Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI 1 PENGASIH Tri Dewi Pancasari; Wulan Tri Puji Utami; Norin Erissandy; Yuniati
Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/y3e82n11

Abstract

Tantangan pendidikan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana cara memanfaatkan sumber belajar yang tersedia, seperti modul ajar dimanfaatkan sebaik mungkin dalam kegiatan pembelajaran sehingga tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengetahui sejauh mana penggunaan modul ajar kurikulum merdeka dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui penggunaan modul ajar kurikulum merdeka pada pembelajaran matematika kelas IV di SD Negeri 1 Pengasih. Subjek penelitian terdiri dari guru dan 14 peserta didik. Peneliti menggunakan empat tahapan dalam mengumpulkan data, yaitu observasi, pengumpulan data, wawancara, dan analisis data. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar masih belum optimal. Terdapat banyak kekurangan dalam administrasi proses pembelajaran seperti penyusunan rencana pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran saintifik, dan evaluasi pembelajaran. Guru mengalami kesulitan dalam implementasi Kurikulum Merdeka terutama dalam penyusunan modul ajar. Selain itu, penerapan Kurikulum Merdeka terlalu rumit dan pendidikan di sekolah, termasuk guru, peserta didik, dan orang tua, masih menghadapi kendala dalam penerapannya. Meskipun demikian, penggunaan modul ajar pada mata pelajaran matematika SD dinilai sangat efektif karena terlihat peningkatan pemahaman pada setiap materi yang diajarkan. Modul ajar juga dinilai lebih menarik daripada rancangan pembelajaran pada kurikulum 2013 karena memberi kebebasan pada guru untuk memodifikasi secara kreatif dan inovatif sesuai dengan kemampuan, keadaan, dan gaya belajar setiap peserta didik. Hal ini membuat peserta didik lebih tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran.
Peningkatan Pemahaman Edukasi Seksual Guru SD Melalui Pop-Up Book Digital Utami, Wulan Tri Puji; Eliasa, Eva Imania; Priyanto, Priyanto; Candrarini, Mujiati; Farkhan, Muhammad; Iftinan, Javasun Hidam
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 4 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i4.21073

Abstract

Situasi pelecehan seksual di Kulon Progo semakin buruk dengan adanya pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) yang memicu perubahan sosial dan ekonomi. KKG Gugus 1 Kapanewon Temon menghadapi beberapa permasalahan: (1) minimnya pengetahuan guru dan siswa tentang bentuk dan jenis pelecehan seksual, (2) belum tersedianya sumber belajar bermuatan edukasi pencegahan pelecehan seksual di perpustakaan sekolah, (3) rendahnya kompetensi literasi digital guru, dan (4) belum adanya program KKG yang bertujuan untuk income generating. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdi menawarkan solusi berupa sosialisasi dan pendampingan mengenai edukasi pencegahan pelecehan seksual melalui pop-up book digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan guru tentang edukasi seksual untuk siswa di SD yang awalnya 56% meningkat menjadi 90%.
Peningkatan Hasil Belajar Pada Kemampuan Menulis Permulaan Melalui Media Puzzle Peserta Didik Kelas II SD Negeri Trukan Utaminingtyas, Siwi; Utami, Wulan Tri Puji; Mahardika, Agitta
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Vol 15 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/edukasi.v15i1.9079

Abstract

The purpose of this study was to determine the increase in learning outcomes in students' initial writing skills in Indonesian language learning class II elementary school with puzzle media. The research method uses Classroom Action Research with the implementation of 2 cycles. The research was conducted in SD Negeri Trukan Class II with a total of 18 students consisting of 5 boys and 13 girls. This study uses test and non-test collection techniques. The research instruments used were multiple choice questions and observation sheets. The data analysis technique used was in the form of quantitative techniques obtained from student test results and qualitative techniques obtained from observation sheets of teacher and student activities. The results showed that there was an increase in the learning outcomes of students' writing abilities in the first cycle with a completeness of 52.9% and in the second cycle it reached 82.3% completeness. It can be concluded that the use of puzzle media in learning Indonesian can improve initial writing skills in grade II elementary school.
Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Guwosari Pajangan Bantul Yogyakarta dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting melalui Edukasi Gizi dan Pola Asuh Maharani, Oktaviana; Ratnaningrum, Ayu Yunita; Arifiyanti, Nurul; Utami, Wulan Tri Puji; Sholikhah, Jasmin Adinda; Setyaningsih, Adinda; Kasanah, Rosida Nur; Rahmasari, Riska Miftakhul; Saputra, Muhammad Gufron Eka; Rahmadanti, Rheta Nurhaida
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 4 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i4.25418

Abstract

Stunting masih menjadi masalah nasional dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022, yang erat kaitannya dengan periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi ini berdampak serius terhadap tumbuh kembang anak dan masa depan kualitas sumber daya manusia. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat melalui kelompok PKK, yang memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PKK Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul dalam pencegahan dan penanganan stunting melalui edukasi gizi dan pelatihan pola asuh. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi kelompok, simulasi, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p 0,001), sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil uji menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta setelah kegiatan (W = 0,00; p 0,001). Selain peningkatan pengetahuan, peserta juga menunjukkan perubahan sikap dalam praktik pemberian makanan bergizi, pola asuh, dan kesadaran pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak. Kesimpulannya, pemberdayaan PKK melalui edukasi gizi dan pola asuh terbukti efektif sebagai strategi pencegahan stunting di tingkat keluarga dan layak direplikasi di wilayah lain dengan dukungan lintas sektor.
Pemanfaatan Teknologi Web dalam Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Anak di Panti Asuhan Utami, Wulan Tri Puji; Setiani, Ismarini Bekti; Musthofa, Zaenal; Prehadini, Tampi; Trisnani, Novy; Ar-Raafi’, Fahrozi; Buaga, Garib Firman; Farkhan, Muhammad; Muthi’ah, Hana
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 4 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i4.25448

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi permasalahan serius di lingkungan lembaga pengasuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Panti Asuhan Ash-Shidiqqiyah, Kokap, Kulon Progo, dalam pencegahan kekerasan seksual anak melalui pemanfaatan teknologi web. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 31 anak asuh dan 6 pengasuh sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, implementasi, dan refleksi partisipatif. Hasil pretest-posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 50% (dari 42% menjadi 92%), dengan peningkatan tertinggi pada kemampuan mengenali bentuk kekerasan seksual sebesar 57 poin persentase. Keterampilan digital pengasuh meningkat dari 25% menjadi 93%, dan tingkat kepuasan terhadap sistem aduan berbasis web mencapai 92%. Program ini juga menghasilkan e-book dan video edukatif tentang perlindungan anak serta pembentukan Satgas Anti Kekerasan Seksual sebagai tindak lanjut keberlanjutan program. Hasil kegiatan membuktikan bahwa pendekatan partisipatif berbasis teknologi web efektif dalam meningkatkan literasi perlindungan anak dan kesadaran digital di lingkungan panti asuhan.
Evaluation of the School Literacy Movement Program with the CIPP Model on Reading Literacy in Primary Schools in Gunung Kidul, Yogyakarta Utami, Wulan Tri Puji; Nurhayati, Riana; Anwar, Muhammad Saiful; Hajaroh, Mami; Rohman, Arif; Sudarno, Sudarno; Fajri, Hanif Musthofa Al; Lina Rahmawati; Nurkhayati, Lily Siti; Azhar, Muhammad Akmal
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 11 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v11i2.41755

Abstract

This study uses a quantitative approach with a descriptive evaluative type to assess the effectiveness of the School Literacy Movement Program (GLS) in elementary schools in Gunung Kidul Regency, Yogyakarta. In this Context, reading literacy challenges are still evident in the uneven interest in reading, limited and diverse reading materials, variations in the readiness of school facilities/infrastructure, and parental involvement and consistency in implementing literacy activities. The study evaluated GLS using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model based on the perceptions of program implementers (principals and teachers). Data were collected through questionnaires from 9 principals and 54 teachers in 9 elementary schools and analyzed using IBM SPSS Statistics 29 (mean and standard deviation). The results show Context = 3.55 (very good), Input = 3.35 (very good), Process = 3.10 (good), and Product = 3.50 (perfect). These findings confirm that GLS has a strong policy foundation and adequate resource support, followed by generally exemplary implementation, and contribute to improving students' reading literacy. The implementation of GLS at Gunung Kidul Elementary School is effective. However, it needs to be strengthened in terms of process, especially consistency of implementation, active student participation, diversification of reading materials, support from parents/community, and ensuring the sustainability of resources so that the program's impact is more equitable and sustainable.
Peran Guru dalam Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Kelas Reguler dan Kelas Inklusi Trisanani, Novy; Sugiyanta, Geyol; Utami, Asih; Utami, Wulan Tri Puji
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107404

Abstract

Deep learning emphasizes conceptual understanding, critical thinking, and the interconnection between topics to create meaningful learning experiences. The aim of this study is to identify the role of teachers in implementing deep learning in both regular and inclusive classrooms. This study employs a literature review method by analyzing 32 sources, consisting of relevant journal articles and academic books. The data were analyzed descriptively and qualitatively using a thematic approach based on the main themes: teacher roles and instructional strategies. The findings indicate that teachers play a central role in applying deep learning. In regular classrooms, teachers act as designers of differentiated instruction and facilitators of dialogue that support individual student needs. Meanwhile, in inclusive classrooms, teachers are also required to implement Universal Design for Learning (UDL), collaborate with teaching assistants, and create an inclusive learning environment. Pedagogical competence, empathy, and the ability to collaborate are key factors in the successful implementation of deep learning.Pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan pemahaman konsep, berpikir kritis, dan keterkaitan antarmateri untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan pemahaman konsep, berpikir kritis, dan keterkaitan antarmateri untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna. Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi peran guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam di kelas reguler dan inklusi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 32 sumber, terdiri dari artikel jurnal dan buku relevan. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui pendekatan tematik berdasarkan tema utama, yaitu peran guru dan strategi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral dalam menerapkan pembelajaran mendalam. Di kelas reguler, guru bertindak sebagai perancang pembelajaran diferensiatif dan fasilitator dialog yang mendukung kebutuhan individu. Sementara itu, di kelas inklusi, guru juga perlu menerapkan Universal Design for Learning (UDL), berkolaborasi dengan pendamping, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Kompetensi pedagogis, empati, dan kemampuan berkolaborasi menjadi kunci utama.
Eksplorasi Ketertarikan Anak-Anak pada Literasi Sastra di Era Digital Utami, Wulan Tri Puji; Januar, Exaris; Candrarini, Mujiati; Anay, Zhuldiz; Ahmed, Noha Gharib
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi minat anak-anak terhadap literasi sastra di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah survei pada anak-anak berusia 6 hingga 14 tahun, mencakup kebiasaan membaca, preferensi media, jenis sastra favorit, dan pandangan terhadap literasi digital. Teknik  pengambilan sample  menggunakan purposive sampling .  Sebagian besar anak-anak membaca buku sastra beberapa kali seminggu selama 15 hingga 30 menit per sesi. Buku cetak masih menjadi pilihan utama (35%), diikuti oleh aplikasi membaca (30%), menunjukkan buku cetak tetap menarik meski era digital berkembang. Jenis sastra favorit adalah dongeng (30%) dan cerita petualangan (25%). Aspek yang paling menarik adalah cerita (40%) dan gambar (30%). Kesimpulan penelitian  menunjukkan minat anak-anak terhadap literasi sastra masih tinggi, dengan media yang digunakan beragam antara buku cetak dan digital.