Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Advancing Professional Competence of Teachers via Classroom Action Research Hajaroh, Mami; Andriani, Lusila; Tri Puji Utami, Wulan; Sholikhah, Ebni; Nur Utami, Ayusti
International Journal Of Community Service Vol. 5 No. 2 (2025): May 2025 (Indonesia - Malaysia - Timor-Leste)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v5i2.855

Abstract

Teachers possess a central role in shaping the quality of education by improving professional competence through Classroom Action Research (CAR) training. CAR enables teachers to conduct practical research in the classroom, identifying problems and finding concrete solutions. Training not only improves the teaching skills but also enhances the quality of classroom learning. Therefore, this research aimed to build the capacity for professional competence among teachers at Indonesian School of Kota Kinabalu (SIKK). It also improved the insight and action research skills in the school and Community Learning Center (CLC) in Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Training strategy was carried out through blended learning both online and offline. The online training used Zoom platform and Google Classroom Learning Management System, while the offline model was performed in Kota Kinabalu. The methods included dialogue, games, direct practice, and assignments. The results showed that teachers' satisfaction with training services was due to the usefulness of the materials, relevance to the needs, and effective communication during training. The understanding and skills in CAR were also found to be increasing. Additionally, teachers needed to make behavioral changes in classroom learning by conducting CAR. This research finally showed that CAR and the publication of the results would improve the achievement and quality of education. The professional competence and CAR were interrelated concepts where CAR functioned as a method to help teachers identify and overcome learning problems in the classroom systematically and scientifically. Furthermore, the professionalism referred to the abilities, skills, and ethics passed by educators to carry out educational roles effectively, and with dignity when CAR was performed.
Strategi Menguatkan Literasi Dan Numerasi Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Jurang Jero Sundari, Selvi Afnika; Febriany, Windy Tyasta; Darmawan, Rasyid; Utami, Wulan Tri Puji
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 17 No 2 (2023): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpu.v17i2.2663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis strategi penguatan literasi dan numerasi yang dapat dilakukan untuk mendukung pemerintah dalam kebijakan kurikulum merdeka belajar di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah metode studi pustaka, yaitu memperoleh data, bahan dan rujukan dari berbagai sumber seperti buku, artikel, hasil penelitian, dan peraturan pemerintah yang berhubungan dengan kebijakan merdeka belajar dan penguatan literasi numerasi di Sekolah Dasar. Mewujudkan merdeka belajar melalui kebijakan pemerintah selainmemfokuskan pada karakter namun juga proses pembelajaran dalam evaluasi berupa asesmen dalam upaya memperkuat literasi dan numerasi dapat dilakukan dengan menerapkan budaya literasi dan numerasi di sekolah, pembentukan team literasi sekolah, melibatkan pihak ketiga, menggerakkan komunitas praktisi dan juga menjalankan program-program sekolah yang melibatkan peserta didik secara langsung untuk penguatan literasi dan numerasi. Literasi dan numerisasi menjadi kompetensi minimum atau kompetensi dasar yang dibutuhkan peserta didik untuk bisa belajar. Pelaksanaan asesmen tersebut akan dilakukan oleh peserta didik yang berada di tengah jenjang sekolah, sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran.
Perspektif Guru Tentang Kemampuan Literasi Anak Usia Dini Di Tahun Awal Masuk SD Sulistiyawati, Dhesta Youlandi Rahayu; Utami, Wulan Tri Puji; Utaminingtyas , Siwi
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v13i2.482

Abstract

Perkembangan literasi anak usia dini ditandai dengan anak-anak berkomunikasi. Di Indonesia, anak usia dini yang akan memasuki tingkat sekolah dasar (SD) harus mengikuti seleksi untuk melihat kemampuan literasi yang dimiliki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai perspektif atau pandangan guru SD terhadap kemampuan literasi anak usia dini ketika akan memasuki SD. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini 30 guru yang sedang mengajar di sekolah dasar baik negeri maupun swasta di wilayah Kota Yogyakarta dengan berbagai latar belakang pendidikan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh SD yang terlibat menggunakan tes seleksi sebagai persyaratan masuk, diantaranya tes dalam bidang kognitif, non kognitif, maupun keterampilan lain yang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat kejuaraan. Prespektif guru mengenai calon peserta didik yaitu mampu mambaca dan menulis dengan lancar. Hal ini ditunjukkan dengan hasil wawancara dari 30 guru, 3 guru tidak setuju dengan pendapat tersebut, sedangkan 27 guru lainnya setuju. Artinya, sebagian besar perspektif guru SD terhadap kemampuan literasi calon peserta didik adalah mampu membaca perkata dan menulis kalimat sederhana.
ANALISIS PENGGUNAAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI 1 PENGASIH Tri Dewi Pancasari; Wulan Tri Puji Utami; Norin Erissandy; Yuniati
Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/y3e82n11

Abstract

Tantangan pendidikan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana cara memanfaatkan sumber belajar yang tersedia, seperti modul ajar dimanfaatkan sebaik mungkin dalam kegiatan pembelajaran sehingga tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengetahui sejauh mana penggunaan modul ajar kurikulum merdeka dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui penggunaan modul ajar kurikulum merdeka pada pembelajaran matematika kelas IV di SD Negeri 1 Pengasih. Subjek penelitian terdiri dari guru dan 14 peserta didik. Peneliti menggunakan empat tahapan dalam mengumpulkan data, yaitu observasi, pengumpulan data, wawancara, dan analisis data. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar masih belum optimal. Terdapat banyak kekurangan dalam administrasi proses pembelajaran seperti penyusunan rencana pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran saintifik, dan evaluasi pembelajaran. Guru mengalami kesulitan dalam implementasi Kurikulum Merdeka terutama dalam penyusunan modul ajar. Selain itu, penerapan Kurikulum Merdeka terlalu rumit dan pendidikan di sekolah, termasuk guru, peserta didik, dan orang tua, masih menghadapi kendala dalam penerapannya. Meskipun demikian, penggunaan modul ajar pada mata pelajaran matematika SD dinilai sangat efektif karena terlihat peningkatan pemahaman pada setiap materi yang diajarkan. Modul ajar juga dinilai lebih menarik daripada rancangan pembelajaran pada kurikulum 2013 karena memberi kebebasan pada guru untuk memodifikasi secara kreatif dan inovatif sesuai dengan kemampuan, keadaan, dan gaya belajar setiap peserta didik. Hal ini membuat peserta didik lebih tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran.
Peningkatan Pemahaman Edukasi Seksual Guru SD Melalui Pop-Up Book Digital Utami, Wulan Tri Puji; Eliasa, Eva Imania; Priyanto, Priyanto; Candrarini, Mujiati; Farkhan, Muhammad; Iftinan, Javasun Hidam
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 4 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i4.21073

Abstract

Situasi pelecehan seksual di Kulon Progo semakin buruk dengan adanya pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) yang memicu perubahan sosial dan ekonomi. KKG Gugus 1 Kapanewon Temon menghadapi beberapa permasalahan: (1) minimnya pengetahuan guru dan siswa tentang bentuk dan jenis pelecehan seksual, (2) belum tersedianya sumber belajar bermuatan edukasi pencegahan pelecehan seksual di perpustakaan sekolah, (3) rendahnya kompetensi literasi digital guru, dan (4) belum adanya program KKG yang bertujuan untuk income generating. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdi menawarkan solusi berupa sosialisasi dan pendampingan mengenai edukasi pencegahan pelecehan seksual melalui pop-up book digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan guru tentang edukasi seksual untuk siswa di SD yang awalnya 56% meningkat menjadi 90%.
Peningkatan Hasil Belajar Pada Kemampuan Menulis Permulaan Melalui Media Puzzle Peserta Didik Kelas II SD Negeri Trukan Utaminingtyas, Siwi; Utami, Wulan Tri Puji; Mahardika, Agitta
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Vol 15 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/edukasi.v15i1.9079

Abstract

The purpose of this study was to determine the increase in learning outcomes in students' initial writing skills in Indonesian language learning class II elementary school with puzzle media. The research method uses Classroom Action Research with the implementation of 2 cycles. The research was conducted in SD Negeri Trukan Class II with a total of 18 students consisting of 5 boys and 13 girls. This study uses test and non-test collection techniques. The research instruments used were multiple choice questions and observation sheets. The data analysis technique used was in the form of quantitative techniques obtained from student test results and qualitative techniques obtained from observation sheets of teacher and student activities. The results showed that there was an increase in the learning outcomes of students' writing abilities in the first cycle with a completeness of 52.9% and in the second cycle it reached 82.3% completeness. It can be concluded that the use of puzzle media in learning Indonesian can improve initial writing skills in grade II elementary school.
Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Guwosari Pajangan Bantul Yogyakarta dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting melalui Edukasi Gizi dan Pola Asuh Maharani, Oktaviana; Ratnaningrum, Ayu Yunita; Arifiyanti, Nurul; Utami, Wulan Tri Puji; Sholikhah, Jasmin Adinda; Setyaningsih, Adinda; Kasanah, Rosida Nur; Rahmasari, Riska Miftakhul; Saputra, Muhammad Gufron Eka; Rahmadanti, Rheta Nurhaida
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 4 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i4.25418

Abstract

Stunting masih menjadi masalah nasional dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022, yang erat kaitannya dengan periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi ini berdampak serius terhadap tumbuh kembang anak dan masa depan kualitas sumber daya manusia. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat melalui kelompok PKK, yang memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PKK Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul dalam pencegahan dan penanganan stunting melalui edukasi gizi dan pelatihan pola asuh. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi kelompok, simulasi, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p 0,001), sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil uji menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta setelah kegiatan (W = 0,00; p 0,001). Selain peningkatan pengetahuan, peserta juga menunjukkan perubahan sikap dalam praktik pemberian makanan bergizi, pola asuh, dan kesadaran pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak. Kesimpulannya, pemberdayaan PKK melalui edukasi gizi dan pola asuh terbukti efektif sebagai strategi pencegahan stunting di tingkat keluarga dan layak direplikasi di wilayah lain dengan dukungan lintas sektor.
Pemanfaatan Teknologi Web dalam Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Anak di Panti Asuhan Utami, Wulan Tri Puji; Setiani, Ismarini Bekti; Musthofa, Zaenal; Prehadini, Tampi; Trisnani, Novy; Ar-Raafi’, Fahrozi; Buaga, Garib Firman; Farkhan, Muhammad; Muthi’ah, Hana
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 4 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i4.25448

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi permasalahan serius di lingkungan lembaga pengasuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Panti Asuhan Ash-Shidiqqiyah, Kokap, Kulon Progo, dalam pencegahan kekerasan seksual anak melalui pemanfaatan teknologi web. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 31 anak asuh dan 6 pengasuh sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, implementasi, dan refleksi partisipatif. Hasil pretest-posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 50% (dari 42% menjadi 92%), dengan peningkatan tertinggi pada kemampuan mengenali bentuk kekerasan seksual sebesar 57 poin persentase. Keterampilan digital pengasuh meningkat dari 25% menjadi 93%, dan tingkat kepuasan terhadap sistem aduan berbasis web mencapai 92%. Program ini juga menghasilkan e-book dan video edukatif tentang perlindungan anak serta pembentukan Satgas Anti Kekerasan Seksual sebagai tindak lanjut keberlanjutan program. Hasil kegiatan membuktikan bahwa pendekatan partisipatif berbasis teknologi web efektif dalam meningkatkan literasi perlindungan anak dan kesadaran digital di lingkungan panti asuhan.
Peran Guru dalam Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Kelas Reguler dan Kelas Inklusi Novy Trisanani; Geyol Sugiyanta; Asih Utami; Wulan Tri Puji Utami
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107404

Abstract

Deep learning emphasizes conceptual understanding, critical thinking, and the interconnection between topics to create meaningful learning experiences. The aim of this study is to identify the role of teachers in implementing deep learning in both regular and inclusive classrooms. This study employs a literature review method by analyzing 32 sources, consisting of relevant journal articles and academic books. The data were analyzed descriptively and qualitatively using a thematic approach based on the main themes: teacher roles and instructional strategies. The findings indicate that teachers play a central role in applying deep learning. In regular classrooms, teachers act as designers of differentiated instruction and facilitators of dialogue that support individual student needs. Meanwhile, in inclusive classrooms, teachers are also required to implement Universal Design for Learning (UDL), collaborate with teaching assistants, and create an inclusive learning environment. Pedagogical competence, empathy, and the ability to collaborate are key factors in the successful implementation of deep learning.Pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan pemahaman konsep, berpikir kritis, dan keterkaitan antarmateri untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan pemahaman konsep, berpikir kritis, dan keterkaitan antarmateri untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna. Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi peran guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam di kelas reguler dan inklusi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 32 sumber, terdiri dari artikel jurnal dan buku relevan. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui pendekatan tematik berdasarkan tema utama, yaitu peran guru dan strategi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral dalam menerapkan pembelajaran mendalam. Di kelas reguler, guru bertindak sebagai perancang pembelajaran diferensiatif dan fasilitator dialog yang mendukung kebutuhan individu. Sementara itu, di kelas inklusi, guru juga perlu menerapkan Universal Design for Learning (UDL), berkolaborasi dengan pendamping, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Kompetensi pedagogis, empati, dan kemampuan berkolaborasi menjadi kunci utama.
Peran Literasi dan Guru dalam Deteksi Dini Kekerasan Seksual pada Anak Usia Sekolah Dasar Wulan Tri Puji Utami; Ismarini Bekti Setiani; Zaenal Mustofa; Lina Rahmawati; Fahrozi Ar-Ra’afi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107487

Abstract

Sexual violence against elementary school students is a crucial problem that often goes unnoticed due to low self-protection literacy and minimal teacher competence in early detection. This study uses a qualitative descriptive approach with a collective case study in three Child-Friendly Schools in Kulon Progo, Yogyakarta. Data collection techniques include in-depth interviews, participant observation, and analysis of school policy documents. The findings show that students' understanding of body rights and how to report violence is still limited. On the other hand, the majority of teachers have not received formal training to recognize signs of sexual violence. Child protection materials have not been fully integrated into the curriculum, and the reporting system in schools does not support optimal student participation. These results emphasize the importance of strengthening child protection literacy through thematic curricula, ongoing teacher training, and a reporting system that is safe, inclusive, and responsive to children's needs. Strategic recommendations include integrating child protection literacy into learning, improving early detection capabilities for teachers, and developing a safe and responsive complaint system.Kekerasan seksual pada siswa sekolah dasar merupakan permasalahan krusial yang kerap luput dari perhatian karena rendahnya literasi perlindungan diri dan minimnya kompetensi guru dalam deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran literasi siswa dan guru dalam mendeteksi dini kekerasan seksual di tingkat sekolah dasar. Fokus utamanya mencakup identifikasi kontribusi literasi dalam upaya pencegahan kekerasan seksual, analisis terhadap kemampuan guru dalam melakukan deteksi dini, serta penyusunan rekomendasi strategis untuk intervensi yang efektif di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif desktiptif dengan studi kasus kolektif di tiga Sekolah Ramah Anak di Kulon Progo, Yogyakarta. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kebijakan sekolah. Temuan menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang hak atas tubuh dan cara melaporkan kekerasan masih terbatas. Di sisi lain, mayoritas guru belum memperoleh pelatihan formal untuk mengenali tanda-tanda kekerasan seksual. Materi perlindungan anak belum terintegrasi secara menyeluruh dalam kurikulum, dan sistem pelaporan di sekolah belum mendukung partisipasi siswa secara optimal. Hasil ini menekankan pentingnya penguatan literasi perlindungan anak melalui kurikulum tematik, pelatihan guru berkelanjutan, dan sistem pelaporan yang aman, inklusif, serta responsif terhadap kebutuhan anak. Rekomendasi strategis mencakup integrasi literasi perlindungan anak dalam pembelajaran, peningkatan kemampuan deteksi dini bagi guru, serta pengembangan sistem pengaduan yang aman dan pastiripatif.