post-test. Persentase peningkatan pengetahuan siswa setelah dilakukan penyuluhan sebesar 74,4% dari rata-rata nilai pengetahuan awal berarti kegiatan ini berhasil dilakukan, diharapkan dengan adanya program jumantik cilik di sekolah akan menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan bagi siswa-siswi dalam PSN di lingkungan sekolah dan lingkungan tempat tinggalnya
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Sebagai Upaya Penanggulangan Demam Berdarah Dengue di Dusun III Desa Tegalsari Devi Jantika Nur Khasanah; Lissa Nur Hidayah; Fayza Nawang Dharma Putra; Zharifatul Ulya Azzahra; K Kamila; Moh Dimas Alamsyah; Aprilia Rizqina Almawadah; Adisti Yunufa Rosiana; Donna Maulida Mawarni; Sri Utami; Eny Fauziana; Kurniawan Rahmadika; Rezania Asyfiradayati
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes betina. Demam berdarah ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan persendian, dan ruam. Angka Case Fatality Rate (CFR) DBD di Jawa Tengah pada tahun 2021 sebesar 2,7%, angka ini meningkat dibandingkan CFR tahun 2020 yaitu 1,9%. Di Kabupaten Sukoharjo sendiri pada tahun 2021 tercatat sebanyak 222 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 5 kematian. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dalam rangka upaya penanggulangan penyakit DBD di Dusun III Desa Tegalsari. Jenis kegiatan yang dilakukan adalah edukasi atau penyuluhan serta pembagian kuesioner pretest dan posttest mengenai penyakit DBD. Edukasi atau penyuluhan dilakukan dengan menggunakan media poster yang dibagikan kepada masyarakat. Hasil dari pretest dan posttest dengan partisipan sebanyak 32 orang, memperoleh hasil rata-rata pretest sebesar 5,8 dan rata-rata nilai posttest sebesar 7,9 dengan selisih nilai rata-rata sebesar 2,1 dan p-value 0,001. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah edukasi atau penyuluhan memberikan dampak yang baik kepada masyarakat terbukti dengan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang DBD. Oleh karena itu, diharapkan peserta dapat menerapkan pengetahuannya dalam melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dalam kehidupan sehari-hari.
Gemas Cemara sebagai Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Dusun III Tegalsari Husna Khonsya Rosyada; Najwa Azkiya; Lilis Apriliyani; Muhammad Arsa Bhuwana Adi; Dian Arinda Kusumahesti; Salsabilla Putri Pratika; Salsabilla Maanna Syinfa Inna Darwanto; Erca Amelia Maharani; Rendra Putra Nugraha; Tiara Syafa Khairunnisa; Eni Fauziana; Rezania Asyfiradayati
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Demam Berdarah Dengue (DBD). Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten sukoharjo merupakan salah satu desa yang ditemukan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk mencegah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat menggunakan beberapa produk untuk menghindari gigitan nyamuk diantaranya adalah produk dengan cara dibakar, disemprot, dioleskan bahkan eletrik yang membutuhkan aliran listrik. Terdapat beberapa tanaman untuk mengusir nyamuk salah satunya yaitu tanaman serai. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) serta keterampilan pada masyarakat dalam mengolah serai menjadi spray anti nyamuk untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu penyuluhan mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) dan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk dari tanaman serai. Dilakukan pre-test serta post-test untuk mengetahui seberapa peningkatan pemahanan peserta. Penyuluhan serta pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan kader, karang taruna serta masyarakat umum sebanyak 30 orang. Hasil yang diperoleh dari penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 12,6% mengenai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan pembuatan spray anti nyamuk dari tanaman serai.
Co-Authors Acintya Wedaning Agni Janametri Adelia Lisa Andriyani Adi, Wangsit Restu Adisti Yunufa Rosiana Afifah Dyah Widya Hastuti Afnan Zain Muzakki Afnan Zain Muzakki Afrina Azra, Nur Agus Widodo Ahmad Farhan Baihaqqi Aini Dzuriyati Salma Aji, Erlien Aunina Linggar Alamsyah, Moh. Dimas Alfira Ghiffaril Ramadhani alifa, El frida akmalia Alifia Ayu Romadhona Alifia Divana Ayu Swastikaningrum Ambarwati Anas, Muhammad Naufal Andika Fajar Dwi Saputra Anggi Dwi Putri Purwanto Anisa Catur Wijayanti Anisah, Mutiara Aprilia Rizqina Almawadah Aprilia, Rarasanti Kurnia Artika Ningtyas Aryani Pujiyanti astuti, avisa silviana adi Athania Diva Casimira Aulia, Afifah Zakiyatul Ayu Rohani Bella Novianingtyas Kusumawardani Bethari Mukti Kusumaningtyas Beti Kristinawati Bunga Cintantya Rudisty Bunga Tiara Adsa Cahyanti, Erin Tri Citra Maulia Dewi Devi Jantika Nur Khasanah Dewi Kurniawati Dewi Kurniawati Dian Arinda Kusumahesti Dian Tias Aorta dika angga setyawan Dimas Septian Ibrahim Dinar Syarifah Septiningrum Dinda Agustin Sandra Dini Ayu Pinasti Dipta Hiqmal Wirananta Dirnanda Sukmawati Donna Maulida Mawarni Dwi ASTUTI Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Linna Suswardany Dyah Ayu Khusnul Khotimah Eka Nurul Fathonah El frida akmalia alifa Elfira Juli Rahmawati Elvina Savarinda Endang Pertiwi Eni Budiyati Eni Fauziana Eny Fauziana Eny Fauziana Erca Amelia Maharani Erin Tri Cahyanti Erlien Aunina Linggar Aji Evi Sriwahyuni Fairus El Had Fairus El Had Faninda Widyaningrum Faradea Nasywa W Fasya Hadiana Fatimah Ibtisam Fayza Nawang Darma Putra Fayza Nawang Dharma Putra Findia Wulan Djari Firmanda Rama Wisnu Firmansyah Firmansyah Firnadia Septika Rahajeng Fitriatul Sulistiarini Frahestina Frahestina G. Gunawan Hatmanti, Wirya Herawati, Widya Herawati Husna Khonsya Rosyada Ibrahim, Dimas Septian Idham Syifa&#039; Fahreza Ima Aryani Indar Hidayat Indriana Avita Sari Inessima Addhabie Inez Ramadhana Saputri Itsnaani Rahmadita Nur Latiifah Jannah, Fadilah Rolavi Jenita Berlian N Jenita Berlian Nindyasari Jenita Berlian Nindyasari K Kamila Karisa Maulana Kinasih, Putri Kumala, Junisa Kurniawan Rahmadika Kusuma Estu Werdani Lavenya Yulita Lilis Apriliyani Lilis Ayu Suwanda Putri Lissa Nur Hidayah Lizansari, Madani Luluk Izatul Qorida Madani Lizansari Madina Siti Nur &#039;Aisyah Madina Siti Nur ’Aisyah Mahdi Ramadhani Idris Marasabessy Marcella Sulistyowati Mayang Widya Saputri Milenia, Alifia Putri Millah Kamilah Mitoriana Porusia Moh Dimas Alamsyah Mohammad Fahrur Rozi Mohd Yatim, Siti Rohana Monicca Eny Desty Elfira Muhammad Arsa Bhuwana Muhammad Arsa Bhuwana Adi Muhammad Luthfi Abdul Ghaffar Muhammad Naufal Anas Muhammad Naufal Mizan Auladi Muhammad Rivandi Athaya Muhammad Rivandi Athaya Mukti Kusumaningtyas, Bethari Nabila, Nurjihan Lutfia Nabila, Shofiyah Nadhira Ahadea Noorsy Nadiyah Kumalasari Najwa Azkiya Nindyasari, Jenita Berlian Ningtyas, Artika Ninis Wahyu Arifah Nisa, Salma Fadila Noor Alis Setiyadi Nove Wiand Dwi Wijayanti Nugrahani, Nur 'Aini Azhari Nur Aini Azhari Nugrahani Nurjihan Lutfia Nabila Nurlita Buana Jati Nurul Sukmawati Nuti Hayuningsih Nyofan Wahyu Mardana Pahlavi, Arjuna Fatkhur Roziq Paramitha, Erina Adriana Persada, Tashila Zahra Pratiwi, Septiani Cipta Prihatini, Mulatsih Purwati, Yuyun Purwati, Yuyun Putri Kinasih Kinasih Qisty Dzakiyyatu Husna Rafi Abrar Pratama Ragil Try Purnomo Ramadhan, Ana Noviana Regita Aulia Sari Renaya Amelta Sahda Rendra Putra Nugraha Rizal, Afrian Muhammad Rizki Finisha Mulya Intani Rizkia Lisma Melinda Sahda, Renaya Amelta Salimah Utami Nabilah Salma Halimatus Sa&#039;diyah Salma, Aini Dzuriyati Salsabila Purnamasari Salsabilla &#039;Aini Yuhenda Salsabilla Maanna Salsabilla Maanna Syinfa Inna Darwanto Salsabilla Putri Pratika Sandra, Dinda Agustin Sela Nurul Hikmah Septi Khairunisa Septiani Citra Pratiwi Sharla Apsarini Luthfiah Shella Novitasari Siti Halimah Siti Rohana Mohd Yatim Sofiyah Nabila Sri Darnoto Sri Kusbandi Sri Raharjo Sri Utami Sri Utami Suci Faricha Pangesti Sukmawati, Dirnanda Syakur, M. Abdus Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tanuchia Hakiki Amarritzha Tarwaka Tarwaka Tashila Zahra Persada Thoha Syaifudin Zuhri Tiara Syafa Khairunnisa Tisya Aulia Tria Aseptin Khoirun Nisa Tsabitha Al’tsani Miftakhu Rochan Tyas Sekar Putri Adining Pembarep Wardatun Febriyanti Waryati, Emy Tri Wati, Wiwik Novia Widya Galih Puspita Widya Kusuma Muslim Widyasari, Rita Aprilia Winarsih Winarsih Winarsih Winarsih Windi Wulandari Yeni Indriyani Yesi Windiyanti Yoga Restu Laksono Yuliantina Putri Ikawati Yuyun Purwati Zahra Dhiya’an Almas Putri K Zharifatul Ulya Azzahra Zuhra, Athaya Nadya Zuhri, Thoha Syaifudin