Claim Missing Document
Check
Articles

IKLAN LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT (ILKM): KAJIAN SEMIOTIK I Made Suwitra; Nyoman Suarjana
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11356.992 KB) | DOI: 10.23917/kls.v5i1.7142

Abstract

Public health service advertisements (PHSA) tend to provide information, remind, add value, influence, and even change people's attitudes to healthy living. The purpose of this study was to determine the style of language, meaning, and public health service advertising ideology. The results of this study showed that; (1) the Public Health Service Ads (PHSA) language style, (2) the diction or word choice used tends to be informal, general, brief and understandable by ordinary learned societies. Regarding the tone contained, the narrative text had a simple language style, usually suitable to give instructions, commands, lessons, lectures, and the like. From the meaning point of view, semiotic meaning came from the relation between signifier and signified or it was the meaning of connotation. The ideology that lied behind sourced from the resulting connotation. The way to express imperatively as well as the use of symbols, colors, backgrounds (sign) such as thermometers; for instance. This has determined that PHSA concerned with hygiene, health, precautions, caution, caring, togetherness, planning, prosperity, and happiness.Keywords: PHSA, language style, meaning, ideology
Sikap dan Peran Ibu dalam Mempersiapkan Anak untuk Menghadapi Menstruasi Ni Made Diaris; Agus Donny Susanto; I Nyoman Suarjana
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Volume 5 No. 1 Tahun 2022
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.916 KB) | DOI: 10.25078/jyk.v5i1.838

Abstract

Ibu menjadi orang yang paling berperan penting dalam mempersiapkan anak dalam menghadapi menstruasi. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimanakan sikap dan peran ibu dalam mempersiapakan anak untuk menghadapi menstruasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunaka nalisis data deskriptif untuk melihat gambaran distribusi frekunsi sikap dan peran ibu. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 48 ibu yang memiliki anak perempuan usia 10-14 tahun. Sebanyak 65.5% ibu mempunyai sikap positif terkait pemberian pendidikan terkait menstruasi sebelum anak mengalami menarche. Ibu yang anaknya belum mengalami menarche hanya 24.1% ibunya mempunyai sikap negatif. Ibu yang mempunyai anak yang sudah mengalami menarche justru lebih banyak yang mempunyai sikap negatif yaitu sebanyak 44.8%. Sebanyak 93.1% ibu pernah memberikan penjelasan tentang apa itu menstruasi kepada anaknya. Baru sebagian ibu yaitu sebanyak 51.7% pernah memberikan penjelasan tentang tanda-tanda PMS kepada anaknya, Sebagian ibu yaitu sebanyak 53.4% pernah memberikan penjelasan tentang bagimana cara menjaga kebersihan diri saat menstruasi kepada anaknya. hanya 48.3% ibu pernah memberikan penjelasan tentang bagimana caranya menggunakan pembalut saat menstruasi. Sebanyak 60.3% pernah memberikan dorongan psikologis terkait menstruasi kepada anaknya. Ibu yang anaknya belum mengalami menarche mempunya sikap yang lebih positif terkait pemberian informasi terkait menstruasi. Sebagain besar ibu pernah memberikan penjelasan tentang apa itu menstruasi kepada anaknya. Dilihat dari segi peran baru sebagian ibu melakukan perannya dengan baik dalam hal memberikan informasi terkait siklus menstruasi, menjaga kebersihan diri saat mentruasi dan memberikan dorongan psikologis.
HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA LAKI-LAKI DI SMK NUSA DUA Ni Luh Arik Setiawati; Made Nyandra; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.572 KB)

Abstract

ABSTRAKPola asuh merupakan sikap orang tua dalam berinteraksi dengan anak-anaknya. Sikap orang tua ini meliputi cara orang tua memberikan aturan-aturan, hadiah maupun hukuman, cara orang tua menunjukkan otoritasnya dan cara orang tua memberikan perhatian serta tanggapan terhadap anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola asuh terhadap perilaku merokok pada remaja laki-laki di SMK Nusa Dua tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling yang mendapat responden 60 orang dari 398 populasi perokok. Teknik analisa yang digunakan dengan analisa chi square. Hasil penelitian ini diperoleh dari 60 responden yaitu setengahnya 31 responden (51,6%) memiliki pola asuh permisif dan hampir seluruhnya 26 responden (83,9%) memiliki prilaku merokok yang ringan. Nilai chi square test sebesar 0,010 dengan tingkat signifikan 0.000 (p<0.05) membuktikan bahwa ada hubungan antara pola asuh terhadap perilaku merokok pada remaja laki-laki di SMK Nusa Dua tahun 2019.Kata kunci: Pola Asuh, Perilaku, Merokok, Remaja.ABSTRACTParenting is the attitude of parents in interacting with their children. This parent's attitude includes the way parents provide rules, gifts and punishments, how parents show their authority and how parents give attention and responses to their children. The purpose of this study was to determine parenting behavior in male adolescents at SMK Nusa Dua in 2019. This study is a correlation analytic study with a cross sectional approach. The sampling technique used was simple random sampling which received 60 respondents from 398 populations. smoker. The analysis technique used with chi square analysis. The results of this study were obtained from 60 respondents, half of which 31 respondents (51.6%) had permissive parenting and almost 26 respondents (83.9%) had mild smoking behavior. The chi square test value is 0.010 with a significant level of 0.000 (p <0.05) proving that there is a relationship between parenting to smoking behavior in adolescent boys in Nusa Dua Vocational School in 2019.Keywords: Parenting, Behavior, Smoking, Youth.
HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP PERILAKU GAME ONLINE DI SMK KESEHATAN PGRI DENPASAR Dewa Ayu Eka Yuni Artini; Made Nyandra; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.703 KB)

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi memberikan dampak positif dan negatif terhadap penggunanya. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan adalah munculnya perilaku bermain game online sampai kecanduan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh terhadap perilaku game online di SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling penelitian ini yaitu total sampling. Teknik analisa data ini menggunakan uji statistik non-parametrik korelasi Rank Spearmen. Dari total 36 sampel didapatkan hasil: (36,1%) remaja yang bermain game online di SMK Kesehatan PGRI Denpasar mendapat pola asuh yang rendah. Jenis pola asuh yang paling tinggi adalah pola asuh otoriter dengan kriteria tinggi yaitu 26 responden (72,2%), dan sebaliknya remaja tersebut paling minim mendapat pola asuh demokratis dengan jumlah 21 orang (58,3%) dengan kriteria rendah. Berdasarkan perilaku dari 19 responden (52,8%) memiliki perilaku sering. Hasil uji statistik menunjukkan signifikansi (2-tailed) atau nilai p yang diperoleh adalah sebesar 0,048 yaitu <0,05 dengan nilai koefisien korelasi atau nilai r antara pola asuh dan perilaku game online sebesar -0,331. Disimpulkan bahwa ada hubungan korelasi cukup dan negatif antara kedua variabel tersebut yang berarti semakin tinggi pola asuh maka semakin jarang perilaku game online pada remaja dengan nilai p sebesar 0,048 yaitu < 0,05. Diharapkan bagi orang tua agar dapat menerapkan pola asuh yang tepat pada remaja. Orang tua dapat meningkatkan control dan kehangatan kepada remaja. Orang tua dapat melakukan tindakan membatasi waktu bermain anak agar tidak menghabiskan banyak waktu untuk bermain game online.Kata kunci: Pola Asuh, Game Online, RemajaABSTRACTTechnological developments have a positive and negative impact on users. One of the negative effects caused was the emergence of online game play behavior until addicted. The purpose of this study was to determine the relationship of parenting behavior to online game behavior in PGRI Health Vocational School Denpasar. This study uses analytical research methods with Cross Sectional approach. The sampling technique of this research is total sampling. This data analysis technique uses a non-parametric statistical test of Spearmen Rank correlation. From a total of 36 samples, results were obtained: (36.1%) adolescents who played online games at SMK PGRI Denpasar's health received low parenting. The highest type of upbringing is authoritarian parenting with high criteria, namely 26 respondents (72.2%), and vice versa, the juvenile has the least democratic parenting with 21 people (58.3%) with low criteria. Based on behavior from 19 respondents (52.8%) had frequent behavior. The results of statistical tests show significance (2-tailed) or p value obtained is 0.048 which is <0.05, the correlation coefficient or r value between parenting and online game behavior is -0.333. It was concluded that there is a sufficient and negative correlation between the two variables, which means that the higher the parenting style, the less frequent online game behavior in adolescents with a p value of 0.048 is <0.05. It is expected that parents can apply proper parenting to adolescents. Parents can improve control and warmth to teenagers. Parents can take action to limit children's playing time so they don't spend a lot of time playing online games.Keywords: Parenting, Online Games, Youth
IKLAN LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT: KAJIAN SEMIOTIK I Made Suwitra; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1390.076 KB)

Abstract

ABSTRAKIklan layanan kesehatan masyarakat (ILKM) cenderung bertujuan untuk memberikan informasi, mengingatkan, menambah nilai, mempengaruhi, dan bahkan mengubah sikap masyarakat untuk hidup sehat. Namun tidak banyak iklan layanan kesehatan masyarakat bersifat persuasif sehingga tidak cukup berkontribusi maksimal dalam mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Oleh karena itu di dalam penelitian ini, iklan layanan kesehatan masyarakat yang cukup sering ditayangkan di media televisi menarik untuk diteliti karena memiliki karakteristik berbeda. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana gaya bahasa, makna, dan ideologi iklan layanan kesehatan masyarakat (ILKM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; Gaya bahasa Iklan Layanan Kesehatan Masyarakat (ILKM), secara diksi atau pilihan kata yang digunakan cenderung bersifat tak resmi, bentuknya umum, singkat dan dapat dipahami oleh masyarakat terpelajar biasa. Dilihat dari sudut nada yang terkandung, narasi teks memiliki gaya bahasa sederhana, biasanya cocok untuk memberi instruksi, perintah, pelajaran, perkuliahan, dan sejenisnya; seperti ujaran yang disampaikan singkat, padat dan jelas, dan bernada himbauan. Dari sisi makna, secara semiotik pemaknaan muncul dari hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified). Pemaknaan yang muncul dari hubungan tersebut merupakan pemaknaan konotasi. Ideologi yang melatarbelakangi tayangan Iklan Layanan Kesehatan Masyarakat (ILKM), bersumber pada konotasi yang dihasilkan. Penyampaian secara imperatif dan pemakaian simbol, warna, latar temperatur (tanda) seperti termometer misalnya, realisasi makna yang mendominasi adalah makna yang mendekati kewaspadaan dan bahaya bagi kesehatan, seperti warna kuning, putih, dan merah, di samping juga ada warna-warna lain. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ILKM berkenaan dengan kebersihan, kesehatan, kewaspadaan, kehati-hatian, kepedulian, kebersamaan, perencanaan, kesejahteraan, dan kebahagiaan.Kata kunci: ILKM, gaya bahasa,makna, ideologiABSTRACTPublic health service advertisements (PHSA) tend to provide information, remind, add value, influence, and even change people's attitudes to healthy living. However, not many public health service advertisements are persuasive, so they do not contribute enough to encourage people to live healthy lives. Therefore, in this research, public health service advertisement which is quite often aired on television media interesting to be examined since it has different characteristic. The purpose of this study was to determine the style of language, meaning, and public health service advertising ideology. The results of this study showed that; The Public Health Service Ads (PHSA) language style, diction or word choice used tends to be informal, general, brief and understandable by ordinary learned societies. Regarding the tone contained, the narrative text had a simple language style, usually suitable to give instructions, commands, lessons, lectures, and the like such as speech delivered briefly, solid and clear, and appealed. From the meaning point of view, semiotic meaning came from the relation between signifier and signified. The meaning that emerged from the relationship was the meaning of connotation. The ideology that lied behind the impressions of Public Health Service Ads (PHSA), sourced from the resulting connotation. The way to express imperatively as well as the use of symbols, colors, backgrounds (sign) such as thermometers; for instance, the realization of meaning that dominated was the meaning of approaching alertness and danger on health, such as yellow, white, and red, in addition there were other colors. This has determined that PHSA concerned with hygiene, health, precautions, caution, caring, togetherness, planning, prosperity, and happiness.Keywords: PHSA, language style, meaning, ideology
ANALISIS HUBUNGAN KELENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS PASIEN RAWAT INAP DENGAN PENENTUAN KODE PENYEBAB DASAR KEMATIAN DI RUMAH SAKIT UMUM DHARMA YADNYA DENPASAR Ni Ketut Ayu Ekayanti; Agus Donny Susanto; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.07 KB)

Abstract

ABSTRACTKode penyebab dasar kematian adalah kode yang di tetapkan sebagai sebab dasar terjadinya kematian, dalam menentukan ketepatan kode dibutuhkan kelengkapan informasi berupa resume medis. Hasil observasi awal menunjukkan Ketidaklengkapan Pengisian resume medis sekitar 70 (14%) dari 511 rekam medis (resume medis) dan ketidaktepatan penentuan kode penyebab dasar kematian yang dimana terdapat kode ”R” sebagai penyebab dasar kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kelengkapan pengisian resume medis pasien rawat inap dengan penentuan kode penyebab dasar kematian di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik kuantitatif, dengan jenis penelitian kohort retrospektif. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 25 resume medis. Instrumen penelitian berupa ceklist dengan tehnik pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian resume medis pasien rawat inap pada bagian diagnosis (p value = 0.001) ada hubungan signifikan sedangkan bagian indikasi pasien dirawat ( p value = 0.821), pelayanan penunjang ( p value = 0.571) pemeriksaan fisik (p value = 0.561) tidak ada hubungan signifikan dengan penentuan kode penyebab dasar kematian. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kelengkapan pengisian diagnosis resume medis berperan penting terhadap ketepatan penentuan kode penyebab dasar kematian di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Denpasar.Kata Kunci : Kelengkapan resume medis, diagnosis, penentuan kode penyebab dasar kematian.ABSTRACTThe underlying cause of death code is a code that is determined as the underlying cause of death, in determining the accuracy of the code required for completeness of information in the form of medical resumes. Preliminary observations show that incomplete medical resume filling is around 70 (14%) of 511 medical records ( medical resumes) and inaccuracy in determining the underlying cause code that contains the “R” code as the underlying cause of death. The purpose of this study was to study the relationship between the completeness of filling patient medical resumes at the Dharma Yadnya General Hospital Denpasar. The design of this study is descriptive quantitative analytic, with a retrospective cohort study type. The number of samples in this study were 25 medical resumes. The research instrument consisted of a checklist with observation and documentation data collection techniques. The results showed that the completeness of filling in the inpatient medical resume at the diagnosis (p value = 0,001) had a significant relationship while the indicative part of the patient was treated (p = 0.821), supporting services(p value = 0,571) physical examination (p value = 0,561) there is no significant relationship with determining the underlying cause of death code. The conclusion in this study is the completness of filling medical diagnose resumes play an important role in the accuracy of determining the underlying cause of death code at the Dharma Yadnya General Hospital in DenpasarKey words: Completeness of medical resume, diagnose, choice of underlying cause of death code.
ANALISIS PERAN PEMERINTAH DAERAH TERKAIT OPTIMALISASI PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL BAGI MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN KARANGASEM I Made Hendra Arjana Putra; Ni Luh Gede Ari Natalia Yudha; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.304 KB)

Abstract

ABSTRAKCakupan Kepesertaan JKN-KIS per 12 Januari 2018 untuk Kabupaten Karangasem sebesar 55,68% dan 44,43% penduduk yang belum memiliki jaminan kesehatan, ini merupakan jumlah kepesertaan terendah se-Kabupaten di Bali. Kemudian per 1 Desember 2018 sebesar 78,95% yang sudah memiliki jaminan kesehatan dan 21,05% penduduk belum memiliki Jaminan Kesehatan, walau ada peningkatan jumlah kepesertaan namun masih menjadi peringkat tiga terbawah dengan jumlah kepesertaan JKN se-Kabupaten di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Pemerintah Daerah terkait Optimalisasi pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional bagi Masyarakat Miskin di Kabupaten Karangasem.Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu empat Informan dipilih karena paling banyak mengetahui atau terlibat langsung dalam tujuan penelitian. Istrumen penelitian yaitu dengan pedoman wawancara. Analisis Data menggunakan analisis tematik.Hasil Penelitian: Anggran yang disediakan Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menunjang program Jaminan Kesehatan Nasional pada Tahun 2019 mengalokasikan anggaran sebesar Rp.9.763.776.000 dan KBS mengalokasikan anggaran sebesar 26.452.321.138,80. Terkait Mendorong Kepesertaan, pada tanggal 12 Pebruari 2019 Pemerintah Kabupaten Karangasem mendeklarasikan Universal Health Coverage (UHC) dengan jumlah peserta 97,61% dan 2,39% masyarakat belum memiliki Jaminan Kesehatan. Terkait ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dan SDM Kesehatan sudah optimal namun dari sisi jumlah tenaga Kesehata masih minim seperti Apoteker, Asisten Apoteker dan Dokter.Peran Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menunjang program Jaminan Kesehatan Nasional dari sisi anggaran, mendorong kepesertaan dan ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dan SDM kesehatan sudah sangat optimal, namun untuk jumlah kuota yang disediakan diharapkan terpenuhi dengan melakukan perbaikan data dan update data terbaru.Kata Kunci: Pemerintah Daerah, Masyarakat Miskin, JKN.ABSTRACTThe coverage of JKN-KIS Participation as of January 12, 2018 for Karangasem Regency is 55.68% and 44.43% of the population does not have health insurance, this is the lowest number of membership in all Regencies in Bali. Then as of December 1, 2018 there were 78.95% who already had health insurance and 21.05% of the population did not have Health Insurance, even though there was an increase in the number of participants but still the third lowest rank with the total JKN membership in the Regency. This study aims to determine the role of local governments in optimizing the implementation of the National Health Insurance Program for the Poor in Karangasem Regency.Research uses qualitative research methods. The selection of informants was done by purposive sampling, namely four informants were chosen because they knew the most or were directly involved in the research objectives. Research instruments are by interview guidelines. Data analysis uses thematic analysis.Research Results: Anggran provided by the Karangasem Regency Government to support the National Health Insurance program in 2019 allocated a budget of Rp9,763,776,000 and KBSallocated a budget of 26,452,321,138.80. Regarding Encouraging Participation, on 12 February 2019 the Karangasem Regency Government declared Universal Health Coverage (UHC) with 97.61% of participants and 2.39% of the people not yet having a Health Insurance. Regarding the availability of facilities and infrastructure for health services and health human resources, they are optimal, but in terms of the number of health workers, they are still minimal, such as pharmacists, assistant pharmacists and doctors.The role of the Karangasem Regency Government to support the National Health Insurance program from the side of the budget, encourages participation and the availability of facilities and infrastructure for health services and health human resources is very optimal, but for the quota amount provided is expected to be fulfilled by improving the latest data and data updates.Keywords: Local Government, Poor People, JKN.
HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP PERILAKU GAME ONLINE DI SMK KESEHATAN PGRI DENPASAR Dewa Ayu Eka Yuni Artini; Made Nyandra; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.963 KB)

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi memberikan dampak positif dan negatif terhadappenggunanya. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan adalah munculnya perilakubermain game online sampai kecanduan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan pola asuh terhadap perilaku game online di SMK Kesehatan PGRI Denpasar.Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan CrossSectional. Teknik sampling penelitian ini yaitu total sampling. Teknik analisa data inimenggunakan uji statistik non-parametrik korelasi Rank Spearmen. Dari total 36 sampeldidapatkan hasil: (36,1%) remaja yang bermain game online di SMK Kesehatan PGRIDenpasar mendapat pola asuh yang rendah. Jenis pola asuh yang paling tinggi adalahpola asuh otoriter dengan kriteria tinggi yaitu 26 responden (72,2%), dan sebaliknyaremaja tersebut paling minim mendapat pola asuh demokratis dengan jumlah 21 orang(58,3%) dengan kriteria rendah. Berdasarkan perilaku dari 19 responden (52,8%)memiliki perilaku sering. Hasil uji statistik menunjukkan signifikansi (2-tailed) atau nilaip yang diperoleh adalah sebesar 0,048 yaitu <0,05 dengan nilai koefisien korelasi ataunilai r antara pola asuh dan perilaku game online sebesar -0,331. Disimpulkan bahwaada hubungan korelasi cukup dan negatif antara kedua variabel tersebut yang berartisemakin tinggi pola asuh maka semakin jarang perilaku game online pada remajadengan nilai p sebesar 0,048 yaitu < 0,05. Diharapkan bagi orang tua agar dapatmenerapkan pola asuh yang tepat pada remaja. Orang tua dapat meningkatkan controldan kehangatan kepada remaja. Orang tua dapat melakukan tindakan membatasi waktubermain anak agar tidak menghabiskan banyak waktu untuk bermain game online.Kata kunci: Pola Asuh, Game Online, Remaja.ABSTRACTTechnological developments have a positive and negative impact on users. One of thenegative effects caused was the emergence of online game play behavior until addicted.The purpose of this study was to determine the relationship of parenting behavior toonline game behavior in PGRI Health Vocational School Denpasar. This study usesanalytical research methods with Cross Sectional approach. The sampling technique ofthis research is total sampling. This data analysis technique uses a non-parametricstatistical test of Spearmen Rank correlation. From a total of 36 samples, results wereobtained: (36.1%) adolescents who played online games at SMK PGRI Denpasar's healthreceived low parenting. The highest type of upbringing is authoritarian parenting withhigh criteria, namely 26 respondents (72.2%), and vice versa, the juvenile has the leastdemocratic parenting with 21 people (58.3%) with low criteria. Based on behavior from19 respondents (52.8%) had frequent behavior. The results of statistical tests showsignificance (2-tailed) or p value obtained is 0.048 which is <0.05, the correlationcoefficient or r value between parenting and online game behavior is -0.333. It wasconcluded that there is a sufficient and negative correlation between the two variables,which means that the higher the parenting style, the less frequent online game behaviorin adolescents with a p value of 0.048 is <0.05. It is expected that parents can applyproper parenting to adolescents. Parents can improve control and warmth to teenagers.Parents can take action to limit children's playing time so they don't spend a lot of timeplaying online games.Keywords: Parenting, Online Games, Youth.
PEMBERIAN LEAFLET MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA ROKOK ELEKTRIK DAN GEJALA EVALI DI BANJAR LUMINTANG DENPASAR UTARA Ni Putu Diana Suartari; Made Nyandra; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.329 KB)

Abstract

ABSTRAKJumlah konsumsi rokok di Indonesia telah mencapai 36,4%, menyebabkan 244ribu orang meninggal karena merokok setiap tahunnya. Angka tingkat konsumsirokok di Indonesia tidak lepas dari peran media, selain itu kurangnya peranpemerintah menegakkan KTR dan izin usaha took vape. Tujuannya Untukmengetahui pengaruh pemberian leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remajatentang bahaya rokok elektrik dan gejala evali di Banjar Lumintang. Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan Quasi Experimental tipeNonequivalent Control Group Design. penggunaan leaflet berpengaruh dalampengetahuan remaja tentang bahaya rokok elektrik dan gejala evali. Hal tersebutdapat ditunjukan dengan hasil uji hipotesis yang menunjukkan bahwa nilaisignifikansi yang diperoleh sebesar 0,036 lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05.Selain itu, juga dapat dilihat dari rata-rata hasil post-test yaitu dengan pemberianleaflet sebesar 79,03 kategori pengetahuan baik dengan nilai tertinggi 96 dan nilaiterendah 56, sedangkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuansebesar 71,86 kategori pengetahuan cukup dengan nilai tertinggi 96 dan nilaiterendah 44. Diharapkan remaja dapat tersadarkan akan bahaya rokok elektrik dangejala evali bagi kesehatan mereka dan meninggalkan kebiasaan merokok, supayakesehatan mereka tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehatbugar dan terhindar dari gejala evali.Kata Kunci: Rokok Elektrik, Evali, Pengetahuan Remaja
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI TERHADAP KINERJA PETUGAS PENJANGKAU LAPANGAN HIV/AIDS DI KABUPATEN BADUNG Ni Putu Ayu Bintang Lestari; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.61 KB)

Abstract

ABSTRAKPelaksanaan program sosialisasi HIV/AIDS di Kabupaten Badungmenimbulkan permasalahan yaitu ketidakdisiplinan petugas, selain itu peningkatankasus HIV/AIDS setiap tahunnya berbanding terbalik dengan visi misipengangkatan PPL yaitu pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. AIDS diKabupaten Badung. Hal ini menghambat upaya peningkatan kesehatan dansurveilans penyakit di Kabupaten Badung. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja terhadap persepsi TenagaPenyuluh Lapangan HIV/AIDS di Kabupaten Badung. Penelitian ini merupakanpenelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilansampel yang digunakan adalah total sampling. Penelitian dilakukan di KomisiPenanggulangan AIDS Kabupaten Badung. Pengumpulan data dengan mengisikuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Petugas Penyuluh LapanganHIV/AIDS di Kabupaten Badung yang berjumlah 60 petugas. Hasil uji statistikmenggunakan uji Chi-square dan uji Rank Spearman, dimana hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja (p =0,00; Rs = 0,694) hubungan kuat, kompetensi (p = 0,00; Rs = 0,613 ) hubungankuat, kepemimpinan (p = 0,00; Rs = 0,614) hubungan kuat, pelatihan (p = 0,00;Rs = 0,534) hubungan sedang dan interaksi sosial (p = 0,00; Rs = 0,750)hubungan kuat, dengan kinerja HIV/ Tenaga Penyuluh Lapangan AIDS diKabupaten Badung. Ada hubungan antara motivasi kerja, kompetensi,kepemimpinan, pelatihan, interaksi sosial dengan kinerja Tenaga PenyuluhLapangan HIV/AIDS di Kabupaten Badung.Kata Kunci: Kinerja, Penjangkauan Lapangan, HIV/AIDS, KPA Badung
Co-Authors Agus Donny Susanto Ananda Indri Awani Andrianto, Nurrahman Antara, Wisnu Bagus Komang Satriyasa Bambang Setiyohadi Cahayantari, Luh Diah Rosa Cahyadi, Ni Kadek Candra Puspitasari Dewa Ayu Eka Yuni Artini Dewi, Ni Kadek Hendra Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum Gusti Ayu Diah Anggiari Gusti Ayu Nyoaman Sri Rahayu Agustini Gusti Ayu Nyoman Sri Rahayu Agustini Gusti Ayu Putu Juwita Mahasari Harry Isbagio Hasnawati Hasnawati I Gusti Ngurah Manik Nugraha I Gusti Ngurah Sudiarta I Gusti Putu Ngurah Adi Santika I Kadek Yudha Pranata I Ketut Sujana I Ketut Sumerta I Made Hendra Arjana Putra I Made Suwitra I Made Suwitra I Made Suwitra I Made Suwitra, I Made I Made Wisnu Adhi Putra I Nyoman Mangku Karmaya I Nyoman Purnawan I Putu Dedy Kastama Hardy I Putu Mertayasa I Wayan Sugianta I Wayan Widi Karsana Ida Ayu Miswarihati J. A. Pangkahila Kadek Sri Ayunita Dewi Kasjmir, Yoga I Kastama, I Putu Dedy Kharisma, Putu Anastasia Komang Sriwisani S Komang Try Bintariyati Made Agus Sugianto Made Nyandra Mahfur, Mahfur Maratina, Ketut Meike Mariyani, Komang Trisna Dewi Martini, Ni Ketut Maryoto Subekti Ni Ketut Ayu Ekayanti Ni Luh Arik Setiawati Ni Luh Gde Ari Natalia Yudha Ni Luh Putu Indrawathi Ni Made Diaris Ni Made Diaris Ni Made Kurniati Ni Putu Ayu Bintang Lestari Ni Putu Diana Suartari Ni Putu Widya Astuti Nyoman Purnawan Pata, Yeremias Umbu Ray Primatanti, Putu Asih Putri, Kadek Fina Aryani Putu Merta Yasa Sanah, Isnaini Nur Ulfa Soegondo, S Sudani, Ni Wayan Sumadewi, Ni Luh Utari Viazelda, Aqsha Tiara Widana, I Komang Riko Agus Wisnu Antara Yanti, Ni Made Sri Supi Yasa, Putu Merta Yudha, Ni Luh Gde Ari Natalia