Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Formulasi and Evaluasi Stabilitas Fisik Suspensi Ubi Cilembu (Ipomea batatas L.) dengan Suspending Agent CMC Na dan PGS Sebagai Antihiperkolesterol Fitriani, Yeyen Nor; INHS, Cikra; Yuliati, Ninis; Aryantini, Dyah
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v2i1.699

Abstract

Drug which has small solubility in water is one of the problems that cause instability of pharmaceutical preparations. One drug practically insoluble in water is cilembu (Ipomoea batatas L.). So cilembu (Ipomoea batatas L.) made in form of suspension in order to produce stable preparations in liquid form. Making of the suspension cannot be separated from the suspending agent. CMC Na (Carboxymethylcellulose Sodium) and PGS (pulvis gummosus) is suspending agent which have been studied to produce a stable suspension. Accordingly, this study was conducted to know the suspension evaluation stability cilembu (Ipomoea batatas L.) with a suspending agent CMC Na and PGS as antihypercholesterol. Method of manufacture is dispersion method. Evaluation of physical stability test was conducted on the organoleptic, homogeneity, pH, density, viscosity, sedimentation volume, and redispersion. Data were analyzed with repeated measures and shelflife. Evaluation of physical stability the suspension cilembu with a suspending agent CMC Na and PGS on observations organoleptic, homogeneity, density and redispersion showed no difference, while the pH, viscosity and sedimentation volume were not significant differences (p< 0.05) during 30 days of storage.
Profil Kromatogram Senyawa Penangkap Radikal DPPH dari Ekstrak Kaempferia rotunda Berdasarkan Perbedaan Metode Ekstraksi Aryantini, Dyah; Lailiyah, Munifatul; Hardini, Pri
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.348

Abstract

Tanaman Kaempferia rotunda merupakan tanaman obat yang secara empiris bermanfaat untuk mengobati batuk, diare, menyembuhkan luka, menurunkan demam bahkan untuk mengobati kanker. K. rotunda mengandung senyawa seperti flavonoid, fenol, Crotepoxide, Pinostrobin, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kromatogram dari analisis Kromatografi Lapis Tipis (KLT) senyawa yang terdapat dalam ekstrak K. rotunda menggunakan dua metode ekstraksi yang berbeda yakni maserasi dan reflux terhadap radikal DPPH secara kualitatif. Hasil rendemen ekstrak maserasi dan refluk sebesar 8,58% dan 3,98% b/b, perbedaan ini terjadi karena durasi ekstraksi serta sifat yang terlarut mungkin bersifat termolabil. Hasil skrining menunjukkan adanya senyawa flavonoid, saponin dan alkaloid pada hasil ekstrak maserasi dan refluk. Hasil identifikasi KLT diperoleh hasil positif flavonoid, fenol, saponin, alkaloid serta terdapat aktivitas penangkap radikal DPPH pada hasil ekstrak maserasi dan refluk yang ditunjukkan dengan adanya spot berwarna kuning pada rentang Rf 0,2-0,8 yang menandakan peredaman terhadap radikal DPPH.
Edukasi Pemanfaatan Herbal (Daun Sirih, Cengkeh dan Kayu Manis) Sebagai Obat Kumur Untuk Mencegah Caries Gigi Di Kawasan Gelandangan Chow Kit Malaysia Aryantini, Dyah; Shofi, Muh.; Agustina, Lia; Yuliati, Ninis; Fauzi Sabban, Indra
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v4i1.67

Abstract

The Chow Kit settlement in Kuala Lumpur, Malaysia, is characterized by a population of homeless and low-to-no-income residents. As such, this area frequently becomes a focus for social institutions implementing Community Service Responsibility (CSR) programs, particularly in the health domain. This CSR initiative represents a collaborative effort between USIM Malaysia (Faculty of Dentistry) and the Faculty of Pharmacy (IIK Bhakti Wiyata Kediri, Indonesia), focusing on educational interventions to prevent and reduce dental caries through the use of herbal mouthwash formulations. Dental caries has emerged as a prevalent oral health concern with a significant impact on overall health. The condition originates from the formation of Streptococcus mutans bacterial biofilms, which are typically exacerbated by excessive consumption of sugary foods and tobacco use. The community service methodology employed participatory counseling and educational approaches, utilizing purposive sampling techniques. Evaluation of the program demonstrated enhanced comprehension among the 22 participants, with mean pre-test scores of 57.39 improving to 79.09 post-intervention, reflecting a 21.7% increase. While some participants maintained baseline scores, 86.5% of attendees (19 individuals) achieved improvements exceeding 20 points. Sustainable monitoring and evaluation mechanisms remain essential, given that the participant cohort primarily consists of homeless individuals whose transient living circumstances often preclude consistent maintenance of personal oral hygiene practices.
Penetapan Kadar dan Uji Stabilitas Senyawa Stigmasterol pada Obat Herbal Peluruh Batu Ginjal yang Mengandung Ekstrak Keji Beling (Strobilanthes crispus) menggunakan Metode KCKT Purwani, Asih Imulda Hari; Aryantini, Dyah; Kurniawati, Evi; Wahyuni, Dwi; Pramasari, Nadia
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 8 No. 1 (2026): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v8i1.7774

Abstract

Nefrolitiasis atau batu ginjal merupakan salah satu gangguan saluran kemih yang prevalensinya terus meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penggunaan tanaman obat sebagai terapi alternatif telah banyak dilakukan, salah satunya Strobilanthes crispus (keji beling) yang secara empiris memiliki efek peluruh batu ginjal. Efektivitas tanaman ini berkaitan dengan keberadaan senyawa aktif salah satunya adalah stigmasterol. Penetapan senyawa marker menjadi aspek penting dalam proses standardisasi untuk menjamin kualitas dan konsistensi produk herbal. Metode analisis berbasis kromatografi, seperti Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT), banyak digunakan dalam identifikasi, uji stabilitas dan penetapan kadar senyawa marker. Hasil penelitian menunjukkan stabilitas senyawa aktif stigmasterol pada produk kapsul herbal dalam rentang waktu 0–24 jam, terdapat penurunan area pada larutan standar kurang dari 2% dan pergeseran waktu retensi (tR) juga kurang dari 2%. Hasil pengujian diperoleh persen kadar stigmasterol sebesar 16,07% dengan nilai Vxo 3,48%. Nephrolithiasis, or kidney stone disease, is one of the most common urinary tract disorders, with a prevalence that continues to increase worldwide, including in Indonesia. The use of medicinal plants as alternative therapies has been widely explored, one of which is Strobilanthes crispus, which is empirically known for its diuretic and lithotriptic effects. The effectiveness of this plant is associated with the presence of bioactive compounds, particularly stigmasterol. The determination of marker compounds is a crucial aspect of the standardization process to ensure the quality and consistency of herbal products. Chromatography-based analytical methods, such as High-Performance Liquid Chromatography (HPLC), are commonly employed for compound identification, stability testing, and quantification of marker compounds. The results of this study demonstrated that stigmasterol exhibited good stability in herbal capsule formulations within a time range of 0–24 hours, with a decrease in standard solution area of less than 2% and a retention time (tR) shift was below 2%. The stigmasterol content was determined to be 16.07%, with a Vxo value of 3.48%.
Kandungan Fenolik Dan Flavonoid Total Pada Ekstrak Daun Srikaya (Annona squamosa L.) Terfermentasi dyah aryantini; Fita Sari; Citra Rahma Wijayanti
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v7i2.5635

Abstract

Daun srikaya mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai antioksidan, antidiabetik, hepatoprotektif, antitumor. Fermentasi menyebabkan perubahan senyawa kimia sehingga mempengaruhi bioaktivitas tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan total fenolik dan flavonoid pada ekstrak daun srikaya dan ekstrak daun srikaya terfermentasi probiotik dengan lama fermentasi 24, 48 dan 72 jam. Ekstraksi daun srikaya dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Penetapan kandungan total fenolik dan flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Kandungan total fenolik ditetapkan dengan asam galat konsentrasi baku seri 40, 55, 70, 85, 100 ppm, penentuan kandungan total flavonoid dengan kuersetin konsentrasi 40, 65, 90, 115, 140 ppm. Hasil penetapan kandungan total fenolik ekstrak adalah 4,028±0,064 mgGAE/g, sedangkan kandungannya pada ekstrak terfermentasi berturut-turut pada 24, 48, 72 jam yaitu 8,817±0,079; 7,391±0,018 dan 5,997±0,078 mgGAE/g. Kandungan total flavonoid ekstrak 3,861±0,041 mgQE/g, pada ekstrak terfermentasi jam ke-24, 48, 72 berturut-turut yaitu 17,022±0,392; 11,691±0,268 dan 9,227±0,243 mgQE/g. Kesimpulan yang diperoleh adalah proses dan lama fermentasi mempengaruhi kandungan total fenolik dan flavonoid pada ekstrak daun srikaya dan ekstrak daun srikaya terfermentasi.
FORMULA MASKER GEL PEEL OFF DENGAN EKSTRAK ETANOL UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Munifatul Lailiyah; Sony Andika Saputra; Ida Kristianingsih; Asih Imulda Hari Purwani; Erfan Tri Prasongko; Dyah Aryantini; Fatma Khoirunisak

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.430

Abstract

Umbi Bit merah (Beta vulgaris L.) memiliki pigmen betasianin yang merupakan derivat dari betalain. Betasianin merupakan pigmen yang berwarna merah sampai ungu yang dikenal memiliki sifat antioksidan. Senyawa ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kosmetik, misalnya produk masker gel peel-off. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi potensi ekstrak etanol umbi bit merah dalam diformulasikan menjadi masker gel peel-off dan juga kegiatan antioksidannya. Proses ekstraksi umbi bit merah menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%. Masker gel peel-off dibuat dalam tiga konsentrasi ekstrak yang berbeda, yaitu 10% (F1), 15% (F2), dan 20% (F3). Evaluasi mutu fisik yaitu: uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, waktu mengering, serta uji iritasi. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan semua formulasi memenuhi mutu fisik, dengan formulasi terbaik adalah F3 yang berwarna merah kecoklatan, berbentuk semisolid, beraroma khas mawar, dan homogen. Nilai pH sebesar 5,13 ± 0,05, daya sebar 5,53 ± 0,05 cm, daya lekat 15,95 ± 0,57 detik, dan waktu mengering 22,33 ± 0,57 menit. Uji iritasi menunjukkan bahwa sediaan tersebut aman dan tidak menimbulkan iritasi. Pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH dengan nilai IC50 sebesar 15,19 ± 0,01 ppm untuk ekstrak, untuk vitamin C sebagai kontrol memiliki nilai IC50 2,58 ± 0,01 ppm. Hasil penelitian menunjukkan pada ekstrak memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Kesimpulannya, ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L.) dapat dibuat menjadi masker gel peel-off dengan memiliki mutu fisik yang baik dan mempunyai aktivitas antioksidan dengan kategori sangat kuat.