Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN TINGKAT STRES KELUARGA YANG DITINGGALKAN KERJA KE LUAR NEGERI OLEH ANGGOTA KELUARGA PH, Livana; Khosandika, Failila; Mubin, Mohammad Fatkhul
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.4 KB)

Abstract

Perubahan kondisi sosial akan mempengaruhi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berkerja di luar negeri maupun keluarganya, awalnya tentu membawa dampak yang cukup berat baik yang dirasakan oleh yang bersangkutan maupun anggota keluarganya. Kondisi ini secara kejiwaan akan berdampak pada tingkat stres yang bersangkutan dan anggota keluarganya yang cukup tinggi. Dari kebiasaan bersama menjadi tidak ada, hal ini langsung atau tidak langsung berdampak pada pola fikir dan sikap para keluarga yang ditinggalkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres keluarga  yang ditinggal kerja ke luar negeri oleh anggota keluarga. Jenis penelitian deskriptif eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang ditinggalkan oleh anggota keluarganya ke luar negeri di Desa Taman Gede Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal sebanyak 55 responden. Teknik sampling menggunakan sampling jenuh. Proses pengumpulan data dilakukan dengan mengisi lembar observasi berupa kuesioner. Data dianalisis secara univariat dengan menghitung distribusi frekuensinya. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas keluarga  yang ditinggal kerja ke luar negeri oleh anggota keluarga mengalami stres pada tingkat stres sedang. Pelayanan kesehatan dapat memberukan intervensi kepada keluarga yang ditinggal kerja ke luar negeri oleh anggota keluarganya sebagai upaya untuk mengatasi tingkat stres yang dialaminya. Kata kunci: Keluarga yang ditinggal kerja ke luar negeri, stres.  FAMILY STRESS LEVEL THAT LEFT WORK OUTSIDE BY FAMILY MEMBERS ABSTRACTChanges in social conditions will affect Indonesian Workers (TKI) who work abroad and their families, initially it will have a quite heavy impact both felt by those concerned and their family members. This condition will have a psychological impact on the stress level concerned and family members who are quite high. From shared habits to non-existent, this directly or indirectly affects the thinking patterns and attitudes of the families left behind. The study aims to describe the level of family stress left by work abroad by family members. Type of explorative descriptive research. The population in this study were families left by family members abroad in Taman Gede Village, Gemuh District, Kendal District, as many as 55 respondents. The sampling technique uses saturated sampling. The process of data collection is done by filling in the observation sheet in the form of a questionnaire. Data were analyzed univariately by calculating the frequency distribution. The results showed that the majority of families left to work abroad by family members experience stress at moderate stress levels. Health services can provide intervention to families who are left to work abroad by family members in an effort to overcome the level of stress they experience. Keywords: Families left behind to work abroad, stress.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT ANSIETAS PASIEN PRE OPERASI MAYOR Nisa, Reza Maghfirotun; PH, Livana; Arisdiani, Triana
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.122 KB)

Abstract

ABSTRAKPasien yang menjalani operasi akan muncul perasaan ansietas seperti ketakutan atau perasaan tidak tenang, marah dan kekhawatiran. Ansietas tersebut dapat dilihat dari dukungan keluarga salah satu anggota keluarga sangat berperan aktif dalam mengurangi tingkat ansietas. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan karakateristik dan dukungan keluarga dengan tingkat ansietas pasien pre operasi mayor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan cross sectional, pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 16 pertanyaan tentang dukungan keluarga yang telah dilakukan uji validitas dengan nilai r variabel 0,90, tekhnik sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel167 responden. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara karakteristik dukungan keluarga dengan tingkat ansietas pasien pre operasi mayor dengan nilai p value <0,005. Keluarga disarankan dapat melakukan dukungan terhadap anggota keluarga yang akan dilakukan tindakan operasi.  Kata kunci :Karakteristik, Dukungan Keluarga, Ansietas Pre-operasi THE RELATIONSHIP KARAKATERISTIK AND FAMILY SUPPORT WITH ANXIETY LEVELS OF PATIENTS PRE MAJOR SURGERY ABSTRACTPatients undergoing surgery are afraid of anesthesia, fear of pain and death about ignorance or deformity or other threats to the body image resulting in anxiety, the anxiety can be seen from several characteristics of age, sex, education level, and occupation, so family support of one family member plays an active role in reducing the level of anxiety. This study aims to determine the relationship karakateristik and family support with anxiety levels of patients pre major surgery in RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. This research uses quantitative method through cross sectional approach, data collecting using  questionnaires with 16 question about family support which has been done validity test with r value of variable 0,90, the sample technique used purposive sampling with 167 respondents. The results showed that there was a significant relationship between the characteristics of family support with anxiety levels of patients pre major surgery with p value <0.005. Families are advised to support family members for surgery. Keywords: Characteristics, Family Support, Ansietas Pre-operation
GAMBARAN TINGKAT ANSIETAS SUAMI ATAU ISTRI YANG DITINGGAL PASANGANNYA BEKERJA DILUAR NEGERI PH, Livana; Fatoni, Nur; Mubin, Mohammad Fatkhul
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.055 KB)

Abstract

ABSTRAKAnsietas merupakan respon emosional terhadap penelitian individu yang subjektif, yang dipengaruhi alam bawah sadar dan tidak diketahui secara khusus penyebabnya. Ansietas merupakan reaksi emosional terhadap persepsi adanya bahaya, baik yang nyata maupun yang hanya dibayangkan. Ansietas yang dirasakan pada pasangannya yang ditinggal keluar negeri yaitu Ansietas ringan sampai berat yang dialami oleh semua orang. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat Ansietas pada suami atau istri yang ditinggal pasangannya bekerja diluar negeri di desa Tambaksari Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Metode penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Populasi penelitian ini adalah suami atau istri yang ditinggal pasangnnya bekerja keluar negeri dengan ukuran sampel  54 orang. Teknik sampel dalam penelitian ini adalah Simpel random sampling. Data dianalisis dengan sentral tendensi dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden mengalami ansietas sedang sebanyak 33 responden (61,1%). Saran diharapkan masyarakat tidak terlalu Ansietas karena memikirkan suami atau istri yang bekerja keluar negeri, sehingga bisa bekerja dirumah untuk membantu suami/istri yang bekerja diluar negeri dan diharapakn bisa menjalin komunikasi yang baik antara suami dan istri Kata kunci: Ansietas, suami atau istri, bekerja keluar negeri DESCRIPTION OF THE HUSBAND ANSIETAS OR WIFE LETED BY THE COUPLE WORKING OUTSIDE THE STATE ABSTRACTAnxiety is an emotional response to individual research that is subjective, which is influenced by the subconscious and is not specifically known for the cause. Anxiety is an emotional reaction to the perception of danger, both real and imagined. Anxiety is felt in the partner who is left out of the country namely mild to severe anxiety experienced by everyone. The purpose of this research is to describe the level of anxiety in the husband or wife who left their spouse working abroad in the village of Tambaksari, Rowosari Subdistrict, Kendal Regency. This research method is descriptive explorative. The population of this study was the husband or wife who were left behind and worked abroad with a sample size of 54 people. The sample technique in this study is Simple random sampling. Data were analyzed by central tendency and frequency distribution. The results showed that the majority of respondents experienced moderate anxiety as many as 33 respondents (61.1%). The suggestion is that the community is not too anxious because they think of a husband or wife who works abroad, so they can work at home to help their spouse who works abroad and is expected to establish good communication between husband and wife Keywords: Anxiety, husband or wife, working abroad
GAMBARAN PENYAKIT PENYERTA PASIEN GANGGUAN JIWA PH, Livana; Sujarwo, Sujarwo; Musyarofah, Siti; Indrayati, Novi
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.262 KB)

Abstract

Manusia saat ini banyak yang mengalami gangguan, gangguan fisik ataupun mental yang akan mempengaruhi sosial dan budaya sehari-hari seorang manusia. Gangguan fisik ataupun mental dapat terjadi kepada siapa saja, yang dimana kondisi mental yang mengalami gangguan dapat mempengaruhi kesehatan fisik, sehingga tidak menutup kemungkinan seorang yang mengalami gangguan jiwa juga akan mempunyai penyakit penyerta yang lain. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui gambaran penyakit penyerta terbanyak di ruang Kresno RSJD Dr. Amino Gondho Hutomo Semarang. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang ada selama 6 bulan terakhir (Mei-November) sejumlah 284 pasien. Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Adapun besar sampel dalam penelitian ini adalah 284 responden. Penelitian ini dilaksanakan di RSJD Dr. Amino Gondho Hutomo Semarang di ruang Kresno. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit penyerta terbanyak pasien gangguan jiwa adalah Diabetes Melitus sebanyak 52 pasien, hipertensi sebanyak 43 pasien dan epilepsi sebanyak 40 pasien. Penelitian selanjutnya disarankan meneliti tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit penyerta pada pasien. Kata kunci: Penyakit penyerta, pasien gangguan jiwa DESCRIPTION OF DISEASE DISEASE PATIENTS OF SOUL DISORDERS ABSTRACTHumans today have many disorders, physical or mental disorders that will affect the social and cultural everyday of a human. Physical or mental disorders can occur to anyone, where a mental condition that has an impairment can affect physical health, so that it is possible for a person who has a mental disorder to have other comorbidities. The purpose of this study was to determine the description of the most common comorbidities in the Kresno Room at the RSJD Dr. Amino Gondho Hutomo Semarang. The research method used is descriptive. The population in this study were all patients who had been in the last 6 months (May-November) totaling 284 patients. The sample technique in this study used total sampling. The sample size in this study was 284 respondents. This research was conducted at the RSJD Dr. Amino Gondho Hutomo Semarang in the Kresno room. Data were analyzed univariately using frequency distribution. The results showed that the most comorbidities of mental patients were 52 diabetes mellitus patients, 43 patients with hypertension and 40 patients with epilepsy. Further research is suggested to examine the factors that can influence the occurrence of comorbidities in patients.  Keywords: co-morbidities, mental patients.
HUBUNGAN FAKTOR PEMICU HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PH, Livana; Ikhwan, M.; Hermanto, Hermanto
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.018 KB) | DOI: 10.32763/juke.v10i2.40

Abstract

ABSTRAK Data Global Status Report on Non Communicable Disesases tahun 2010 menyebutkan persentase penderita hipertensi saat ini paling banyak terdapat 40% di negara ekonomi berkembang, sedangkan negara maju hanya 35%. Data statistik terbaru menyatakan bahwa terdapat 24,7% penduduk Asia Tenggara dan 23,3% penduduk Indonesia berusia 18 tahun ke atas mengalami hipertensi pada tahun 2014 (WHO, 2015). Hipertensi merupakan suatu gangguan pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah, terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkanya. Prevelensi hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia tergolong tinggi, namun kebanyakan dari penderitanya tidak terdeteksi. Hipertensi bisa ditangani apabila masyarakat mengetahui faktor pemicu akibat dari hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor pemicu hipertensi dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini merupakan study descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional dengan sampel 78 orang. Uji statistik yang digunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin, keturunan, usia, pekerjaan, tingkat kegemukan dengan kejadian hipertensi nilai p value 0,000 (p&lt;0,05). Diharapkan masyarakat dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat keluarga hipertensi agar tekanan darahnya bisa dikontrol setiap waktu. &nbsp; Kata Kunci &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : jenis kelamin, umur, pekerjaan, keturunan, tingkat kegemukan, hipertensi &nbsp; ABSTRACT Global Status Reports on Non Communicable Disesases in 2010 revealed that the percentage of people with hypertension is currently at most 40% in developing countries, while developed countries only 35%. Recent statistics state that there are 24.7% of Southeast Asian population and 23.3% of Indonesians aged 18 years and over have hypertension by 2014 (WHO, 2015). Hypertension is a disorder of blood vessels that result in oxygen supply and nutrients carried by the blood, obstructed to the body tissues that need it. The prevalence of hypertension or high blood pressure in Indonesia is high, but most of the sufferers are undetectable. Hypertension can be handled if people know the trigger factor due to hypertension. The purpose of the study to determine the relationship of trigger factors of hypertension with the incidence of hypertension. This study is a study descriptive correlation with cross sectional approach with a sample of 78 people. The statistical test used by Chi Square. The results showed that there was a relationship between sex, heredity, age, occupation, obesity level with hypertension occurrence p value 0.000 (p &lt;0,05). It is expected that the public can perform regular blood pressure checks, especially for people who have a family history of hypertension so that blood pressure can be controlled every time &nbsp; Keywords &nbsp;&nbsp;&nbsp; : Sex, age, occupation, heredity, obesity rate, hypertension
Gambaran Tingkat Depresipasien Diabetes Mellitus di Kabupaten Kendal PH, Livana; Sari, Indah Permata; Hermanto, Hermanto
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.2 KB) | DOI: 10.32763/juke.v11i2.86

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang bersifat menahun, berhubungan dengan suatu sistem dalam tubuh, disebabkan oleh berbagai faktor, yang ditandai dengan hiperglikemia dan hiperlipidemia, akibat kurangnya sekresi atau ketidak efektifan insulin yang telah disekresi oleh pankreas.&nbsp; Pasien Diabetes Mellitus harus melakukan terapi pengelolaan farmakologis dan non farmakologis untuk mencegah terjadinya komplikasi dan mengontrol kestabilan kadar gula darahnya.&nbsp; Terapi tersebut dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikologis bagi pasien DM.&nbsp; Dampak psikologis yang dapat dirasakan oleh pasien Diabetes Mellitus adalah depresi.&nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pada pasien Diabetes Mellitus di wilayah dokter keluarga Djazariyah Kabupaten Kendal.&nbsp; Metode deskriptif kuantitatif.&nbsp; Alat ukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stres Scale yang terdiri dari 42 pertanyaan.&nbsp; Sampel penelitian berjumlah 37 responden.&nbsp; Sebagian besar pasien Diabetes Mellitus normal atau tidak mengalami depresi.&nbsp; Peneliti memberikan saran bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stres Scale yang telah dimodifikasi agar mempermudah responden dalam menjawab.
DUKUNGAN SOSIAL PRAMURUKTI DENGAN KONDISI KESEHATAN FISIK LANJUT USIA DI BALAI PELAYANAN SOSIAL LANSIA CEPIRING KABUPATEN KENDAL Arisdiani, Triana; PH, Livana
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.723 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i1.218

Abstract

Pendahuluan : Jumlah lansia yang banyak di Indonesia haruslah ditangani secara keseluruhan dengan memperhatikan kebutuhannya. Kebutuhan fisiologis dasar lansia yang harus dipenuhi adalah higiene, nutrisi, kenyaman, oksigenasi, cairan elektrolit, eliminasi urin dan fekal, dan tidur. akan berdampak buruk terhadap kesehatan, Kebutuhan fisiologis dan psikologis lansia yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan kerentanan terhadap penyakit, stres konfusi, disorientasi, gangguan mood, kurang fresh, menurunnya kemampuan berkonsentrasi, kemampuan membuat keputusan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial pramurukti dengan kondisi kesehatan fisik lanjut usia di panti pelayanan sosial lansia cepiring kabupaten Kendal. Metode : Penelitian ini merupakan study deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 74 orang. ?Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan sebagian besar pramurukti memberikan dukungan dalam tingkat rendah hingga sedang yaitu sebanyak 13 (56,5%) orang. Hasil perhitungan menggunakan chi - square didapatkan nilai p value 0,316 (P>0,05) sehingga hasil analisis tidak adanya hubungan antara dukungan sosial pramurukti dengan kondisi kesehatan fisik lansia. Diskusi : Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk mengembangkan penelitian yang serupa menggunakan variabel yang berbeda.Kata Kunci ???????? : Dukungan Sosial, Kondisi Kesehatan Fisik, Lansia?Introduction: The large number of elderly people in Indonesia must be handled as a whole by paying attention to their needs. The basic physiological needs of the elderly that must be met are hygiene, nutrition, comfort, oxygenation, electrolyte fluid, urine and faecal elimination, and sleep. will have a negative impact on health, physiological and psychological needs of unmet elderly can lead to susceptibility to disease, confusion, disorientation, mood disorders, lack of freshness, decreased ability to concentrate, ability to make decisions. Objective: This study aims to determine the relationship between pre-proof social support and the physical health conditions of elderly people at the social care institutions of the elderly cepiring Kendal district. Method: This study is a descriptive correlation study with a cross sectional approach. The number of samples is 74 people. The sampling technique in this study used total sampling. Results: The results of the study showed that most of the prostitutes provided support in the low to moderate levels of 13 (56.5%) people. The calculation results using chi-square obtained p value 0.316 (P> 0.05) so that the results of the analysis there is no relationship between pre-proof social support and physical health conditions of the elderly. Discussion: This research is expected to be used as a reference for developing similar research using different variables.Keywords: Social Support, Physical Health Conditions, Elderly
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA Utari, Wintri; Susanti, Yulia; PH, Livana
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 5 No 1 (2015): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.849 KB) | DOI: 10.32583/pskm.5.1.2015.22-28

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Lanjut usia merupakan proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berkaitan satu sama lain. Pada kondisi lansia yang seperti ini, dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan dan gangguan mental sepertidepresi. Dalam menghadapi kenyataan hidup agar memperoleh kesejahteraan pada usia lanjut sangat ditentukan oleh peran serta dan dukungan penuh dari keluarga. Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan depresi pada lansia &nbsp;Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling sebanyak 113 lansia. Alat penelitian menggunakan kuesioner Dukungan Keluarga dan kuesioner Geriatric Depression Scale(GDS), uji statisti cmenggunakan uji Chi Square. &nbsp;Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan depresi pada lansia nilai p=0,028 (pvalue&lt; 0.05). Diskusi: Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk diteliti lebih lanjut tentang faktor yang dapat mempengaruhi depresi pada lansia dan lebih bisa melihat secara tepat dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada lansia. &nbsp; Kata kunci: Dukungan keluarga, depresi, lansia. &nbsp; ABSTRACT Introduction: Elderly is a natural process that accompanied the decline of their physical, psychological and social are intertwined with one another. In conditions such as the elderly, it can cause various health problems and mental disorders such as depression. In the face of the reality of living in order to obtain well-being in old age is determined by the participation and full support of the family. &nbsp;Methods: The purpose of this study was to determine the relationship between family support with depression in the elderly. This research uses descriptive correlational design with cross sectional method. The sample in this study were taken by purposive sampling of 113 elderly people. Research tools used questionnaires and questionnaires Family Support Geriatric Depression Scale (GDS), using a statistical test Chi Square test.&nbsp;Results: The results of this study showed no relationship between family support with depression in the elderly with a value of &nbsp;p = 0.028 (pvalue &lt;0.05). Discussion: Future studies are recommended for further study of the factors that can affect depression in the elderly and can see exactly which family support with the level of depression in elderly. &nbsp; Keywords: Family support, depression, elderly.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK REMAJA, KELUARGA DAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA Mukaromah, Fitriyatul; PH, Livana; Susanti, Yulia
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 5 No 2 (2015): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.832 KB) | DOI: 10.32583/pskm.5.2.2015.61-66

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Perilaku seksual remajamerupakan segala tingkah laku remaja yang didorong oleh hasrat seksual baik dilakukan dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara karakteristik remaja, keluarga dan pola asuh orangtua dengan perilaku seksual remaja. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan rancangan penelitian croos sectional. Responden yang menjadi subjek penelitian ini adalah remaja dengan populasi 160 yang menjadi sampel berjumlah 125. Teknik yang digunakan teknik&nbsp; Pro portionate Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan Spearman dan Anova. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara karakteristik remaja (umur =p value 0,397 dan jeniskelamin= p value 732), karakteristik keluarga (tipekeluarga = p value 0,896, pekerjaan ayah = p value 0,711, penghasilan ibu = p value 0,064, pendidikan ayah = value 0,317 dan pendidikan ibu = p value 0,119) dengan perilaku seksual remaja. Sementara itu ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu (p value = 0,042), pekerjaan ayah (p value =0,026), pola asuh orang tua (p value=0,000)dengan perilaku seksual remaja. Sedangkan suku bangsa ayah dan ibu tidak dapat dikorelasikan karena semua suku bangsa Jawa. Diskusi: Hasil penelitian ini diharapkan remaja dapat bekerja sama dengan petugas kesehatan atau instansi kesehatan untuk mengadakan penyuluhan kesehatan mengenai seksualitas. &nbsp; Kata kunci: Karakteristik Remaja, Keluarga, Pola Asuh, Perilaku Seksual Remaja &nbsp; ABSTRACT Introduction: Adolescent sexual behaviour is all adolescent behaviour that is pushed by good sexual desire is done with also kind fellow. Methods: This research will aim to detects connection existence between adolescent characteristics, family and pattern brings up parents with behaviour adolescent sexual. This research is correlation watchfulness by using research plan cross sectional. Respondent that be subject this research adolescent with population 160 that is sample numbers 125. Technique that used technique proportionate stratified random sampling. Data analysis uses univariate and bivariate with Spearman and Anova. &nbsp;Results: Research result shows that there is no connection between adolescent characteristics (age =p value 0,397 and sex = p value 732, families characteristics (family type = p value 0,896, father job = p value 0,711, mother income = p value 0,064, father educations = value 0,317 and mother education = p value 0,119) with adolescent sexual behaviour. Meanwhile there connection significant between mother job (p value = 0,042, father jobs (p value =0,026, pattern brings up parents (p value=0,000) with adolescent sexual behaviour. While father tribe and mother can not correlation because all java tribe. Discussion: This research result is supposed adolescent can cooperate with well-being operator or well-being resort to hold well-being elucidation hits sexuality.&nbsp; Keywords: Adolescent characteristics, family and pattern care parents with adolescent sexual behaviour
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HIPERTENSI Sari, Rita Kartika; PH, Livana
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 6 No 1 (2016): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.367 KB) | DOI: 10.32583/pskm.6.1.2016.1-10

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Hipertensi merupakan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat (tenang). Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti genetik, lingkungan, hiperaktivitas susunan saraf simpatis, sistem renin-angiotensin, defek dalam eksresi Na dan peningkatan Na dan Ca intraseluler dan faktor-faktor yang meningkatkan resiko seperti obesitas, alkohol, merokok serta polisitemia. Metode: Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi Hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan survey deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Sampel penelitian klien dengan hipertensi berjumlah 49 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan faktor- faktor yang mempengaruhi Hipertensi diantaranya: (1)Faktor Lingkungan: kebiasaan merokok, budaya memasak gorengan dan bersantan. (2)Faktor Genetik : adanya anggota keluarga yang mengalami hipertensi. (3)Faktor Perilaku: kebiasaan merokok, tidak pernah atau tidak teratur mengkonsumsi obat anti hipertensi, kebiasaan mengkonsumsi kopi, mengkonsumsi makanan berlemak, mengkonsumsi makanan bersantan, kurangnya kebiasaan olahraga. (4)Faktor Yankes : Deteksi dini dari Fasilitas Kesehatan kurang dan masih banyak warga yang tidak mengikuti PROLANIS. Diskusi: Perlu adanya sosialisasi dan penyuluhan yang lebih lanjut antara masyarakat dan pihak yang terkait bahaya Hipertensi &nbsp; Kata kunci: Hipertensi &nbsp; THE FACTORS THAT INFLUENCE HYPERTENSION &nbsp; ABSTRACT Introduction: Hypertension is an increase in systolic blood pressure greater than 140 mmHg and / or diastolic greater than 90 mmHg in two measurements with an interval of 5 minutes in a state of rest (calm). Many influencing factors such as genetic, environmental, sympathetic nervous system hyperactivity, renin-angiotensin system, defects in Na excretion and increased intracellular Na and Ca and risk factors such as obesity, alcohol, smoking and polycythaemia. Methods: The purpose of research to determine the factors that influence Hypertension. This research method using descriptive quantitative survey. The instrument used in the form of questionnaires The sample of research clients with hypertension amounted to 49 respondents. Results: The results showed factors that influence hypertension include: (1) Environmental Factors: smoking habits, fried cooking culture and bersantan. (2) Genetic factors: the presence of family members who have hypertension. (3) Behavior Factors: smoking habits, never or irregularly taking anti-hypertensive drugs, consuming coffee, consuming fatty foods, consuming bersantan food, lack of exercise habits. (4) Yankes Factor: Early Detection of Health Facilities is lacking and there are still many people who do not follow PROLANIS. Discussion: Need for further socialization and counseling between communities and parties related to danger of hypertension &nbsp; Keywords: Hypertension
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abou-El Soud, Faiza A. Agustina Ali Djamhuri Alie, Maria Septijantini Amin Kuncoro, Amin Anak Agung Gede Sugianthara Anantya, Avella Early Andriyani Mustika Nurwijayanti Ar Ruhimat, Imroati Istibsyaroh Ardianti, Yulia Ardiyanti, Yulia Ardiyanti, Yulia Arief Nugroho Armitasari, Dhita Aryati, Septiyani Atmojo, Joko Tri Ayu Anulus Ayut Merdikawati, Ayut Ayuwatini, Sih Ayuwatini, Sih Ayuwatini, Sih Budi Anna Keliat Dawood, Eman Desmon, Desmon DEWI RAHMAWATI Eri Susanti Erniwati Erniwati Fajriah, Asruria Sani Fitri, Nuri Luthfiatil Fitri, Nury Luthfiyatil Ghadeer, Hend Al Gouda, Amel Dawod Kamel Goudia, Amel Dawod Kamel handayani, tri nur Heni Dwi Windarwati Hermanto Hermanto Hery Widijanto Ice Yulia Wardani Ikhwan, M. Indah Permata Sari Indamah, Qonik Nur Indrayati, Novi Indrayati, Novi Indriyati Indriyati Iqmah, Muhammad Khabib Burhanudin Irianto, Sugeng Eko Jayantika, Oktiya Rani Joko Tri Atmojo Kamilatur Rizkiya, Kamilatur Kandar, Kandar Khosandika, Failila Kurian, Midhu Lina Puspitasari Ludiana, Ludiana Maftukhah, Maftukhah Mahmudah, Azizah Rahma Mahmudah, Azizah Rahma Marchamatun, Siti Mardhotillah, Elly Marwanto, Ari Sugeng Maya, Anita Mochammad Imron Awalludin Mohammad Fatkhul Mubin, Mohammad Fatkhul Mukaromah, Fitriyatul Mulyati Mulyati Mustikasari Mustikasari Nahak, Marla Nasihah, Azidatun Nisa, Reza Maghfirotun Nisa, Sayidatun Nour Sriyanah Novy Helena Chatarina Daulima Nur Fatoni, Nur Nurnainah, Nurnainah Oktaria, Eka Travilta Pratiwi, Oktavia Diah Putri, Dian Utama Pratiwi Rahma Fadillah Sopha, Rahma Fadillah Ratnawati Ratnawati Rina Anggraeni, Rina Safitri, Vivi Indah Santoso, Dona Yanuar agus Santy Irene Putri Saragih, Desi Christin Sari HS, Senja Atika Septiani, Putri Silviani, Mirna Ayu Siti Thomas Zulaikhah Sri Mulyani Sudawam, Sudawam Sujarwo Sujarwo Sujarwoo, Sujarwo Sulistyowati, Gati Supardi Supardi Suryani, Ulfa Susi Indriyani Tantri Widyarti Utami, Tantri Widyarti Titik Suerni Tiur Wulan Mayasari, Tiur Wulan Toukhi, Noura Mohamed El Triana Arisdiani, Triana Uswatun Hasanah Utari, Wintri Widiyanto, Aris Wijiwinarsih, Amallia Yossie Susanti Eka Putri Yudhinanto, Yudhinanto Yulia Susanti, Yulia Yunani Sri Astuti, Yunani Sri Yuniwati, Ratna