Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN PERILAKU WANITA PEKERJA SEKS TIDAK LANGSUNG DI TEMPAT HIBURAN MALAM TERKAIT TINGGINYA HIV/AIDS DI DENPASAR Candra Puspitasari; Made Nyandra; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.598 KB)

Abstract

ABSTRACTData from the Ministry of Health in 2013 showed that Bali was ranked third in HIV / AIDS in Indonesiaand Denpasar is the highest ranked city with HIV / AIDS case in Bali. Bali is an island that is famousas a tourist destination so that there are many entertainment venues including nightclubs such as,cafes, discos, and karaoke that are vulnerable to sex transactions. Female sex workers are dividedinto two types, they are direct and indirect sex workers. Female sex workers do not directly sellthemselves independently and covertly. HIV / AIDS transmitted through risky sex and changingpartners. The research using qualitative methods with the design of the case study was conductedwith the aim to find out the description of the behavior of female indirect sex workers in nightclubsrelated to the high HIV / AIDS in Denpasar. The description of this behavior concerns thecharacteristics of the informant, the perceptions of the informant, the drive to act, and the motivesof the informant to plunge into the prostitution. The results of in-depth interviews with informantsbroadly showed that all informants showed positive behavior towards the spread of HIV / AIDS.Keyword: behavior, indirect female sex worker, nightclubs, HIV/AIDSABSTRAKData dari Dinas Kesehatan pada Tahun 2013 menunjukkan bahwa Bali menduduki peringkatketiga HIV/AIDS di Indonesia dan Denpasar adalah kota dengan HIV/AIDS tertinggi di Bali. Balimerupakan pulau yang terkenal sebagai destinasi wisata sehingga banyak tersedia tempat hiburantermasuk tempat hiburan malam seperti club malam, café, discotic, dan karaoke yang rawan sebagaitempat transaksi seks. Wanita pekerja seks terbagi atas dua jenis yaitu wanita pekerja seks langsungdan wanita pekerja seks tidak langsung. Wanita pekerja seks tidak langsung menjajakan dirinyasecara mandiri dan terselubung. Penularan HIV/AIDS salah satunya adalah dengan melakukanhubungan seks berisiko dan bergonta-ganti pasangan. Penilitian menggunakan metode kualitatifdengan rancang bangun studi kasus ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaranperilaku wanita pekerja seks tidak langsung di tempat hiburan malam terkait tingginya HIV/AIDS diDenpasar. Gambaran perilaku ini menyangkut karakteristik informan, persepsi informan, doronganuntuk bertindak, dan motif informan untuk terjun ke dunia prostiusi. Hasil dari wawancara secaramendalam dengan informan secara garis besar menunjukkan bahwa seluruh informan menunjukkanperilaku positif terhadap penyebaran HIV/AIDS.Kata kunci : perilaku, wanita pekerja seks tidak langsung, tempat hiburan malam, HIV/AIDS.
PENDIDIKAN DAN PERSIAPAN MENGHADAPI MENSTRUASI UNTUK ANAK USIA PUBERTAS DI SEKOLAH DASAR KRISTEN HARAPAN DENPASAR Ni Made Diaris; Nyoman Suarjana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.089 KB)

Abstract

ABSTRAKPersiapan dan pendidikan pramenstruasi merupakan suatu Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk mempersiapkan anak dalam menghadapi menstruasi. kegiatan dilakukan di Sekolah Dasar Kristen harapan Denpasar Karena dari hasil penelitian yang dilakukan disana ditemukan banyak anak yang masih kurang pengetahuannya terkait menstruasi dan sebagian besar merasa takut dan cemas dalam menghadapi menstruasi karena ketidak tahuannya. Adapun solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pendidikan dan persiapan pramenstruasi untuk anak anak-anak usia pubertas yaitu siswi kelas 5 dan 6 di Sekolah dasar Kristen Harapan Denpasar sehingga nantinya diharapkan dapat meningkatkan kesiapan anak dalam menghadapi menstruasi. Hasil yang didapat setelah dilakukan program kemitraan adalah terjadi peningkatan pengetahuan anak tentang menstruasi. Tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan didapatkan hasil dengan kategori kurang sebesar 60%, cukup 40% dan tidak ada dengan kategori baik. Tingkat pengetahaun setelah diberikan pendidikan didapatkan hasil dengan kategori kurang sebesar 1.4%, cukup 25%, dan baik 73.6%. Terjadi peningkatan pengetahuan anak setelah diberikan pendidikan dan persiapan menstruasi dari kategori baik 0% meningkat menjadi 73.6%. Diharapkan anak-anak tetap bisa meningkatkan pengetahuannya melalui sumber informasi yang tersedia termasuk materi yg diberikan dalam bentuk brosur dan buku saku untuk tetap dipelajari.Kata Kunci: Pendidikan, Persiapan, MenstruasiABSTRACTPre-menstrual preparation and education is a Community Partnership Program (PKM) which aims to prepare children for menstruation. the activity was carried out at Denpasar Christian Elementary School hope that because of the results of research conducted there found many children who still lack knowledge related to menstruation and most feel scared and anxious in the face of menstruation because of ignorance. The solution offered is to provide premenstrual education and preparation for children of puberty children, students in grades 5 and 6 at the Harapan Christian Primary School in Denpasar so that later it is expected to increase children's readiness in facing menstruation. The results obtained after the partnership program is an increase in children's knowledge about menstruation. The level of knowledge before being given education obtained results in the category of less than 60%, 40% enough and none in either category. The level of knowledge after being given education results in the category of less than 1.4%, enough 25%, and good 73.6%. An increase in children's knowledge after being given education and menstrual preparation from the good category 0% increased to 73.6%. It is hoped that children can continue to improve their knowledge through available information sources including materials provided in the form of brochures and pocket books to keep them studied.Keywords: Education, Preparation, Menstruation
PKM MANAJEMEN HIPERTENSI MELALUI TINDAKAN NON MEDIS PADA LANSIA DI LINGKUNGAN/BANJAR SAMBAHAN, KELURAHAN UBUD, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR Nyoman Purnawan; Nyoman Suarjana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 3 (2020): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1657.977 KB)

Abstract

ABSTRAKHipertensi masih menjadi tiga besar dalam daftar 10 pola penyakit tidak menular. Kabupaten Gianyar memiliki prevalensi tertinggi kasus hipertensi di Bali yang dimana Kecamatan Ubud merupakan kecamatan dengan kasus tertinggi. Kelurahan Ubud yang dalam analisa piramida penduduk memiliki jumlah penduduk lanjut usia (lansia) paling tinggi diantara Desa/Kelurahan lainnya di Kecamatan Ubud, cenderung lebih berisiko memiliki kasus penyakit degeneratif yang lebih serius khususnya hipertensi. Manajemen hipertensi dapat dilakukan dari peningkatan pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta perilaku lansia untuk kontrol tekanan darah. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pemberian penyuluhan kesehatan tentang hipertensi, kontrol tekanan darah serta melakukan teknik relaksasi otot progresif. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam menyelesaikan masalah hipertensi pada lansia. Dari 49 lansia, ditemukan 26 lansia dengan tekanan darah di atas normal (>140-90 mmHg). Hal ini menunjukan prevalensi hipertensi masih tinggi sebesar 53%. Setelah kegiatan ini dilaksanakan yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang hipertensi sebesar 90%, terjadi peningkatan kontrol tekanan darah secara rutin sebesar 90 % dan terjadi peningkatan penanganan non medis hipertensi melalui teknik relaksasi otot progresif sebesar 99%. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan terkait pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta perilaku lansia untuk kontrol tekanan darah sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat.Kata kunci: Kelurahan Ubud, Lansia, Manajemen Hipertensi, Penyuluhan kesehatan
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP RUANG APEL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG Komang Try Bintariyati; Nyoman Suarjana; I Ketut Sujana
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.644 KB)

Abstract

Pelayanan yang bermutu dari sebuah rumah sakit, bukan hanya pada pelayanan medis saja, melainkan juga pada pelayanan penunjang lainnya seperti rekam medis di rumah sakit. Rekam medis berfungsi sebagai bukti hukum apabila terjadi tuduhan malpraktik terhadap perawatan yang diberikan oleh dokter atau tenaga Kesehatan lainnya kepada pasien di rumah sakit. Laporan angka ketidaklengkapan pengisian catatan medis, merupakan salah satu indikator mutu kualitas pada pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung. Berdasarkan laporan ketidaklengkapan pengisian catatan medis bulan Januari sampai Februari 2021 dari 300 rekam medis di ruang Apel menyatakan angka ketidaklengkapan sebesar 30%. Angka ketidakakuratan sebesar 40%. Ketepatan waktu pengembalian rekam medis sebesar 76% dan pada pemenuhan persyaratan hukum rekam medis sebesar 19,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi mutu rekam medis pasien rawat inap ruang Apel Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan checklist, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 169 Rekam Medis dan responden berjumlah 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu rekam medis ini dipengaruhi oleh 4 komponen yaitu kelengkapan terdapat 92,3% lengkap, keakuratan terdapat 97% lengkap, ketepatan waktu pengembalian terdapat 55%, dan pemenuhan persyaratan hukum terdapat 86,3%. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi mutu rekam medis pasien rawat inap ruang Apel di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung yaitu ada pada kelengkapan, keakuratan, ketepatan waktu dan pemenuhan persyaratan hukum rekam medis pada pasien rawat inap terhadap mutu rekam medis di ruang Apel Rumah Sakit Umum Daerah Klungkung. Rumah sakit sendiri perlu memperhatikan faktor tersebut sehingga dapat menjaga mutu rekam medis pasien. Kata Kunci: Kelengkapan, Keakuratan, Ketepatan Waktu Pengembalian, Pemenuhan Persyaratan Hukum, Mutu Rekam Medis
SKRINING HIPERTENSI DENGAN ALAT UKUR SPHYGMOMANOMETER SEBAGAI BAKU EMAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UBUD I Nyoman Purnawan; Nyoman Suarjana
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 5, No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.94 KB)

Abstract

Latar belakang: Jumlah penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Ubud I menunjukkan peningkatan kasus. Hipertensi menempati urutan pertama dengan proporsi 23% dari sepuluh pola penyakit terbanyak. Salah satu cara untuk mengetahui secara dini penderita hipertensi yaitu dengan dilakukan skrining. Metode: Sasaran skrining adalah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Ubud I berusia >40 tahun yang berobat ke poliklinik rawat jalan puskesmas selama 1 bulan. Alat ukur menggunakan kuesioner dengan pertanyaan gejala klinis untuk menegakkan diagnosa hipertensi sedangkan baku emas menggunakan Sphygmomanometer air raksa. Dinyatakan hipertensi bila sistolik ≥140 mmHg dan atau diastolik ≥90 mmHg. Hasil: Dari 79 responden 86% terdiagnosa hipertensi, dimana 40% berusia >65 tahun, 75% berjenis kelamin perempuan dan 31% bekerja sebagai IRT. Alat skrining dengan keluhan pusing-pusing mempunyai sensitivitas 99% dan spesivisitas 73% dengan PPV 96% dan NPV 89%. Keluhan sakit kepala mempunyai sensitivitas 90% dan spesivisitas 100% dengan PPV 100% dan NPV 61%. Kombinasi gejala pusing-pusing+sakit kepala mempunyai sensitivitas 76% dan spesivisitas 82% dengan PPV 96% dan NPV 36%. Kesimpulan: Proporsi responden yang terdiagnosa hipertensi di Puskesmas Ubud I masih tinggi. Gejala klinis responden dengan pusing-pusing, sakit kepala atau kombinasi keduanya dianggap layak untuk mendiagnosis dini kejadian hipertensi. Diharapkan masyarakat yang merasakan keluhan tersebut segera memeriksakan tekanan darah sedini mungkin. Kata kunci: Hipertensi, Puskesmas Ubud I, Skrining, Sphygmomanometer
IKLAN LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT (ILKM); KAJIAN SEMIOTIK I Made Suwitra; Nyoman Suarjana
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 2, No 2 (2018): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.113 KB)

Abstract

ABSTRAKIklan layanan kesehatan masyarakat (ILKM) cenderung bertujuan untuk memberikan informasi,mengingatkan, menambah nilai, memengaruhi, dan bahkan mengubah sikap masyarakat untuk hidup sehat.Namun tidak banyak iklan layanan kesehatan masyarakat bersifat persuasif sehingga tidak cukupberkontribusi maksimal dalam mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Oleh karena itu di dalam penelitianini, iklan layanan kesehatan masyarakat yang cukup sering ditayangkan di media televisi menarik untukditeliti karena memiliki karakteristik berbeda. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimanagaya bahasa, makna, dan ideologi iklan layanan kesehatan masyarakat (ILKM). Hasil penelitian inimenunjukan bahwa; Gaya bahasa Iklan Layanan Kesehatan Masyarakat (ILKM), secara diksi atau pilihankata yang digunakan cenderung bersifat tak resmi, bentuknya umum, singkat dan dapat dipahami olehmasyarakat terpelajar biasa. Dilihat dari sudut nada yang terkandung, narasi teks memiliki gaya bahasasederhana, biasanya cocok untuk memberi instruksi, perintah, pelajaran, perkuliahan, dan sejenisnya; sepertiujaran yang disampaikan singkat, padat dan jelas, dan bernada himbauan. Dari sisi makna, secara semiotikpemaknaan muncul dari hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified). Pemaknaan yangmuncul dari hubungan tersebut merupakan pemaknaan konotasi. Ideologi yang melatarbelakangi tayanganIklan Layanan Kesehatan Masyarakat (ILKM), bersumber pada konotasi yang dihasilkan. Penyampaiansecara imperatif dan pemakaian simbol, warna, latar temperatur (tanda) seperti termometer misalnya,realisasi makna yang mendominasi adalah makna yang mendekati kewaspadaan dan bahaya bagi kesehatan,seperti warna kuning, putih, dan merah, di samping juga ada warna-warna lain. Hasil penelitian inimenemukan bahwa ILKM berkenaan dengan kebersihan, kesehatan, kewaspadaan, kehati-hatian, kepedulian,kebersamaan, perencanaan, kesejahteraan, dan kebahagiaan.Kata kunci: ILKM, gaya bahasa,makna, ideologiABSTRACTPublic health service advertisements (PHSA) tend to provide information, remind, add value, influence, andeven change people's attitudes to healthy living. However, not many public health service advertisements arepersuasive, so they do not contribute enough to encourage people to live healthy lives. Therefore, in thisresearch, public health service advertisement which is quite often aired on television media interesting to beexamined since it has different characteristic. The purpose of this study was to determine the style oflanguage, meaning, and public health service advertising ideology. The results of this study showed that;The Public Health Service Ads (PHSA) language style, diction or word choice used tends to be informal,general, brief and understandable by ordinary learned societies. Regarding the tone contained, the narrativetext had a simple language style, usually suitable to give instructions, commands, lessons, lectures, and thelike; such as speech delivered briefly, solid and clear, and appealed. From the meaning point of view,semiotic meaning came from the relation between signifier and signified. The meaning that emerged from therelationship was the meaning of connotation. The ideology that lied behind the impressions of Public HealthService Ads (PHSA), sourced from the resulting connotation. The way to express imperatively as well as theuse of symbols, colors, backgrounds (sign) such as thermometers; for instance, the realization of meaningthat dominated was the meaning of approaching alertness and danger on health, such as yellow, white, andred, in addition there were other colors. This has determined that PHSA concerned with hygiene, health,precautions, caution, caring, togetherness, planning, prosperity, and happiness.Keywords: PHSA, language style, meaning, ideology
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP PENTINGNYA KONSUMSI MAKANAN YANG MENGANDUNG ZAT BESI SAAT MENSTRUASI DI SMAN 2 TABANAN TAHUN 2013 Nyoman Suarjana
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 1, No 1 (2017): JURNAL KESEHATAN TERPADU EDISI MARET
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.993 KB)

Abstract

ABSTRAKKonsumsi makanan yang mengandung zat besi terutama pada saat remaja putri mengalami menstruasi dapat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan serta informasi yang didapatnya, dimana jika semakin tinggi tingkat pendidikannya diharapkan pengetahuannya akan semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja putri terhadap pentingnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi saat menstruasi di Sekolah Menengah Atas (SMA) N 2 Tabanan. Desain penelitian dilakukan dengan pendekatan cross sectional yakni melakukan pengukuran variabel pada satu saat tertentu saja. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling dengan stratified sampling method, yaitu pengambilan sampel berdasarkan atas strata tertentu, jumlah sampel adalah 127 orang dengan memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan dengan dengan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,000 lebih kecil dari nilai α 0,05, berarti ha diterima atau ada hubungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja putri terhadap pentingnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi saat menstruasi di SMAN 2 Tabanan.Kata kunci : Kata kunci : tingkat pengetahuan, sikap remaja putri, makanan mengandung zat besi.ABSTRACTConsumption of foods containing iron, on especially young women menstruating young women can be affected by the level of education as well as information acquired. If the education level get higher are expected to increase their knowledge.the other side if the education level is low, tend to have little knowledge so that information will be limited. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge of the attitude of the young women on the importance of the consumption of foods containing iron during menstruation in the Senior High School (SMA) N 2 Tabanan. The research was conducted with cross-sectional approach to measure the variable at a given time only. Sampling technique in this study using probability sampling with stratified sampling method. Sampling is based on certain strata, 127 people with a large sample met the inclusion criteria. Analysis was done with the Spearman Rho test. Results, the value of p = 0.000 is smaller than the value of α 0.05, Means ha received or no relationshi. The conclusion from this study is that there is a significant relationship between the level of knowledge with young attitude towards the importance of the consumption of foods containing iron during menstruation in the Senior High School (SMA) N 2 Tabanan.Keywords: knowledge, attitude, foods containing iron.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mutu Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Poliklinik Penyakit Dalam di RSUD Wangaya Kota Denpasar Ananda Indri Awani; Nyoman Suarjana; I Gusti Ngurah Manik Nugraha
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.363 KB)

Abstract

AbstrakBerdasarkan data 200 rekam medis yang diteliti menemukan kelengkapan rekam medis terdapat persentase lengkap 110 (55%) dan tidak lengkap 90 (45%), untuk keakuratan rekam medis yang akurat 172 (86%) dan tidak akurat 28 (14%), untuk ketepatan waktu presentase tepat 184 (92%) dan  terlambat 16 (8%), dan aspek hukum yang sesuai 174 (87%) dan tidak sesuai 26 (13%). Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mutu rekam medis poliklinik Penyakit Dalam di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Rancangan Penelitian menggunakan deskriptif analitik kuantitatif, dengan jenis cross sectional dan pengelolahan data menggunakan SPSS. Alat analisis yang digunakan adalah uji univariat dan uji bivariat dengan chi-square. Berdasarkan 4 kriteria analisis kuantitatif, ditemukan bahwa terdapat faktor-faktor yang signifikan kelengkapan nilai p value 0,000<0,05, keakuratan nilai p value 0,001<0,05, Ketepatan waktu pengembalian nilai p value 0,375>0,05, dan aspek hukum nilai p value 0,000<0,005 pada mutu rekam medis Poliklinik Penyakit Dalam di RSUD Wangaya Kota Denpasar.AbstractThe quality of medical records is a step towards improving health services for both individuals and groups in accordance with the expected health outcomes and in accordance with the latest professional knowledge. Based on the data of 200 medical records studied, the percentage of complete medical records was 110 (55%) and incomplete 90 (45%), for the accuracy of medical records that were accurate 172 (86%) and inaccurate 28 (14%), for accuracy the percentage time was right 184 (92%) and late 16 (8%), and legal aspects were appropriate 174 (87%)and not appropriate 26 (13%).This study was to determine the factors that influence the quality of medical records of the Internal Medicine Polyclinic at Wangaya Hospital, Denpasar City. The research design used quantitative analytical descriptive, with cross sectional type and data management using SPSS. The analytical tools used are univariate test and bivariate test with chi-square.
Evaluasi Program Home Care Jembrana Kembali Jaya (JKJ) Plus di Puskesmas II Mendoyo Gusti Ayu Putu Juwita Mahasari; Nyoman Suarjana; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.997 KB)

Abstract

AbstrakUpaya pendekatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jembrana meluncurkan program Jembrana Kembali Jaya (JKJ) Plus. Salah satu jenis pelayanan JKJ Plus yang telah dilaksanakan rutin saat ini adalah home care. Berdasarkan pelaksanaan program dari Mei sampai dengan Desember 2021, Puskesmas II Mendoyo masih belum berjalan dengan efektif dibandingkan puskesmas lainnya sehingga perlu adanya evaluasi terkait pelaksaan program. Penelitian ini penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan telaah dokumen. Penelitian dilakukan di Puskesmas II Mendoyo pada bulan Maret-Agustus 2022. Hasil evaluasi input program home care JKJ Plus diperoleh aspek man, money, method, material, dan machine sudah sesuai dengan pedoman. Namun mengalami kendala pelaksanaan program pada SDM yang rangkap tanggung jawab dan keterbatasan APD. Hasil evaluasi proses program home care JKJ Plus diperoleh sudah sesuai berjalan dengan baik dan sesuai pedoman. Perlu dikembangkan pedoman evaluasi dan melakukan evaluasi program home care JKJ Plus di seluruh Puskesmas.Kata kunci: Evaluasi, home care, JKJ Plus, Puskesmas AbstractTo approach health services to the community, the Jembrana Regency Government launched the JKJ Plus program. One type of JKJ Plus service that has been carried out routinely is home care. Based on the implementation of the program from May to December 2021, Puskesmas II Mendoyo is still not running effectively compared to other health centers. This research is a qualitative descriptive study. Data was collected using interviews and document review. The research was conducted at Puskesmas II Mendoyo in March-August 2022. The results of the evaluation of the input of the JKJ Plus home care program were by the guidelines. However, there are obstacles in human resources who have dual responsibilities and the limitations of PPE. The results of the evaluation of the JKJ Plus home care program process were obtained that were running well and according to the guidelines. Need evaluation in all health centers.Keywords: Evaluation, home care, JKJ Plus, Puskesmas
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Hamil dalam Melakukan Pemeriksaan Triple Eliminasi pada Trimester I di UPTD Puskesmas Kediri I Tabanan Gusti Ayu Nyoman Sri Rahayu Agustini; Nyoman Suarjana; Ni Putu Widya Astuti
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.536 KB)

Abstract

                                                 Abstrak Prevalensi HIV, Sifilis, Hepatitis B di Indonesia masih tinggi, nilai berurutan 0,39 %, 1,70% dan 2,50 %, untuk mencegah menular dari ibu hamil kepada anaknya dengan dilakukan pemeriksaan laboratorium sedini mungkin. Rendahnya cakupan pemeriksaan triple eliminasi di UPTD Puskesmas Kediri I tahun 2020 hanya16,8% dari target 100% sehingga perlu diteliti faktor yang mempengaruhinya. Merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi 565 orang, sampel 85 orang (rumus slovin), instrumen berupa kuisioner. Uji chi square serta regresi logistik dengan 95% CI. Penelitian menyatakan variabel pekerjaan (p=0,872), pengetahuan (p=0,000), dukungan petugas kesehatan (p=0,033) dan dukungan suami (p=0,000). Hasil uji mutivariat variabel pengetahuan p=0,000 dengan Exp (B) 10,4. Ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik 10,4 kali lebih besar melakukan pemeriksaan triple eliminasi pada trimester I dibandingkan pengetahuan kurang. Disimpulkan pengetahuan menjadi faktor yang dominan berpengaruh sedangkan pekerjaan tidak mempunyai berpengaruh.Kata kunci: Triple eliminasi, ibu hamil                                             Abstract Prevalence of syphilis , HIV and hepatitis B in Indonesia is still high, at 0.39%, 1.70% and 2.5%, respectively from mother to child can perform laboratory tests throughout the first trisemester. Only 16,9% of the target of 100% were reached. This study aimsn to understand the factor that influence. That is descriptive quantitative research with 565 population, 85 of sample (Slovin formula), the instrument is questionnaire. Analysiswhit chi squareand logistic regression . The results revealed thatthe work variable (p = 0.872), knowledge (p = 0.000), health worker support (p = 0.033) and husband's support (p = 0.000). Knowledge, support health workers,husband's support have a statistically significant influence, whereas the work variable has no effect.The biggest bearing is knowledge. Triple elimination examination behavior that is subpar is 10.4 times more likely to occur in pregnant with poor knowledge of triple elimination than in with strong knowledge.Keywords: Triple Elimination, Pregnant Women, UPTD Puskesmas Kediri I
Co-Authors Agus Donny Susanto Ananda Indri Awani Andrianto, Nurrahman Antara, Wisnu Bagus Komang Satriyasa Bambang Setiyohadi Cahayantari, Luh Diah Rosa Cahyadi, Ni Kadek Candra Puspitasari Dewa Ayu Eka Yuni Artini Dewi, Ni Kadek Hendra Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum Gusti Ayu Diah Anggiari Gusti Ayu Nyoaman Sri Rahayu Agustini Gusti Ayu Nyoman Sri Rahayu Agustini Gusti Ayu Putu Juwita Mahasari Harry Isbagio Hasnawati Hasnawati I Gusti Ngurah Manik Nugraha I Gusti Ngurah Sudiarta I Gusti Putu Ngurah Adi Santika I Kadek Yudha Pranata I Ketut Sujana I Ketut Sumerta I Made Hendra Arjana Putra I Made Suwitra I Made Suwitra I Made Suwitra I Made Suwitra, I Made I Made Wisnu Adhi Putra I Nyoman Mangku Karmaya I Nyoman Purnawan I Putu Dedy Kastama Hardy I Putu Mertayasa I Wayan Sugianta I Wayan Widi Karsana Ida Ayu Miswarihati J. A. Pangkahila Kadek Sri Ayunita Dewi Kasjmir, Yoga I Kastama, I Putu Dedy Kharisma, Putu Anastasia Komang Sriwisani S Komang Try Bintariyati Made Agus Sugianto Made Nyandra Mahfur, Mahfur Maratina, Ketut Meike Mariyani, Komang Trisna Dewi Martini, Ni Ketut Maryoto Subekti Ni Ketut Ayu Ekayanti Ni Luh Arik Setiawati Ni Luh Gde Ari Natalia Yudha Ni Luh Putu Indrawathi Ni Made Diaris Ni Made Diaris Ni Made Kurniati Ni Putu Ayu Bintang Lestari Ni Putu Diana Suartari Ni Putu Widya Astuti Nyoman Purnawan Pata, Yeremias Umbu Ray Primatanti, Putu Asih Putri, Kadek Fina Aryani Putu Merta Yasa Sanah, Isnaini Nur Ulfa Soegondo, S Sudani, Ni Wayan Sumadewi, Ni Luh Utari Viazelda, Aqsha Tiara Widana, I Komang Riko Agus Wisnu Antara Yanti, Ni Made Sri Supi Yasa, Putu Merta Yudha, Ni Luh Gde Ari Natalia