Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pemahaman Remaja Dari Bahaya Seks Bebas Guna Pencegahan HIV/AIDS Dengan Video Animasi Ulfah Jamil, Maria; Rahmawati, Ai; Mulyana, Asep; Sopiah Suryani, Iis; Mulyana, Hilman; Nurdianti, Reni; Nurakilah, Heni; Daryanti, Eneng
Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat Juli 2024
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/japm.v1i1.18

Abstract

Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood, which includes all the development experienced in preparation for entering adulthood. These developmental changes include physical, psychological and psychosocial aspects. The most difficult task of adolescent development is related to social adjustment. Teenagers who have to adjust to opposite sex relationships that have never existed before so they adjust to adults outside the family and school environment. Teenagers spend more time with friends, so the influence of peers on attitudes, conversations, interests, appearance and behavior is greater than the influence of family. The problems faced by teenagers originate from changes due to the maturation of reproductive organs which are often unknown to teenagers themselves. These changes can provide certain psychological and emotional impulses which often cause confusion in teenagers. This can cause teenagers to search for self-identity, develop a desire to date, have a deep sense of love, develop the ability to think abstractly and fantasize about sexual activities with the opposite sex. Community service carried out for teenagers at MTsN 2 Tasikmalaya City through providing education about the importance of knowing about free sex in order to prevent sexually transmitted diseases which can lead to HIV/AIDS with animated videos. The results of the counseling showed that MTsN 2 Tasikmalaya City students understood the importance of protecting themselves from free sex in order to avoid contracting HIV/AIDS.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA KEPADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 UNTUK MELAKUKAN KONTROL RUTIN DI PUSKESMAS SERANG KOTA Mulyana, Hilman; IRAWAN, ERNA; Firmansyah, Rony Suhada; nurjannah, evi
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/sfsqx541

Abstract

Latar Belakang: Penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 yang tidak melakukan kontrol rutin dapat menyebabkan banyak komplikasi kronis seperti kebutaan, gagal ginjal, serangan jantung, stroke, dan amputasi kaki diabetik. Dukungan keluarga seperti dukungan emosional, instrumental, dan informasional sangat penting untuk tetap memotivasi penderita mengikuti pengobatan DM tipe 2, melakukan kontrol rutin pada tenaga kesehatan profesional sehingga dapat mencegah komplikasi jangka panjang dan jangka pendek didukung dengan kerja sama yang kuat antara penderita, tenaga kesehatan, dan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Serang Kota. Metode: Desain penelitian ini  adalah descriptive correlational pendekatan cross-sectional. Poulasi penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 di Puskesmas Serang Kota sebanyak 143 orang yang didapatkan dari Random Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel penelitian yaitu variable independent dukungan keluarga dan variable dependen kapatuhan kontrol rutin. Data diambil melalui penyebaran instrument berupa kuesioner dukungan keluarga dab data sekunder dari puskesmas berupa frekuensi kunjungan ke puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan signifikan ? > 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (65%) responden melaporkan kurangnya dukungan keluarga dan 100 (69.9%) responden kurang patuh dalam melakukan kontrol rutin. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Serang Kota dengan ?-value = 0,000 (<0,05). Saran: Diharapkan pihak Puskesmas melakukan penyuluhan kepada keluarga tentang pentingnya dukungan keluarga terhadap pasien DM tipe 2, sehingga diharapkan dengan dukungan keluarga yang baik akan dapat menghindari komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien Diabetes melitus.
GAMBARAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS LIO GENTENG PANJUNAN ASTANA ANYAR KOTA BANDUNG Tita Puspita Ningrum; irawan, Erna Irawan; Mulyana, Hilman; Rita Darmayanti; Yesi Sri Lestari
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/ge8p0h57

Abstract

Hipertensi merupakan faktor resiko utama untuk terjadinya penyakit jantung, gagal jantung kongestif, stroke, gangguan penglihatan dan penyakit ginjal. Tekanan darah yang tinggi umumnya meningkatkan resiko terjadinya komplikasi tersebut. Hipertensi yang tidak diobati akan mempengaruhi semua sistem organ yang akhirnya memperpendek harapan hidup sebesar 10-20 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian gambaran kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Lio Genteng Panjunan Astana Anyar Kota Bandung . Jenis penelitian menggunakan metode penelitian korelasi dengan jumlah populasi sebanyak 241 orang dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling melibatkan 151 orang lansia. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan hipertensi untuk masyarakat awam dan lembar ceklist. Analisa data dilakukan dengan univariat berupa persentase dan analisis bivariat dengan uji rank spearman. Hasil penelitian didapatkan gambaran kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Lio Genteng dari 151 orang didapatkan lebih dari setengahnya responden (62,3%) sebanyak 94 orang mengalami hipertensi.             Hypertension is a major risk factor for heart disease, congestive heart failure, stroke, visual impairment and kidney disease. High blood pressure generally increases the risk of these complications. Untreated hypertension will affect all organ systems which ultimately shortens life expectancy by 10-20 years. This study aims to determine the incidence of hypertension in the elderly at the Lio Genteng Panjunan Astana Anyar Health Center in Bandung City. The type of research uses a correlation research method with a population of 241 people and sampling using purposive sampling involving 151 elderly people. The research instrument uses a hypertension knowledge questionnaire for the general public and a checklist sheet. Data analysis was carried out using univariate in the form of percentages and bivariate analysis with the Spearman rank test. The results of the study obtained a description of the incidence of hypertension in the elderly at the Lio Genteng Health Center from 151 people, more than half of the respondents (62.3%) as many as 94 people experienced hypertension.    
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Dalam Hal Pemasaran Digital, Kebersihan Lingkungan,  Serta Pentingnya Kesehatan Keluarga Falah, Asep Saeful; Hodijah, Siti; Widianto, Mahesa Anabrang; Aini , Anisya Fadilah; Farhan, Muhammad; Mustagfirin, Akram Badruttaman; Agustin, Putri Ira; Nurmalasari, Mina; Mulyana, Hilman; Muhammad, Tengku; Lesmana, Dede Piki
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Multi Disiplin Vol. 2 No. 4 (2025): JUPENGEN - November
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/jupengen.v2i4.1041

Abstract

The Thematic Community Service Program (KKNT) in Bangbayang Village, conducted by STIE Latifah Mubarokiyah students, has run smoothly and has had a positive impact on both students and the village community. Through various activities, such as observing MSMEs, conducting digital marketing seminars, conducting a waste management program using rocket stoves and waste decomposition signs, and participating in integrated health posts (Posyandu) and community outreach activities, students have been able to apply the knowledge they gained in class to real-world practice in the community. These activities not only broaden students' knowledge and experience but also contribute significantly to increasing public awareness of digital marketing, environmental cleanliness, and the importance of family health. Thus, this KKNT serves as a valuable platform for community service and strengthens the relationship between students and the Bangbayang Village community.
Dukungan Keluarga Pada Anggota Keluarga Anak Stunting dan TB-MDR Mulyana, Hilman; Mutiudin, Ade Iwan; Hidayatulloh, Ana Ikhsan; Mulyana, Asep; S, Baharudin Lutfi; Darusman, Septiandi Eka; Rahmadiana, Asep; Wahyudi, Deni; Hilmawan, Rikky Gita; Rahmawati, Ai; Dewi, Heni Aguspita; Yani, Yani Sri; Sugiharti, Mamay; Hidayat, Fitriani Mardiana; Nurdianti, Reni; Nugraha, Budy
Karya Kesehatan Siwalima Vol 1, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.828

Abstract

Global Report melaporkan bahwa Indonesia termasuk 27 high burden TB-MDR countries, salah satunya terdapat di provinsi Jawa Barat sebanyak 28 pasien TBC kebal rifampisin pada tahun 2017. Terdapat 30 pasien TBC di kota Tasikmalaya yang tersebar di beberapa wilayah kerja Puskesmas di tahun 2018. Menariknya terdapat 16 orang dari 30 pasien tersebut memiliki anggota keluarga dengan kondisi anak stunting, serta di kota tasikmalaya terdapat 32% anak stunting yang cukup tinggi diatas standard yang ditetapkan WHO yaitu 20%. Kondisi demikian tentunya berpengaruh terhadap dukungan yang diberikan oleh keluarga kepada klien. Langkah pertama kegiatan dengan melibatkan mitra yaitu keluarga atau anggota keluarga yang memiliki anak dengan kondisi stunting dan anggota keluarga yang memiliki klien TBC, tahapannya meliputi  pra kegiatan, kedua survei lokasi, dan ketiga persiapan sarana dan prasarana. Langkah kedua pelaksanaan kegiatan, meliputi pre-test, pelaksanaan edukasi, dan diakhiri dengan post-test. Langkah ketiga evaluasi,  pengukuran pengetahuan mitra dengan cara membandingkan dan menganalisis hasil dari pre-test dan post-test. Terdapat peningkatan dukungan keluarga mitra setelah mendapatkan edukasi sebelum dan sesudah, meliputi emosional dari 68.7% menjadi 87.5%, informasi dari 62.5% menjadi 93.7%, instrumental dari 50% menjadi 81.2%, dan penilaian dari 56.2% menjadi 68.7%.  Terdapat peningkatan dukungan keluarga terutama pada dimensi emosional 18.8% dan dimensi informasional 31.2%, serta secara keseluruhan mitra sudah memberikan dukungan bersifat Favorable sebanyak 68.7%. Perlu adanya pengabdian kepada masyarakat lanjutan berupa peningkatan sikap ataupun perilaku yang berkelanjutan dari mitra sampai benar-benar menjadi kebiasaan yang positif.
Stunting Prevention Education for Mothers of Toddlers Withresponsive Feeding in Sirnajaya Village Tarogong Kaler District, Garut Regency Amalia, Novianti Rizki; Mulyana, Hilman; Jamil, Maria Ulfah; Suryani, Iis Sopiah; Assidiqy, Birry; Rahmadiana, Asep; Mardiana, Fitriani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24419

Abstract

ABSTRACT In Indonesia, stunting is a serious problem and is also a major nutritional problem currently being faced. If this problem is chronic, it will affect cognitive function, namely low intelligence levels and impact the quality of human resources. Counseling was carried out through lectures and leaflet distribution. Evaluation and monitoring were carried out with questionnaires before and after 1 week of counseling. The counseling program was effective in improving mothers' understanding and behavior towards responsive feeding for toddlers. The level of understanding increased by 94.03% after counseling, indicating a change in mothers' behavior towards their toddlers of 80.45% towards responsive feeding. This Community Service was carried out on August 19-29, 2025 in Di Village, Sirnajaya,Tarogong Kaler District, Garut Regency. The target of this Community Service is mothers who have toddlers. Keywords: Stunting, Mother, Toddler, Responsive Feeding, Education.