Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Ruang Terbuka Studio Pengembang Media Pembelajaran Sebagai Pusat Inkubasi Batik Berbasis Triplehelix Collaboration Bernilai Income Generating Annisa Ayu Salsabila; Eka Putri Surya; Mohamad Firzon Ainur Roziqin; Abdul Rahman Prasetyo; Adinda Marcelliantika; Alby Aruna; Ginanjar Atma Wijaya
Sci-tech Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Sci-Tech Journal
Publisher : MES Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/stj.v3i1.392

Abstract

The use of the open space of the learning media developer studio as a batik incubation center based on the Triple Helix Collaboration with income generating value aims to increase innovation and productivity in the batik industry through collaboration between academics, industry, and the government. This program utilizes the open space of the studio to create an ecosystem that supports the development of skills, creativity, and entrepreneurship in batik production. Various methods are used, including in-depth technical training, creative workshops to encourage innovation, and facilitation of market access to expand the range of batik products. The results of the program show a significant improvement in the technical skills and entrepreneurial capacity of the participants, which contributes to their economic growth and competitiveness. The implementation of the program focuses not only on improving individual skills, but also on strengthening networks and relationships between academia, industry, and government to create synergistic and sustainable collaborations. Through this approach, the economic value and competitiveness of the local batik industry can be significantly improved, providing a long-term positive impact on the community and the local economy.
TFETF Framework Development in MOOC Based on Art-Technopreneurial Iraji; Abdul Rahman Prasetyo; Ike Ratnawati; Alby Aruna; Adinda Marcelliantika; Eka Putri Surya; Ginanjar Atma Wijaya
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 9 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i9.3034

Abstract

This study explores family economic empowerment through the Framework Economy of the Family (TFETF) through the implementation of the Massive Open Online Course (MOOC) through concrete-based pottery, supporting the development of creative family technopreneurs. Integrating traditional arts, entrepreneurship education and technology is the key to creating innovative human resources in the digital era. This research uses the ADDIE model to design a MOOC curriculum that facilitates collaboration in entrepreneurship and craft technology. The results of the research in the form of developing the TFETF framework obtained a media expert validation score of 91.45%, material expert validation 90%, practicality test 90%. The TFETF framework developed has proven effective in strengthening the family economy by providing adaptive learning materials, helping overcome geographic and socio-economic barriers and encouraging social inclusion and global connectivity.
Pengembangan Produk Merchandise dengan Teknologi Audio Visual sebagai Produk Unggulan Muatan Pendidikan Kampung Industri Tempe Sanan Iriaji; Wening Patmi Rahayu; Purnomo; Eka Putri Surya; Alby Aruna; Surasak Jamnongsarn; Adinda Marcelliantika
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 12 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i12.3698

Abstract

Developing local creative industries through product innovation is an important strategy to increase the economic and educational value of communities. This research aims to develop merchandise based on audio visual technology as a means of education about the production process and uniqueness of tempeh in the Sanan Tempe Industrial Village. The research method involves collecting data through observation, interviews with industry players, and questionnaires to visitors. The product developed is in the form of an action figure as a mascot in the form of merchandise. The research results show that this merchandise is effective in increasing visitors' understanding of the tempe making process and increasing interest in educational tourism. Visitors become more interested and understand the ins and outs of tempeh production after interacting with this informative merchandise. Apart from that, this merchandise also helps promote Kampung Sanan as an attractive educational tourist destination. The conclusion of this research is that the integration of audio visual technology in merchandise can be used as an effective educational tool while increasing the attractiveness of local products. This innovative product not only functions as an educational tool but also as a promotional tool that can increase the economic value of local communities. This kind of innovation proves that a creative approach to product development can provide significant benefits to local communities.
Desain dan Pola Implementasi Smartryzotools Alat Potong Tempe Premium Sebagai Alat Edukasi Portabel Iriaji; Ike Ratnawati; Anak Agung Gde Rai Arimbawa; Eka Putri Surya; Alby Aruna; Adinda Marcelliantika
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 12 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i12.3699

Abstract

Desain dan implementasi Smartryzotools menghadirkan inovasi teknologi dalam proses pemotongan tempe yang efisien dan konsisten, serta berfungsi sebagai alat edukasi portabel. Menggunakan metode ADDIE, penelitian ini mengembangkan dan menguji prototipe Smartryzotools dalam lingkungan akademik dan bisnis. Alat ini dirancang dengan memperhatikan aspek ergonomi, keamanan, dan efisiensi, serta dilengkapi dengan teknologi canggih untuk memastikan hasil potongan tempe yang presisi. Dalam fase evaluasi, alat ini diuji secara menyeluruh untuk memastikan kinerjanya yang optimal dan kepuasan pengguna. Analisis data menunjukkan bahwa Smartryzotools mampu meningkatkan efisiensi produksi tempe serta memberikan nilai edukatif melalui fitur interaktifnya. Dengan layar sentuh yang mudah digunakan, alat ini menyediakan informasi tentang nilai gizi, proses pembuatan, dan manfaat kesehatan tempe. Melalui penerapan di rumah tangga dan bisnis kecil, diharapkan alat ini dapat meningkatkan kualitas produksi tempe dan menjadi sarana edukasi yang efektif. Implementasi Smartryzotools juga membuka peluang untuk pelatihan dan workshop di berbagai lokasi, mendukung penyebaran pengetahuan tentang tempe secara lebih luas. Temuan penelitian ini menunjukkan potensi besar Smartryzotools dalam mendukung industri tempe dan pendidikan kesehatan masyarakat melalui inovasi teknologi yang praktis dan informatif.
Pengembangan dan Peningkatan Aksesbilitas Massive Online Open Course Produksi Batik Rintisan Lokal Melalui Kursus Multilingual Ike Ratnawati; Abdul Rahman Prasetyo; Iriaji; Eka Putri Surya; Alby Aruna; Adinda Marcelliantika; Ginanjar Atma Wijaya
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 12 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i12.3701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan aksesibilitas Massive Open Online Course (MOOC) tentang produksi batik rintisan lokal melalui kursus multibahasa. Metodologi yang digunakan mencakup analisis kebutuhan untuk memahami audiens, desain kurikulum multibahasa yang mencakup berbagai bahasa, dan evaluasi efektivitas kursus untuk mengukur keberhasilannya. Kursus ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam produksi batik, dengan menyediakan materi dalam berbagai bahasa agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta terkait produksi batik. Peserta kursus menjadi lebih terampil dan memahami proses pembuatan batik dengan lebih baik. Evaluasi efektivitas dilakukan melalui survei dan wawancara mendalam dengan peserta kursus. Hasilnya mengonfirmasi bahwa kursus ini efektif dalam mendukung pembelajaran yang lebih inklusif dan aksesibel. Kursus multibahasa ini membantu mengatasi hambatan bahasa dan memungkinkan lebih banyak orang untuk belajar tentang batik, termasuk dari berbagai latar belakang dan negara. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi yang mendukung pelestarian budaya lokal dan meningkatkan aksesibilitas pendidikan. Dengan demikian, kursus ini tidak hanya mempromosikan keterampilan produksi batik tetapi juga memperkuat pelestarian budaya dan memfasilitasi pendidikan yang lebih inklusif.
4C Framework for Learning Shibori Batik Beginners, Pioneers, and Learners in MOOC Development Ike Ratnawati; Iriaji; Abdul Rahman Prasetyo; Alby Aruna; Eka Putri Surya; Adinda Marcelliantika; Ginanjar Atma Wijaya
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 12 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i12.3702

Abstract

Studi ini menyelidiki bagaimana framework 4C berfungsi dan bekerja dalam pembelajaran batik shibori. Studi ini didasarkan pada kebutuhan untuk memasukkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreatif, bekerja sama, dan berkomunikasi dalam pendidikan seni tradisional Indonesia. Metodologi penelitian ini menggunakan metode ADDIE dengan sampel penelitian terdiri dari pemula, perintis, dan pembelajar. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan analisis konten materi MOOC. Dilakukan analisis data tematik untuk menemukan pemahaman tentang integrasi dan penerimaan framework 4C di kalangan peserta MOOC. Temuan awal menunjukkan bahwa peserta didik telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi. Temuan framework 4C ini menawarkan pendekatan inovatif untuk menyampaikan ide dan teknik batik shibori menunjukkan bahwa itu memungkinkan pembelajaran yang lebih mendalam dan pengalaman pendidikan yang lebih bermakna. Hasil ini mendukung gagasan bahwa pendidikan seni tradisional dapat ditingkatkan dengan memasukkan framework 4C ke dalam pembelajaran online.
Inovasi Pembelajaran Fotografi dan Videografi Melalui Penggunaan EPSS dan Project Based Learning di Laboratorium 3D Hologram dengan Pendekatan Teknologi Media Tepat Guna dan Gamifikasi Abdul Rahman Prasetyo; Ike Ratnawati; Fikri Aulia; Nila Rahmawati; Eka Putri Surya; Adinda Marcelliantika; Alby Aruna; Ginanjar Atma Wijaya
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 12 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i12.3703

Abstract

Inovasi pembelajaran fotografi dan videografi melalui penggunaan Electronic Performance Support System (EPSS) dan Project Based Learning di laboratorium 3D hologram bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan kreativitas mahasiswa. Program ini menggabungkan teknologi media yang tepat guna dan gamifikasi untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan fleksibel. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi perancangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, pengembangan infrastruktur teknologi di laboratorium 3D hologram, pelatihan intensif bagi mahasiswa dan staf pengajar, serta evaluasi berkelanjutan untuk mengukur efektivitas program. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterlibatan dan kinerja mahasiswa. Mahasiswa lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan menunjukkan peningkatan kemampuan teknis serta kreativitas dalam bidang fotografi dan videografi. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menggunakan teknologi baru. Evaluasi melalui survei dan observasi kinerja menunjukkan bahwa program ini efektif dalam mendukung pembelajaran seni yang lebih dinamis dan menarik. Program ini diharapkan dapat terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan seni melalui pendekatan teknologi yang inovatif. Dengan demikian, penggunaan EPSS dan Project Based Learning di laboratorium 3D hologram berpotensi menjadi model pembelajaran yang dapat diterapkan di berbagai institusi pendidikan seni lainnya.
Transformasi Pembelajaran Kopi Melalui MOOC berbasis Technopreneurship Digital Sebagai Upaya Akselerasi Publikasi Industri Kopi Ica Purnamasari; R. Anggia Listyaningrum; M. Ishaq; Alby Aruna; Adinda Marcelliantika; Eka Putri Surya; Ginanjar Atma Wijaya
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 12 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i12.3705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konten Massive Open Online Course (MOOC) tentang produksi kopi yang terintegrasi dengan program residensi berkelanjutan melalui implementasi tata kelola kolaborasi Oriented-Project Planning (OPP) dengan industri kopi skala nasional. Pendekatan technopreneurship digital dan discovery learning digunakan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam produksi kopi. Metodologi penelitian mencakup analisis kebutuhan untuk memahami tuntutan industri dan peserta, perancangan konten kursus yang komprehensif dan interaktif, serta evaluasi efektivitas implementasi kursus tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten MOOC yang dikembangkan secara signifikan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam produksi kopi. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan industri kopi. Selain itu, program ini berhasil memfasilitasi kolaborasi yang erat antara akademisi dan industri, menciptakan ekosistem pembelajaran yang dinamis dan inovatif. Evaluasi melalui survei dan wawancara mendalam dengan peserta dan pemangku kepentingan mengonfirmasi bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi dengan kebutuhan industri. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan digital yang sesuai dengan kebutuhan industri kopi nasional. Melalui kolaborasi yang kuat dan pendekatan pembelajaran yang inovatif, program ini diharapkan dapat terus mendukung pengembangan kompetensi tenaga kerja di industri kopi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di sektor ini.
Pola Penerapan Apresiasi Seni 2D Melalui Playmat Audio Visual Interaktif Berbasis Gamifikasi untuk Guru PPG Seni Budaya Dalam Jabatan Abdul Rahman Prasetyo; Putra Hilmi Prayitno; Fikri Aulia; Eka Putri Surya; Nila Rahmawati; Adinda Marcelliantika; Alby Aruna
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 12 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i12.4266

Abstract

Exploration of the application of 2D art appreciation patterns through the use of gamification-based interactive audio visual playmats designed specifically for in-service PPG Arts and Culture teachers. A qualitative approach with a case study design was used as a research method, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and analysis of related documents. The results show that the use of gamification-based interactive playmats can increase teacher interest and involvement in appreciating 2D works of art. Apart from that, this playmat has also proven effective in developing teachers' critical analysis skills and aesthetic understanding. These findings provide significant implications for the development of more innovative and interactive arts and culture teaching methods, supporting the improvement of the quality of arts education in Indonesia. Thus, this method not only stimulates teacher interest and involvement, but also enriches their understanding of works of art, so that it can be applied in the learning process in various educational contexts.
Pola Pendekatan Inovatif dalam Rancang Merchandise Budaya Berbahan Dasar Bungkus Semen dalam Pelestarian Wayang Beber Iriaji; Purnomo; Yuliati; Alby Aruna; Adinda Marcelliantika; Eka Putri Surya
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 12 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i12.5203

Abstract

The preservation of local culture requires a creative and innovative approach. This implementation aims to develop innovative approaches in recycling cement packaging into cultural merchandise as part of the preservation efforts of Wayang Beber. The method used involves Objective Oriented Project Planning (OOPP) through a study on the development of an ideal qualitative pattern that will be implemented to transform cement packaging into high-value economic and aesthetic products. The results indicate that the pattern of developing awareness of the importance of preserving Wayang Beber is not only ideal in implementation but can also serve as a pilot project for real implementation. This finding emphasizes the importance of collaboration between educational institutions and communities in developing creative solutions for detailed cultural preservation through the development of innovative products focused on the circular economy.