Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Edukasi Seksual Guru SD Melalui Pop-Up Book Digital Utami, Wulan Tri Puji; Eliasa, Eva Imania; Priyanto, Priyanto; Candrarini, Mujiati; Farkhan, Muhammad; Iftinan, Javasun Hidam
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 4 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i4.21073

Abstract

Situasi pelecehan seksual di Kulon Progo semakin buruk dengan adanya pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) yang memicu perubahan sosial dan ekonomi. KKG Gugus 1 Kapanewon Temon menghadapi beberapa permasalahan: (1) minimnya pengetahuan guru dan siswa tentang bentuk dan jenis pelecehan seksual, (2) belum tersedianya sumber belajar bermuatan edukasi pencegahan pelecehan seksual di perpustakaan sekolah, (3) rendahnya kompetensi literasi digital guru, dan (4) belum adanya program KKG yang bertujuan untuk income generating. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdi menawarkan solusi berupa sosialisasi dan pendampingan mengenai edukasi pencegahan pelecehan seksual melalui pop-up book digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan guru tentang edukasi seksual untuk siswa di SD yang awalnya 56% meningkat menjadi 90%.
Peningkatan Hasil Belajar Pada Kemampuan Menulis Permulaan Melalui Media Puzzle Peserta Didik Kelas II SD Negeri Trukan Utaminingtyas, Siwi; Utami, Wulan Tri Puji; Mahardika, Agitta
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Vol 15 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/edukasi.v15i1.9079

Abstract

The purpose of this study was to determine the increase in learning outcomes in students' initial writing skills in Indonesian language learning class II elementary school with puzzle media. The research method uses Classroom Action Research with the implementation of 2 cycles. The research was conducted in SD Negeri Trukan Class II with a total of 18 students consisting of 5 boys and 13 girls. This study uses test and non-test collection techniques. The research instruments used were multiple choice questions and observation sheets. The data analysis technique used was in the form of quantitative techniques obtained from student test results and qualitative techniques obtained from observation sheets of teacher and student activities. The results showed that there was an increase in the learning outcomes of students' writing abilities in the first cycle with a completeness of 52.9% and in the second cycle it reached 82.3% completeness. It can be concluded that the use of puzzle media in learning Indonesian can improve initial writing skills in grade II elementary school.
Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Guwosari Pajangan Bantul Yogyakarta dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting melalui Edukasi Gizi dan Pola Asuh Maharani, Oktaviana; Ratnaningrum, Ayu Yunita; Arifiyanti, Nurul; Utami, Wulan Tri Puji; Sholikhah, Jasmin Adinda; Setyaningsih, Adinda; Kasanah, Rosida Nur; Rahmasari, Riska Miftakhul; Saputra, Muhammad Gufron Eka; Rahmadanti, Rheta Nurhaida
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 4 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i4.25418

Abstract

Stunting masih menjadi masalah nasional dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022, yang erat kaitannya dengan periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi ini berdampak serius terhadap tumbuh kembang anak dan masa depan kualitas sumber daya manusia. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat melalui kelompok PKK, yang memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PKK Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul dalam pencegahan dan penanganan stunting melalui edukasi gizi dan pelatihan pola asuh. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi kelompok, simulasi, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p 0,001), sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil uji menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta setelah kegiatan (W = 0,00; p 0,001). Selain peningkatan pengetahuan, peserta juga menunjukkan perubahan sikap dalam praktik pemberian makanan bergizi, pola asuh, dan kesadaran pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak. Kesimpulannya, pemberdayaan PKK melalui edukasi gizi dan pola asuh terbukti efektif sebagai strategi pencegahan stunting di tingkat keluarga dan layak direplikasi di wilayah lain dengan dukungan lintas sektor.
Pemanfaatan Teknologi Web dalam Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Anak di Panti Asuhan Utami, Wulan Tri Puji; Setiani, Ismarini Bekti; Musthofa, Zaenal; Prehadini, Tampi; Trisnani, Novy; Ar-Raafi’, Fahrozi; Buaga, Garib Firman; Farkhan, Muhammad; Muthi’ah, Hana
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 4 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i4.25448

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi permasalahan serius di lingkungan lembaga pengasuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Panti Asuhan Ash-Shidiqqiyah, Kokap, Kulon Progo, dalam pencegahan kekerasan seksual anak melalui pemanfaatan teknologi web. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 31 anak asuh dan 6 pengasuh sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, implementasi, dan refleksi partisipatif. Hasil pretest-posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 50% (dari 42% menjadi 92%), dengan peningkatan tertinggi pada kemampuan mengenali bentuk kekerasan seksual sebesar 57 poin persentase. Keterampilan digital pengasuh meningkat dari 25% menjadi 93%, dan tingkat kepuasan terhadap sistem aduan berbasis web mencapai 92%. Program ini juga menghasilkan e-book dan video edukatif tentang perlindungan anak serta pembentukan Satgas Anti Kekerasan Seksual sebagai tindak lanjut keberlanjutan program. Hasil kegiatan membuktikan bahwa pendekatan partisipatif berbasis teknologi web efektif dalam meningkatkan literasi perlindungan anak dan kesadaran digital di lingkungan panti asuhan.
Peran Guru dalam Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Kelas Reguler dan Kelas Inklusi Trisanani, Novy; Sugiyanta, Geyol; Utami, Asih; Utami, Wulan Tri Puji
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107404

Abstract

Deep learning emphasizes conceptual understanding, critical thinking, and the interconnection between topics to create meaningful learning experiences. The aim of this study is to identify the role of teachers in implementing deep learning in both regular and inclusive classrooms. This study employs a literature review method by analyzing 32 sources, consisting of relevant journal articles and academic books. The data were analyzed descriptively and qualitatively using a thematic approach based on the main themes: teacher roles and instructional strategies. The findings indicate that teachers play a central role in applying deep learning. In regular classrooms, teachers act as designers of differentiated instruction and facilitators of dialogue that support individual student needs. Meanwhile, in inclusive classrooms, teachers are also required to implement Universal Design for Learning (UDL), collaborate with teaching assistants, and create an inclusive learning environment. Pedagogical competence, empathy, and the ability to collaborate are key factors in the successful implementation of deep learning.Pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan pemahaman konsep, berpikir kritis, dan keterkaitan antarmateri untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan pemahaman konsep, berpikir kritis, dan keterkaitan antarmateri untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna. Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi peran guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam di kelas reguler dan inklusi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 32 sumber, terdiri dari artikel jurnal dan buku relevan. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui pendekatan tematik berdasarkan tema utama, yaitu peran guru dan strategi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral dalam menerapkan pembelajaran mendalam. Di kelas reguler, guru bertindak sebagai perancang pembelajaran diferensiatif dan fasilitator dialog yang mendukung kebutuhan individu. Sementara itu, di kelas inklusi, guru juga perlu menerapkan Universal Design for Learning (UDL), berkolaborasi dengan pendamping, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Kompetensi pedagogis, empati, dan kemampuan berkolaborasi menjadi kunci utama.
Eksplorasi Ketertarikan Anak-Anak pada Literasi Sastra di Era Digital Utami, Wulan Tri Puji; Januar, Exaris; Candrarini, Mujiati; Anay, Zhuldiz; Ahmed, Noha Gharib
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi minat anak-anak terhadap literasi sastra di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah survei pada anak-anak berusia 6 hingga 14 tahun, mencakup kebiasaan membaca, preferensi media, jenis sastra favorit, dan pandangan terhadap literasi digital. Teknik  pengambilan sample  menggunakan purposive sampling .  Sebagian besar anak-anak membaca buku sastra beberapa kali seminggu selama 15 hingga 30 menit per sesi. Buku cetak masih menjadi pilihan utama (35%), diikuti oleh aplikasi membaca (30%), menunjukkan buku cetak tetap menarik meski era digital berkembang. Jenis sastra favorit adalah dongeng (30%) dan cerita petualangan (25%). Aspek yang paling menarik adalah cerita (40%) dan gambar (30%). Kesimpulan penelitian  menunjukkan minat anak-anak terhadap literasi sastra masih tinggi, dengan media yang digunakan beragam antara buku cetak dan digital.
Teachers' Strategies for Addressing Reading Delays through Multisensory Learning: : A Case Study at Bendo Elementary School Youlandi Rahayu Sulistiyawati, Dhesta; Tri Puji Utami, Wulan; Trisnani, Novy; Shinta Wardhani, Ratri
International Journal of Language Teaching and Education Vol. 10 No. 2 (2026): International Journal of Language Teaching and Education
Publisher : Universitas Jambi, Magister Program of English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ijolte.v10i2.58541

Abstract

Reading is a foundational skill that determines students' academic success, yet many elementary school students in Indonesia still experience reading delays. It aims to explore teachers' strategies in overcoming reading delays through multisensory learning at SD Negeri Bendo. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The subjects were three lower-grade teachers and the school principal, selected purposively. Data were analyzed using Miles, Huberman, and Saldaña's interactive analysis model, with data validity ensured through source and technique triangulation. The findings reveal six key aspects of teachers' strategies: (1) planning through VAKT-based teaching modules tailored to students' characteristics; (2) implementation integrating visual, auditory, kinesthetic, and tactile activities in a sequential learning cycle; (3) supporting factors including school policy support, learning facilities, parental collaboration, and teacher professional commitment; (4) inhibiting factors dominated by students' heterogeneous reading abilities, time constraints, lack of structured implementation guidelines, and limited training; (5) teacher efforts through individual tutoring, varied media, regular evaluation, and parental collaboration; and (6) positive changes in students' letter recognition, syllable reading, simple word arrangement, as well as increased motivation and self-confidence associated with multisensory learning. The novelty of this research lies in its holistic examination of multisensory learning implementation in a specific elementary school context, revealing that the integration of teacher competence, school support, and parental involvement is key to success. The findings imply the need for structured implementation guidelines, teacher training, and strengthened school-parent collaboration to support more effective and inclusive literacy learning.